Kategori: Berita terbaru

  • Dinas Pariwisata dan Alumni Bujang Gadis Empat Lawang Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Fajar Bakti

    Dinas Pariwisata dan Alumni Bujang Gadis Empat Lawang Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Fajar Bakti

    EMPAT LAWANG – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Melalui Dinas Pariwisata bersama Alumni Bujang Gadis Empat Lawang, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada keluarga korban kebakaran di Desa Fajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi, yang terjadi pada 6 Juni 2026 lalu.

    Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah milik warga hingga mengalami kerusakan berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu keluarga yang terdiri dari Amras, Melati, Sulistari, dan Irawan harus kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar harta benda mereka akibat amukan si jago merah.

    Kunjungan Dinas Pariwisata bersama Alumni Bujang Gadis Empat Lawang dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga korban. Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, rombongan juga memberikan semangat agar keluarga yang terdampak tetap kuat menghadapi cobaan.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, Wawan Ismawan, S.Hut, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa warga tersebut.

    “Atas nama Bupati Empat Lawang dan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, kami menyampaikan turut berduka atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Fajar Bakti. Semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Wawan.

    Ia menegaskan bahwa kehadiran Dinas Pariwisata bersama Alumni Bujang Gadis Empat Lawang bukan hanya untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.

    “Bantuan yang kami berikan mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami korban. Namun, kami berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat agar mereka dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti sedia kala,” katanya.

    Aksi sosial tersebut menjadi cerminan semangat gotong royong dan solidaritas yang terus dijaga di Kabupaten Empat Lawang, di mana pemerintah, komunitas, dan masyarakat saling bahu-membahu membantu warga yang tengah menghadapi musibah. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan keluarga korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

  • LOKA NARA Hadir di Bengkulu, Jadi Ruang Aman dan Wadah Pemberdayaan Perempuan

    LOKA NARA Hadir di Bengkulu, Jadi Ruang Aman dan Wadah Pemberdayaan Perempuan

    BENGKULU, Seputartv.com– Komunitas perempuan LOKA NARA resmi hadir di Provinsi Bengkulu sebagai ruang aman dan wadah pemberdayaan bagi perempuan untuk belajar, berkembang, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

    LOKA NARA resmi didirikan pada 30 Mei 2026 dengan tujuan membangun lingkungan yang suportif bagi perempuan agar dapat saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan potensi diri.

    Komunitas ini didirikan oleh Meilani Destrin Saputri bersama lima rekan pendiri lainnya, yaitu Aulia Nopita Sari, Annisa Rahmadani, Lidia, Alexa Meiliana Anggraeni, dan Delisya Revalina.

    Keenam pendiri memiliki visi yang sama dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui ruang yang inklusif, aman, dan mendukung perempuan untuk terus bertumbuh.

    LOKA NARA hadir dengan visi menjadi rumah bersama bagi perempuan untuk saling belajar, berkembang, serta membangun jaringan dukungan yang kuat.

    Komunitas ini fokus pada pengembangan potensi perempuan melalui peningkatan keterampilan, aksi sosial, penguatan relasi, dan penyampaian aspirasi perempuan di berbagai bidang.

    Nama LOKA NARA dipilih sebagai simbol ruang bersama yang mendorong perempuan untuk tumbuh, berdaya, dan mampu menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

    Dalam menjalankan berbagai programnya, LOKA NARA berpegang pada empat nilai utama yang disingkat menjadi NARA, yakni Nalar, Aksi, Relasi, dan Aspirasi.

    Keempat nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun komunitas yang mampu melahirkan perempuan mandiri, percaya diri, dan memiliki kepedulian sosial.

    LOKA NARA terbuka bagi berbagai kalangan perempuan, mulai dari mahasiswi, perempuan adat, hingga ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kapasitas diri dan memperluas jejaring.

    Melalui semangat kebersamaan, komunitas ini ingin menjadi tempat bagi perempuan untuk saling mendukung, berbagi inspirasi, dan bertukar pengetahuan.

    Menurut para pendiri, LOKA NARA dibangun di atas empat pilar utama, yaitu ruang aman, pemberdayaan manusia, kolaborasi sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya.

    Konsep ruang aman dihadirkan agar setiap perempuan memiliki tempat untuk berbicara, didengar, dan berkembang tanpa rasa takut mendapatkan penilaian negatif.

    Sementara itu, pilar pemberdayaan manusia difokuskan pada pengembangan keterampilan dan peningkatan kapasitas perempuan agar mampu menghadapi tantangan zaman.

    LOKA NARA juga mendorong lahirnya kolaborasi sosial dengan mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

    Selain itu, komunitas ini menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta menghargai nilai budaya dan kearifan lokal.

    Sebagai langkah awal, LOKA NARA telah menyiapkan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara bertahap.

    Program pertama adalah Loka Meet-Up yang menjadi ajang pertemuan komunitas sekaligus sarana membangun jaringan dan mempererat hubungan antaranggota.

    Program berikutnya adalah Loka Talk, berupa webinar dan diskusi virtual yang membahas berbagai tema seputar pengembangan diri, pemberdayaan perempuan, dan isu sosial.

    Selain itu terdapat LokaNara Space yang menjadi wadah pertemuan langsung antaranggota untuk berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan membangun kolaborasi.

    Dalam satu hingga dua tahun ke depan, LOKA NARA menargetkan dapat memperkenalkan komunitas secara luas kepada perempuan di Bengkulu.

    Komunitas ini juga berupaya membangun jaringan anggota aktif yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, perempuan adat, dan ibu rumah tangga.

    Berbagai kegiatan seperti webinar, pelatihan, dan kelas pengembangan diri juga akan digelar guna meningkatkan wawasan serta kemampuan para anggota.

    Tidak hanya itu, LOKA NARA juga berencana menjalin kerja sama dengan komunitas, organisasi, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga yang memiliki visi serupa dalam pemberdayaan perempuan.

    Untuk jangka panjang, LOKA NARA menargetkan menjadi komunitas pemberdayaan perempuan yang dikenal hingga tingkat regional dan nasional.

    Komunitas ini juga bercita-cita membentuk jaringan LOKA NARA di berbagai daerah di Indonesia sebagai pusat pengembangan nalar, aksi, relasi, dan aspirasi perempuan.

    Founder LOKA NARA, Meilani Destrin Saputri, berharap komunitas yang dibentuk bersama para pendiri lainnya dapat menjadi rumah bersama bagi perempuan untuk tumbuh, belajar, dan saling menguatkan.

    “Kami berharap LOKA NARA menjadi rumah bersama bagi perempuan untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan bergerak bersama dalam mewujudkan mimpi serta perubahan yang lebih baik bagi perempuan,” ujar Meilani Destrin Saputri.

    Ia juga mengajak seluruh perempuan untuk bergabung, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari gerakan yang bertujuan menciptakan perempuan yang berdaya, mandiri, percaya diri, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama.

    Ke depan, LOKA NARA berharap dapat menjadi wadah yang terus berkembang dalam memperkuat solidaritas perempuan melalui semangat Nalar, Aksi, Relasi, dan Aspirasi.

    Melalui berbagai program dan kegiatan yang dijalankan, komunitas ini optimistis dapat melahirkan lebih banyak perempuan yang berani berkarya, berkontribusi bagi masyarakat, serta menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.(Red)

  • Kembali, Empat Lawang Raih WTP Untuk Ke-10 Kalinya

    Kembali, Empat Lawang Raih WTP Untuk Ke-10 Kalinya

    PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

    Prestasi ini menjadi istimewa karena merupakan raihan WTP ke-10 secara berturut-turut. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima langsung oleh Wakil Bupati A. Rifai didampingi Sekda Fauzan Khoiri Denin dan jajaran terkait, Rabu (10/6/2026).

    Sekda Fauzan menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik.

    Sementara itu, Wakil Bupati A. Rifai menegaskan bahwa opini WTP menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan kepada masyarakat.
    Menurutnya, opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

    “Semoga raihan WTP ke-10 ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus bekerja profesional dalam melayani masyarakat serta mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

    Dengan raihan ini, Kabupaten Empat Lawang kembali membuktikan konsistensinya dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.(Red)

  • SATLANTAS POLRES EMPAT LAWANG HADIRI PENANDATANGANAN MOU DENGAN SMA NEGERI 2 TEBING TINGGI

    SATLANTAS POLRES EMPAT LAWANG HADIRI PENANDATANGANAN MOU DENGAN SMA NEGERI 2 TEBING TINGGI


    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Satlantas Polres Empat Lawang menghadiri kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (10/06/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi tersebut dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Empat Lawang AKP Kukuh Fefriyanto, S.H., didampingi Kanit Kamsel Satlantas AIPDA Gusti Ramadiansya, S.H., serta Bripda Jagat Satria.

    Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan disiplin berlalu lintas di kalangan pelajar melalui pemberian pemahaman mengenai tata tertib serta rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dengan para pelajar serta mendukung upaya pencegahan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan yang melibatkan usia remaja.

    Melalui kerja sama ini diharapkan tercipta generasi muda yang tertib berlalu lintas, memiliki kesadaran hukum yang tinggi, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.(Red)

  • Usai Dua kasus Hukum Menjerat Dua Kepala Daerah Di Sumsel, Begini Kata Herman Deru

    Usai Dua kasus Hukum Menjerat Dua Kepala Daerah Di Sumsel, Begini Kata Herman Deru


    PALEMBANG, seputartv.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menanggapi dua kasus hukum yang terjadi pada kepala daerah dan wakil, di wilayahnya. Selain Bupati Muara Enim yang di-OTT KPK, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Iwan Tuaji sebelumnya juga diamankan Kejaksaan Tinggi Sumsel.
    Deru menyebut kasus hukum yang menyeret keduanya tidak dapat dikaitkan langsung dengan institusi pemerintahan secara keseluruhan. Dia menegaskan bahwa tanggung jawab atas permasalahan hukum tersebut berada pada masing-masing individu yang terlibat.

    “Kalau terkait ini sebenarnya persoalan personal ya, tidak bisa kita meraba-raba persoalannya sebelum ada rilis resmi dari penegak hukum yang menangani,” ujar Deru, Selasa (9/6/2026).

    Menurutnya, dua kasus yang terjadi di Sumsel menjadi warning bagi seluruhnya. Bukan hanya kepala daerah saja, tapi juga bagi aparatur penyelenggara negara.

    “Ini menjadi peringatan bagi semua, bukan hanya kepala daerah, wakil kepala daerah, tapi juga seluruh aparatur penyelenggara negara untuk menghindari hal-hal yang melanggar aturan,” katanya.

    Meski demikian, Deru menekankan bahwa pemerintah daerah tetap harus menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan agar tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

    Herman Deru menegaskan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Muara Enim harus tetap berjalan normal. Dia meminta seluruh jajaran birokrasi tetap fokus menjalankan tugas dan fungsi pelayanan publik.

    “Yang paling penting adalah bagaimana pemerintahan tetap berjalan dengan baik, dan layanan kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

    Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan program pembangunan di daerah. Ia menilai bahwa proses hukum tidak boleh menghambat agenda pembangunan yang sudah direncanakan.

    “Jadi ini yang tidak boleh terganggu, itu yang paling penting. Pembangunan harus tetap berjalan,” tutupnya.(Red)