LUBUK LINGGAU — Kabar membanggakan datang dari dunia tinju Lubuk Linggau. Petinju muda asal Kota Lubuk Linggau, Sultan Aqta Salamuddin, siap mencatatkan langkah baru dalam kariernya dengan menjalani debut profesional pada ajang NEX Road to Champions.
Sultan akan menghadapi petinju asal Riau dalam pertarungan yang diprediksi berlangsung sengit. Laga tersebut menjadi pertandingan penting bagi Sultan setelah sebelumnya membangun pengalaman dan prestasi di level amatir.
Sebelum naik ke pentas profesional, Sultan tercatat memiliki 10 kemenangan di level amatir. Rekor tersebut menjadi modal berharga bagi petinju asal Lubuk Linggau itu untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi dalam dunia tinju.
Keputusan Sultan terjun ke dunia profesional bukan sekadar mencari pengalaman. Ia membawa ambisi besar untuk membuktikan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju persaingan perebutan sabuk WBA Asia.
Debut di NEX Road to Champions pun menjadi momentum pembuktian bagi Sultan. Dengan pengalaman bertanding di level amatir dan persiapan yang telah dilakukan, ia diharapkan mampu tampil maksimal menghadapi lawannya dari Riau.
Bagi masyarakat Lubuk Linggau, kiprah Sultan menjadi kebanggaan tersendiri. Kehadirannya di pentas profesional sekaligus menunjukkan bahwa daerah ini terus melahirkan talenta-talenta potensial di dunia olahraga, khususnya cabang olahraga tinju.
Pertarungan Sultan di NEX Road to Champions juga menjadi awal dari perjalanan panjangnya menuju level yang lebih tinggi. Targetnya jelas, yakni terus meraih kemenangan, meningkatkan rekornya di dunia profesional, dan suatu saat mampu membawa pulang sabuk juara WBA Asia.
Debut profesional menjadi langkah pertama. Perjalanan menuju sabuk juara baru saja dimulai.
Penulis: seputar redaksi
-

Bidik Sabuk WBA Asia, Sultan Aqta Salamuddin Siap Debut Profesional di NEX Road to Champions,
-

Tiga Rumah di Desa Pedang Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Musi Rawas — Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Tiga, Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Selasa malam (18/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan habis dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih dalam penanganan pihak terkait.
Proses pemadaman melibatkan petugas Damkar serta mendapat bantuan dari Damkar Kota Lubuklinggau. Selain itu, personel Yonif Pangeran Amin dan jajaran Polres Musi Rawas turut membantu proses pemadaman di lokasi.
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke rumah-rumah warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran serta total kerugian yang dialami para korban.
Kapolsek muara beliti iptu miming Wijaya menjelaskan untuk saat ini api dapat di jinakan,
Untuk penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan oleh pihak terkait
Moga korban dapat bersabar dan bisa terima atas musibah ini tutupnya
-

Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Kapolres Empat Lawang Dan Polda Sumsel Salurkan Bantuan Air Bersih Dan Sembako
EMPAT LAWANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H. menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada masyarakat di Sungai Lidi, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakapolres Empat Lawang KOMPOL Dr. Abdul Rahman, S.H., M.H., para PJU Polres Empat Lawang, serta Kapolsek Tebing Tinggi KOMPOL Herman Akhiri, S.I.P., M.M., bersama personel Polres dan Polsek Tebing Tinggi.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras dan telur, serta bantuan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau berkepanjangan.
Kedatangan jajaran Polres Empat Lawang disambut masyarakat Sungai Lidi dengan penuh rasa syukur dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Masyarakat menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan, khususnya di tengah kemarau berkepanjangan yang menyebabkan warga mengalami kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Empat Lawang bersama para PJU dan Kapolsek Tebing Tinggi juga bersenda gurau dan berbaur bersama masyarakat Sungai Lidi. Suasana berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus memeriahkan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Momen kebersamaan tersebut menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat, di mana Kapolres dan jajaran tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga turut merasakan kebersamaan serta kegembiraan bersama warga dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus sebagai wujud semangat berbagi dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Kapolres Empat Lawang berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau, serta semakin mempererat hubungan dan sinergi antara Polri dengan masyarakat.
Polres Empat Lawang – Presisi, Humanis, dan Selalu Hadir untuk Masyarakat. -

Peringati HUT RI ke-81, Warga Kampung Sukamakmur Gelar Tasyakuran dan Ngeliwet Bersama
PAGARALAM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga RT 08, RT 09 dan RT 10 RW 04 Kampung Sukamakmur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, menggelar kegiatan tasyakuran dan ngeliwet bersama, Senin malam (17/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gang Ayif Hasim, kawasan Kopi Lematang, tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan antarwarga.
Acara dilaksanakan setelah sholat Isya. Warga dari tiga RT tampak antusias berkumpul dan saling membantu mempersiapkan hidangan nasi liwet. Karena kegiatan ini merupakan acara perdana dan dilaksanakan secara spontan, warga membawa perlengkapan nasi masing-masing, sementara menu sayuran telah disiapkan oleh panitia.
Suasana semakin meriah ketika nasi liwet disusun dan disantap bersama secara lesehan. Hidangan tersebut bahkan disajikan memanjang di sepanjang jalan dengan jarak kurang lebih 50 meter, menciptakan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Bagi warga, ngeliwet bukan sekadar makan bersama. Tradisi tersebut menjadi simbol keguyuban, gotong royong dan persatuan, karena seluruh warga dapat duduk bersama tanpa membeda-bedakan, Serta mempererat hubungan sosial.
Tokoh masyarakat setempat, Karsun dan Fauzan, mengaku terharu sekaligus senang melihat antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Dalam memperingati HUT RI ke-81 ini saya sangat haru dan senang. Warga sangat bahagia bisa makan nasi bersama di sepanjang jalan kurang lebih 50 meter. Ini membuat keakraban dan kekompakan warga Sukamakmur semakin terasa,” ujar mereka.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan persahabatan dan persatuan warga semakin meningkat. Kalau memungkinkan, nanti kita buat ngeliwet yang lebih besar lagi,” katanya.
Sebelum makan bersama, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan RT dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati selama 81 tahun.
Acara kemudian ditutup dengan makan nasi liwet bersama. Warga, panitia dan tokoh masyarakat duduk lesehan menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, warga Kampung Sukamakmur menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Guyub, rukun, kompak, dan terus menjaga semangat gotong royong. ( Tom ) -

BBM Subsidi di Empat Lawang Langka, Ternyata ini penyebabnya !
EMPAT LAWANG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Empat Lawang dalam beberapa hari terakhir mulai menjadi kekhawatiran masyarakat, Sabtu 15/08/2026).
Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Tebing Tinggi. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena menyulitkan warga mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Owner SPBU di kawasan Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi, H. Budi Antoni Aljufri, mengatakan stok BBM yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tebing Tinggi.
Menurutnya, dalam lima hari terakhir pihak SPBU menerima informasi adanya pengurangan suplai Pertalite dari Depo Lahat. Pengurangan tersebut disebut terjadi karena adanya keterbatasan pasokan dari pusat.
“Lima hari terakhir memang ada informasi untuk pengurangan suplai dari Depo Lahat, khusus untuk Pertalite. Informasinya memang Depo Lahat kekurangan dari pusat,” kata Budi.
Ia menjelaskan, pengurangan suplai tersebut cukup signifikan. Sebelumnya, SPBU menerima sekitar 16 kiloliter (KL) Pertalite per hari. Namun, kini jumlah tersebut berkurang menjadi hanya sekitar 8 KL per hari.
“Perubahannya sangat signifikan, dari 16 KL menjadi 8 KL khusus Pertalite. Kalau solar tidak ada perubahan. Kalau yang 16 KL saja masih kurang, ini dijadikan 8 KL pengiriman per hari,” ujarnya.
Kondisi semakin sulit karena pengiriman BBM tersebut dilakukan pada sore hari. Akibatnya, sejak pagi hingga sore masyarakat harus menghadapi keterbatasan stok.
“Pengirimannya pun sore, sehingga dari pagi sampai sore tidak ada. Saya berharap Pertamina bisa melihat ini karena ini bicara masyarakat, kebutuhan masyarakat sangat luar biasa,” katanya.
Budi berharap Pertamina segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan pasokan tersebut, termasuk mengembalikan kuota seperti sebelumnya atau bahkan menambah jumlah suplai agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Saya selaku owner memohon maaf atas pelayanan beberapa hari ini sehingga ekonomi terganggu. Kita berharap mudah-mudahan Pertamina cepat menanggulangi ini, mengembalikan kuota kita. Kalau bisa kuota ditambah sehingga masyarakat bisa terlayani semua,” pungkasnya.
Kelangkaan BBM ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada pengendara, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM, terutama para pekerja dan pelaku usaha yang menggunakan kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
