Kategori: Berita terbaru

  • Tak Terima Namanya Diduga Dicemarkan, Wartawan Laporkan Oknum ASN Empat Lawang Ke Polisi

    Tak Terima Namanya Diduga Dicemarkan, Wartawan Laporkan Oknum ASN Empat Lawang Ke Polisi

    EMPAT LAWANG – Merasa nama baiknya diduga dicemarkan, seorang jurnalis sebuah televisi nasional berinisial DA mendatangi Mapolres Empat Lawang guna melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polisi pada Selasa siang (14/04/2026).

    Menurut DA, peristiwa ini bermula ketika dirinya mengetahui adanya sebuah akun media sosial diduga milik seorang oknum ASN berinisial AK yang memposing narasi seolah pelapor dalam menjalankan profesinya sebagai seorang jurnalis atau wartawan seolah ingin menjatuhkan orang.

    “Saya merasa keberatan dengan apa yang dituliskan dalam postingan akun terlapor, dimana narasi yang ia buat seolah saya dalam menjalankan profesi jurnalistik ingin menjatuhkan orang lain. Jika ia berani menarasikan hal demikian, tunjukan kepada saya mana karya jurnalistik saya yang menjatuhkan orang lain,” ungkap DA kepada seputartv.com seusai dilakukan pemeriksaan oleh Unit Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Empat Lawang pada Selasa (14/04/2026.

    Ditambahkannya, selama ini dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis ia selalu mengedepankan kaidah dan kode etik jurnalistik serta selalu berpedoman pada Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999 dimana azas keberimbangan merupakan hal mutlak dalam mencari dan menulis sebuah berita atau produk pers.

    “Dalam Undang-Undang Pers telah dengan jelas pada pasal 3 menyatakan, Pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Pada Pasal 4 juga menjelaskan, Pers Nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” imbuhnya.

    Sementara pihak Polres Empat Lawang ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan baik pelapor maupun para saksi terkait peristiwa tersebut.

    “Kita selaku aparat kepolisian tentunya akan menerima setiap laporan yang masuk dan akan melakukan pemeriksaan apakah unsurnya terpenuhi atau tidak, itu nanti proses yang akan menetukan semuanya. Harap rekan-rekan media bersabar, karena ini masih dalam proses penyelidikan,” Terang IPDA Yulius Kanit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang. (Red)

  • Meski Status Belum Ditetapkan, Sumsel Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Karhutla

    Meski Status Belum Ditetapkan, Sumsel Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Karhutla



    PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meskipun status siaga darurat tingkat provinsi belum resmi ditetapkan.

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, menegaskan bahwa langkah antisipasi di lapangan sudah berjalan tanpa harus menunggu penetapan status secara administratif yang ditargetkan pada April 2026.

    “Meski status siaga darurat provinsi belum diketuk, kewaspadaan di lapangan tetap menjadi prioritas utama. Kami tidak menunggu status untuk mulai bergerak, terutama di daerah-daerah yang mulai terpantau muncul titik panas,” kata Sudirman.

    Ia menjelaskan bahwa saat ini BPBD Sumsel terus mendorong kabupaten dan kota, khususnya daerah rawan, untuk segera menaikkan status siaga mereka sebagai syarat administratif penetapan status tingkat provinsi. Berdasarkan aturan, minimal dua daerah harus menetapkan status siaga terlebih dahulu sebelum provinsi mengambil langkah serupa.

    Tingkat kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul mulai terjadinya beberapa insiden kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya adalah kebakaran lahan seluas 0,5 hektare di Musi Banyuasin dan lima hektare di area sekitar Tol Palembang–Indralaya.

    “Kejadian di Tol Palindra dan Muba menunjukkan bahwa ancaman karhutla itu nyata seiring masuknya musim kemarau. Semua personel dan peralatan sudah dalam posisi siap meskipun mobilisasi besar-besaran baru akan dilakukan setelah status siaga resmi,” ujarnya.(Red)

  • Buron Pasca Kebakaran,  Pemilik Sumur Minyak Ilegal Di MUBA Keok Ditangan Petugas

    Buron Pasca Kebakaran,  Pemilik Sumur Minyak Ilegal Di MUBA Keok Ditangan Petugas



    PALEMBANG, seputartv.com –  Berakhir sudah pelarian R, pemilik sumur minyak ilegal di area HGU PT Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin, yang sempat terlibat insiden baku tembak pada Februari 2026. Kini tak berdaya usai ditangkap Anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

    Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel Ajun Komisaris Besar Polisi Ahmad Budi Martono di Palembang, Selasa, mengatakan tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut ditangkap di Desa Ulak Paceh, Musi Banyuasin, pada Senin (13/4) pagi.

    “Tersangka berinisial R kami tangkap setelah sempat melarikan diri ke wilayah perbatasan Jambi. Petugas membutuhkan waktu tiga hari pengintaian untuk memastikan pergerakannya,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan peristiwa keributan dan aksi tembak-menembak yang viral di lokasi penambangan minyak ilegal awal tahun ini.


    Namun, kasus R berbeda dengan insiden terbakarnya 11 sumur minyak ilegal di area yang sama baru-baru ini.

    “Untuk kasus 11 sumur yang terbakar itu masih dalam pengembangan. Hari ini fokus kami adalah menangkap pemilik sumur yang terkait peristiwa pada Februari lalu,” jelasnya.

    Saat ini tersangka telah berada di Mapolda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami keterlibatan pihak lain serta informasi lebih lanjut terkait aktivitas ilegal di lahan tersebut.(Red)

  • Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak

    Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak




    seputartv.com – Di era digital, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari berbagi cerita, mencari informasi, hingga menjalin relasi, media sosial menawarkan kemudahan dan kenyamanan.
    Namun, di balik manfaatnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti penyebaran hoaks, perundungan daring, dan konflik antar individu. Oleh karena itu, memahami etika bermedia sosial menjadi sangat penting.
    Etika bermedia sosial adalah seperangkat norma dan nilai yang mengatur perilaku pengguna dalam berinteraksi di dunia maya. Etika ini membantu menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif bagi semua pihak.
    *Prinsip-Prinsip Etika Bermedia Sosial*

    *Berpikir Sebelum Mengunggah
    Sebelum memposting sesuatu, tanyakan pada diri sendiri:
    Apakah informasi ini benar?
    Apakah postingan ini dapat menyakiti orang lain?
    Apakah konten ini bermanfaat?
    Berpikir sebelum mengunggah adalah langkah awal untuk mencegah konflik dan kesalahpahaman.
    *Menghormati Privasi Orang Lain
    Tidak semua hal tentang orang lain layak untuk dibagikan. Hindari menyebarkan foto, video, atau informasi pribadi tanpa izin, karena hal ini melanggar privasi dan dapat berpotensi melanggar hukum.
    *Menghindari Ujaran Kebencian dan Perundungan
    Media sosial bukan tempat untuk menyebarkan kebencian atau menyerang individu atau kelompok tertentu. Menggunakan kata-kata yang santun dan saling menghormati adalah wujud nyata dari etika bermedia sosial.
    Tidak Menyebarkan Hoaks
    Sebelum membagikan berita atau informasi, pastikan kebenarannya. Cek fakta dari sumber terpercaya untuk menghindari penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak orang.
    *Menghargai Opini yang Berbeda
    Dalam dunia digital yang beragam, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Menghargai opini orang lain, meskipun tidak sepaham, menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi.
    *Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar
    Hindari penggunaan kata-kata kasar, sindiran, atau sarkasme yang berlebihan. Bahasa yang santun mencerminkan kepribadian kalian dan membantu menjaga suasana kondusif di media sosial.
    Menerapkan etika dalam bermedia sosial memiliki banyak manfaat positif.

    Dengan menciptakan interaksi yang sehat, media sosial dapat menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus informatif. Sikap saling menghormati juga mampu mengurangi risiko konflik dan kesalahpahaman di dunia maya. Selain itu, pengguna yang bijak dan santun akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari komunitas daring, sehingga meningkatkan kredibilitas mereka. Tak kalah penting, etika yang baik dalam bermedia sosial mencerminkan karakter pribadi dan integritas seseorang, yang pada akhirnya memperkuat citra positif di mata orang lain.


    Bermedia sosial adalah hak semua orang, tetapi hak ini harus diimbangi dengan tanggung jawab. Dengan menerapkan etika bermedia sosial, kita dapat menciptakan dunia digital yang lebih baik untuk semua orang. Yuk, mulai sekarang jadilah pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab!(Red)

  • Penemuan Bayi Di semak – semak Gegerkan Warga

    Penemuan Bayi Di semak – semak Gegerkan Warga

    EMPATLAWANG, seputartv.com – Seorang bayi di semak semak Di daerah 3B gegerkan warga Desa Mekarti Jaya.
    Kejadian ini bermula ketika Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) menerima Laporan seorang warga yg mendengar suara tangisan bayi di sekitar semak semak ketika lewat di daerah jalan Desa Mekarti Jaya, Menerima laporan tersebut Satpol PP bergerak menuju lokasi yg dilaporkan warga, Benar saja di tempat Kejadian langsung ditemukan seorang bayi yg kalau dilihat dari pisik nya baru saja dilahirkan ,karena belum terpotong tali pusarnya,
    Dengan cepat rombongan Satpol PP menyelamatkan bayi tersebut dan membawa nya langsung ke RSUD Empat Lawang,

    Berdasarkan keterangan Satpol PP dan warga yg menemukan Bayi yg dibuang ini pertama kali, ada banyak luka gores di sekujur tubuh bayi dikarenakan terkena rerumputan.

    Kejadian ini membuat kita tersadar betapa penting nya Ilmu agama, sosial dan kesehatan mental, sehingga jika orang yg mempunyai Ilmu agama,sosial dan kesehatan mental yg kuat ,maka tersebut
    Kecil kemungkinan terjadi, apalagi ini adalah bayi manusia, yang mana dibuang begitu saja adalah hal yg sangat sadis dan tidak berprikemanusiaan kemanusia an.

    Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa pelaku dan apa motif nya sehingga ada orang tua yg tega membuang anak kandung nya yg baru saja dilahirkan.(Red)