Kategori: Peristiwa

  • Pria Asal Lubuklinggau Serahkan Amunisi Dan Senpi Ilegal Secara Sukarela Kepada Polisi

    Pria Asal Lubuklinggau Serahkan Amunisi Dan Senpi Ilegal Secara Sukarela Kepada Polisi

    LUBUK LINGGAU, seputartv com  – Keberhasilan pendekatan persuasif dan preventif kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Linggau Utara I Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan dalam pelaksanaan Operasi Senjata Api (Senpi) Musi 2026. Sebagai wujud nyata meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, seorang warga secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan (senpira) beserta puluhan butir amunisi aktif pada Senin (22/6/2026).

    Senjata api ilegal tersebut diserahkan langsung oleh seorang warga berinisial DI (40), yang tercatat sebagai penduduk Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuk Linggau. Penyerahan barang bukti berbahaya tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Lubuk Linggau Utara I, Iptu Sumardi Candra, di markas komando setempat.

    Adapun barang bukti yang diserahkan dan diamankan oleh pihak kepolisian meliputi:

    * 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis revolver.
    * 68 (enam puluh delapan) butir amunisi aktif dengan berbagai ukuran kaliber.

    Manifestasi Kesadaran Hukum dan Kemitraan Kamtibmas

    Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, melalui Kapolsek Lubuk Linggau Utara I Iptu Sumardi Candra, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan kesadaran hukum yang ditunjukkan oleh Saudara DI. Langkah sukarela ini dinilai menjadi contoh baku bagi warga lainnya dalam upaya mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Bumi Silampari.

    > “Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga yang dengan sukarela menyerahkan senpi rakitan beserta amunisi ini. Ini adalah bukti nyata bahwa sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan secara masif selama Operasi Senpi 2026 menyentuh hati masyarakat. Warga mulai menyadari bahwa menyimpan senjata api tanpa izin tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu bahaya besar bagi keamanan lingkungan,” ujar Iptu Sumardi Candra.

    Tindakan Tegas dan Imbauan Kamtibmas Operasi Senpi 2026

    Operasi Senpi 2026 yang digelar secara serentak oleh Polda Sumatera Selatan bertujuan untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan yang menggunakan senjata api (curas atau aksi premanisme). Pihak kepolisian terus mengedepankan tindakan humanis melalui bhabinkamtibmas agar warga yang masih menguasai senpi ilegal tidak takut untuk menyerahkannya secara baik-baik.

    Kapolsek kembali menegaskan dan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Lubuk Linggau yang masih memiliki, menyimpan, atau menguasai senjata api rakitan maupun amunisi ilegal agar segera menyerahkannya kepada pihak kepolisian terdekat.

    Pihak kepolisian menjamin bahwa warga yang menyerahkan senjata api secara sukarela dalam masa operasi ini tidak akan dikenakan sanksi pidana. Sebaliknya, bagi warga yang kedapatan atau terbukti menyimpan senpi ilegal melalui tindakan penegakan hukum (represif), maka akan diproses hukum secara tegas sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana yang berat.

    Saat ini, barang bukti satu pucuk senpira revolver dan 68 butir amunisi tersebut telah diamankan di Polsek Lubuk Linggau Utara I untuk selanjutnya dilakukan proses administrasi penyitaan dan pemusnahan sesuai dengan prosedur dinas yang berlaku.

  • Diduga Kekurangan Anggaran, Sebabkan TPG Guru PAI PPPK Empat Lawang Hingga Kini Belum Cair

    Diduga Kekurangan Anggaran, Sebabkan TPG Guru PAI PPPK Empat Lawang Hingga Kini Belum Cair

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Empat Lawang hingga kini belum juga cair. Padahal, para guru telah menantikan pencairan tunjangan tersebut sejak awal tahun 2025.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembayaran TPG untuk periode Februari hingga Juni 2025 belum terealisasi. Bahkan, usulan pencairan disebut telah diajukan sejak Oktober 2025 lalu. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan dana tersebut akan disalurkan.

    Kondisi tersebut membuat banyak guru PAI PPPK di Empat Lawang berharap pemerintah segera memberikan kejelasan. Pasalnya, tunjangan sertifikasi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang sangat dinantikan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menunjang aktivitas pendidikan.

    Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Supandi, mengakui bahwa keterlambatan pencairan terjadi akibat keterbatasan anggaran yang tersedia.

    “Oh ya, memang kita kekurangan anggaran. Kekurangan anggaran itu sudah kita ajukan lagi. Ini bukan hanya terjadi di Empat Lawang saja, tetapi juga dialami kabupaten lain,” ujar Supandi saat dikonfirmasi.

    Penjelasan serupa juga pernah disampaikan dalam sejumlah forum Kementerian Agama, bahwa keterlambatan pembayaran TPG guru PAI PPPK di sejumlah daerah terjadi karena kebutuhan anggaran tambahan (ABT) yang masih menunggu persetujuan pusat.

    Sementara itu, para guru PAI PPPK berharap proses pencairan tidak berlarut-larut. Mereka meminta adanya kepastian waktu pencairan agar dapat menyusun kebutuhan ekonomi keluarga dengan lebih baik.

    Hingga berita ini diturunkan, para guru masih menunggu kabar resmi terkait realisasi pembayaran TPG yang telah tertunda selama beberapa bulan tersebut.

  • Resahkan Warga, Sat Reskrim Polres Empat Lawang Amankan Senpi Rakitan Dan Bahan Peledak Ilegal Milik Seorang Warga

    Resahkan Warga, Sat Reskrim Polres Empat Lawang Amankan Senpi Rakitan Dan Bahan Peledak Ilegal Milik Seorang Warga

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Empat Lawang berhasil mengungkap kasus kepemilikan senjata api rakitan, amunisi, dan bahan peledak ilegal dalam operasi yang dilakukan pada Rabu malam (24/06/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya seorang warga yang diduga menyimpan senjata api rakitan laras panjang di sebuah pondok di Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP A. Firman, S.H., M.H., memerintahkan Kanit Pidum IPDA Candra, S.M., bersama Tim Opsnal Elang Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan dan penindakan di lokasi.

    Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas tiba di pondok yang dimaksud dan langsung melakukan penggeledahan.

    Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 2 gram bubuk mesiu yang diduga sebagai bahan peledak, serta sekitar 30 butir peluru timah berbentuk bulat.

    Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial I (41), warga Kecamatan Tebing Tinggi.

    Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa senjata api rakitan, bubuk mesiu, dan peluru yang ditemukan tersebut merupakan miliknya.

    Seluruh barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 2 gram bubuk mesiu, dan sekitar 30 butir peluru timah telah diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

    Kapolres Empat Lawang AKBP Abd Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP A. Firman, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap kepemilikan senjata api ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Kami mengimbau masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitar,” ujarnya.(Red)

  • Diserang Beruang, Sebagian Badan Petani Ini Alami Robek

    Diserang Beruang, Sebagian Badan Petani Ini Alami Robek

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Seorang petani di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel), bernama Yatana (55) menjadi korban serangan beruang di kebun. Korban mengalami luka di bagian pinggang dan paha.

    Kapolsek Muara Kelingi Iptu M Nur Hendra membenarkan peristiwa tersebut. Penyerangan itu terjadi di Dusun V, Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Mura pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

    “Iya benar, beruang tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban saat di kebun,” ujarnya, Rabu (24/6/2026)

    Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian pinggang atas dan paha atas sebelah kanan. Luka itu diduga akibat cakaran beruang.

    “Anggota Polsek Muara Kelingi sudah mengecek kondisi korban dan mendatangi TKP. Saat ini kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait keberadaan satwa liar yang menyerang korban,” katanya.

    Kita juga mengimbau kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan kebun dan hutan agar meningkatkan kewaspadaan,” sambungnya.

    Sementara itu, Kepala Dusun V Desa Air Beliti Misno Atmoko mengatakan korban ke kebun untuk menyemprot lahan. Saat di kebun, korban berpapasan dengan seekor beruang.

    “Korban mau ke kebun untuk nyemprot lahan. Memang jarak kebun dengan permukiman warga cukup jauh. Pas di kebun dia ketemu beruang dan langsung diserang,” katanya.

    Saat itu korban pergi seorang diri, sambil membawa tangki semprot di punggungnya.

    Setelah diserang, korban berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya didengar warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi. Korban kemudian dibantu warga dibawa ke Puskesmas Tuah Negri,” ujarnya.

    Meski mengalami luka cukup serius akibat cakaran beruang, Misno mengungkapkan kondisi korban dalam keadaan sadar. Setelah mendapatkan perawatan medis, akhirnya diperbolehkan pulang.

    “Pas di tolong itu beruangnya sudah kabur. Saat ini pihak kepolisian sudah di TKP penyerangan beruang tersebut,” imbuhnya(Red)

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sumsel Hadirkan Program Kemanusiaan Di Lubuklinggau

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sumsel Hadirkan Program Kemanusiaan Di Lubuklinggau

    LUBUK LINGGAU — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bedah rumah, pembangunan fasilitas umum, bantuan sosial, dan pelayanan kesehatan yang ditinjau langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Kota Lubuk Linggau, Kamis (18/6/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan sosial di daerah.

    Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda Sumsel bersama Polres Lubuk Linggau melakukan renovasi terhadap 11 unit rumah tidak layak huni milik warga. Hingga saat ini satu unit rumah telah selesai dibangun dan telah ditempati penerima manfaat, sementara sepuluh unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan dengan progres pembangunan mencapai 40 hingga 60 persen.

    Selain program bedah rumah, Polda Sumsel juga telah menyelesaikan revitalisasi Jembatan Merah Putih yang menjadi akses penghubung aktivitas masyarakat. Infrastruktur tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung mobilitas warga, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

    Pada sektor pelayanan dasar masyarakat, Polda Sumsel membangun dua titik sumur bor lengkap dengan toren dan instalasi air bersih di Panti Jompo Budi Luhur Kecamatan Lubuk Linggau Barat I. Program tersebut bertujuan menjamin ketersediaan akses air bersih bagi para lansia sebagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

    Di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, jajaran kepolisian juga melaksanakan renovasi fasilitas sanitasi, tempat wudu, serta perbaikan ruang belajar di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Kecamatan Lubuk Linggau Timur II. Upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia yang unggul.

    Sementara itu, pada sektor sosial dan kesehatan masyarakat, Polda Sumsel menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, menyerahkan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta melaksanakan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis yang telah menjangkau puluhan titik pelayanan di wilayah Kota Lubuk Linggau.

    Program kemanusiaan yang terintegrasi tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan hunian yang layak, akses air bersih, fasilitas pendidikan yang memadai, serta bantuan kebutuhan pokok menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan mendukung terciptanya stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

    Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program bedah rumah, penyediaan air bersih, bantuan sosial, dan pelayanan kesehatan ini, kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah,” tegas Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

    Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh program sosial yang dijalankan jajaran Polda Sumsel merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Polri melalui berbagai program sosial ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat ketahanan sosial sebagai fondasi terciptanya stabilitas kamtibmas yang kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan sosial di daerah. Polda Sumsel memastikan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat akan terus diperluas sebagai bagian dari kontribusi institusi Polri dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju, aman, dan sejahtera.