Kategori: Peristiwa

  • Tahanan Narkoba Meninggal Dunia, Kapolres Empat Lawang : Meninggal Di Rumah Sakit

    Tahanan Narkoba Meninggal Dunia, Kapolres Empat Lawang : Meninggal Di Rumah Sakit

    EMPAT LAWANG – Seorang tahanan Kasus Narkoba Polres Empat Lawang Sumatera Selatan Berinisial R warga Desa Pagar Jati Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan, di kabarkan meninggal Dunia.

    Kepada Media ini, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menjelaskan, bermula tahanan berinisial R mengalami sakit selanjutnya oleh petugas yang berjaga dalam hal ini pihak Tahti Polres Empat Lawang melakukan upaya pertolongan dengan cara membawa tahanan tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Empat Lawang dan sempat mendapat perawatan medis, namun saat dalam perawatan di Rumah Sakit Tahanan R meninggal Dunia.

    “Ketika petugas Jaga mengetahui kondisi tahanan mengalami sakit, petugas mengambil inisiatif dengan cara membawa tahanan tersebut ke Rumah Sakit. Sempat mendapat perawatan medis, namun allah berkehendak lain tahanan tersebut meninggal dunia saat dalam perawatan,” ungkap AKBP Abdul Aziz Septiadi kepada Media Ini pada Jumat (20/03/2026).

    Ditambahkannya, pihak keluarga R telah bertemu dan menerima dengan ihklas atas peristiwa ini bahkan selaku pimpinan di Polres Empat Lawang pihaknya ikut berduka cita atas meninggalnya R dan melakukan kunjungan silaturahmi serta memberikan bantuan tali asih kepada keluarga R.

    “Alhamdullilah pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kepergian R, kita juga ikut merasakan duka yang mendalam. setelah serah terima dengan pihak keluarga, almarhum telah di kebumikan sore tadi oleh pihak keluarganya,” Terang Kapolres. (Red)

  • Pria Di Empat Lawang Tewas Usai Jadi Tersangka Kasus Narkoba

    Pria Di Empat Lawang Tewas Usai Jadi Tersangka Kasus Narkoba



    EMPAT LAWANG, seputartv.com — Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Empat Lawang dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi yang masih menyisakan tanda tanya. Tahanan tersebut diketahui bernama Rinto, warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang.

    Informasi yang dihimpun, Rinto sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian dalam kondisi sehat saat penangkapan. Namun, kabar duka mengejutkan keluarga setelah yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia usai berada dalam tahanan.

    Hingga kini, penyebab pasti kematian Rinto belum diketahui. Peristiwa ini pun memunculkan berbagai asumsi liar di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi kesehatan korban selama berada dalam penahanan, mengingat saat diamankan disebut-sebut tidak mengalami gangguan berarti.

    Saat dikonfirmasi, pihak Kasat Tahti Polres Empat Lawang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan awak media. Minimnya keterangan resmi semakin memicu spekulasi publik terkait insiden tersebut.

    Di sisi lain, Kanit Satresnarkoba Polres Empat Lawang, Ipda Ardiliasyah, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Rinto meninggal dunia di rumah sakit. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci terkait penyebab kematian maupun kronologi lengkap sebelum korban dilarikan ke fasilitas kesehatan.

    Keluarga korban dikabarkan telah menerima kabar duka tersebut, namun masih menunggu kejelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kematian Rinto.

    Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan pihak kepolisian segera memberikan penjelasan transparan guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(RED)

  • Lima Rumah Di Tanjung Sakti Dilalap Dijago Merah, Kerugian Capai Milyaran Rupiah

    Lima Rumah Di Tanjung Sakti Dilalap Dijago Merah, Kerugian Capai Milyaran Rupiah




    LAHAT, seputartv.com – Sebuah kebakaran melanda Desa Muara Cawang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat pada hari Senin (14/3/2026) sekitar pukul 12.50 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan lima buah rumah warga yang terbuat dari kayu hangus terbakar, tiga rumah lainnya rusak berat, serta satu unit mobil mengalami kerusakan.

    Kronologis kejadian menunjukkan api pertama kali terlihat dari rumah milik Sono (60 tahun), seorang petani yang tinggal di lokasi kejadian. Akibat besarnya nyala api, kebakaran merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sebelum akhirnya dapat dipadamkan oleh personel Polri, TNI, bersama warga masyarakat dan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Tanjung Sakti sekitar pukul 13.30 WIB.

    Selain Sono, rumah yang hangus terbakar milik Abdul Nasir (60 tahun), Wardi (50 tahun), Tanidi (40 tahun), dan Hansen (35 tahun) – semuanya bekerja sebagai petani. Sedangkan rumah yang rusak berat dimiliki oleh Sutra (40 tahun), Patra (45 tahun), dan Satari (55 tahun), juga merupakan petani di desa yang sama.

    Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah). Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang berasal dari rumah Sono.


    Kapolsek Tanjung Sakti AKP Rizky Pratama, Melalui Kanit Reskrim Aipda Kurniadi memberikan keterangan terkait kejadian.

    “Kami telah segera merespons laporan dari warga dan mengerahkan personel untuk membantu pemadaman serta melakukan penyelidikan awal. Saat ini tim khusus telah melakukan pemeriksaan mendalam di TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk membantu proses pemulihan dan pemberian bantuan kepada korban. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” Ujarnya.

  • Jelang Hari Raya, Polres Lahat Dirikan Pos Pam / Pelayanan Ops Ketupat Musi 2026

    Jelang Hari Raya, Polres Lahat Dirikan Pos Pam / Pelayanan Ops Ketupat Musi 2026



    LAHAT Seputartv.com – Dalam rangka memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idulfitri 2026,  Polres Lahat mendirikan Pos Pengamanan dan Pelayanan (Pos Pam) di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.

    Pendirian Pos Pam ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan perayaan Lebaran. Pos Pam tersebut juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

    Kapolsek Tanjung Sakti menyampaikan bahwa keberadaan Pos Pam Lebaran ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri maupun para pemudik yang melintas di wilayah Tanjung Sakti.

    Petugas yang berjaga di Pos Pam akan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pengaturan lalu lintas, patroli keamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Pos Pam sebagai tempat untuk beristirahat sejenak apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.

    Dengan adanya Pos Pam Pelayanan Lebaran Tahun 2026 ini, Polsek Lahat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat tetap aman, lancar, dan kondusif selama perayaan Hari Raya Idulfitri.(Reli)

  • Bayar 4,6 Juta per KK, Warga Dusun Selpah Tertipu Pemasangan Listrik Ilegal

    Bayar 4,6 Juta per KK, Warga Dusun Selpah Tertipu Pemasangan Listrik Ilegal

    LAHAT, seputartv.com – Sungguh pilu apa yang dialami oleh warga Dusun IV Selpah Desa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Pasalnya, puluhan KK yang berdomisili di wilayah perbukitan Gunung Jambul Gunung Patah ini sudah tertipu pemasangan listrik ilegal.

    Kejadian bermula saat warga Dusun IV Selpah menginginkan pemasangan listrik dari PLN yang sudah sangat lama dinantikan. Awalnya warga dikomandoi oleh salah seorang atas nama Sahal, yang mempertanyakan keinginan masyarakat untuk segera dapat menikmati aliran listrik dari PLN. Dengan meyakinkan seluruh warga Selpah, Sahal menyatakan jika ada seorang kenalannya atas nama Nasihin bisa membantu warga untuk mempercepat pemasangan listrik dari PLN ke desa mereka. Padahal, saat itu diketahui jika Nasihin bukan merupakan pegawai maupun teknisi dari PLN Lahat.

    Kemudian setelah dilakukan pertemuan antara warga bersama Sahal dan Nasihin, didapati kesepakatan jika warga Dusun IV Selpah harus membayar uang sebesar Rp. 4.650.000., per KK. Dengan rincian, uang sebesar Rp. 2.150.000., dibayar dimuka untuk biaya kepengurusan penarikan kabel dan jaringan, sedangkan uang sisanya sebanyak Rp. 2.500.000., dibayar setelah kWh atau meteran listrik terpasang dirumah. Pengumpulan uang tersebut juga dilakukan secara terkoordinir dengan Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Selpah atas nama Sukirno. 

    Setelah dana tersebut terkumpul, penyerahan uang dari Kadus Sukirno kepada Nasihin dilakukan secara bertahap dengan pembayaran cash dan transfer. Bahkan beberapa warga juga ada yang menyerahkan uang tersebut secara langsung kepada Nasihin tanpa melalui perantara Kadus Sukirno. 

    “Untuk penyerahan uang kepada Nasihin dilakukan secara bertahap. Pertama kami setorkan uang sebesar Rp. 60.800.000., kemudian ada juga yang melalui transfer rekening. Kalau di total, uang yang sudah kami bayarkan sebesar Rp 97.800.000., itu belum termasuk uang yang diserahkan warga secara langsung kepada Nasihin, tanpa melalui perantara kami,” ujar Sukirno, Minggu (09/03/2026).

    Untuk meyakinkan warga, pada tanggal 26 Januari 2026, Nasihin meminta warga Dusun IV Selpah untuk melakukan gotong royong pemasangan tiang besi dan penarikan kabel dari titik api terdekat, yang berada di Dusun III Padang Panjang Desa Tunggul Bute, dengan jarak berkisar antara 2 – 3 Kilometer. Namun, setelah berbulan-bulan kabel dan tiang tersebut terpasang dan api juga dikabarkan sudah masuk, hingga hari ini meteran ke rumah-rumah warga Dusun IV Selpah belum juga terpasang. Hal ini, membuat warga yang sudah membayar mulai mempertanyakan kenapa proses pemasangan jaringan listrik tersebut belum juga rampung.

    Untuk mendapatkan titik terang, awak media mencoba melakukan konfirmasi ke PLN ULP Lembayung. Dari keterangan staf administrasi PLN ULP Lembayung, Wella Datika mengungkapkan, jika pemasangan jaringan listrik yang sudah terpasang tersebut bukan merupakan tanggung jawab PLN ULP Lembayung. Sebab, pemasangan jaringan listrik tersebut  dilakukan tanpa seizin dari PLN ULP Lembayung. 

    “Mohon maaf pak, itu diluar tanggung jawab kami. Karena tidak ada laporan ke kami,” Ujar Wella.

    Wella juga menjelaskan, jika alur prosedur pemasangan jaringan listrik yang benar adalah harus didahului oleh surat permohonan dari pelanggan. Kemudian jika surat permohonan sudah masuk, nanti akan ada tim survey yang melakukan verifikasi apakah rumah atau lokasi yang akan dipasangkan jaringan listrik tersebut sudah memenuhi standar syarat pemasangan atau belum. Bukan malah sebaliknya, masyarakat menarik kabel dan pemasangan tiang secara mandiri, baru melapor dan membuat permohonan kepada kami, itu salah dan keliru. 

    “Jadi setelah kami cross check, memang kemarin ada permohonan yang masuk atas nama Nasihin untuk pemasangan masjid di Dusun Selpah. Permohonan pemasangannya cuma satu, bukan sebanyak jumlah KK warga Dusun Selpah. Kemudian setelah dilakukan survey, karena jaringan listrik dari PLN ke wilayah tersebut belum ada, jadi permohonan tersebut kami restitusi atau pengembalian uang,” katanya.

    Saat ditanya terkait standarisasi yang dipasang mandiri oleh warga Dusun Selpah, Wella juga menjelaskan jika kabel dan tiang yang sudah terpasang diduga tidak SNI dan tidak sesuai dengan standardisasi dari PLN.

    “Kalau standar dari kita, untuk pemasangan tiang itu sudah menggunakan tiang cor semua. Kemudian kabel juga demikian. Apalagi ini jaraknya sudah cukup jauh sekitar 3 Kilometer dari titik api terdekat, itu wajib menggunakan kabel dengan tiga jalur, bukan satu jalur seperti yang terpasang itu. Harus ada trafo juga agar tegangan listriknya stabil,” jelas Wella.

    Sementara itu, Mujid salah seorang warga Dusun Selpah menyatakan kekecewaannya atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh Nasihin. Kini, Mujid meminta pertanggungjawaban agar uang yang sudah dibayarkannya dapat dikembalikan. 

    “Kecewa pak. Jangankan bisa menikmati listrik, malah uang yang kami bayarkan yang seharusnya untuk biaya anak kami sekolah malah tak jelas rimbanya,” ratapnya.

    Hingga kini, meskipun sudah ditipu oleh Nasihin, warga Dusun Selpah belum mengambil langkah hukum untuk masalah ini. Warga masih mencoba untuk melakukan komunikasi dengan Nasihin, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. (Yud)