Kategori: Berita terbaru

  • Kejati Sumsel Tahan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Bank BRI

    Kejati Sumsel Tahan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Bank BRI

    PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan akhirnya menetapkan langkah tegas terhadap kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit dari bank BRI kepada PT BSS dan PT SAL. 

    Kini, kelima orang dari delapan orang tersangka telah ditahan oleh penyidik Kejaksan Tinggi Sumatera Selatan.

    Kedelapan tersangka tersebut yakni berinisial KS Kepala Divisi Agribisnis kantor pusat periode 2010-2014, SL Kepala Divisi Analisis Risiko Kredit periode 2010-2015, WS Wakil Kepala Divisi Agribisnis periode 2013-2017, IJ Kepala Divisi Agribisnis periode 2011-2013, LS Wakil Kepala Divisi ARK periode 2010-2016,

    Lalu AFB Group Head Divisi ARK periode 2008-2014, KAA Group Head Divisi Agribisnis periode 2010-2012 dan TP Group Head Divisi Agribisnis periode 2012-2017.

    Kepala Kejati Sumsel Ketut Sumedana mengatakan, tim penyidik Pidsus telah memanggil delapan tersangka terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas pinjaman/kredit dari salah satu bank pemerintah kepada PT BSS dan PT SAL periode 2010–2014.

    “Dari delapan tersangka, tujuh hadir memenuhi panggilan. Ketujuhnya yang hadir masing-masing berinisial KW, SL, WH, II, LS, KA, dan TP. Sementara satu tersangka lainnya, AC, tidak hadir karena sedang menjalani perawatan akibat sakit ginjal di rumah sakit di Jakarta,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

    Dari hasil pemeriksaan, lima tersangka yakni KW, SL, WH, II, dan LS langsung ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari, terhitung mulai 7 April hingga 26 April 2026.

    “Sementara dua tersangka lainnya, KA dan TP, tidak ditahan karena alasan kesehatan. KA diketahui menderita penyakit jantung, sedangkan TP mengalami penyakit autoimun, yang diperkuat dengan rekam medis,”jelas Kejati Sumsel.

    Diketahui sebelumnya Wakil Kepala Kejati Sumsel Anton Delianto mengatakan, kedelapan orang tersebut telah diperiksa sebagai saksi namun dari hasil pemeriksaan penyidik menyimpulkan adanya keterlibatan dalam perkara sehingga statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

    “Sampai saat ini total saksi yang telah diperiksa mencapai 115 orang,”ungkapnya.

    Menurut Anton, kasus ini bermula saat PT BSS pada tahun 2011 mengajukan permohonan kredit investasi pembangunan kebun inti dan plasma senilai Rp 760,8 miliar. Pengajuan itu dilakukan melalui divisi agribisnis kantor pusat bank pemerintah.

    “Kemudian pada 2013, PT SAL kembali mengajukan kredit investasi pembangunan kebun kelapa sawit inti dan plasma sebesar Rp 677 miliar,”katanya.

    Dalam prosesnya, tim analisa kredit diduga memasukkan data dan fakta yang tidak benar dalam memorandum analisa kredit. Hal ini menyebabkan pemberian kredit tidak sesuai ketentuan, termasuk terkait agunan, pencairan plasma, serta pembangunan kebun.

    Tak hanya itu, kedua perusahaan juga mendapatkan tambahan fasilitas kredit pembangunan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) dan kredit modal kerja. Total plafon kredit yang diterima, PT SAL: Rp 862,25 miliar, PT BSS: Rp 900,66 miliar

    “Namun dalam perjalanannya, kredit tersebut kini masuk kategori kolektabilitas lima atau macet,”tegasnya.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan, Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 KUHP. Beserta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan aturan penyesuaian pidana terbaru. (Red)

  • Manfaat Kemajuan Digital Dalam Dunia Pendidikan

    Manfaat Kemajuan Digital Dalam Dunia Pendidikan


    seputartv.com – Di era digital ini, pendidikan mengalami perubahan yang cukup besar dibandingkan beberapa dekade lalu. Dengan kemajuan teknologi, siswa dan pendidik memiliki akses yang lebih luas ke informasi, metode pembelajaran, dan interaksi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Tapi, di balik manfaat tersebut, ada beberapa tantangan yang juga perlu kita sadari dan atasi.

    1. Pembelajaran yang Lebih Fleksibel Pendidikan digital menawarkan fleksibilitas yang luar biasa. Dulu, belajar terbatas pada ruang kelas dan waktu tertentu. Sekarang, dengan akses internet, siswa bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Ada berbagai platform online, seperti aplikasi dan situs e-learning, yang memungkinkan siswa mengikuti kelas tanpa harus bertemu langsung dengan
    pengajar. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu
    atau akses ke institusi pendidikan.

    2. Mengembangkan
    Kemampuan Berpikir Kritis

    Dengan begitu banyak informasi di internet, siswa dituntut untuk memilah-milah mana informasi yang benar dan mana yang perlu diperiksa
    lagi. Ini mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis. Mereka perlu belajar untuk memverifikasi informasi, mengecek sumber
    yang terpercaya, dan tidak mudah percaya pada berita atau konten yang viral
    tanpa melakukan pengecekan.

    3.                
    Mempersiapkan
    Siswa untuk Dunia Kerja Digital

    Dunia kerja saat ini membutuhkan keterampilan digital yang
    semakin spesifik, seperti kemampuan menggunakan perangkat lunak tertentu,
    analisis data, dan pemahaman dasar tentang pemrograman. Dengan memperkenalkan
    teknologi sejak dini dalam pendidikan, siswa dapat lebih siap menghadapi
    persaingan di dunia kerja. Ini juga membantu mereka untuk memiliki keterampilan
    yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

    4.                
    Tantangan:
    Kesenjangan Akses Teknologi

    Tidak
    semua siswa memiliki akses teknologi yang sama. Ketidakmampuan untuk mengakses
    internet dan perangkat seperti komputer atau tablet masih merupakan masalah
    besar di beberapa tempat. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan pendidikan
    semakin besar antara wilayah yang maju dan yang tertinggal. Oleh karena itu,
    sangat penting bagi pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan bahwa
    teknologi pendidikan tersedia untuk semua orang.

    1.      Pentingnya Pendidikan Karakter di Era
    Digital

    Meskipun teknologi memiliki banyak manfaat, pendidikan
    tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan karakter menjadi
    semakin penting di era digital ini. Di tengah arus media sosial yang terus
    berkembang, anak-anak dan remaja perlu belajar bagaimana menggunakan teknologi
    dengan benar, menghargai privasi, dan pentingnya menjaga kesehatan mental.

    Kesimpulan

    Pendidikan
    di era digital membuka peluang baru, namun juga membawa tantangan yang perlu
    kita hadapi bersama. Sebagai masyarakat yang semakin terhubung secara digital,
    kita perlu memastikan bahwa setiap orang mendapatkan manfaat dari kemajuan ini
    tanpa mengabaikan aspek-aspek pendidikan dasar yang tetap relevan. Dengan
    demikian, pendidikan di era digital bisa mencetak generasi yang cerdas, kritis,
    dan berkarakter.

  • Polres Empat Lawang Siap Tindak Lanjuti Putusan Praperadilan, Akan Evaluasi Proses Penyidikan

    Polres Empat Lawang Siap Tindak Lanjuti Putusan Praperadilan, Akan Evaluasi Proses Penyidikan

    EMPAT LAWANG — Kepolisian Resor Empat Lawang menyatakan menerima dan menghormati putusan praperadilan terkait perkara dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang diajukan oleh Jimmi Suganda melalui kuasa hukumnya.

    Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, IPTU Eko Setiawan, mengatakan putusan praperadilan merupakan bagian dari mekanisme hukum yang berfungsi menguji tindakan penyidik. Menurutnya, proses tersebut menjadi bentuk pengawasan dalam sistem peradilan.

    “Putusan praperadilan adalah bagian dari kontrol terhadap kinerja penyidik. Kami menghormati hasil tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi,” kata Eko.

    Ia menyebut, pihak kepolisian akan menindaklanjuti putusan hakim sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melengkapi administrasi penyidikan yang dinilai masih kurang.

    Selain itu, kepolisian juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan perkara apabila di kemudian hari ditemukan bukti baru yang memenuhi syarat hukum.

    “Jika ada novum atau bukti baru, perkara dapat diproses kembali sesuai prosedur,” ujarnya.

    Polres Empat Lawang menyatakan tetap berkomitmen menjalankan penegakan hukum secara profesional dan akuntabel, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan yang berlaku. (Dik)

  • Polres Pagar Alam Komitmen Akan Profesional Dalam Penanganan Kasus Satu Peristiwa, Dua Delik Berbeda

    Polres Pagar Alam Komitmen Akan Profesional Dalam Penanganan Kasus Satu Peristiwa, Dua Delik Berbeda

    PAGAR ALAM – Kasus di Pagar Alam mengungkap ironi hukum: seorang atasan ditetapkan sebagai tersangka pencabulan, sementara korban justru menjadi tersangka dalam perkara Akses data Ponsel tanpa izin. Polisi tegaskan bahwa kedua perkara tersebut berdiri sendiri dengan delik yang berbeda.

    Satu rangkaian peristiwa di Kota Pagar Alam menyeret dua pihak ke jalur hukum berbeda: UB, seorang atasan, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan, sementara korban RA justru berstatus tersangka dalam perkara akses data ponsel tanpa izin ini menunjukkan bagaimana satu konflik dapat melahirkan dua delik hukum yang berdiri sendiri dan diproses terpisah oleh penyidik.

    Di balik perkara yang menyita perhatian publik ini, Polres Pagar Alam menegaskan bahwa meski melibatkan orang yang sama, kedua kasus memiliki konstruksi hukum berbeda. UB kini menjalani proses hukum sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencabulan, sementara RA  berstatus tersangka dalam perkara dugaan akses data ponsel tanpa izin.

    Kasus pertama bermula dari laporan RA terkait dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada 30 November 2025 di ruang berangkas Kantor Pos Pagar Alam. Dalam laporan tersebut, UB yang merupakan atasan korban diduga melakukan tindakan cabul berupa merangkul, mencium, hingga melakukan kontak fisik disertai ancaman dan paksaan.

    Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pagar Alam kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, mulai dari pemeriksaan tujuh saksi, pendampingan korban, hingga pengumpulan barang bukti berupa rekaman video dan pakaian. 

    Hasil gelar perkara menetapkan UB sebagai tersangka, dengan sangkaan Pasal 414 KUHP serta ketentuan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

    Tak hanya itu, UB juga telah ditahan sejak 7 Februari 2026 dengan pertimbangan ancaman pidana di atas sembilan tahun serta kekhawatiran melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

    Namun, di sisi lain, perkara berbeda justru menempatkan RA sebagai tersangka. Kasus ini berangkat dari laporan UB terkait dugaan Akses data ponsel tanpa izin. 

    RA diduga mengakses ponsel milik UB tanpa izin saat berada di lingkungan kerja, lalu membuka galeri dan mengirimkan foto yang mengandung unsur sensitif kepada pihak lain.

    Penyelidikan dan Penyidikan yang dilakukan Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Pagar Alam mengungkap bahwa tindakan tersebut memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 332 ayat (1) KUHP jo penyesuaian tindak pidana tahun 2026. Barang bukti berupa beberapa unit ponsel serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik memperkuat dugaan tersebut.

    RA kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 25 Maret 2026 setelah melalui gelar perkara dan koordinasi dengan jaksa penuntut umum.

    Kapolres AKBP Januar Kencana Setia Persada S.Ik, melalui Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Mansyur, Amd,Kep,S.H menegaskan bahwa kedua perkara ini tidak saling meniadakan, karena memiliki unsur dan objek hukum yang berbeda.

    “Perlu dipahami bahwa ini adalah dua perkara yang berbeda delik. Kasus pencabulan yang menjerat saudara UB ditangani oleh Unit PPA, sedangkan perkara Akses Data ponsel tanpa izin yang menjerat saudari RA ditangani oleh Unit Pidsus Satreskrim Polres Pagar Alam. Keduanya berjalan sesuai alat bukti masing-masing dan tidak saling mempengaruhi secara hukum,” tegas Iptu Mansyur.

    Ia juga menambahkan bahwa status korban dalam satu perkara tidak menghapus kemungkinan seseorang menjadi tersangka dalam perkara lain.

    “Dalam hukum pidana, seseorang bisa saja menjadi korban dalam satu kasus, namun juga menjadi pelaku dalam kasus yang berbeda. Semua bergantung pada fakta hukum dan pembuktian,” lanjutnya.

    Kasus ini menjadi potret kompleksitas penegakan hukum, di mana satu relasi kerja berujung pada dua jalur pidana berbeda. Di satu sisi, aparat menindak tegas dugaan kekerasan seksual, namun di sisi lain juga menegakkan hukum berkaitan mengakses data Ponsel tanpa izin.

    Penyidik memastikan kedua perkara akan terus diproses hingga tahap pelimpahan berkas ke Jaksa Penuntut Umum, dengan komitmen menjaga profesionalitas.

    “Kami pastikan setiap laporan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” Tutupnya. (Tom)

  • Gelar Upacara PTDH Personel Pelanggar Kode Etik, Kapolres; Komitmen Tegakkan Disiplin

    Gelar Upacara PTDH Personel Pelanggar Kode Etik, Kapolres; Komitmen Tegakkan Disiplin

    PAGARALAM, seputar TV.com – Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., memimpin langsung upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap salah satu personel yang melanggar kode etik profesi Polri, Senin (06/04/2026) pagi di halaman Mapolres Pagar Alam.

    Upacara PTDH tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kapolda Sumatera Selatan Nomor Kep/62/I/2026, dengan personel yang diberhentikan yakni Inisial Bripda (RR) , yang sebelumnya bertugas sebagai Ba Sat Samapta Polres Pagar Alam.

    Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti oleh seluruh pejabat utama, personel Polri, serta ASN Polres Pagar Alam. Prosesi upacara meliputi pembacaan keputusan, pelepasan atribut dinas oleh Inspektur Upacara, hingga pengembalian yang bersangkutan sebagai warga sipil.

    Dalam amanatnya, Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada. SIK menegaskan bahwa pelaksanaan PTDH ini merupakan bentuk komitmen institusi Polri dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi secara tegas tanpa pandang bulu.

    Kapolres juga menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil melalui proses panjang dan pertimbangan matang, sehingga diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan nama baik institusi Polri.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Mansyur,Amd,Kep, SH, menambahkan bahwa langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku, sekaligus mengajak seluruh personel untuk menjadikan peristiwa ini sebagai introspeksi agar tidak melakukan pelanggaran serupa di kemudian hari.