EMPAT LAWANG, seputar tv com — Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung II, Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Rabu (22/4/2026) pagi. Sedikitnya 13 unit rumah terdampak, dengan rincian delapan rumah hangus terbakar, satu rusak berat, dan empat lainnya rusak ringan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Warga melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran enam menit kemudian. Tim damkar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi. Unit dari Zona Pendopo menjadi yang pertama tiba sekitar pukul 10.40 WIB, disusul armada dari Muarapinang, Ulu Musi, Tebing Tinggi, dan Paiker.
“Petugas langsung melakukan pemadaman bersama warga setempat. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Empat Lawang, Supriyadi.
Data sementara mencatat delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang terbakar habis. Sementara satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat lainnya terdampak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun puluhan warga terpaksa mengungsi.
Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp4,5 miliar. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik.
Pemerintah setempat bersama petugas terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta penanganan bagi warga terdampak.
Kategori: Peristiwa
-

Tiga Belas Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah
-

Pipa Induk Jebol, Layanan SPAM Muara Beliti Terganggu dan Belum Maksimal
Musi Rawas, seputartv.com – Layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Muara Beliti hingga Rabu (22/04/2026) masih belum berjalan maksimal akibat gangguan pada jaringan utama.
Gangguan tersebut disebabkan oleh pipa las sambungan pada jalur induk yang kembali jebol, sehingga distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terganggu.
Kerusakan terjadi pada pipa induk yang mengarah ke Desa Suro. Pipa tersebut dilaporkan pecah kembali setelah sebelumnya terdampak longsor di ruas jalan Sekayu–Lubuklinggau, wilayah Muara Beliti.
Menurut Poniman, selaku petugas pemeliharaan BLUD SPAM Muara Beliti, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan upaya perbaikan secara intensif.
Menurutnya, kondisi medan serta dampak longsor sebelumnya menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan jaringan pipa induk tersebut.
“Kepada seluruh pelanggan kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saat ini kita masih dalam upaya perbaikan dan mohon pengertian dan kesabarannya,” ungkap Poniman.
Ia juga meminta masyarakat, khususnya pelanggan BLUD SPAM Muara Beliti, untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung hingga layanan kembali normal.
Poniman memastikan bahwa perbaikan akan segera dituntaskan agar distribusi air bersih dapat kembali berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (Omi)
-

Seorang Pemuda Ditemukan Meninggal Diduga Tenggelam Dikawasan Wisata Curup Mangkok Pagar Alam
PAGARALAM, seputartv.com- Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia diduga tenggelam di kawasan wisata Curup Mangkok, Kelurahan Curup Jare, Kota Pagar Alam, Rabu (22/4/2026) dini hari.
Dari data yang berhasil dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Korban diketahui bernama Hendi (23), warga Talang Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat. Namun sampai saat iin, penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Mendapati info dan laporan ini tim BPBD Kota Pagar Alam bergerak cepat menyisir lokasi mencari keberadaan korban tersebut.
Kepala BPBD Kota Pagar Alam, Jhon Hasman, mengatakan setelah beberapa jam tim melakukan pencarian dilokasi akhirnya korban berhasil ditemukan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 06.50 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tim langsung mengevakuasi korban ke RSUD Besemah untuk penanganan lebih lanjut,”katanya.
Ia menambahkan, respons cepat tim menjadi bagian dari komitmen penanganan darurat meski dihadapkan pada kondisi alam yang menantang.
Dengan adanya peristiwa ini Jhon Hasman mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti air terjun dan aliran sungai, ditambah pada saat cuaca sedang musim hujan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati, apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.(Tom)
-

Coba Langgar Disiplin, Empat ASN PPPK Dipecat
PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, memecat empat orang oknum aparatur sipil negara (ASN) karena dianggap melakukan pelanggaran disiplin berat.
Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian, dan Informasi BKPSDM Palembang Maria Ulfa di Palembang, Senin, mengatakan empat ASN tersebut melakukan pelanggaran disiplin berat dengan tidak masuk kerja tanpa keterangan lebih dari sebulan.
Ia menyebut, empat ASN PPPK itu berasal dari formasi tahun 2025.
Menurutnya, aturan disiplin bagi ASN PPPK mengacu pada ketentuan yang berlaku bagi PNS, termasuk kewajiban kehadiran dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.
Ia menjelaskan, sebelum diberhentikan, para pegawai tersebut telah mendapatkan surat peringatan (SP) 1, 2, dan 3 dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Namun, pelanggaran tetap berlanjut.
“Sebelum diberhentikan kita sudah beberapa kali berikan peringatan karena dia sering tidak absen, bahkan berbulan-bulan tidak masuk. Setelah SP lengkap, OPD melaporkan ke BKPSDM, lalu kami proses melalui BAP dan rapat bersama inspektorat serta Sekda,” jelasnya.
Ia menegaskan, sanksi untuk pelanggaran berat bagi ASN PPPK adalah pemberhentian atau tidak ada opsi lain seperti mutasi atau penurunan pangkat.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan pihaknya akan terus menindak tegas pegawai yang tidak disiplin.
“Sudah ada empat PPPK yang diberhentikan. Ke depan, evaluasi kinerja akan terus dilakukan, maka dari ini jangan main-main kita tindak tegas,” katanya
Sebagai informasi, jumlah ASN di Pemkot Palembang mencapai 21.226 orang dengan rincian, PNS sebanyak 8.970 orang dan PPPK sebanyak 12.256 orang.(Red) -

Minim Anggaran, Warga Lima Desa Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
BATURAJA, seputartv.com – Kerusakan jalan penghubung antar di Desa di Kecamatan Peninjauan OKU menjadi penyebab terhambatnya warga setempat untuk mengeluarkan hasil bumi, bahkan kerusakan jalan di beberapa titik terutama di Desa Penilikan Kecamatan Peninjauan para pengguna jalan harus terpaksa mengurangi muatan agar bisa melewati jalan tersebut.
Jalan penghubung antar desa yang terparah terdapat 9 titik di Desa Penilikan, sedangkan jalur jalan yang rusak mulai dari perbatasan Desa Peninjauan menuju desa Panji Jaya.
Hal tersebut di ungkapkan Kepala Desa Penilikan, Amim Handri saat meninjau perbaikan jalan di Blok B Desa Penilikan.
“Karena jalannya sudah rusak parah dan menyulitkan mobil angkutan hasil bumi terutama karet dan sawit, kami dari 5 Desa yakni Penilikan, Makartitama, Makarti Jaya, Mitra Kencana secara swadaya membeli matrial untuk memperbaiki jalan,”ujar Amim Handri pada Senin (20/04/2026).
Menurutnya jika jalan poros tersebut tidak segera di perbaiki maka, hasil bumi warga tidak bisa keluar untuk menjual hasil bumi.
“Kalau tidak segera diperbaiki, hasil bumi warga tidak bisa keluar dan tidak ada jalan alternatif lain,”jelasnya.
Ditambahkan Amin Hadri, perbaikan jalan rusak tersebut tidak terlepas dari campur tangan dari Anggota DPRD OKU Muhammad Abdul Ghofur.
“Beliau (Abdul Gofur-red) yang menjadi motor penggerak swadaya perbaikan jalan tersebut, dibantu juga alat berat dari PT Pertamina Hulu Energi,”terang Amin.
Dia berharap dengan di perbaikinya jalan poros antar desa tersebut, bisa memperlancar angkutan hasil bumi warga.
Sementara itu, saat di konfirmasi Anggota DPRD OKU Dapil IV, Muhammad Abdul Ghofur mengungkapkan bahwa APBD OKU pada tahun 2026 tidak ada anggaran yang mengucur ke Dapil IV untuk perbaikan jalan.
“Kami sudah memperjuangkan usulan warga, namun di Tahun 2026 ini Dapil IV OKU yang meliputi Kecamatan Peninjauan, Sinar Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya yang terdiri dari 30 Desa hanya di anggarkan Rp 400.000.000,- itupun bukan untuk perbaikan jalan,” beber Ghofur.
Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan minimnya keuangan Pemerintah Kabupaten OKU serta efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, menjadi salah satu penyebab tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan.
“Dana Rp 400.000.000,- yang mengucur ke Dapil IV tahun ini (2026-red), itupun bukan untuk perbaikan jalan, Dua ratus juta untuk pembangunan siring (saluran air) dan dua ratus juta untuk Air Bersih”jelasnya.
Lanjut Gofur yang juga mantan Kepala Desa Makartitama memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat 5 Desa untuk memperbaiki jalan rusak, semoga dengan kekompakan serta kebersamaan masyarakat memperbaiki jalan rusak, bisa memperlancar transportasi warga untuk mengakut hasil bumi.
“Kalau mau menunggu anggaran Pemkab OKU, perbaikan jalan rusak ini aktifitas warga bisa terhambat, bahkan warga tidak bisa menjual hasil bumi keluar,”tutupnya. (Red)
