LAHAT, seputartv.com – Warga Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, Kabupaten Lahat, mengeluhkan terhambatnya proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) akibat kerusakan perangkat perekaman di kantor kecamatan setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perangkat perekaman tersebut telah dikirim ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lahat untuk diperbaiki. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan alat tersebut akan kembali berfungsi.
Tim media yang melakukan pengecekan langsung ke kantor camat Tanjung Sakti PUMI mendapatkan konfirmasi dari petugas bahwa kerusakan perangkat tersebut memang benar terjadi. Hal ini turut dibenarkan oleh Camat Tanjung Sakti PUMI, Arpin, SE.
“Kami membenarkan adanya kerusakan alat perekaman KTP. Saat ini perangkat sudah dikirim ke Disdukcapil Lahat, namun belum ada informasi lebih lanjut terkait perbaikannya,” ujar Camat Arpin.
Kondisi ini membuat warga harus mengurus pembuatan KTP dan Kartu Keluarga (KK) langsung ke Lahat. Hal tersebut dinilai memberatkan, terutama dari segi biaya dan jarak tempuh.
Salah satu warga mengungkapkan bahwa untuk biaya transportasi saja menuju Lahat bisa mencapai Rp60.000. Selain itu, kondisi ini juga menyulitkan para lansia yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk melakukan perekaman data.
Warga berharap adanya solusi dari pemerintah, seperti perbaikan segera perangkat perekaman atau pelayanan administrasi kependudukan dapat dilakukan di kantor kecamatan Tanjung Sakti PUMI maupun wilayah terdekat lainnya.
Keluhan ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat dokumen kependudukan seperti KTP dan KK sangat penting untuk berbagai keperluan administrasi sehari-hari.
Kategori: Peristiwa
-

Diduga Alat Belum Diperbaiki, Warga Tanjung Sakti PUMI Keluhkan Perekaman KTP Terhambat
-

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam, Jasad Ditemukan Didasar Sungai
PALEMBANG, seputartv.com – Tim SAR Gabungan Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan bocah perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Mataram, Kertapati kota setempat dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin di Palembang, Minggu, mengonfirmasi bahwa jasad korban bernama Julia itu ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian perkara (LKP) setelah dilakukan penyisiran intensif selama beberapa jam sejak laporan diterima.
“Korban telah ditemukan oleh tim penyelam dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di dasar sungai sekitar pukul 11:10 WIB, tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujarnya.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas menggunakan perahu karet (rubber boat) menuju daratan, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Tim sempat menghadapi tantangan berupa arus sungai yang cukup deras dan jarak pandang di dalam air (visibility) yang terbatas. Namun, dengan pembagian radius pantauan yang tepat, titik keberadaan korban berhasil diidentifikasi.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sedang melakukan aktivitas di pinggiran perairan Mataram sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terseret arus.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di perairan Mataram secara resmi dinyatakan ditutup.
Pihak SAR Palembang mengimbau kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi aktivitas anak-anak di sepanjang tepian sungai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Seorang warga setempat, Wiwin (25), menyebutkan bahwa korban sempat terlihat berusaha menyelamatkan diri, namun cepat menghilang di bawah permukaan air.
“Tadi kejadiannya cepat sekali, korban langsung hilang terseret arus yang memang sedang kuat,” tuturnya.
Menurutnya, korban merupakan warga kawasan Gapura, Kertapati yang bermain ke kawasan Mataram.
-

Dugaan Hubungan Terlarang Ayah dan Anak Resahkan Warga Sekitar, Polisi Turun Tangan”
MURATARA, seputartv.com — Warga Desa Aringin, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) digemparkan oleh kabar dugaan hubungan terlarang antara seorang ayah dengan anak kandungnya sendiri hingga menyebabkan korban melahirkan, Kamis (23/04/2026).
Peristiwa ini pertama kali mencuat dari kecurigaan warga terhadap seorang perempuan yang melahirkan tanpa kejelasan identitas ayah dari bayi yang dilahirkannya. Awalnya hanya menjadi perbincangan terbatas, namun dalam waktu singkat isu tersebut menyebar luas dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
Seiring berkembangnya informasi, dugaan pun mengarah pada sosok pria yang disebut-sebut sebagai ayah kandung korban. Hal ini sontak mengejutkan warga karena dinilai melanggar norma sosial dan nilai kemanusiaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini mulai terkuak pada malam hari saat kabar kelahiran bayi di luar nikah tersebar luas dan memantik reaksi warga. Merasa resah, masyarakat kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musi Rawas Utara.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muratara bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban. Saat ini, yang bersangkutan telah diamankan di Mapolres Muratara guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait kasus tersebut. Namun, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara ini secara transparan dan tegas.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik, sekaligus pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di lingkungan terdekat. Warga pun mendesak agar keadilan ditegakkan demi melindungi korban dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Yan) -

Kejari Pagaralam Terima Pengembalian Uang Kerugian Negara Kasus Korupsi Jalan Ratu Seriun
PAGAR ALAM, seputartv.com – Bertempat di Kejaksaan Negeri Pagar Alam, Kepala Kejaksaan Negeri Pagar Alam, Dr. Ira Febrina, S.H., M.Si., didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) beserta jajaran, menerima penitipan uang dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pelebaran bahu Jalan Ratu Seriun Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2023. Rabu, (22/4/2026)
Adapun jumlah uang yang dititipkan sebesar Rp532.955.440,86 (lima ratus tiga puluh dua juta sembilan ratus lima puluh lima ribu empat ratus empat puluh rupiah delapan puluh enam sen). Uang tersebut diserahkan oleh para terdakwa berinisial D, AS, AM, H, DI, dan YA melalui perwakilan atau pihak keluarga masing-masing.
Kejari Pagar Alam menyampaikan bahwa uang yang diterima tersebut selanjutnya telah disetorkan ke rekening penampungan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui Bendahara Penerimaan PNBP Kejaksaan Negeri Pagar Alam.
“Kejaksaan negeri kota Pagar Alam Berkomitmen untuk terus berantas tindak pidana korupsi di wilayah tersebut dan akan di proses hukum secara transparan dan akuntabel demi penegakan hukum yang berkeadilan. Ujarnya (Tom) -

Tiga Belas Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah
EMPAT LAWANG, seputar tv com — Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung II, Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Rabu (22/4/2026) pagi. Sedikitnya 13 unit rumah terdampak, dengan rincian delapan rumah hangus terbakar, satu rusak berat, dan empat lainnya rusak ringan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Warga melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran enam menit kemudian. Tim damkar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi. Unit dari Zona Pendopo menjadi yang pertama tiba sekitar pukul 10.40 WIB, disusul armada dari Muarapinang, Ulu Musi, Tebing Tinggi, dan Paiker.
“Petugas langsung melakukan pemadaman bersama warga setempat. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Empat Lawang, Supriyadi.
Data sementara mencatat delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang terbakar habis. Sementara satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat lainnya terdampak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun puluhan warga terpaksa mengungsi.
Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp4,5 miliar. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik.
Pemerintah setempat bersama petugas terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta penanganan bagi warga terdampak.
