Kategori: Berita terbaru

  • Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    Belasan Kerbau Di Muratara Dimangsa Harimau, BKSDA Sumsel Diminta Bertindak

    MURATARA, seputartv.com – Konflik antara satwa liar dan warga kembali terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kawanan harimau sumatera dilaporkan kembali memangsa hewan ternak milik warga setempat.

    Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 ekor kerbau milik warga mati diduga akibat diterkam harimau liar. Akibat kejadian tersebut, para peternak mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

    Peristiwa yang terus berulang itu membuat masyarakat mulai resah dan kehilangan kesabaran. Warga menilai penanganan dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan belum memberikan solusi nyata di lapangan.

    “Kami sudah cukup sabar menghadapi teror harimau ini. Kerbau milik warga habis dimangsa. Kami minta perhatian serius dan tindakan nyata dari BKSDA Sumsel sebelum ada korban jiwa,” ungkap salah seorang warga Desa Kuto Tanjung.

    Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk upaya lokalisir maupun evakuasi satwa liar tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

    Selain menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak, kemunculan harimau di sekitar permukiman dan area perkebunan juga memicu rasa takut di tengah masyarakat, terutama saat beraktivitas di kebun maupun menggembala ternak.

    Masyarakat Ulu Rawas berharap BKSDA Sumsel dapat segera mengambil langkah cepat guna mencegah konflik manusia dan satwa liar semakin meluas. (Yan)

  • Polres Empat Lawang Berhasil Ungkap Penadahan Motor Hasil Curanmor

    Polres Empat Lawang Berhasil Ungkap Penadahan Motor Hasil Curanmor

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Satuan Reserse kriminal Unit Pidana Umum Polres Empat Lawang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penadahan kendaraan bermotor hasil curanmor, selain mengamankan kendaraan hasil tadahan aparat juga menangkap seorang terduga pelaku berinisial AS.

    Kejadian bermula saat sepeda motor milik korban bernama Patahulah Risky warga Desa Kemang Manis Kecamatan tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, dimana saat itu sepeda motor milik korban berada di rumahnya dan hilang di curi oleh pelaku pada dini hari, Rabu (06/05/2026).

    Menyadari sepeda motor miliknya telah hilang saat terbangun dan melihat pintu depan rumah dalam keadaan terbuka, korban lantas mengecek CCTV miliknya dan terlihat dua orang pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BG 5971 SC miliknya lalu korban pun melaporkan peristiwa ini kepada aparat Kepolisian.

    Akhirnya, Aparat dari Unit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang berhasil menangkap terduga Pelaku AS tanpa perlawanan di Wilayah Talang Durian Kecamatan talang Padang pada Kamis (21/05/2026).

    Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi membenarkan, bahwa jajarannya telah melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dan mengamankan kendaraan hasil curian tersebut.

    ” Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Empat Lawang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan tersangka, penyitaan barang bukti, melengkapi administrasi penyidikan serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum,” Ungkapnya kepada Media seputartv.com pada Jumat (22/05/2026).

    Kapolres Empat Lawang mengimbau, agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas serta segera melapor dan memberikan informasi kepada aparat Kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar. (Red)

  • Afri Dwi Firdinanda Resmi Jabat Ketua AMKI Empat Lawang

    Afri Dwi Firdinanda Resmi Jabat Ketua AMKI Empat Lawang

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Afri Dwi Firdinanda atau lebih dikenal dengan panggilan Nanda, resmi di percaya menjabat sebagai ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Empat Lawang.

    Pelantikan Pengurus AMKI Kabupaten / Kota se-Sumatera Selatan dilakukan di Kota Palembang pada beberapa waktu yang lalu, termasuk Pengurus AMKI Kabupaten Empat Lawang.

    Ketua AMKI Kabupaten Empat Lawang Afri Dwi Firdinanda menyebut, pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sumatera Selatan menjadi momentum penting bagi media lokal di Kabupaten Empat Lawang untuk memperkuat kualitas dan daya saing di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat.

    Menurut Afri, keberadaan organisasi media saat ini sangat dibutuhkan sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah memperkuat profesionalisme insan pers daerah khususnya di Kabupaten Empat Lawang.

    ” Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi akan tetapi menjadi ruang bersama bagi media-media lokal untuk saling menguatkan, meningkatkan profesionalisme, dan beradaptasi menghadapi perkembangan zaman,” ujar Afri.

    Ditambahkannya, tantangan media saat ini tidak mudah, terutama di tengah persaingan informasi yang sangat cepat dan deras di media sosial. Karena itu menurutnya, media harus tetap menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik.

    ” Media hari ini dituntut cepat, tapi juga harus tetap akurat dan berintegritas. Itu yang harus terus dijaga. Kehadiran AMKI diharapkan bisa menjadi wadah untuk memperkuat kualitas media dan solidaritas antar pengelola media,” Imbuhnya.

    Lebih lanjut, Afri mengatakan media lokal di Empat Lawang tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi informasi yang terus berubah.

    Media daerah harus mampu berkembang, memperkuat kualitas pemberitaan, dan mampu bersaing tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.

    ” Media lokal di Empat Lawang harus bisa bersaing. Bukan hanya cepat menyampaikan informasi, tapi juga harus mampu menjaga kualitas berita dan kepercayaan masyarakat. Kehadiran AMKI diharapkan bisa menjadi wadah untuk memperkuat kualitas media dan solidaritas antarpengelola media,” jelasnya.

    Afri pun menilai, keberadaan AMKI dapat menjadi ruang bersama bagi media-media di Empat Lawang untuk memperkuat solidaritas, membangun komunikasi antar pengelola media, hingga menciptakan kolaborasi yang sehat dalam dunia pers daerah.

    Ia pun berharap, AMKI mampu menjadi organisasi yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai pihak tanpa meninggalkan independensi pers.

    “Kita ingin AMKI menjadi organisasi yang sehat, aktif, dan benar-benar memberi manfaat bagi insan media. Kolaborasi penting, tapi independensi juga harus tetap dijaga,”  tutupnya.(Red)

  • Diduga Lecehkan Santrinya, Pemilik Ponpes Diamankan Aparat Polres Musi Rawas

    Diduga Lecehkan Santrinya, Pemilik Ponpes Diamankan Aparat Polres Musi Rawas

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Seorang pemilik pondok pesantren (ponpes) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial FI diamankan pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang santriwati berinisial DI (17).

    Kasus tersebut terungkap usai orang tua korban melapor ke pihak berwajib. Saat ini perkara tersebut tengah ditangani Satreskrim Polres Musi Rawas.

    Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Redho Agus Suhendra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka diduga beberapa kali melakukan perbuatan asusila terhadap korban yang masih di bawah umur.

    “Lokasi kejadian berada di kawasan kebun sawit Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, namun waktunya berbeda-beda,” ujar Redho, Kamis (21/5/2026).

    Menurut polisi, kejadian terakhir diduga terjadi pada awal Mei 2026 saat korban diajak ke kebun milik tersangka dengan alasan praktik kerja lapangan.

    “Korban diajak ke kebun lalu dibawa ke pinggir sungai dengan alasan memancing. Saat hanya berdua, diduga terjadi perbuatan tersebut,” jelasnya.

    Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang merupakan teman korban. Dari hasil pemeriksaan, saksi membenarkan korban sempat berduaan dengan tersangka di lokasi kejadian.

    Kasus ini dilaporkan keluarga korban pada 12 Mei 2026. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan serta visum terhadap korban.

    “Ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya dan langsung diamankan di Polres Musi Rawas,” ungkap Redho.

    Saat ini tersangka masih menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kasus tersebut guna memastikan ada atau tidaknya korban lain. (Yan)

  • Kembali Satu Orang Terduga Pelaku Penembakan Di Musi Rawas Menyerahkan Diri Ke Polisi

    Kembali Satu Orang Terduga Pelaku Penembakan Di Musi Rawas Menyerahkan Diri Ke Polisi

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Tim Satreskrim Polres Musi Rawas kembali berhasil mengamankan satu dari lima terduga pelaku penembakan yang terjadi di Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan. Terduga pelaku berinisial HS (46) menyerahkan diri kepada pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut.

    Sebelumnya, empat terduga pelaku lainnya telah lebih dahulu diamankan oleh Tim Gabungan Polda Sumsel, Polsek Muara Lakitan, serta Tim Satreskrim Polres Musi Rawas beberapa hari lalu. Dengan menyerahkan dirinya HS, maka total lima orang terduga pelaku kini telah berada dalam pengamanan pihak kepolisian.

    Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (21/05/2026), HS terlihat digelandang oleh anggota Unit Pidum Satreskrim Polres Musi Rawas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terduga pelaku tampak lesu saat memasuki ruang pemeriksaan guna dimintai keterangan oleh penyidik.

    Kasus penembakan yang terjadi di Desa Semeteh tersebut sebelumnya sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap dan mengamankan para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait motif penembakan serta peran masing-masing terduga pelaku. Penyidik juga masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi guna melengkapi proses hukum yang sedang berjalan.

    Belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Musi Rawas mengenai detail kronologi kejadian maupun peran spesifik dari masing-masing terduga pelaku dalam aksi penembakan tersebut. Polisi memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

    Masyarakat Desa Semeteh berharap kasus ini dapat segera terungkap secara terang benderang dan seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Situasi di wilayah tersebut saat ini terpantau mulai kondusif dengan adanya pengamanan dan pengawasan dari aparat kepolisian. (Tom)