LAHAT Seputartv.com – Dalam rangka memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, Polres Lahat mendirikan Pos Pengamanan dan Pelayanan (Pos Pam) di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.
Pendirian Pos Pam ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan perayaan Lebaran. Pos Pam tersebut juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Kapolsek Tanjung Sakti menyampaikan bahwa keberadaan Pos Pam Lebaran ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri maupun para pemudik yang melintas di wilayah Tanjung Sakti.
Petugas yang berjaga di Pos Pam akan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pengaturan lalu lintas, patroli keamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Pos Pam sebagai tempat untuk beristirahat sejenak apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.
Dengan adanya Pos Pam Pelayanan Lebaran Tahun 2026 ini, Polsek Lahat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat tetap aman, lancar, dan kondusif selama perayaan Hari Raya Idulfitri.(Reli)
Kategori: Peristiwa
-

Jelang Hari Raya, Polres Lahat Dirikan Pos Pam / Pelayanan Ops Ketupat Musi 2026
-

Bayar 4,6 Juta per KK, Warga Dusun Selpah Tertipu Pemasangan Listrik Ilegal
LAHAT, seputartv.com – Sungguh pilu apa yang dialami oleh warga Dusun IV Selpah Desa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Pasalnya, puluhan KK yang berdomisili di wilayah perbukitan Gunung Jambul Gunung Patah ini sudah tertipu pemasangan listrik ilegal.
Kejadian bermula saat warga Dusun IV Selpah menginginkan pemasangan listrik dari PLN yang sudah sangat lama dinantikan. Awalnya warga dikomandoi oleh salah seorang atas nama Sahal, yang mempertanyakan keinginan masyarakat untuk segera dapat menikmati aliran listrik dari PLN. Dengan meyakinkan seluruh warga Selpah, Sahal menyatakan jika ada seorang kenalannya atas nama Nasihin bisa membantu warga untuk mempercepat pemasangan listrik dari PLN ke desa mereka. Padahal, saat itu diketahui jika Nasihin bukan merupakan pegawai maupun teknisi dari PLN Lahat.
Kemudian setelah dilakukan pertemuan antara warga bersama Sahal dan Nasihin, didapati kesepakatan jika warga Dusun IV Selpah harus membayar uang sebesar Rp. 4.650.000., per KK. Dengan rincian, uang sebesar Rp. 2.150.000., dibayar dimuka untuk biaya kepengurusan penarikan kabel dan jaringan, sedangkan uang sisanya sebanyak Rp. 2.500.000., dibayar setelah kWh atau meteran listrik terpasang dirumah. Pengumpulan uang tersebut juga dilakukan secara terkoordinir dengan Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Selpah atas nama Sukirno.
Setelah dana tersebut terkumpul, penyerahan uang dari Kadus Sukirno kepada Nasihin dilakukan secara bertahap dengan pembayaran cash dan transfer. Bahkan beberapa warga juga ada yang menyerahkan uang tersebut secara langsung kepada Nasihin tanpa melalui perantara Kadus Sukirno.
“Untuk penyerahan uang kepada Nasihin dilakukan secara bertahap. Pertama kami setorkan uang sebesar Rp. 60.800.000., kemudian ada juga yang melalui transfer rekening. Kalau di total, uang yang sudah kami bayarkan sebesar Rp 97.800.000., itu belum termasuk uang yang diserahkan warga secara langsung kepada Nasihin, tanpa melalui perantara kami,” ujar Sukirno, Minggu (09/03/2026).
Untuk meyakinkan warga, pada tanggal 26 Januari 2026, Nasihin meminta warga Dusun IV Selpah untuk melakukan gotong royong pemasangan tiang besi dan penarikan kabel dari titik api terdekat, yang berada di Dusun III Padang Panjang Desa Tunggul Bute, dengan jarak berkisar antara 2 – 3 Kilometer. Namun, setelah berbulan-bulan kabel dan tiang tersebut terpasang dan api juga dikabarkan sudah masuk, hingga hari ini meteran ke rumah-rumah warga Dusun IV Selpah belum juga terpasang. Hal ini, membuat warga yang sudah membayar mulai mempertanyakan kenapa proses pemasangan jaringan listrik tersebut belum juga rampung.
Untuk mendapatkan titik terang, awak media mencoba melakukan konfirmasi ke PLN ULP Lembayung. Dari keterangan staf administrasi PLN ULP Lembayung, Wella Datika mengungkapkan, jika pemasangan jaringan listrik yang sudah terpasang tersebut bukan merupakan tanggung jawab PLN ULP Lembayung. Sebab, pemasangan jaringan listrik tersebut dilakukan tanpa seizin dari PLN ULP Lembayung.
“Mohon maaf pak, itu diluar tanggung jawab kami. Karena tidak ada laporan ke kami,” Ujar Wella.
Wella juga menjelaskan, jika alur prosedur pemasangan jaringan listrik yang benar adalah harus didahului oleh surat permohonan dari pelanggan. Kemudian jika surat permohonan sudah masuk, nanti akan ada tim survey yang melakukan verifikasi apakah rumah atau lokasi yang akan dipasangkan jaringan listrik tersebut sudah memenuhi standar syarat pemasangan atau belum. Bukan malah sebaliknya, masyarakat menarik kabel dan pemasangan tiang secara mandiri, baru melapor dan membuat permohonan kepada kami, itu salah dan keliru.
“Jadi setelah kami cross check, memang kemarin ada permohonan yang masuk atas nama Nasihin untuk pemasangan masjid di Dusun Selpah. Permohonan pemasangannya cuma satu, bukan sebanyak jumlah KK warga Dusun Selpah. Kemudian setelah dilakukan survey, karena jaringan listrik dari PLN ke wilayah tersebut belum ada, jadi permohonan tersebut kami restitusi atau pengembalian uang,” katanya.
Saat ditanya terkait standarisasi yang dipasang mandiri oleh warga Dusun Selpah, Wella juga menjelaskan jika kabel dan tiang yang sudah terpasang diduga tidak SNI dan tidak sesuai dengan standardisasi dari PLN.
“Kalau standar dari kita, untuk pemasangan tiang itu sudah menggunakan tiang cor semua. Kemudian kabel juga demikian. Apalagi ini jaraknya sudah cukup jauh sekitar 3 Kilometer dari titik api terdekat, itu wajib menggunakan kabel dengan tiga jalur, bukan satu jalur seperti yang terpasang itu. Harus ada trafo juga agar tegangan listriknya stabil,” jelas Wella.
Sementara itu, Mujid salah seorang warga Dusun Selpah menyatakan kekecewaannya atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh Nasihin. Kini, Mujid meminta pertanggungjawaban agar uang yang sudah dibayarkannya dapat dikembalikan.
“Kecewa pak. Jangankan bisa menikmati listrik, malah uang yang kami bayarkan yang seharusnya untuk biaya anak kami sekolah malah tak jelas rimbanya,” ratapnya.
Hingga kini, meskipun sudah ditipu oleh Nasihin, warga Dusun Selpah belum mengambil langkah hukum untuk masalah ini. Warga masih mencoba untuk melakukan komunikasi dengan Nasihin, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. (Yud)
-

Pasca Viralnya Dugaan Telur Palsu Di Tebing Tinggi, Setelah Diperiksa Ternyata Hoax
EMPAT LAWANG, seputartv.com – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Dinas Kesehatan, perwakilan BPOM, Polres Empat Lawang, dan TNI menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern di Kecamatan Tebing Tinggi, menyusul video viral dugaan penjualan telur palsu, Rabu (04/03/2026).
Sidak menyasar enam gerai, terdiri atas empat Indomaret dan dua Alfamart. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti unggahan di media sosial yang menuding salah satu ritel menjual telur tidak asli.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Empat Lawang, Haniran, mengatakan tim telah memeriksa langsung produk telur di seluruh gerai yang didatangi.
“Sepanjang pemantauan dan pengecekan sampel yang kami lakukan, tidak ditemukan indikasi telur palsu,” ujarnya di lokasi.
Meski demikian, tim menemukan sejumlah produk yang secara kualitas dinilai kurang layak pajang, seperti produk makanan yang kempot dan beberapa komoditas segar yang mengalami kebocoran kemasan. Produk-produk tersebut langsung diminta untuk ditarik dan tidak diperjualbelikan.
Kanit Pidsus Polres Empat Lawang, Ipda Dedi Alpian, mengatakan pihaknya juga telah berupaya menghubungi pemilik akun pengunggah video viral tersebut untuk klarifikasi, namun belum mendapat tanggapan.
“Untuk sementara, informasi yang beredar kami nyatakan hoaks. Dalam video itu tidak ditunjukkan struk pembelian maupun identitas toko secara jelas,” kata Dedi.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor jika menemukan dugaan pelanggaran distribusi pangan di wilayah Empat Lawang. (Dik)
-

DPW PKB Sumsel dan Banom PKB Gelar “Berkah Ramadhan” Salurkan 150 Paket Sembako
PALEMBANG, Seputartv.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Sumatera Selatan bersama Banom PKB diantaranya yakni Panji Bangsa, Garda Bangsa dan PMII Sumsel menggelar kegiatan sosial bertajuk “Beri Berkah Ramadhan” sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dalam rangkaian kegiatan di bulan suci ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung di kota Palembang ini, pihak panitia penyelenggara menyalurkan sebanyak 150 paket sembako yang dibagikan kepada warga.
Selain menyalurkan ratusan paket sembako, para kader dan Banom juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa juga membagikan takjil gratis bagi pengguna jalan yang melintas serta menggelar buka puasa bersama kader dan masyarakat sekitar.
M.Oktafiansyah anggota DPRD dari Fraksi PKB ketika diwawancarai tim seputartv.com mengatakan, pihaknya bersama para kader dan Banom menyelenggarakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama dalam momentum ramadhan ini.
“Kami ingin memastikan bahwa PKB benar-benar hadir ditengah masyarakat, kegiatan seperti ini kita lakukan bukan hanya ketika di bulan ramadhan saja akan tetapi berlangsung secara terus menerus di setiap kesempatan yang ada dan kebetulan saat ini adalah momentum yang tepat di bulan ramadhan untuk kita berbagi sekaligus memperkuat solidaritas sosial antar sesama dan para kader tentunya,” ungkap pria yang kerap di panggil Engga ini pada Senin (02/03/20260).
Cecep (39) salahsatu warga penerima santunan mengungkapkan terima kasihnya atas kepedulian yang telah dilakukan oleh kader dan Banom PKB Sumsel, menurutnya bukan jumlah nilai yang mereka lihat akan tetapi wujud kepedulian yang mereka rasakan.
“Sesunggunya kedatangan meraka merupakan sebuah kehormatan bagi kami, apalagi disaat ramadhan seperti ini kader PKB hadir bersilatuhrahmi dan mendengar serta melihat secara langsung apa yang sedang dialami oleh masyarakat bawah seperti kami,” terang Cecep terharu.
Hal senada juga di sampaikan oleh Bambang (54) warga Bukit Kecil Kota Palembang selaku penerima bantuan, menurutnya kepedulian yang dilakukan oleh kader PKB merupakan sebuah kerja nyata yang menyentuh dan menyapa ke masyarakat secara langsung.
“Terima kasih tentunya kami ucapkan atas kehadiran saudara ku dari PKB, tentunya kami berharap silatuhrahmi seperti ini akan tetap berlanjut kedepannya dan alhamdullilah bantuan yang diberikan saat ini sangatlah berarti bagi kami semoga menjadi ladang amal bagi yang telah memberi,” ungkap Bambang. (Red)
-

Indomaret di Tebing Tinggi diduga jual telur palsu, Warga Kecewa Minta Pemerintah dan APH Turun !
EMPAT LAWANG, seputartv.com — Warga Kecamatan Tebing Tinggi mendadak dihebohkan dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan dugaan telur palsu yang dibeli di salah satu gerai Indomaret wilayah setempat. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Pepi Susande dan langsung menjadi perbincangan masyarakat, Minggu (03/02/2026).
Dalam video berdurasi 3 menit 54 detik itu, pemilik akun merekam proses saat dirinya membuka telur yang baru dibeli. Ia memperlihatkan kondisi telur yang dinilai tidak wajar. Bagian kuning telur tampak menyerupai karet, sementara putih telur mengeluarkan aroma yang disebut mirip lem.
Tidak hanya itu, cangkang telur juga terlihat terbelah rapi menjadi dua bagian, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa telur tersebut bukan telur asli. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran warga terkait keamanan bahan pangan yang beredar.
Dalam keterangannya, Pepi Susande menyebut telur tersebut sebagai “telur bodong” dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli kebutuhan pokok, khususnya telur. Ia juga meminta pemerintah daerah serta aparat penegak hukum (APH) segera melakukan pengecekan langsung ke gerai Indomaret di Tebing Tinggi guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai masyarakat dirugikan atau terancam kesehatannya,” ujar warga sekitar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun pengelola gerai mengenai dugaan tersebut. Masyarakat berharap instansi berwenang segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel telur guna memastikan apakah produk tersebut benar palsu atau hanya mengalami kerusakan kualitas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan distribusi bahan pangan di daerah, agar produk yang beredar tetap aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
