Bulan: April 2026

  • Ludi Oliansyah Hadiri Upacara Nasional, Wamendagri Soroti Tingginya Kepercayaan Publik ke Damkar

    Ludi Oliansyah Hadiri Upacara Nasional, Wamendagri Soroti Tingginya Kepercayaan Publik ke Damkar

    PALEMBANG, seputartv.com – Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengikuti Upacara yang diselenggarakan oleh Kemendagri dalam rangka memperingati HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107, HUT Satuan Polisi Pamong Praja ke-76, dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakt ke-64, yang dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (30/04/2026).

    Upacara gabungan ini dihadiri oleh Wamendagri, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Kepala Daerah, FKPD, Damkar, Pol PP, dan Satlinmas se Indonesia. Upacara dimulai dengan pengecekan persiapan kepada seluruh peserta upacara oleh Inspektur upacara yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus.

    Dalam amanatnya Wamendagri menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan momentum untuk menegaskan peran vital Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mengingat tingkat kepercayaan publik terhadap pemadam kebakaran dan penyelamatan bahkan telah mencapai lebih dari 90 persen. Ini menunjukkan bahwa kinerja mereka dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada tahun 2025, tercatat hampir 20 ribu penanganan kebakaran dan sekitar 122 ribu kegiatan penyelamatan kemanusiaan. Artinya, tugas Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan nyawa.

    Kepada media, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah mempercayakan Palembang sebagai tuan rumah peringatan tiga institusi penting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Satlinmas.(Red)

  • Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan Jadi Sorotan, Pelapor Minta Langkah Tegas Penyidik

    Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan Jadi Sorotan, Pelapor Minta Langkah Tegas Penyidik

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Penanganan laporan dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan di Kabupaten Empat Lawang dinilai tidak menunjukkan progres signifikan oleh pihak pelapor. Hingga Rabu (29/4/2026), kasus yang ditangani Unit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang tersebut dianggap masih jalan di tempat.

    Terlapor berinisial AK telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. Dalam keterangannya, AK berdalih bahwa pernyataan yang diunggahnya di media sosial tidak ditujukan kepada individu tertentu.

    Ia berkilah bahwa nama “Diah” (pelapor) bersifat multitafsir dan memiliki banyak arti, sehingga tidak bisa dikaitkan secara spesifik kepada pelapor.

    Namun, dalih tersebut menuai reaksi keras dari pihak pelapor. Konteks penyebutan nama dalam unggahan tersebut dinilai sangat jelas merujuk pada identitas dan profesi pelapor sebagai seorang jurnalis.

    Pihak pelapor memandang pembelaan AK hanyalah upaya untuk mengaburkan persoalan yang sebenarnya sudah benderang di ruang publik.

    Di sisi lain, pihak pelapor merasakan adanya kesan tarik-ulur dalam proses hukum ini. Padahal, sebelumnya penyidik dikabarkan telah menyatakan bahwa pengumpulan data sudah lengkap dan tinggal menunggu tahap gelar perkara.

    Menanggapi hal tersebut, Kanit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang, IPDA Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya masih terus bekerja.

    Ia menyebutkan rencana gelar perkara sempat tertunda karena adanya agenda kepolisian yang mendesak.

    “Untuk perkembangan kasusnya, rencana akan segera dilakukan gelar perkara. Namun, beberapa hari terakhir tim kami masih fokus membantu (backup) tim dari Ditresnarkoba Polda Sumsel,” ungkap IPDA Chandra.(Red)

  • Penuhi unsur pidana, Kasus OTT Kepala BKPSDM Muratara Masuki Babak Baru

    Penuhi unsur pidana, Kasus OTT Kepala BKPSDM Muratara Masuki Babak Baru

    MURATARA, seputartv.com  – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Musi Rawas Utara (Muratara) kepada kepala BKPSDM Polres Muratara beberapa hari yang lalu.

    Penyidik Tipikor telah koordinasi intensif dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk penyidikan kasusnya yang mengarah dugaan gratifikasi Rabu kemarin Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Muratara 29 bersama Kasi Penuntutan dan Asisten Penyidikan Kejati Sumsel telah berkoordinasi untuk meningkatkan statusnya ketahap penyidikan.

    Perkara ini merujuk pada Laporan Polisi Nomor LP.A/02/IV/2026/SPKT/POLRES MURATARA/POLDA SUMSEL tertanggal 27 April 2026.

    Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan berdasarkan hasil gelar koordinasi, penyidik menyimpulkan bahwa perkara dugaan gratifikasi terkait pengurusan kenaikan pangkat di BKPSDM Kabupaten Muratara tersebut telah memenuhi unsur untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.


    “Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi penetapan tersangka dalam waktu dekat sesuai hasil pengembangan penyidikan,” kata Nandang Kamis (30/4/2026).

    Pihak Kejati Sumsel memberikan masukan teknis kepada penyidik, untuk pendalaman kualifikasi pasal yang disangkakan, apakah masuk kategori gratifikasi atau bentuk tindak pidana korupsi lainnya.

    “Selain itu, penyidik juga diminta memastikan alur administrasi pengurusan kenaikan pangkat serta menelusuri kemungkinan penggunaan anggaran dalam proses tersebut,”tuturnya.

    Penyidik juga diarahkan untuk membuktikan setiap pasal yang disangkakan secara mandiri apabila terdapat lebih dari satu konstruksi hukum.

    Sejauh ini, penyidik telah melakukan serangkaian tindakan meliputi pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan pihak terkait, pengamanan barang bukti, serta koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau dan Ditreskrimsus Polda Sumsel.

    “Penyidik juga akan menambah saksi baru guna memperkuat konstruksi perkara,” jelasnya.

    Ditegaskan Nandang, Polda Sumsel berkomitmen menuntaskan setiap perkara korupsi hingga tahap persidangan guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.(Red)

  • Objek Wisata Gunung Dempo Ditutup, Ada Apa?

    Objek Wisata Gunung Dempo Ditutup, Ada Apa?



    PAGARALAM, seputartv.com – Dikabarkan sejumlah   destinasi wisata yang ada di kawasan Gunung Dempo tepatnya yang ada di lahan HGU milik PTPN 7 Kota Pagar Alam di tutup sementara cukup mengehebohkan masyarakat Pagar Alam.

    Hal ini karena dengan penutupan sementara destinasi wisata yang ada tersebut akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pagar Alam. Apalagi moment penutupan kawasan wisata tersebut bertepatan dengan banyaknya libur panjang di bulan Mei kedepan yang diharapkan akan banyak wisatawan yang akan berlibur ke kota Pagar Alam terutama di kawasan wisata gunung dempo.

    Apalagi  sejumlah destinasi wisata di kawasan Gunung Dempo yang ditutup sementara tersebut telah menjadi icon baru wisata di Pagar Alam. Bahkan menjadi daya tarik tersendiri untuk sektor pariwisata di Kota Pagar Alam.

    Ketua Desa Wisata Gunung Dempo Wawan Alamsyah dalam press relesnya membenarkan jika saat ini destinasi wisata yang ada di kawasan Gunung Dempo yang menggunakan lahan milik PTPN 7 ditutup sementara.

    “Dengan penuh kesadaran dan rasa haru, kami dari pengelola desa wisata di kawasan Gunung Dempo menyampaikan bahwa destinasi wisata ini untuk sementara waktu ditutup. Keputusan ini bukanlah yang kami inginkan. Selama ini kami bersama pihak HGU PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 telah berupaya mengembangkan pariwisata dan memberdayakan masyarakat lokal melalui wisata berbasis komunitas,” ujarnya.

    Namun terkait regulasi dan perizinan yang berdampak pada keberlangsungan pengelolaan. Pihaknya memahami tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang kenangan dan kehidupan masyarakat.

    “Kawasan Gunung Dempo sendiri telah menjadi daya tarik utama di Sumatera Selatan dan mulai dikenal secara nasional. Kami juga terus memperjuangkan potensi ini di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia agar dapat berkembang lebih luas,” katanya.

    Namun dijelaskannya, penutupan sementara ini dilakukan demi kebaikan bersama dan keberlanjutan ke depan.

    “Kami berterima kasih kepada seluruh sobat wisata, serta kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, PT Perkebunan Nusantara I Regional 7, dan Pagar Alam melalui Dinas Pariwisata Kota Pagar Alam atas dukungannya,” jelasnya.

    “Kami berharap masyarakat Gunung Dempo tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan potensi wisata ke depan. Bagi kami, Gunung Dempo adalah ruang hidup, identitas, dan warisan yang harus dijaga bersama,” tambahnya.(***)

    Ditutup sampai waktu yang belum di tentukan
    1. BUKIT TUNGGUAN
    2. ⁠NATURE HIGH VILA
    3. ⁠KABELBAN REAS AREA

    Ditutup Total
    1. STROBERRY DS PLANTING
    2. ⁠HOME STAY WABISABI KAMPUNG 4
    3. ⁠TANAMAN LAHAN PERTANIIAN SEMUSIM.(TOM)

  • Diduga Pungli Kenaikan Pangkat, Kepala BKPSDM Muratara Terjaring OTT

    Diduga Pungli Kenaikan Pangkat, Kepala BKPSDM Muratara Terjaring OTT



    MURATARA, seputartv.com – Kepala BKPSDM Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berinisial L terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh polisi. Diduga, L melakukan pungli untuk kenaikan pangkat sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Muaratara.

    Selain mengamankan Kepala BKPSDM Muratara, polisi juga mengamankan sejumlah uang serta daftar nama-nama ASN yang mengurus berkas kenaikan pangkat.

    Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama mengatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pungutan terhadap ASN yang mengurus kenaikan pangkat.

    Unit III Tipidkor Satreskrim Polres Muratara telah OTT terhadap Kepala BKPSDM berinisial L karena diduga melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan pada hari Senin (27/4/2026) sekitar pukul 14.40 WIB di Kantor BKPSDM Kabupaten Muratara,” katanya, Rabu (29/4/2026).

    Kemudian, kata Rendy, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 5 juta yang didapat dari dalam tas milik Kepala BKPSDM Muratara tersebut.

    “Kemudian ditemukan amplop putih yang berisi uang Rp 500 ribu yang di dapat dari dalam tas staff BKPSDM Muratara berinisial Z,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, Rendy mengungkapkan ditemukan buku catatan nama-nama ASN yang mengurus berkas kenaikan pangkat dan memberi uang untuk mengurus berkas kenaikan pangkat milik staff BKPSDM Muratara berinisial Z.

    “Untuk saat ini status terduga pelaku (L) masih berstatus saksi. Saat ini kita masih melakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.(Red)