Kategori: Peristiwa

  • Tiga Hari Hilang Belum Ditemukan, Polres Empat Lawang Bersama Warga Intensifkan Pencarian

    Tiga Hari Hilang Belum Ditemukan, Polres Empat Lawang Bersama Warga Intensifkan Pencarian

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Seorang warga bernama Aminah binti M. Ani dilaporkan hilang saat berada di kebun miliknya di wilayah Talang Ngongop, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Hingga Jumat malam (22/5/2026), korban belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan selama dua hari.

    Kapolsek Ulu Musi IPTU Arsan Fajri bersama personel Polsek Ulu Musi, pihak keluarga, dan masyarakat setempat melakukan pencarian langsung di area perkebunan kopi milik korban. Lokasi kebun berada di kawasan perkebunan yang cukup jauh dan harus ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Desa Tanjung Agung.

    Pencarian dilakukan sejak sore hari hingga malam dengan menyisir area perkebunan dan sekitar pondok kebun yang biasa ditempati menantu korban bernama Angga. Namun hingga malam hari, korban belum juga ditemukan.

    Dalam proses pencarian, pihak keluarga sebelumnya menemukan sejumlah barang milik korban berupa satu buah keranjang berisi buah lada, satu bilah parang, dan satu botol air minum. Barang-barang tersebut ditemukan sekitar 10 meter dari pondok di kebun milik korban.

    Selain itu, warga juga melakukan pencarian di sebuah tebat atau kolam yang tidak terurus yang berada sekitar 30 meter dari pondok kebun. Saat dilakukan pengeringan dan pencarian di dalam kolam tersebut, salah satu warga menemukan satu unit handphone tanpa kartu SIM yang kemudian diserahkan kepada anggota Polsek Ulu Musi untuk diamankan.

    Diketahui, korban diduga hilang sejak Selasa lalu dan baru diketahui pihak keluarga pada Kamis, 21 Mei 2026. Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama warga dan keluarga masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada aparat setempat guna membantu proses pencarian.(Red)

  • Cekcok Mulut Berujung Maut, Pria Di Musi Rawas Tewas Dibacok

    Cekcok Mulut Berujung Maut, Pria Di Musi Rawas Tewas Dibacok

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Kasus pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Seorang pria bernama Poden (25), warga Desa Tri Anggun Jaya, Kecamatan Muara Lakitan, meninggal dunia usai diduga dibacok oleh rekan kerjanya sendiri berinisial A, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

    Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah pondok di Desa Tri Anggun Jaya dan pertama kali diketahui oleh saksi berinisial H yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

    Kapolres Musi Rawas melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, insiden bermula saat korban dan pelaku bertemu di pondok tempat kejadian perkara (TKP).

    “Korban dan pelaku sempat terlibat cekcok mulut hingga terjadi perkelahian,” ujar AKP Hendrawan, Jumat (22/5/2026).

    Di tengah pertikaian tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban hingga terjatuh dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga bersama saksi kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Cecar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

    Saat ini, pihak Polsek Muara Lakitan bersama tim Opsnal Polres Musi Rawas telah melakukan olah TKP dan pengumpulan barang bukti guna mengungkap motif pasti di balik peristiwa tersebut.

    “Motif sementara masih dalam penyelidikan. Kami juga telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” tegas AKP Hendrawan.

    Kasus ini sontak menghebohkan warga sekitar karena diduga dipicu persoalan sepele yang berujung hilangnya nyawa seseorang. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak berwajib.(Yan)

  • Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    MURATARA, seputartv.com – Konflik antara satwa liar dan warga kembali terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kawanan harimau sumatera dilaporkan kembali memangsa hewan ternak milik warga setempat.

    Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 ekor kerbau milik warga mati diduga akibat diterkam harimau liar. Akibat kejadian tersebut, para peternak mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Peristiwa yang terus berulang itu membuat masyarakat mulai resah dan kehilangan kesabaran. Warga menilai penanganan dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan belum memberikan solusi nyata di lapangan.

    “Kami sudah cukup sabar menghadapi teror harimau ini. Kerbau milik warga habis dimangsa. Kami minta perhatian serius dan tindakan nyata dari BKSDA Sumsel sebelum ada korban jiwa,” ungkap salah seorang warga Desa Kuto Tanjung.

    Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk upaya lokalisir maupun evakuasi satwa liar tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

    Selain menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak, kemunculan harimau di sekitar permukiman dan area perkebunan juga memicu rasa takut di tengah masyarakat, terutama saat beraktivitas di kebun maupun menggembala ternak.

    Masyarakat Ulu Rawas berharap BKSDA Sumsel dapat segera mengambil langkah cepat guna mencegah konflik manusia dan satwa liar semakin meluas. (Yan)

  • Pohon Roboh tutup Rute Tebing – Pendopo, BPBD Empat Lawang Gerak Cepat

    Pohon Roboh tutup Rute Tebing – Pendopo, BPBD Empat Lawang Gerak Cepat

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Empat Lawang pada Kamis pagi, (21/05/2026), kembali memicu gangguan di jalur transportasi utama. Sebatang pohon berukuran besar dilaporkan roboh dan menutup sebagian ruas jalan penghubung Tebing Tinggi menuju Pendopo.

    Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB itu sempat membuat arus kendaraan tersendat. Jalur tersebut diketahui menjadi akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan sejumlah wilayah aktivitas warga di Empat Lawang.

    Data yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Empat Lawang menyebutkan, pohon tumbang dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hari. Tingginya intensitas hujan diduga membuat kondisi pohon tidak lagi mampu bertahan hingga akhirnya roboh ke badan jalan.

    Tak lama setelah menerima laporan, tim BPBD Empat Lawang langsung bergerak menuju lokasi. Enam personel diterjunkan untuk melakukan pemotongan batang pohon dan membersihkan material yang menghalangi jalan. Warga sekitar juga terlihat ikut membantu proses evakuasi agar akses kendaraan bisa kembali dibuka.

    Dalam insiden tersebut, sebuah mobil dilaporkan terkena dampak akibat tertimpa bagian pohon yang roboh. Meski demikian, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang, Fero, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Terlebih dalam beberapa hari terakhir hujan dengan durasi cukup panjang masih terjadi di sejumlah wilayah Empat Lawang.

    BPBD juga meminta pengendara untuk mengurangi kecepatan saat melintas di jalur rawan pohon tumbang maupun longsor demi menghindari risiko kecelakaan saat cuaca buruk terjadi. (Dik)

  • Viral Postingan Akun SY, GP Ansor Empat Lawang Kecam Dugaan Penistaan Agama

    Viral Postingan Akun SY, GP Ansor Empat Lawang Kecam Dugaan Penistaan Agama

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan dari akun Instagram berinisial SY yang diduga mengandung unsur penistaan agama. Dalam postingan yang telah beredar luas tersebut, akun itu menuliskan kalimat yang membandingkan mukjizat Nabi Muhammad SAW membelah bulan dengan ilmu pengetahuan dan jurnal ilmiah, disertai kata-kata yang dinilai menghina dan merendahkan umat Islam.

    Unggahan itu sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan. Ketua GP Ansor Kabupaten Empat Lawang, Defi Abusyairi, menyatakan pihaknya mengecam keras postingan tersebut karena dianggap telah melukai perasaan umat beragama, khususnya umat Islam.

    “Postingan ini sangat kami sesalkan dan kami kutuk dengan tegas. Apa yang dituliskan merupakan bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan penistaan agama yang sangat menyakiti hati kami serta jutaan umat Islam lainnya,” tegas Defi.

    Ia menjelaskan bahwa mukjizat merupakan karunia Allah SWT yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabian, dan tidak dapat disamakan dengan ilmu pengetahuan yang merupakan hasil kajian manusia.

    “Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, namun harus tetap menghormati keyakinan orang lain. Jangan sampai kebebasan berekspresi justru digunakan untuk menistakan nilai-nilai agama,” ujarnya.

    Defi juga meminta pemilik akun untuk segera menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada umat Islam.

    “Kami berharap yang bersangkutan menyadari kesalahannya, menarik postingan itu, dan meminta maaf secara terbuka. Mari kita jaga kerukunan dan menggunakan media sosial secara santun,” tambahnya.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Empat Lawang terkait unggahan yang viral tersebut. Namun, kasus ini terus menjadi perhatian publik dan menuai reaksi luas di media sosial. (Dik)