Kategori: Peristiwa

  • Joncik Muhammad Datangi Lokasi Kebakaran Desa Landur, Salurkan 1,6 Ton Beras Dan Dukungan Moril Langsung Untuk Korban Terdampak

    Joncik Muhammad Datangi Lokasi Kebakaran Desa Landur, Salurkan 1,6 Ton Beras Dan Dukungan Moril Langsung Untuk Korban Terdampak

    EMPATLAWANG, seputartv com – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terhadap warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Landur, Kecamatan Pendopo, ditunjukkan langsung oleh Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad.

    Joncik turun langsung menemui para korban kebakaran pada Senin (10/8/2026). Didampingi jajaran pemerintah daerah, ia melihat kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.

    Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut berdampak terhadap 18 rumah warga. Dari jumlah itu, sebanyak 12 rumah terbakar, sementara enam rumah lainnya mengalami kerusakan.

    Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Empat Lawang menyalurkan bantuan berupa sekitar 1,6 ton beras, 10 paket kebutuhan pokok, pakaian anak-anak sekolah, pakaian, serta berbagai kebutuhan lainnya.

    Bupati Joncik mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

    Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan korban. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak.

    “Kita hadir di sini bersama-sama, bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga dan akan saling membantu ketika ada saudara kita yang mengalami kesulitan,” ujar Joncik.

    Joncik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan semangat gotong royong dalam membantu warga yang menjadi korban kebakaran.

    Ia berharap bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan sehingga kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama proses pemulihan.

    Joncik berharap para guru dapat ikut memberikan dukungan kepada anak-anak terdampak agar mereka tetap mengikuti proses belajar meskipun tengah menghadapi kondisi sulit setelah rumah mereka dilanda kebakaran.

    “Jangan sampai musibah ini membuat anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk belajar. Kita berharap para guru juga dapat memberikan perhatian dan membantu mereka tetap mengikuti pendidikan,” demikian harapannya.(Red)

  • Pemuda 21 Tahun Di Palembang, Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari, Polisi Buru Pelaku

    Pemuda 21 Tahun Di Palembang, Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari, Polisi Buru Pelaku



    PALEMBANG, seputartv.com – Pengendara sepeda bernama Hermanto (21) tewas di lokasi kejadian, setelah menjadi korban tabrak lari di Palembang. Saat ini polisi masih memburu sopir truk yang diduga menabrak korban.
    Peristiwa tersebut terjadi di Jalan RE Martadinata tepatnya di seberang Kantor Badan Gizi Nasional Kota Palembang pada Kamis (6/8/2026), sekitar pukul 00.30 WIB.

    Korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.


    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda CB tanpa plat, berjalan dari arah Simpang Bioskop Gembira hendak menuju ke arah Simpang Pusri Palembang.

    Namun setiba di lokasi kejadian, korban diduga menghindari jalan yang rusak kemudian hilang kendali ke kanan dan terserempet kendaraan truk yang berjalan dari arah yang sama.

    Akibatnya, pengendara motor terjatuh ke kanan dan terlindas truk tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP. Sementara kendaraan truk kabur melarikan diri setelah kejadian.

    “Kendaraan truk setelah kejadian melarikan diri. Akibat kecelakaan korban meninggal dunia di TKP laka lantas dan kerusakan kendaraan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto, Kamis (6/8/20206).

    Saat ini jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umur Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu sopir truk yang terlibat lakalantas.

    “Diimbau kepada sopir truk agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat,” ujarnya.(Red)

  • Warga Apresiasi Respon Cepat Anggota Piket Polres Empat Lawang

    Warga Apresiasi Respon Cepat Anggota Piket Polres Empat Lawang


    Empat Lawang – Respons cepat yang ditunjukkan jajaran Polres Empat Lawang kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H., beserta Pamapta IPDA YUDHA dan Piket Fungsi Polres Empat Lawang atas kesigapan menindaklanjuti laporan yang disampaikan melalui layanan Call Center 110.

    Laporan tersebut diterima pada Sabtu, 1 Agustus 2026, terkait adanya seorang yang mencurigakan dan diduga hendak memasuki area kos-kosan warga. Setelah menerima informasi, Pamapta IPDA YUDHA bersama Piket Fungsi Polres Empat Lawang segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan langkah-langkah kepolisian guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

    Atas respons cepat tersebut, warga mengaku merasa tenang dan terlindungi. Kehadiran petugas di lokasi dinilai memberikan rasa aman sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polres Empat Lawang dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional kepada masyarakat.

    Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polres Empat Lawang akan terus mengoptimalkan pelayanan kepolisian, termasuk melalui layanan Call Center 110, agar setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    Polres Empat Lawang mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian yang memerlukan kehadiran kepolisian. Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

  • Kasus Kecelakaan Maut Yang Tewaskan 19 Orang Di Muratara, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

    Kasus Kecelakaan Maut Yang Tewaskan 19 Orang Di Muratara, Polisi Tetapkan Dua Tersangka



    MURATARA, seputartv.com – Kasus kecelakaan bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), yang menewaskan 19 orang terus berlanjut. Terbaru, polisi telah menetapkan dua tersangka.

    Hal itu dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Abdul Karim. Dia menyebut pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan maut itu, yakni pemilik perusahaan truk tangki BBM dan direktur PT ALS.

    “Dalam hal ini kami sudah melakukan gelar perkara, namun rilis resmi belum. Tapi kalau penetapan sudah ada. Dua itu sudah ditetapkan tersangka,” kata AKP Karim,

    Dalam proses penyidikan, Karim mengatakan kedua tersangka tersebut belum memenuhi panggilan polisi untuk dilakukan pemeriksaan. Menurutnya, dalam dua bulan terakhir polisi sudah mendatangi Kota Medan hingga Jawa untuk melakukan penyidikan.

    “Tidak ada pemberhentian kasus, tetap lanjut kasus ini. Saksi yang sudah diperiksa sekitar kurang lebih 50 orang,” ucapnya.

    Karim mengatakan pihaknya akan segera melakukan konferensi pers terkait kelanjutan kasus kecelakaan maut tersebut.(Red).

  • Bawa Nama Empat Lawang, Justine Ravendra Sabet Gelar Bujang Harapan ll Putra Putri Sriwijaya 2026

    Bawa Nama Empat Lawang, Justine Ravendra Sabet Gelar Bujang Harapan ll Putra Putri Sriwijaya 2026

    PALEMBANG, seputartv.com – Nama Kabupaten Empat Lawang kembali berkibar di panggung ajang pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2026.
    M. Justine Ravendra, perwakilan Bujang Empat Lawang, berhasil meraih gelar Bujang Harapan II pada malam Grand Final Putra Putri Sriwijaya 2026 yang digelar di Palembang, Jumat (31/7/2026) malam.
    Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Justine sekaligus membawa nama Empat Lawang bersaing di antara para putra terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
    Malam grand final bukan sekadar menjadi ajang penampilan di atas panggung. Para finalis dituntut menunjukkan kemampuan, wawasan, kepercayaan diri hingga kemampuan membawa identitas daerah masing-masing.
    Bagi Justine, perjalanan menuju malam puncak menjadi pengalaman yang tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga mental.
    Ia mengaku bangga sekaligus bersyukur bisa membawa nama Empat Lawang hingga meraih posisi Bujang Harapan II.
    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Tentu ada rasa bangga karena bisa membawa nama Empat Lawang di ajang Putra Putri Sriwijaya. Hasil ini bukan hanya tentang saya pribadi, tetapi juga tentang daerah yang saya bawa,” ujar Justine.
    Menurutnya, sejak awal mengikuti ajang tersebut, dirinya tidak ingin hanya mengejar gelar. Ada misi yang lebih besar, yakni memperkenalkan Empat Lawang dengan segala potensi yang dimilikinya.
    “Dari awal saya tanamkan dalam diri bahwa saya datang bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa nama Empat Lawang. Saya ingin orang-orang di luar sana tahu bahwa Empat Lawang punya banyak potensi, baik budaya, pariwisata maupun anak-anak muda yang punya kemampuan,” katanya.
    Justine menyadari persaingan dalam ajang Putra Putri Sriwijaya tidak mudah. Para peserta datang dengan kemampuan dan karakter masing-masing.
    Karena itu, ia menjadikan setiap tahapan sebagai kesempatan untuk belajar. Mulai dari membangun kepercayaan diri, memperdalam wawasan mengenai budaya dan pariwisata daerah hingga belajar bagaimana menyampaikan gagasan di hadapan publik.
    “Yang paling berharga dari proses ini adalah pengalaman. Kita bertemu banyak orang dengan karakter dan kemampuan yang berbeda. Dari sana saya banyak belajar, terutama bagaimana membawa diri dan bagaimana menyampaikan potensi daerah dengan cara yang baik,” ungkapnya.
    Gelar Bujang Harapan II yang diraihnya pun tidak ingin dijadikan sebagai titik akhir.
    Justine justru melihat pencapaian tersebut sebagai tanggung jawab baru untuk terus berbuat dan memperkenalkan Empat Lawang.
    “Bagi saya, gelar ini bukan akhir. Justru ini awal untuk berbuat lebih banyak. Kalau sudah membawa nama daerah, tentu ada tanggung jawab untuk menjaga nama baik Empat Lawang dan ikut memperkenalkan potensi yang kita punya,” tegasnya.
    Justine juga menyampaikan pesan kepada generasi muda Empat Lawang agar tidak takut tampil dan mencoba hal-hal baru.
    Menurutnya, daerah memiliki banyak anak muda potensial. Namun, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan harus terus dibuka.
    “Anak-anak muda Empat Lawang jangan takut untuk mencoba. Jangan merasa minder hanya karena kita berasal dari daerah. Kita punya kemampuan, kita punya budaya dan kita punya potensi yang bisa dibanggakan,” katanya.
    Ia berharap ke depan semakin banyak anak muda Empat Lawang yang berani mengikuti ajang serupa, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
    “Kalau ada kesempatan, ambil. Jangan takut gagal. Karena dari proses itu kita belajar. Saya sendiri merasakan bagaimana proses ini membentuk saya menjadi lebih percaya diri,” tambahnya.
    Bagi Justine, membawa nama Empat Lawang ke panggung Sumatera Selatan menjadi kebanggaan tersendiri.
    Ia pun mempersembahkan pencapaian tersebut untuk keluarga, orang-orang yang memberikan dukungan, serta masyarakat Empat Lawang.
    “Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakan. Terutama keluarga dan orang-orang yang terus memberikan semangat sejak awal. Gelar ini saya persembahkan juga untuk Empat Lawang,” tutup Justine.
    Ajang Putra Putri Sriwijaya sendiri menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa potensi budaya dan pariwisata daerah ke panggung yang lebih luas. (*/red)