Kategori: Peristiwa

  • Wah , 2 OPD Masuk Proses AuditKajari Bidik Kasus Korupsi

    Wah , 2 OPD Masuk Proses AuditKajari Bidik Kasus Korupsi

    PAGARALAM – Sejalan dengan arahan pimpinan pusat, yang mendorong percepatan penanganan kasus korupsi di daerah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagar Alam langsung bergeral cepat dengan menunjukkan keseriusannya dalam memberantas tindak pidana korupsi di Kota Pagar Alam.

    Saat ini, Kejari Pagar Alam tengah membidik dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, yang telah memasuki tahap audit untuk mengetahui besaran kerugian negara yang ditimbulkan.

    Kepala Kejaksaan Negeri Pagar Alam, Dr Ira Febriani SH MSi didampingi Kasi Pidsus Kejari Pagar Alam Andy Pranomo SH MH, menegaskan upaya percepatan pemberantasan korupsi terus dilakukan secara intensif.

    “Sesuai dengan arahan dari pimpinan, kita tengah mempercepat pemberantasan tindak pidana korupsi di Kota Pagar Alam,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan, dua OPD tersebut saat ini masih dalam proses audit dan pihaknya masih menunggu hasil resmi terkait potensi kerugian negara.

    “Ada dua OPD yang saat ini tengah masuk dalam proses audit. Kita tunggu saja hasilnya,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Kajari menyebut pihaknya mendapat dukungan penuh dari pimpinan di Kejaksaan, dalam upaya percepatan penanganan perkara korupsi. Dukungan tersebut termasuk penambahan personel penyidik di Kejari Pagar Alam, guna memperkuat proses penegakan hukum.

    Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat komitmen Kejari Pagar Alam dalam menindak praktik korupsi, sekaligus memberikan efek jera, serta memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di Kota Pagar Alam.(Red)

  • Dua Siswi SMA Terseret Banjir Bandang di Air Terjun Bayau Empat Lawang, Satu Ditemukan

    Dua Siswi SMA Terseret Banjir Bandang di Air Terjun Bayau Empat Lawang, Satu Ditemukan

    EMPAT LAWANG, seputartv.com — Perjalanan wisata enam pelajar ke Air Terjun Bayau, Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, berubah menjadi tragedi. Dua siswi SMA, Zahra Nabila dan Putri Herlina, dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap, Kamis (16/4/2026).

    Peristiwa nahas itu terjadi saat rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Menurut keterangan salah satu rekan korban yang selamat, debit air Sungai Bayau mendadak meningkat akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu.

    “Kami datang sekitar setengah dua siang. Air tiba-tiba naik. Mereka sempat bertahan sekitar setengah jam, tapi sekitar pukul 14.00 WIB keduanya hanyut,” ujarnya.

    Saat kejadian, kedua korban disebut tengah berusaha menyeberangi sungai bersama rombongan. Dalam kondisi arus yang semakin deras, Zahra dan Putri terseret air dalam posisi saling berpegangan.

    Empat pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri dari derasnya arus. Sementara itu, upaya pencarian langsung dilakukan oleh warga, keluarga, dan petugas gabungan di lokasi kejadian.

    Hingga laporan ini diturunkan, satu korban telah ditemukan. Namun, identitasnya masih belum dapat dipastikan oleh petugas di lapangan. Proses pencarian terhadap satu korban lainnya masih terus berlangsung.

    Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya banjir bandang di kawasan wisata alam, khususnya saat kondisi cuaca tidak menentu di wilayah hulu sungai.(Red)

  • Meski Status Belum Ditetapkan, Sumsel Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Karhutla

    Meski Status Belum Ditetapkan, Sumsel Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Karhutla



    PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meskipun status siaga darurat tingkat provinsi belum resmi ditetapkan.

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, menegaskan bahwa langkah antisipasi di lapangan sudah berjalan tanpa harus menunggu penetapan status secara administratif yang ditargetkan pada April 2026.

    “Meski status siaga darurat provinsi belum diketuk, kewaspadaan di lapangan tetap menjadi prioritas utama. Kami tidak menunggu status untuk mulai bergerak, terutama di daerah-daerah yang mulai terpantau muncul titik panas,” kata Sudirman.

    Ia menjelaskan bahwa saat ini BPBD Sumsel terus mendorong kabupaten dan kota, khususnya daerah rawan, untuk segera menaikkan status siaga mereka sebagai syarat administratif penetapan status tingkat provinsi. Berdasarkan aturan, minimal dua daerah harus menetapkan status siaga terlebih dahulu sebelum provinsi mengambil langkah serupa.

    Tingkat kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul mulai terjadinya beberapa insiden kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya adalah kebakaran lahan seluas 0,5 hektare di Musi Banyuasin dan lima hektare di area sekitar Tol Palembang–Indralaya.

    “Kejadian di Tol Palindra dan Muba menunjukkan bahwa ancaman karhutla itu nyata seiring masuknya musim kemarau. Semua personel dan peralatan sudah dalam posisi siap meskipun mobilisasi besar-besaran baru akan dilakukan setelah status siaga resmi,” ujarnya.(Red)

  • Penemuan Bayi Di semak – semak Gegerkan Warga

    Penemuan Bayi Di semak – semak Gegerkan Warga

    EMPATLAWANG, seputartv.com – Seorang bayi di semak semak Di daerah 3B gegerkan warga Desa Mekarti Jaya.
    Kejadian ini bermula ketika Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) menerima Laporan seorang warga yg mendengar suara tangisan bayi di sekitar semak semak ketika lewat di daerah jalan Desa Mekarti Jaya, Menerima laporan tersebut Satpol PP bergerak menuju lokasi yg dilaporkan warga, Benar saja di tempat Kejadian langsung ditemukan seorang bayi yg kalau dilihat dari pisik nya baru saja dilahirkan ,karena belum terpotong tali pusarnya,
    Dengan cepat rombongan Satpol PP menyelamatkan bayi tersebut dan membawa nya langsung ke RSUD Empat Lawang,

    Berdasarkan keterangan Satpol PP dan warga yg menemukan Bayi yg dibuang ini pertama kali, ada banyak luka gores di sekujur tubuh bayi dikarenakan terkena rerumputan.

    Kejadian ini membuat kita tersadar betapa penting nya Ilmu agama, sosial dan kesehatan mental, sehingga jika orang yg mempunyai Ilmu agama,sosial dan kesehatan mental yg kuat ,maka tersebut
    Kecil kemungkinan terjadi, apalagi ini adalah bayi manusia, yang mana dibuang begitu saja adalah hal yg sangat sadis dan tidak berprikemanusiaan kemanusia an.

    Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa pelaku dan apa motif nya sehingga ada orang tua yg tega membuang anak kandung nya yg baru saja dilahirkan.(Red)

  • “The Gasoline Godfather” Riza Chalid  “Tersangka” Untuk Kedua Kalinya

    “The Gasoline Godfather” Riza Chalid  “Tersangka” Untuk Kedua Kalinya



    JAKARTA— Pengusaha minyak Riza Chalid kembali ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung atas tindak pidana korupsi pengadaan minyak mentah dan gasoline Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) tahun 2008-2015 pada Kamis, 9 April 2026. Skandal korupsi yang melibatkan 7 orang tersangka termasuk Riza Chalid ini berhasil diungkap melalui penyidikan terhadap kebocoran informasi rahasia internal Petral.
    Diketahui bahwa Riza Chalid masuk dalam Red Notice sejak Januari 2026 dan kini tengah menjadi buronan interpol di 196 negara atas kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang minyak PT. Pertamina 2018-2023 dengan kerugian negara ditaksir mencapai 285,1 Triliun Rupiah.
    Skema korupsi yang dilakukan Riza Chalid adalah dengan memanfaatkan posisinya sebagai Benefical Owner untuk memepengaruhi proses Tender atau pengadaan minyak mentah, produk kilang dan pengangkutan melalui beberapa Perusahaan yang terafiliasi dengannya. Kemudian melalui Perusahaan-perusahaan tersebut Riza melakukan Mark-Up atau penggelembungan harga.
    Atas penetapan 7 orang sebagai tersangka korupsi pengadaan minyak Petral, penyidik telah melakukan penahanan selama 20 hari terhadap 5 tersangka di Rumah Tahanan Negara Salemba cabang Kejaksaan Agung, Jakarta. Sementara satu orang tersangka lainnya dilakukan penahanan kota dikarenakan masalah Kesehatan.(Red)