Penulis: seputar redaksi

  • Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Wartawan Terus Bergulir, Polres Empat Lawang Panggil Terlapor

    Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Wartawan Terus Bergulir, Polres Empat Lawang Panggil Terlapor

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilaporkan oleh seorang jurnalis TVRI berinisial DA kini memasuki tahap penyelidikan.

    Pihak kepolisian dari Polres Empat Lawang telah melakukan pemanggilan awal terhadap terlapor, seorang oknum guru berinisial AK pada hari Kamis, 16 April sekitar jam 10 pagi.

    Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan awal dalam tahap penyelidikan (lidik). Dalam proses ini, penyidik mendengarkan langsung keterangan dari pihak terlapor guna melengkapi berkas perkara yang sebelumnya telah disertai laporan dan keterangan saksi.

    Kanit Pidum Polres Empat Lawang, Ipda. Yulius, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

    “Sejauh ini, kami telah memanggil yang bersangkutan dan mendengarkan keterangannya. Untuk selanjutnya, proses masih terus berlanjut ke tahap penyelidikan,” ungkapnya.

    Kasus ini bermula dari laporan DA yang merasa profesinya sebagai wartawan dihina, disertai dugaan adanya unsur fitnah. Hingga saat ini, Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Empat Lawang masih terus mendalami perkara tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan dan keterangan lanjutan.

    Pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

    Sementara itu, perkembangan kasus dugaan penghinaan profesi wartawan ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan insan pers di Kabupaten Empat Lawang. (Red)

  • Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan

    Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan


    JAKARTA, seputartv.com – Bika ambon adalah kue populer yang dikenal sebagai makanan khas bukan dari Ambon tetapi dari Medan.

    Bika Ambon berwarna cokelat keemasan, dengan tekstur yang kenyal namun lembut. Kue ini dibuat dari kombinasi tepung tapioka, santan, telur, gula, dan tuak. Fermentasi adonan dengan tuak menciptakan tekstur unik kue dengan penampilan seperti sarang lebah.

    Meskipun Bika Ambon telah menjadi simbol ikonik dari kuliner Medan, asal-usulnya masih belum jelas. Beberapa legenda menunjukkan bahwa Bika Ambon dipengaruhi oleh tradisi kuliner Tionghoa atau Ambon, namun kue bika Ambon sudah terkenal setidaknya di awal abad ke-20.

    Legenda mengatakan bahwa kue Bika Ambon dimulai berabad-abad yang lalu, ketika penjelajah Portugis mendarat di pantai Pulau Ambon di kepulauan Maluku pada tahun 1512. Bangsa Portugis membawa bersama mereka tradisi membuat kue. Di antara kuliner yang diperkenalkan di Asia adalah kue yang dibuat dari tepung beras yang disebut bika dan bingka.

    Bika atau bibingka atau bebika dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah (gula jawa). Sementara Bingka terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan, dan gula kelapa .

    Versi kue bika masih dapat ditemukan di beberapa bagian Indonesia, seperti di Sumatera Barat. Variasi kue bika dapat ditemukan di Filipina (bibingka) atau di Goa, India (bibinca).

    Seiring waktu, kue-kue ini mulai diperkenalkan ke kota kota, termasuk Batavia (sekarang Jakarta). Pada tahun 1890-an, versi khusus kue yang dikenal sebagai Bika atau Bebika Ambon telah mendapatkan pengakuan dan popularitas. Kue Bika Ambon ini dibuat dan dijual oleh pembuat kue Tionghoa.

    Namun, sejarah awal Bika Ambon tidak tanpa intrik. Pada tahun 1896, insiden skandal terjadi ketika sebuah keluarga di Kwitang, Batavia jatuh sakit setelah mengonsumsi bika ambon yang dijual di depan pintu mereka oleh seorang wanita bernama Ki Kio Nio (De Locomotief 10–02–1896).


    Bika Ambon di Medan muncul selama masa pendudukan Jepang pada tahun 1943 yang dijual oleh Restoran Tah Tau di Kesawan No 79.

    Bika Ambon cukup terkenal di Jakarta dan pulau Jawa tahun 1950–1960. Bika Ambon adalah kue kesukaan presiden Sukarno, dan disajikan sebagain makanan khas Indonesia saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

    Tidak diketahui kapan Bika Ambon versi Medan muncul. Bika Ambon (versi Medan) menggabungkan telur dan gula ke dalam campuran tepung tapioka dan santan. Yang membedakannya, adalah penggunaan tuak, anggur palem lokal, sebagai agen pengembang, menggantikan ragi tradisional. Keunikan ini menghasilkan kue dengan struktur seperti sarang lebah dan tekstur yang tak tertandingi.

    Semangat kewirausahaan dari pemilik bisnis Tionghoa Indonesia pada tahun 1980-an yang memicu popularitas Bika Ambon di Medan. Kue ini juga tidak terdapat di jalan Ambon, melainkan awalnya dijual oleh dapur home made. Namun tukang roti Tionghoa mulai menawarkan kue ini sebagai oleh oleh khas Medan. Keunikan kue ini menjadikannya warisan kuliner Medan.

    Bika ambon merupakan oleh-oleh khas Medan yang tak boleh lupa untuk dibawa pulang. Selain rasanya yang enak, bika ambon merupakan kue yang cukup tahan lama.
    Bika ambon dapat bertahan selama 3-4 hari meskipun bebas bahan pengawet. Kue ini memiliki tekstur yang lembut, sedikit kenyal dan sangat cocok untuk teh atau kopi pagi.

  • Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    JAKARTAseputartv.com – Resmi, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pertamina.

    Kenaikan harga terjadi pada beberapa produk BBM non subsidi, dengan lonjakan yang cukup signifikan, terutama pada jenis diesel dan bensin beroktan tinggi.

    Seperti Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter atau naik dari yang sebelumnya Rp13.100 per liter, sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.

    “PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar,” mengutip pengumuman Pertamina, Senin (20/4/2026).

    Beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, diataranya : Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertalite dan Solar subsidi.

    Berikut harga BBM Pertamina Per 20 April 2026 untuk beberapa wilayah di Indonesia : 

    DKI Jakarta :

    Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)

    Solar Subsidi:6.800 per liter (tetap)

    Pertamax: Rp12.300 per liter liter (tetap)

    Pertamax Turbo:Rp19.400 per liter (naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter)

    Pertamax Green 95:Rp 12.900 per liter (tetap)

    Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter)

    Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.500 per liter)

    Aceh :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sabang :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.550

    Pertamax Turbo: –

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.150

    Pertamina Dex: –

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.450

    Sumatera Utara :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Kepulauan Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Batam :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.750

    Pertamax Turbo: Rp 18.450

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.450

    Pertamina Dex: Rp 22.700

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.650

    Jambi :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bengkulu :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Selatan :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bangka Belitung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Lampung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: Rp 12.900

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Bali & Nusa Tenggara Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Nusa Tenggara Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Kalimantan & Sulawesi (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600-12.900

    Pertamax Turbo: Rp 19.850-20.250

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150-24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.450-24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500-12.800

    Maluku & Papua (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500(Dikutip dari Situs Resmi Pertamina dan CNBC Indonesia / Red)

  • Siap Tampil, Petinju Muda Asal Lubuklinggau Optimis Di Main Event Bogor Boxing Champions,

    Siap Tampil, Petinju Muda Asal Lubuklinggau Optimis Di Main Event Bogor Boxing Champions,



    LUBUKLINGGAU, seputartv.com – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga tinju. Petinju muda berbakat asal Lubuklinggau, Muhammad Sultan Aqta Salammudin, dipastikan akan tampil dalam laga bergengsi perebutan sabuk Bogor Boxing Champions yang digelar pada 2 Mei 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor.

    Menariknya, Sultan akan tampil sebagai main event, sebuah posisi prestisius yang menjadi sorotan utama dalam ajang tersebut. Ia dijadwalkan menghadapi petinju tuan rumah, Rama, yang tentu akan mendapat dukungan penuh dari publik Bogor.

    Petinju yang berasal dari sasana Warrior Lubuklinggau ini bukan tanpa alasan dipercaya mengisi partai puncak. Sultan datang dengan rekor sempurna, mencatatkan 07 kemenangan tanpa kekalahan sepanjang kariernya. Catatan impresif ini menjadi bukti kualitas sekaligus ancaman serius bagi lawannya di atas ring.

    Dengan gaya bertarung agresif dan mental yang kuat, Sultan diyakini mampu memberikan perlawanan sengit bahkan berpeluang besar membawa pulang sabuk juara ke tanah kelahirannya.

    Dukungan masyarakat Lubuklinggau pun terus mengalir, berharap Sultan dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi sang petinju, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga tinju di Lubuklinggau.

    Semua mata kini tertuju pada GOR Pajajaran, menanti aksi sang petarung muda yang siap mengukir sejarah baru.
    “Dari Lubuklinggau untuk Indonesia, saatnya tunjukkan kelas di atas ring.”(Yan)

  • Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Rawas, Pencarian Hari Kedua Terus Digencarkan

    Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Rawas, Pencarian Hari Kedua Terus Digencarkan

    MURATARA, seputartv.com – Peristiwa hilangnya seorang bocah di aliran Sungai Rawas mengundang perhatian warga. Anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Arsa dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya.

    Insiden tersebut terjadi di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban tengah bermain air bersama tiga rekannya. Namun derasnya arus sungai secara tiba-tiba menyeret tubuh korban hingga menghilang dari permukaan.

    Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh teman-temannya, tetapi kondisi arus yang kuat membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

    Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan korban. Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat bekerja maksimal di lapangan.

    Pencarian terus  dilakukan bersama tim gabungan.berharap korban dapat segera ditemukan,
    Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, aparat desa, relawan, hingga masyarakat setempat. Tim dibagi menjadi beberapa unit untuk memperluas area pencarian.

    Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan perahu karet sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik kejadian. Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat serta penyebaran informasi kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

    Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika kondisi arus sedang tinggi.

    Hingga kini, korban masih dalam pencarian dan tim SAR terus melanjutkan operasi dengan harapan segera menemukan korban.