Kategori: Berita terbaru

  • Kajati Sumsel: Laporan Masyarakat terhadap Kajari Pagar Alam dan 4 Jaksa Lainnya Tidak Terbukti

    Kajati Sumsel: Laporan Masyarakat terhadap Kajari Pagar Alam dan 4 Jaksa Lainnya Tidak Terbukti

    PALEMBANG – Terungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pagar Alam Ira Febriana dan empat orang jaksa lainnya menyatakan bahwa laporan masyarakat tidak terbukti.

    Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Ketut Sumedana menegaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi secara menyeluruh, baik terhadap pihak yang dilaporkan maupun pihak-pihak terkait lainnya.

    “Dari hasil pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan orang-orang yang disebut dalam laporan, memang ada sejumlah tuduhan permintaan tertentu. Namun setelah kami klarifikasi langsung di lapangan, tidak ditemukan adanya bukti yang mendukung laporan tersebut,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

    Ditambahkannya, proses pemeriksaan dilakukan secara objektif dan profesional dengan melibatkan tim dari pusat dan daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

    Meski hasilnya tidak terbukti, Ketut menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan pembinaan terhadap para jaksa yang bersangkutan.

    “Kalau memang ditemukan pelanggaran, tentu akan langsung kami proses sesuai hukum yang berlaku. Namun karena tidak terbukti, kami tetap melakukan pembinaan selama 10 hari ke depan,” jelasnya.

    Saat ini, Ira Febriana bersama jaksa lainnya masih menjalankan tugas dan untuk sementara berkantor di Kejati Sumsel selama masa pembinaan berlangsung.

    Ketut juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan aparat penegak hukum. Namun, ia menekankan pentingnya menyertakan bukti yang jelas agar laporan dapat ditindaklanjuti secara maksimal.

    “Kami terbuka terhadap setiap laporan masyarakat. Tapi tentu harus disertai data dan fakta yang valid, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tutupnya.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pagar Alam Ira Febriana dan empat jaksa lain yang bertugas di Pagar Alam diperiksa oleh tim dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kejati Sumsel terkait adanya laporan yang masuk.

    Kabar itu dibenarkan oleh Kejati Sumsel Ketut Sumedana. Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan usai tim menerima laporan masyarakat.

    “Semuanya kita periksa di Kejati termasuk Kejari Pagar Alam ada sekitar empat sampai lima orang yang kita periksa terkait laporan masyarakat, bukan OTT ya,” katanya kepada media seputartv.com, Selasa (31/3/2026).

    Ketut menjelaskan pemeriksaan ini juga bentuknya klarifikasi terhadap laporan masyarakat apakah benar kebenarannya atau tidak.

    “Pemeriksaan ini klarifikasi terhadap laporan itu, hari ini masih di periksa di Kejati dan tim juga ada yang ke Pagar Alam untuk mengecek laporan tersebut,” ungkapnya. (Win)

  • Belum 24 Jam Polres Lahat Tangkap Pelaku Mutilasi, Pelaku Diduga anak Kandung Korban

    Belum 24 Jam Polres Lahat Tangkap Pelaku Mutilasi, Pelaku Diduga anak Kandung Korban

    LAHAT – Diduga pelaku mutilasi atau penemuan mayat dalam tiga kantong plastik yang terkubur diladang kebun di Desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat sumatera Selatan berhasil ditangkap Satuan Reserse kriminal Polres Lahat, penangkapan terhadap terduga pelaku berlangsung sebelum 24 jam dari peristiwa awal penemuan jazad tersebut.

    Mirisnya, diduga pelaku pembunuhan tersebut merupakan anak kandung korban itu sendiri berinisial AF, dimana pasca peristiwa pembunuhan tersebut terduga pelaku sempat melarikan diri dan akhirnya ditangkap.

    Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, melalui Kasi Humas AKP Mastoni membenarkan atas telah ditangkapnya terduga pelaku.

    “Ya terduga pelaku kini telah kita amankan di Mapolres Lahat dan masih dalam proses pendalaman untuk mengetahui motif dari terduga pelaku hingga peristiwa ini terjadi,” jelas Mastoni kepada media seputartv.com.

    Lanjut Mastoni, terduga pelaku dari pembunuhan ini merupakan anak kandung korban sendiri.

    Seperti telah diberitakan sebelumnya, peristiwa ini bermula adanya kecurigaan pihak keluarga dimana korban dalam kurun waktu hampir satu minggu terakhir tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

    Keluarga korban pun melakukan pencarian dan didapati sebuah galian tanah yang telah ditimbun kembali di ladang milik korban, setelah dilakukan pembongkaran ditemukan tiga kantong plastik besar yang berisi potongan tubuh dan diduga kuat itu adalah korban yang selama ini dicari.

    Adanya temuan jazad yang diduga korban mutilasi ini, akhirnya pihak Polres Lahat bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti.

    selang tak berapa lama sebelum 24 jam akhirnya, satreskrim polres lahat pun berhasil menangkap pelaku atas pembunuhan yang membuat geger warga lahat dan sekitarnya ini. (Win)

  • Buat Kamu Yang Hobi Mager, Nih Manfaat Produktif Fisik Bagi Kesehatan Kamu

    Buat Kamu Yang Hobi Mager, Nih Manfaat Produktif Fisik Bagi Kesehatan Kamu

    seputartv.com – Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 37,4% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas kurang melakukan aktivitas fisik, sedangkan 62,6% cukup beraktivitas fisik.

    Masih dari hasil survei yang sama, terdapat empat alasan utama masyarakat Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik secara memadai. Sebanyak 48,7% menyatakan tidak ada waktu, 32,6% mengaku malas, 19,5% menyebut sudah lanjut usia, dan 9,8% merasa tidak memiliki rekan beraktivitas.

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa perilaku hidup aktif belum sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

    Mengapa aktivitas fisik penting?

    Aktivitas fisik tidak terbatas pada olahraga formal seperti berlari atau bersepeda, tetapi mencakup setiap bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi di atas kondisi istirahat.

    Pedoman global WHO merekomendasikan agar orang dewasa berusia 18–64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150–300 menit per minggu, sementara anak dan remaja dianjurkan aktif secara fisik minimal 60 menit per hari. Aktivitas rutin terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas (WHO, 2020).

    Rekomendasi Aksi Praktis untuk Masyarakat

    Rendahnya tingkat aktivitas fisik dapat diatasi dengan strategi realistis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sisihkan waktu khusus untuk bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ke warung, bersepeda ringan, atau menggunakan tangga dapat membantu meningkatkan kebugaran tanpa memerlukan peralatan mahal.

    Kedua, libatkan keluarga, teman atau bergabung dengan komunitas. Saat ini terdapat banyak kelompok komunitas yang bergabung misalnya melalui WhatsApp Grup (WAG) dan melakukan aktivitas menarik bersama. Dukungan sosial terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi aktivitas.

    Ketiga, buat aktivitas fisik menjadi menyenangkan. Prinsip enjoyable movement” membantu seseorang mempertahankan rutinitas. Bisa dimulai dari hobi seperti menari, yoga, atau permainan outdoor ringan.

    Kesehatan bukan hanya urusan medis, melainkan hasil dari kebiasaan hidup yang terpelihara. Kesehatan dapat diperoleh dengan cara yang mudah, murah dan sederhana. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten —berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar melakukan peregangan di sela pekerjaan,  masyarakat dapat membangun budaya hidup aktif. Dari langkah kecil itulah harapan besar muncul: Indonesia yang lebih sehat dan lebih bugar.

    Terakhir, rutinlah memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan untuk deteksi dini penyakit. Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis.


    Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 37,4% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas kurang melakukan aktivitas fisik, sedangkan 62,6% cukup beraktivitas fisik.

    Masih dari hasil survei yang sama, terdapat empat alasan utama masyarakat Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik secara memadai. Sebanyak 48,7% menyatakan tidak ada waktu, 32,6% mengaku malas, 19,5% menyebut sudah lanjut usia, dan 9,8% merasa tidak memiliki rekan beraktivitas.

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa perilaku hidup aktif belum sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

    Mengapa aktivitas fisik penting?

    Aktivitas fisik tidak terbatas pada olahraga formal seperti berlari atau bersepeda, tetapi mencakup setiap bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi di atas kondisi istirahat.

    Pedoman global WHO merekomendasikan agar orang dewasa berusia 18–64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150–300 menit per minggu, sementara anak dan remaja dianjurkan aktif secara fisik minimal 60 menit per hari. Aktivitas rutin terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas (WHO, 2020).

    Rekomendasi Aksi Praktis untuk Masyarakat

    Rendahnya tingkat aktivitas fisik dapat diatasi dengan strategi realistis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sisihkan waktu khusus untuk bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ke warung, bersepeda ringan, atau menggunakan tangga dapat membantu meningkatkan kebugaran tanpa memerlukan peralatan mahal.

    Kedua, libatkan keluarga, teman atau bergabung dengan komunitas. Saat ini terdapat banyak kelompok komunitas yang bergabung misalnya melalui WhatsApp Grup (WAG) dan melakukan aktivitas menarik bersama. Dukungan sosial terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi aktivitas.

    Ketiga, buat aktivitas fisik menjadi menyenangkan. Prinsip enjoyable movement” membantu seseorang mempertahankan rutinitas. Bisa dimulai dari hobi seperti menari, yoga, atau permainan outdoor ringan.

    Kesehatan bukan hanya urusan medis, melainkan hasil dari kebiasaan hidup yang terpelihara. Kesehatan dapat diperoleh dengan cara yang mudah, murah dan sederhana. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten —berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar melakukan peregangan di sela pekerjaan,  masyarakat dapat membangun budaya hidup aktif. Dari langkah kecil itulah harapan besar muncul: Indonesia yang lebih sehat dan lebih bugar.

    Terakhir, rutinlah memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan untuk deteksi dini penyakit. Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis.(MGA)

  • Geger, Wanita Parubaya Di Lahat Ditemukan Tewas Terkubur Dalam 3 Kantong Plastik

    Geger, Wanita Parubaya Di Lahat Ditemukan Tewas Terkubur Dalam 3 Kantong Plastik

    LAHAT – Setelah satu minggu tak terlihat melakukan aktivitas seperti biasanya, seorang wanita parubaya berinisial SA (63) warga Desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat sumatera Selatan akhirnya dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

    Upaya pencarian pun dilakukan oleh pihak keluarga bersama aparat Desa setempat dan anggota Kepolisian Resort Lahat.

    Saat dalam proses pencarian, anak kandung korban mendapat informasi dari seseorang bahwa pada beberapa hari terakhir adanya aktivitas penggalian tanah yang mencurigakan di lahan kebun milik korban.

    Berbekal informasi tersebut akhirnya pihak keluarga bersama warga dan aparat desa melakukan pencarian dilahan yang dimaksud dan ditemukan sebuah galian tanah yang telah ditimbun kembali.

    Setelah Dilakukan penggalian alangkah kagetnya, terlihat didalam lubang tersebut terdapat tiga buah karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia yang diduga kuat korban yang hilang.

    Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto melalui Kasi Humas Polres Lahat AKP Mastoni kepada media ini ketika di konfirmasi menjelaskan, setelah mendapat laporan pihak Polres Lahat yang terdiri dari Tim Inafis, Satreskrim dan Polsek Pulau Pinang langsung menuju lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara lalu mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke RSUD Lahat guna dilakukan autopsi.

    ” Satuan Reserse Kriminal saat ini terus melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengumpulan alat bukti guna mengungkap secara jelas peristiwa ini, alhamdullilah kita telah mengantongi terduga pelaku dan saat ini personil sedang melakukan pengejaran,” terang Mastoni kepada tim seputartv.com.

    Pihak Polres Lahat mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, saat ini situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan masih terus berlangsung secara intensif. (Win)

  • Seorang Pria Terpaksa Masuk Hotel Prodeo Usai Edarkan Ganja Hampir 1kg

    Seorang Pria Terpaksa Masuk Hotel Prodeo Usai Edarkan Ganja Hampir 1kg

    PAGARALAM, seputar tv.com – Polres Pagar Alam berhasil mengungkap kasus narkotika jenis ganja seberat 800 gram dan mengamankan satu tersangka yang berperan sebagai pengedar di wilayah Dempo Utara.

    Pagar Alam – Sat Resnarkoba Polres Pagar Alam berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ganja dengan mengamankan satu orang tersangka berinisial PG beserta barang bukti seberat 800 gram di wilayah Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam.

    Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melalui Kasat Narkoba Iptu Doris Pidriandi, S.H.,M.S.I didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur, Amd. Kep, S.H., membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

    “Benar, Sat Resnarkoba Polres Pagar Alam telah mengamankan satu orang tersangka berinisial PG yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis ganja dengan barang bukti seberat 800 gram,” ujar Iptu Doris.

    Peristiwa penangkapan terjadi pada Senin, 06 April 2026 sekira pukul 23.00 WIB, di sebuah rumah yang beralamat di Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam.

    Tersangka yang diamankan diketahui berinisial PG (20), warga setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka berperan sebagai pengedar atau kurir.

    Dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas dan disaksikan warga setempat, ditemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis daun ganja yang dibungkus dalam karung beras terlakban dan dilapisi plastik hitam dengan berat bruto 800 gram, serta dua bal kertas papier.

    “Barang bukti ditemukan di bawah meja dapur rumah tersangka, dan yang bersangkutan mengakui bahwa ganja tersebut merupakan miliknya yang akan diedarkan kembali,” jelasnya.

    Selain itu, hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung metamfetamin dan THC.

    Kasat Narkoba menambahkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas tersangka yang diduga sering melakukan transaksi narkotika di lokasi tersebut.

    “Berbekal informasi dari masyarakat, anggota kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada di dalam rumahnya,” tambah Iptu Doris.

    Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pagar Alam guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Terhadap tersangka Pasal yang disangkakan, pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP atau pasal 111 ayat(1) UU nomor 35 tahun 2009 ttg Narkotika

    Polisi juga tengah melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

    Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pengamanan tersangka dan barang bukti, pemeriksaan urine dan kesehatan, uji laboratorium, pemeriksaan saksi-saksi, hingga gelar perkara.

    Untuk proses selanjutnya, penyidik akan melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Polres Pagar Alam mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika di lingkungan masing-masing demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (TOM )