Kategori: Kriminal

  • Sembunyi Digudang Indomaret, Perampok Bersenjata Gasak Belasan Juta Rupiah

    Sembunyi Digudang Indomaret, Perampok Bersenjata Gasak Belasan Juta Rupiah



    PALEMBANG, seputartv.com — Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di sebuah gerai Indomaret di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Lubuk Bakung, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang. Dua pelaku yang diduga membawa senjata api menodong kasir dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp16 juta.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 5 Maret 2026 sekitar pukul 22.54 WIB, saat gerai minimarket tersebut telah tutup operasional.

    Kasus ini telah dilaporkan secara resmi dan kini ditangani oleh penyidik Polda Sumatera Selatan dengan nomor laporan polisi LP/B/343/III/2026/SPKT/Polda Sumsel.

    Berdasarkan keterangan korban dan saksi, dua pelaku tiba-tiba muncul dari dalam area gudang toko ketika kasir sedang berada di dalam gerai.

    Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan benda yang diduga senjata api genggam berwarna hitam dan langsung menodongkan kepada kasir berinisial S.R.

    Pelaku memerintahkan korban untuk tetap diam dan tidak melakukan perlawanan.

    Di bawah ancaman senjata, korban dipaksa membuka area kasir. Para pelaku kemudian mengambil seluruh uang tunai yang ada di laci kasir.

    Tidak berhenti di situ, pelaku juga memaksa korban menunjukkan lokasi brankas yang berada di lantai dua.

    Karena takut ditembak, korban dan saksi akhirnya menunjukkan lokasi tersebut. Kedua pelaku kemudian mengambil uang dari brankas sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX.

    Dalam proses penyelidikan, penyidik telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari dalam gerai Indomaret. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

    Atas perbuatannya, para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa polisi sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

    “Polda Sumsel tidak akan mentolerir aksi kejahatan dengan kekerasan, apalagi yang menggunakan senjata api dan secara langsung mengancam keselamatan jiwa masyarakat,” tegasnya.

    Menurutnya, tim penyidik saat ini terus melakukan identifikasi terhadap pelaku melalui rekaman CCTV serta keterangan saksi.

    “Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

    Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan hingga para pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(RAS)

  • Hendak Melarikan Diri Gunakan Bus, Terduga Pencuri Aset BPKAD Empat Lawang Ditangkap

    Hendak Melarikan Diri Gunakan Bus, Terduga Pencuri Aset BPKAD Empat Lawang Ditangkap

    EMPAT LAWANG – Seorang pria berinisial AS (36) warga Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan akhirnya ditangkap aparat Satreskrim Polres Empat Lawang diduga telah melakukan pencuian  sejumlah material logam dari Kantor Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. 

    Kasus ini mencuat dan sempat membuat heboh di kalangan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang, dimana karena barang yang di curi merupakan aset publik yang cukup signifikan.

    Kejadian bermula pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Kepala Subbagian Pemanfaatan dan Pengamanan BPKAD Kabupaten Empat Lawang melaporkan kehilangan plat besi, baja, besi penyangga, tangga, dan kabel yang tersimpan di kantor dimana ia bertugas. Barang-barang ini diduga diambil tanpa izin oleh terduga pelaku, sehingga kasusnya dikategorikan sebagai pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 477 KUHP.

    “Awalnya kami menyadari beberapa aset logam hilang, kemudian segera melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti,” ujar Kepala Subbagian Pemanfaatan dan Pengamanan BPKAD, yang meminta namanya tidak disebutkan.

    Menurut Kanit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang IPDA M.Yulius Saputra, sehari setelah kejadian, Senin 9 Maret 2026, pihaknya mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di dalam salahsatu bus antar propinsi dengan tujuan Sarolangun Jambi.

    “Setelah mengetahui keberadaan terduga pelaku, kita segera melakukan koordinasi dengan Polres Sarolangun. Berkat kerja sama itu, akhirnya terduga pelaku berhasil kita amankan saat masih berada di dalam bus,” terang Yulius.

    Selanjutnya terduga pelaku dibawa ke Empat Lawang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Dik)

  • Hitungan Jam, Pelaku Curas Keok Disambar Tim Elang Polres Empat Lawang

    Hitungan Jam, Pelaku Curas Keok Disambar Tim Elang Polres Empat Lawang

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Tim Elang Sat Reskrim Polres Empat Lawang dalam hitungan jam berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 KUHP.

    Pelaku yang telah diamankan bernama Jimi Suganda bin Rizal Junaidi (30 tahun), seorang petani dari Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang.

    Kejadian terjadi pada hari Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 15.15 WIB di Jalan Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan. Korban bernama Hely Ziyah (15 tahun) dari Desa Ndalo Lamo sedang mengantarkan titipan menggunakan sepeda motor saat dihadang oleh pelaku yang tidak dikenal.

    Kasat Reskrim Polres Empat Lawang dijabat oleh Iptu Adam Rahman mengatakan, saat itu pelaku merampas sepeda motor dan handphone merk VIVO Y03 milik korban.

    “Korban sempat menolak melepaskan handphone hingga pelaku mengancam akan melukainya dan kemudian menendang bagian paha kanan korban sehingga terjatuh. Pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian,” ungkap Adam.

    Setelah menerima laporan dari Epin Budianto (42 tahun), pelapor yang merupakan orang tua korban, melalui LP nomor LP/B-88/III/2026/SPKT/Polres Empat Lawang tanggal 07 Maret 2026, pihak Reskrim Polres Empat Lawang melakukan penyelidikan pada hari Minggu (08/03/2026).

    Tim operasional yang dipimpin Kanit Pidum IPDA Mohd Yulius Saputra S.H.C.PHR atas perintah Plh Kasat Reskrim Eko Setiawan S.H.M.Si mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Desa Muara Danau, Kecamatan Lintang Kanan.

    Tim kemudian melakukan penangkapan dan diamankan pelaku beserta barang bukti berupa kotak handphone.

    Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan.  Hingga akhirnya tersangka dan barang bukti segera diamankan.(RED)

  • Polres Empat Lawang Gerebek Gudang Diduga Tempat Penimbunan dan Pengoplos BBM

    Polres Empat Lawang Gerebek Gudang Diduga Tempat Penimbunan dan Pengoplos BBM

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Tim Unit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Polres Empat Lawang berhasil  menggerebek sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Jalan Pembangunan Talang Banyu Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang pada Rabu (04/03/2026).

    Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di gudang tersebut, saat digerebek dilokasi  polisi menemukan dugaan praktik penimbunan solar subsidi serta pengoplosan minyak putih yang diolah menyerupai Pertalite dan akan diedarkan ke masyarakat.

    Seorang pria berinisial HT (54) yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di lokasi yang sama kini diamankan petugas, diduga sebagai pihak yang mengelola aktivitas ilegal di gudang tersebut.

    Kanit Pidsus Polres Empat Lawang, Ipda Dedi Alpian, mengatakan polisi menemukan sekitar 4 ton solar bersubsidi di dalam gudang. Selain itu, petugas menyita sekitar 90 liter BBM oplosan yang sudah siap edar dan sekitar 450 liter bahan campuran yang diduga akan diproses menjadi Pertalite palsu.

    “Barang bukti dan terduga pelaku langsung kami bawa ke Polres Empat Lawang untuk pemeriksaan lebih lanjut. BBM ini diduga dipasarkan di wilayah Kabupaten Empat Lawang,” kata Dedi.

    Selain ribuan liter BBM, polisi menyita dua unit kendaraan, puluhan jeriken berisi solar, tiga tedmon, mesin sedot, selang, drum plastik, serbuk pewarna, hingga timbangan dan peralatan lain yang diduga digunakan untuk proses pengoplosan.

    Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta/atau Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

    Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.

    Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut. (Dik)

  • Lakukan Penganiayaan Brutal, Pria Di Pali Dibekuk Petugas

    Lakukan Penganiayaan Brutal, Pria Di Pali Dibekuk Petugas

    PALI, seputartv.com – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026,Satreskrim Polres PALI kembali menorehkan capaian signifikan dengan mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan yang masuk dalam target operasi (TO) street crime.
    Aksi kekerasan yang terjadi di kawasan perkebunan karet tersebut,sempat menimbulkan keresahan masyarakat.

    Peristiwa terjadi pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, di pinggir jalan kebun karet Konida, Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

    “Korban berinisial A (51), seorang petani, mengalami luka serius dibagian kepala hingga harus mendapatkan tiga jahitan serta luka gores pada kedua tangan,”buka Kapolres melalui Kasat Reskrim.

    Berdasarkan laporan yang diterima Polisi,korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh pelaku berinisial R alias A (38) menggunakan sebatang kayu karet sepanjang kurang lebih satu meter saat korban melintas dengan sepeda motor di lokasi kejadian.

    “Serangan tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan jalanan yang berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan warga lainnya,”ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres PALI IPDA Septiansah saat diwawancarai awak media.

    Menindaklanjuti laporan polisi Nomor: LP/B-286/IX/2025/SPKT/POLRES PALI/POLDA SUMSEL serta Surat Telegram Kapolda Sumsel terkait Operasi Pekat Musi 2026,Kasat Reskrim Polres PALI AKP NASRON JUNAIDI,S.H.,M.H.,segera memerintahkan Kanit Pidum IPDA SEPTIANSAH,S.H.,untuk melakukan penyelidikan mendalam.

    Dipimpin Ka Team Opsnal “Beruang Hitam” AIPDA RINO WINARNO,S.H., tim bergerak cepat melakukan pelacakan keberadaan tersangka. Setelah memastikan posisi pelaku di wilayah Kecamatan Penukal,tim melakukan apel persiapan (APP) dan langsung melakukan penangkapan secara profesional dan terukur.

    Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti,dan langsung dibawa ke Mapolres PALI guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Dalam pengungkapan ini, penyidik mengamankan 1 (satu) bilah kayu karet panjang ±1 meter yang digunakan untuk melakukan penganiayaan dan hasil Visum et Repertum korban sebagai alat bukti medis.

    “Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penganiayaan,”ungkap Kasat Reskrim kepada awak media ini pada Kamis (26/2).

    Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait,S.H.,S.I.K.,M.I.K.melalui Kasat Reskrim AKP NASRON JUNAIDI,S.H.,M.H.,didampingi Kanit Pidum IPDA SEPTIANSAH,S.H., serta Ka Team Opsnal “Beruang Hitam” AIPDA RINO WINARNO, S.H., menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres PALI.

    “Operasi Pekat Musi 2026 merupakan langkah strategis dalam menekan angka kejahatan yang meresahkan masyarakat.Setiap bentuk kekerasan diruang publik,akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”tegas AKP Nasron menyampaikan pesan Kapolres.

    Polres PALI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan setiap tindak pidana guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Bumi Serepat Serasan.

    “Mari kita bersinergi menjaga diri kita masing-masing agar jangan sampai terlibat dalam pembuatan yang melanggar hukum, agar tidak dihukum serta mari kita jaga Kamtibmas di Kabupaten PALI ini agar selalu tercipta situasi yang aman dan kondusif,”pungkasnya.