Kategori: Berita terbaru

  • Akibat Longsor, Lahan Persawahan Tak Bisa Digarap, Warga: Sawah Kami Tak Di Aliri Air Lagi

    Akibat Longsor, Lahan Persawahan Tak Bisa Digarap, Warga: Sawah Kami Tak Di Aliri Air Lagi

    LAHAT, seputartv.com  – Warga Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat mengeluhkan kondisi lahan persawahan mereka yang tidak bisa lagi digarap akibat kerusakan bendungan dan longsornya parit irigasi.(10/4/2026)

    Sejumlah warga pemilik lahan, yakni Efandri, Gustian, Solha, Esmartilah, dan Edi, menyampaikan bahwa kerusakan tersebut terjadi pada bendungan buatan warga yang kini telah hancur, serta parit yang longsor karena tidak adanya tembok penahan.

    “Akibat bendungan rusak dan parit longsor, sawah kami tidak bisa dialiri air lagi, sehingga tidak bisa digarap,” ujar perwakilan warga.

    Diperkirakan, luas lahan persawahan yang terdampak mencapai kurang lebih 2 hektare. Kondisi ini tentu sangat merugikan warga yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.

    Warga juga mengungkapkan bahwa permasalahan ini sebelumnya telah disampaikan kepada Kepala Desa Sindang Panjang. Namun hingga saat ini, belum ada penanganan yang dilakukan.

    Mereka berharap pemerintah setempat, baik dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten Lahat, dapat segera turun tangan untuk membantu memperbaiki bendungan dan membangun tembok penahan pada parit yang longsor.

    “Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, agar bendungan bisa dibangun kembali dan sawah kami bisa digarap seperti biasa,” harap warga.

    Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kondisi ini akan terus berlanjut dan berdampak pada menurunnya hasil pertanian serta perekonomian masyarakat setempat.

  • Dua Pria Dan Seorang Wanita Di Pagaralam Dibekuk Aparat Usai Tertangkap kepemilikan Narkoba

    Dua Pria Dan Seorang Wanita Di Pagaralam Dibekuk Aparat Usai Tertangkap kepemilikan Narkoba

    PAGARALAM, seputartv.com – Satresnarkoba Polres Pagar Alam berhasil mengungkap peredaran narkotika di dua lokasi berbeda dengan mengamankan tiga pelaku serta barang bukti sabu seberat 25,60 gram dan ganja 8,39 gram, dalam operasi yang dilakukan pada Rabu, 8 April 2026.

    Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan di sebuah rumah di Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam.

    Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua pelaku masing-masing berinisial M (32)Laki2 Belum bekerja dan berinisial J (34) Laki2 belum bekerja. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan ketua RT setempat, petugas menemukan satu paket besar narkotika jenis sabu yang disimpan dalam kotak rokok serta enam paket ganja.

    Kasat Narkoba Polres Pagar Alam, Iptu Doris Pidriandi SH, mewakili Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur,Amd.Kep, SH, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja cepat anggota di lapangan.

    “Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua pelaku beserta barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja,” ujar Iptu Doris.

    Dari hasil interogasi awal, kedua pelaku mengaku barang haram tersebut merupakan milik bersama dengan seorang pelaku lain yang masih dalam pengejaran. Selain itu, diketahui pula keterlibatan seorang perempuan berinisial IP (22) Belum bekerja ,dalam jaringan tersebut.

    Berdasarkan pengembangan, pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB, petugas kembali bergerak ke Wilayah Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, dan berhasil mengamankan pelaku ketiga, yakni seorang perempuan berinisial IP tersebut.

    “Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu pelaku perempuan di wilayah Kabupaten Lahat yang diduga terkait dengan jaringan peredaran narkotika ini,” tambahnya.

    Selain narkotika, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa timbangan digital, plastik klip bening, pipet modifikasi, serta kotak rokok yang digunakan untuk menyimpan barang haram tersebut.

    Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pagar Alam untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna memburu satu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian.

    Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto UU Nomor 1Tahun 2023 tentang KUHP terbaru.

    “Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap jaringan ini dan berkoordinasi dengan jaksa untuk proses hukum selanjutnya,” tegas Iptu Doris.( TOM )

  • Kasus Intimidasi Terhadap Wartawan Di OKUS Terus Bergulir, Polisi Periksa Pelapor

    Kasus Intimidasi Terhadap Wartawan Di OKUS Terus Bergulir, Polisi Periksa Pelapor


    OKU Selatan, seputartv.com — Polres OKU Selatan mulai mengusut kasus dugaan intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dua jurnalis, masing-masing dari PALTV dan OKUStoday, Kamis (09/04/2026).

    Dua jurnalis yang melapor Sri Fitriyana (Ayik) dan Apriadi, menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Umum (Pidum) Polres OKU Selatan sekitar pukul 14.00 WIB.

    Keduanya langsung diperiksa oleh tim penyidik setibanya di Mapolres, dengan durasi pemeriksaan kurang lebih tiga jam.

    Sri Fitriyana (Ayik) mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik menggali secara detail kronologi kejadian yang dialaminya.

    “Pertanyaan berkisar pada kronologi, mulai dari proses konfirmasi berita di Dinas Sosial hingga insiden yang terjadi di ruang Kepala Dinas,” jelasnya.

    Sementara itu, Apriadi juga menjalani pemeriksaan secara terpisah. Ia menyebut materi pertanyaan yang diajukan penyidik tidak jauh berbeda, yakni seputar alur kejadian yang dilaporkan.

    “Intinya terkait kronologi peristiwa yang terjadi,” ujarnya singkat.

    Di sisi lain, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui Kasat Reskrim AKP Aston L Sinaga membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa pelapor sebagai langkah awal proses penyelidikan.

    “Setelah pelapor, kami akan memanggil sanksi-sanksi lain yang berada di lokasi kejadian untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

    Kasus ini kini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik Polres OKU Selatan. (Red)

  • Layanan PDAM Banyuasin Dinilai Buruk, Warga Siapkan Gugatan Class Action

    Layanan PDAM Banyuasin Dinilai Buruk, Warga Siapkan Gugatan Class Action



    PALEMBANG, seputartv.com – Yayasan LBH Ganta Keadilan Sriwijaya berencana mengajukan gugatan perdata secara class action terhadap PDAM Tirta Betuah Banyuasin. Langkah hukum ini diambil setelah menerima kuasa dari warga Kenten Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, terkait buruknya kualitas dan pelayanan air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun.

    Sapriadi Syamsuddin SH MH, didampingi Syarif Hidayat dan Debit Sariansyah, mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Banyuasin dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, untuk melakukan audit terhadap pengelolaan PDAM Tirta Betuah Banyuasin, guna memastikan tidak adanya penyimpangan.

    “Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan gugatan perdata Class Action di Pengadilan Negeri,” tegas Sapri Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, pihaknya sebagai kuasa hukum warga akan mengugat PDAM Tirta Betuah Banyuasin, dan kejaksaan negeri Banyuasin sudah kami surati untuk dilakukan audit PDAM Tirta Betuah Banyuasin.

    “Kami juga telah memsomasi pihak PDAM Tirta Betuah Banyuasin, namun dijawab klarifikasi oleh pihak PDAM juga di kasih jumlah pelanggan, kerugian dan kerusakan yang ditampilkan oleh pihak PDAM Tirta Betuah,” tegas Sapri

    Ia juga memastikan jika permasalahan ini tidak diselesaikan, kami akan melakukan gugatan class action ke pengadilan.

    Ia juga menjelaskan bahwa persoalan air bersih di wilayah tersebut sudah terjadi sejak 2011 hingga 2026 tanpa penyelesaian yang jelas. Warga menilai kondisi ini telah melanggar hak dasar masyarakat atas air sebagai kebutuhan primer.

    “Air adalah kebutuhan utama masyarakat. Namun hingga saat ini, distribusi air tidak lancar dan kualitasnya jauh dari standar,” ujarnya

    Menurut Sapri, permasalahan tidak hanya pada kualitas air, tetapi juga pada frekuensi aliran yang sangat minim. Dalam satu bulan, air disebut hanya mengalir satu hingga tiga kali ke rumah warga.

    Sebelumnya, pihak LBH Ganta telah melakukan pertemuan dengan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, pihak PDAM mengakui adanya ketidakseimbangan antara kapasitas produksi air dengan jumlah pelanggan, serta keterbatasan anggaran untuk melakukan optimalisasi dan revitalisasi sistem.

    Namun, penjelasan tersebut dinilai tidak memberikan solusi konkret bagi masyarakat. LBH Ganta menilai alasan keterbatasan anggaran tidak dapat dijadikan pembenaran atas buruknya pelayanan publik.

    “Dengan anggaran daerah yang besar, seharusnya kebutuhan dasar seperti air menjadi prioritas utama,” tegasnya.

    LBH Ganta juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak PDAM, dibutuhkan sekitar Rp35 miliar untuk melakukan perbaikan layanan. Mereka menilai jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan anggaran daerah secara keseluruhan.

    Selain menempuh jalur hukum, LBH Ganta turut meminta perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Sumatera Selatan, untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

    Di sisi lain, warga yang terdampak turut menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah. Bahkan, muncul ungkapan keras dari sebagian warga yang menilai kepala daerah tidak berpihak kepada masyarakat terkait persoalan ini.

    Sementara itu koordinator warga Kenten, Feriadi jadi kami sudah ingin menyampaikan satu kata kepada bupati Banyuasin zolim terhadap kami warga Kenten

    “Bapak itu zolim terhadap kami warga, pak bupati menyuruh kami bersabar tapi sudah belasan tahun kami ini bersabar, jadi kapan terealisasi yang pak bupati janjikan kepada kami warga Kenten,” tuturnya

  • Demi Ketahanan Pangan, Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan Ke Bulog  Untuk Bangun  Gudang Beras

    Demi Ketahanan Pangan, Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan Ke Bulog  Untuk Bangun  Gudang Beras

    PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad

    Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan ke Bulog untuk Bangun Gudang Beras

    Palembang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad

    Pada Kam, 9 Apr 2026, 12.49, Irawan . irawan@detik.com menulis:
    Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan ke Bulog untuk Bangun Gudang Beras

    Palembang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad