Kategori: Peristiwa

  • Rumah Ridwal Kamir Longsor, BPBD Empat Lawang Turun Tangan Lakukan Evakuasi

    Rumah Ridwal Kamir Longsor, BPBD Empat Lawang Turun Tangan Lakukan Evakuasi

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, memicu terjadinya tanah longsor di Desa Karang Dapo Lama, Satu rumah warga dilaporkan terdampak material longsoran.

    Longsor diduga terjadi pada Ahad malam, (24/05/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Material tanah dari tebing di sekitar permukiman warga turun setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang menerima laporan kejadian itu pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebanyak enam personel diterjunkan ke lokasi guna melakukan penanganan darurat dan membantu proses evakuasi.

    Rumah yang terdampak diketahui milik Riduan Kamir (59) warga Desa Karang Dapo Lama. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian rumah mengalami dampak akibat tertimpa material longsor.

    Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan tim BPBD langsung bergerak setelah menerima informasi dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

    “Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, membantu evakuasi, sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak,” kata Fero Ananta

    Penanganan di lokasi juga melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang, pemerintah desa, serta pihak Kecamatan Sikap Dalam. Petugas membantu membersihkan material longsor sekaligus memastikan kondisi rumah warga aman dari potensi longsor susulan.

    Menurut Fero, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko bencana di sejumlah wilayah perbukitan di Kabupaten Empat Lawang. Ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dalam durasi lama.

    “Wilayah perbukitan memang rawan longsor ketika intensitas hujan tinggi. Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika ditemukan retakan tanah atau tanda-tanda longsor,” ujarnya. (Dik)

  • Pulang Silaturahmi Idul Adha, Dua Remaja Putri Di Lubuk Linggau Alami Lakalantas Beruntun Dan Meninggal Dunia

    Pulang Silaturahmi Idul Adha, Dua Remaja Putri Di Lubuk Linggau Alami Lakalantas Beruntun Dan Meninggal Dunia

    LUBUK LINGGAU, seputartv.com – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Depati Said, tepatnya di depan Lapas Lubuklinggau, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

    Dalam peristiwa tersebut, dua remaja putri yakni Hinggit Idraswari dan Ninda Tena Reygusta meninggal dunia setelah mengalami luka serius di bagian kepala.
    Keduanya merupakan warga Kelurahan Lubuk Tanjung dan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

    Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi saat korban pulang dari silaturahmi Hari Raya Idul Adha di rumah temannya.

    Peristiwa nahas itu melibatkan tiga sepeda motor, yakni Honda Beat Deluxe nomor polisi B 3323 WBH yang dikendarai Hinggit Idraswari berboncengan dengan Ninda Tena Reygusta, kemudian Honda Street B 4949 SKT yang dikendarai Febriansyah berboncengan dengan Dika Friamsyah, serta Honda Beat SP B 3327 PCE yang dikendarai Alpian berboncengan dengan Marlian.

    Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP Desi Azhari menjelaskan, kecelakaan bermula saat motor Honda Beat Deluxe yang dikendarai Hinggit melaju dari arah Kelurahan Pelita menuju Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat.
    Saat tiba di lokasi kejadian, korban diduga hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya.

    “Namun saat mencoba mendahului, motor Honda Beat yang dikendarai korban terjatuh ke jalur sebelah kanan bersama pengendaranya,” ujar AKP Desi Azhari kepada wartawan.

    Akibat kejadian tersebut, tabrakan dengan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan pun tidak dapat dihindari hingga menyebabkan kecelakaan beruntun.

    Petugas Satlantas Polres Lubuklinggau yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi para korban.

    Sementara itu, kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengetahui penyebab pasti kejadian. (Yan)

  • Tiga Hari Hilang Belum Ditemukan, Polres Empat Lawang Bersama Warga Intensifkan Pencarian

    Tiga Hari Hilang Belum Ditemukan, Polres Empat Lawang Bersama Warga Intensifkan Pencarian

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Seorang warga bernama Aminah binti M. Ani dilaporkan hilang saat berada di kebun miliknya di wilayah Talang Ngongop, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Hingga Jumat malam (22/5/2026), korban belum berhasil ditemukan meski pencarian telah dilakukan selama dua hari.

    Kapolsek Ulu Musi IPTU Arsan Fajri bersama personel Polsek Ulu Musi, pihak keluarga, dan masyarakat setempat melakukan pencarian langsung di area perkebunan kopi milik korban. Lokasi kebun berada di kawasan perkebunan yang cukup jauh dan harus ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Desa Tanjung Agung.

    Pencarian dilakukan sejak sore hari hingga malam dengan menyisir area perkebunan dan sekitar pondok kebun yang biasa ditempati menantu korban bernama Angga. Namun hingga malam hari, korban belum juga ditemukan.

    Dalam proses pencarian, pihak keluarga sebelumnya menemukan sejumlah barang milik korban berupa satu buah keranjang berisi buah lada, satu bilah parang, dan satu botol air minum. Barang-barang tersebut ditemukan sekitar 10 meter dari pondok di kebun milik korban.

    Selain itu, warga juga melakukan pencarian di sebuah tebat atau kolam yang tidak terurus yang berada sekitar 30 meter dari pondok kebun. Saat dilakukan pengeringan dan pencarian di dalam kolam tersebut, salah satu warga menemukan satu unit handphone tanpa kartu SIM yang kemudian diserahkan kepada anggota Polsek Ulu Musi untuk diamankan.

    Diketahui, korban diduga hilang sejak Selasa lalu dan baru diketahui pihak keluarga pada Kamis, 21 Mei 2026. Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama warga dan keluarga masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada aparat setempat guna membantu proses pencarian.(Red)

  • Cekcok Mulut Berujung Maut, Pria Di Musi Rawas Tewas Dibacok

    Cekcok Mulut Berujung Maut, Pria Di Musi Rawas Tewas Dibacok

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Kasus pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Seorang pria bernama Poden (25), warga Desa Tri Anggun Jaya, Kecamatan Muara Lakitan, meninggal dunia usai diduga dibacok oleh rekan kerjanya sendiri berinisial A, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

    Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah pondok di Desa Tri Anggun Jaya dan pertama kali diketahui oleh saksi berinisial H yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

    Kapolres Musi Rawas melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, insiden bermula saat korban dan pelaku bertemu di pondok tempat kejadian perkara (TKP).

    “Korban dan pelaku sempat terlibat cekcok mulut hingga terjadi perkelahian,” ujar AKP Hendrawan, Jumat (22/5/2026).

    Di tengah pertikaian tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban hingga terjatuh dalam kondisi tidak sadarkan diri.

    Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga bersama saksi kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Cecar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

    Saat ini, pihak Polsek Muara Lakitan bersama tim Opsnal Polres Musi Rawas telah melakukan olah TKP dan pengumpulan barang bukti guna mengungkap motif pasti di balik peristiwa tersebut.

    “Motif sementara masih dalam penyelidikan. Kami juga telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap pelaku,” tegas AKP Hendrawan.

    Kasus ini sontak menghebohkan warga sekitar karena diduga dipicu persoalan sepele yang berujung hilangnya nyawa seseorang. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak berwajib.(Yan)

  • Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    MURATARA, seputartv.com – Konflik antara satwa liar dan warga kembali terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kawanan harimau sumatera dilaporkan kembali memangsa hewan ternak milik warga setempat.

    Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 ekor kerbau milik warga mati diduga akibat diterkam harimau liar. Akibat kejadian tersebut, para peternak mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Peristiwa yang terus berulang itu membuat masyarakat mulai resah dan kehilangan kesabaran. Warga menilai penanganan dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan belum memberikan solusi nyata di lapangan.

    “Kami sudah cukup sabar menghadapi teror harimau ini. Kerbau milik warga habis dimangsa. Kami minta perhatian serius dan tindakan nyata dari BKSDA Sumsel sebelum ada korban jiwa,” ungkap salah seorang warga Desa Kuto Tanjung.

    Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk upaya lokalisir maupun evakuasi satwa liar tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

    Selain menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak, kemunculan harimau di sekitar permukiman dan area perkebunan juga memicu rasa takut di tengah masyarakat, terutama saat beraktivitas di kebun maupun menggembala ternak.

    Masyarakat Ulu Rawas berharap BKSDA Sumsel dapat segera mengambil langkah cepat guna mencegah konflik manusia dan satwa liar semakin meluas. (Yan)