EMPATLAWANG, seputartv.com – Sebuah momen penuh haru dan sarat makna terjadi dalam rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Empat Lawang yang digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Senin (20/4) siang.
Perayaan hari jadi kabupaten yang mengusung moto Saling Keruani Sangi Kerawati itu dihadiri banyak tokoh penting, mulai dari pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kepala daerah dari kabupaten/kota tetangga, hingga tamu undangan dari Provinsi Bengkulu.
Namun, yang paling mencuri perhatian publik adalah kehadiran mantan Bupati Empat Lawang, H. Budi Antoni Aljufri (HBA). Sosok yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam sejarah politik Empat Lawang itu hadir bersama mantan Bupati lainnya, H. Syahril Hanafiah, serta Bupati aktif Dr. H. Joncik Muhammad.
Kehadiran para tokoh yang pernah mewarnai perjalanan politik Empat Lawang ini menjadi simbol persatuan di tengah dinamika politik yang selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat.
Suasana rapat paripurna semakin menarik saat Bupati Joncik Muhammad secara langsung nmenyapa HBA dalam sambutannya.
“Hadir juga Bupati Empat Lawang periode 2008–2013 dan 2013–2015, saudara H. Budi Antoni Aljufri. Beliau ini teman seperjuangan saya, semasa di Kabupaten Lahat pernah menang, pernah juga kalah. Ketika di Empat Lawang bertarung dan pernah menjadi bupati,” ujar Joncik.
Pernyataan tersebut sontak membuat suasana yang semula hening berubah menjadi riuh tepuk tangan dari peserta paripurna dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Maklum, sejak Kabupaten Empat Lawang dimekarkan, dua sosok besar ini dikenal kerap berhadapan dalam berbagai kontestasi politik di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Meski pernah berada di kubu yang berbeda, momen kebersamaan mereka di perayaan HUT ke-19 ini menjadi pesan kuat bahwa politik sejatinya adalah bagian dari perjuangan untuk membangun daerah, bukan untuk memecah belah masyarakat.
Keduanya pernah merasakan kemenangan maupun kekalahan dalam perjalanan politik Empat Lawang. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak dalam polarisasi akibat perbedaan pilihan politik.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan Empat Lawang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan dalam peringatan HUT ke-19 ini, masyarakat berharap pesta demokrasi ke depan, termasuk Pilkada Empat Lawang, dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kegembiraan.(Red)
Kategori: Peristiwa
-

H.Joncik Muhammad – H.Budi Antoni Aljufri Dipersatukan HUT Empat Lawang Ke 19
-

Tertahan Di Teluk Arab, Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz
JAKARTA, seputartv.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) mengatakan dua kapal mereka, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” kata Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping Vega Pita.
Dalam keterangannya yang dikonfirmasi oleh ANTARA di Jakarta, Minggu, Vega mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kapal dapat melintas serta memastikan keselamatan awak kapal.
“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” kata dia.
“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujarnya menambahkan.
Vega mengatakan, perusahaan berharap kondisi di Selat Hormuz dapat mereda sehingga kapal Pertamina dapat melintas dengan aman.
“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” kata dia.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu (18/4), menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” di bawah kendali “angkatan bersenjata”, merujuk pada blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran yang masih terus berlangsung.
“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” kata komando gabungan IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
IRGC menegaskan hingga AS “memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran”, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak berubah.(Red) -

Siap Tampil, Petinju Muda Asal Lubuklinggau Optimis Di Main Event Bogor Boxing Champions,
LUBUKLINGGAU, seputartv.com – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga tinju. Petinju muda berbakat asal Lubuklinggau, Muhammad Sultan Aqta Salammudin, dipastikan akan tampil dalam laga bergengsi perebutan sabuk Bogor Boxing Champions yang digelar pada 2 Mei 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor.
Menariknya, Sultan akan tampil sebagai main event, sebuah posisi prestisius yang menjadi sorotan utama dalam ajang tersebut. Ia dijadwalkan menghadapi petinju tuan rumah, Rama, yang tentu akan mendapat dukungan penuh dari publik Bogor.
Petinju yang berasal dari sasana Warrior Lubuklinggau ini bukan tanpa alasan dipercaya mengisi partai puncak. Sultan datang dengan rekor sempurna, mencatatkan 07 kemenangan tanpa kekalahan sepanjang kariernya. Catatan impresif ini menjadi bukti kualitas sekaligus ancaman serius bagi lawannya di atas ring.
Dengan gaya bertarung agresif dan mental yang kuat, Sultan diyakini mampu memberikan perlawanan sengit bahkan berpeluang besar membawa pulang sabuk juara ke tanah kelahirannya.
Dukungan masyarakat Lubuklinggau pun terus mengalir, berharap Sultan dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi sang petinju, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga tinju di Lubuklinggau.
Semua mata kini tertuju pada GOR Pajajaran, menanti aksi sang petarung muda yang siap mengukir sejarah baru.
“Dari Lubuklinggau untuk Indonesia, saatnya tunjukkan kelas di atas ring.”(Yan) -

Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Rawas, Pencarian Hari Kedua Terus Digencarkan
MURATARA, seputartv.com – Peristiwa hilangnya seorang bocah di aliran Sungai Rawas mengundang perhatian warga. Anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Arsa dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya.
Insiden tersebut terjadi di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban tengah bermain air bersama tiga rekannya. Namun derasnya arus sungai secara tiba-tiba menyeret tubuh korban hingga menghilang dari permukaan.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh teman-temannya, tetapi kondisi arus yang kuat membuat korban tidak berhasil diselamatkan.
Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan korban. Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat bekerja maksimal di lapangan.
Pencarian terus dilakukan bersama tim gabungan.berharap korban dapat segera ditemukan,
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, aparat desa, relawan, hingga masyarakat setempat. Tim dibagi menjadi beberapa unit untuk memperluas area pencarian.Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan perahu karet sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik kejadian. Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat serta penyebaran informasi kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika kondisi arus sedang tinggi.
Hingga kini, korban masih dalam pencarian dan tim SAR terus melanjutkan operasi dengan harapan segera menemukan korban.
-

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Lomba Makan Pempek di Lippo Plaza Lubuklinggau, 22 Finalis Melaju ke Babak Penentuan
LUBUKLINGGAU, seputartv.com – Ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan antusias mengikuti lomba makan pempek yang digelar di Lippo Plaza Lubuklinggau, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 yang berlangsung selama 17–19 April 2026.
Ketua Aspenku Sumsel Yus Elisa atau yang akrab disapa Bunda Rayya mengatakan lomba makan pempek tersebut diikuti ratusan peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 peserta berhasil lolos ke babak final yang akan digelar pada hari berikutnya.
“Peserta yang ikut ini luar biasa antusias, datang dari berbagai daerah di Sumsel. Dari ratusan peserta, kita seleksi menjadi 22 finalis yang akan bertanding lagi besok untuk memperebutkan juara satu, dua, dan tiga,” kata Bunda Rayya saat diwawancarai di lokasi kegiatan. Jumat.
Ia menjelaskan, aturan lomba cukup sederhana namun menantang. Setiap peserta diberikan delapan buah pempek yang harus dihabiskan dalam waktu secepat mungkin, lengkap dengan kuah cuko.
“Aturannya, satu orang dikasih delapan pempek dan harus dihabiskan secepat mungkin. Yang menang adalah yang paling cepat menghabiskan pempek beserta cukonya. Setelah selesai, peserta harus langsung berdiri dan menunjukkan bahwa tidak ada lagi sisa pempek di mulutnya,” ungkapnya.
Menurut Bunda Rayya, kemampuan para peserta cukup mengejutkan. Bahkan, dalam babak penyisihan terdapat peserta yang mampu menghabiskan delapan pempek hanya dalam waktu 12 detik.
“Ini di luar ekspektasi kami. Ada peserta yang bisa menghabiskan delapan pempek dalam 12 detik, itu luar biasa,” jelasnya.
Salah satu peserta, Rian (24), mengaku tertarik mengikuti lomba tersebut karena ingin merasakan pengalaman unik sekaligus menguji kemampuan diri.
“Seru sekali, ini pertama kali saya ikut lomba makan pempek. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi harus cepat dan tetap rapi. Tadi sempat kewalahan juga dengan cukonya,” ujar Rian.
Peserta lainnya, Siti (21), mengatakan lomba tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah.
“Selain lomba, kita juga bisa kenal teman-teman dari daerah lain. Suasananya meriah dan menyenangkan,” katanya.
Bunda Rayya menambahkan, penyelenggaraan Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 merupakan langkah nyata dalam mengangkat potensi kuliner lokal agar semakin dikenal luas.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang identitas budaya kita. Kuliner adalah bagian dari warisan yang harus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak manajemen Lippo Plaza Lubuklinggau, termasuk kolaborasi dengan Mall Director Lippo Plaza Lubuklinggau, Richard Chandra, yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Bunda Rayya menegaskan bahwa Aspenku Sumsel terus berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Melalui festival ini, mereka punya kesempatan memperluas jaringan, meningkatkan kualitas produk, dan menarik minat pasar yang lebih luas,” kata dia.
Selain lomba makan pempek, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti lomba vlog, cooking class, serta bazar kuliner khas Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dirancang untuk menarik minat generasi muda agar lebih aktif mengenal dan mempromosikan kuliner daerah.
“Anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial. Maka kita libatkan mereka melalui lomba vlog agar mereka ikut mempromosikan kuliner khas daerah dengan cara yang kreatif dan kekinian,” tambahnya.
Ia berharap Festival Kuliner Lemak Nian dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata kuliner di Lubuklinggau.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi ikon kuliner daerah. Dari Lubuklinggau, kita perkenalkan kekayaan rasa Sumatera Selatan ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Bunda Rayya.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang edukatif dan menghibur, Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat serta momentum penting dalam memperkuat eksistensi UMKM dan melestarikan warisan kuliner daerah.(Red)
