Kategori: Berita terbaru

  • Diduga Kekurangan Anggaran, Sebabkan TPG Guru PAI PPPK Empat Lawang Hingga Kini Belum Cair

    Diduga Kekurangan Anggaran, Sebabkan TPG Guru PAI PPPK Empat Lawang Hingga Kini Belum Cair

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Empat Lawang hingga kini belum juga cair. Padahal, para guru telah menantikan pencairan tunjangan tersebut sejak awal tahun 2025.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembayaran TPG untuk periode Februari hingga Juni 2025 belum terealisasi. Bahkan, usulan pencairan disebut telah diajukan sejak Oktober 2025 lalu. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan dana tersebut akan disalurkan.

    Kondisi tersebut membuat banyak guru PAI PPPK di Empat Lawang berharap pemerintah segera memberikan kejelasan. Pasalnya, tunjangan sertifikasi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang sangat dinantikan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menunjang aktivitas pendidikan.

    Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Supandi, mengakui bahwa keterlambatan pencairan terjadi akibat keterbatasan anggaran yang tersedia.

    “Oh ya, memang kita kekurangan anggaran. Kekurangan anggaran itu sudah kita ajukan lagi. Ini bukan hanya terjadi di Empat Lawang saja, tetapi juga dialami kabupaten lain,” ujar Supandi saat dikonfirmasi.

    Penjelasan serupa juga pernah disampaikan dalam sejumlah forum Kementerian Agama, bahwa keterlambatan pembayaran TPG guru PAI PPPK di sejumlah daerah terjadi karena kebutuhan anggaran tambahan (ABT) yang masih menunggu persetujuan pusat.

    Sementara itu, para guru PAI PPPK berharap proses pencairan tidak berlarut-larut. Mereka meminta adanya kepastian waktu pencairan agar dapat menyusun kebutuhan ekonomi keluarga dengan lebih baik.

    Hingga berita ini diturunkan, para guru masih menunggu kabar resmi terkait realisasi pembayaran TPG yang telah tertunda selama beberapa bulan tersebut.

  • Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang Ciduk Pengedar Sabu Di Wilayah Ulu Musi

    Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang Ciduk Pengedar Sabu Di Wilayah Ulu Musi

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Empat Lawang kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.

    Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Rabu (24/06/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Empat Lawang IPTU Purnama Mentari, S.H., M.H. bersama Kanit Idik I Satresnarkoba IPDA Ardliansyah, S.H., setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas transaksi narkotika di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Empat Lawang melakukan serangkaian penyelidikan. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial S (31) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.

    Petugas kemudian melakukan penangkapan di kediaman terduga pelaku yang berada di Desa Padang Tepong. Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan, pakaian, dan lokasi sekitar, petugas menemukan barang bukti berupa 5 (lima) paket kecil diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 2,04 gram, uang tunai sebesar Rp410.000 yang diduga hasil transaksi narkotika, serta 1 (satu) unit telepon genggam merek OPPO warna biru hitam.

    Selanjutnya, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Empat Lawang guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

    Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Kapolres Empat Lawang AKBP ABD AZIZ SEPTIADI, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi atas kinerja Satresnarkoba yang berhasil mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, pemberantasan narkotika merupakan salah satu prioritas Polres Empat Lawang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

    Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Empat Lawang IPTU PURNAMA MENTARI, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Empat Lawang. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

    Saat ini perkara masih dalam tahap pengembangan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lainnya yang terkait dengan kasus tersebut.

  • Resahkan Warga, Sat Reskrim Polres Empat Lawang Amankan Senpi Rakitan Dan Bahan Peledak Ilegal Milik Seorang Warga

    Resahkan Warga, Sat Reskrim Polres Empat Lawang Amankan Senpi Rakitan Dan Bahan Peledak Ilegal Milik Seorang Warga

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Empat Lawang berhasil mengungkap kasus kepemilikan senjata api rakitan, amunisi, dan bahan peledak ilegal dalam operasi yang dilakukan pada Rabu malam (24/06/2026).

    Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya seorang warga yang diduga menyimpan senjata api rakitan laras panjang di sebuah pondok di Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP A. Firman, S.H., M.H., memerintahkan Kanit Pidum IPDA Candra, S.M., bersama Tim Opsnal Elang Sat Reskrim untuk melakukan penyelidikan dan penindakan di lokasi.

    Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas tiba di pondok yang dimaksud dan langsung melakukan penggeledahan.

    Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 2 gram bubuk mesiu yang diduga sebagai bahan peledak, serta sekitar 30 butir peluru timah berbentuk bulat.

    Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial I (41), warga Kecamatan Tebing Tinggi.

    Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa senjata api rakitan, bubuk mesiu, dan peluru yang ditemukan tersebut merupakan miliknya.

    Seluruh barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 2 gram bubuk mesiu, dan sekitar 30 butir peluru timah telah diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

    Kapolres Empat Lawang AKBP Abd Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP A. Firman, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap kepemilikan senjata api ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Kami mengimbau masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitar,” ujarnya.(Red)

  • Diserang Beruang, Sebagian Badan Petani Ini Alami Robek

    Diserang Beruang, Sebagian Badan Petani Ini Alami Robek

    MUSI RAWAS, seputartv.com – Seorang petani di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel), bernama Yatana (55) menjadi korban serangan beruang di kebun. Korban mengalami luka di bagian pinggang dan paha.

    Kapolsek Muara Kelingi Iptu M Nur Hendra membenarkan peristiwa tersebut. Penyerangan itu terjadi di Dusun V, Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Mura pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

    “Iya benar, beruang tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban saat di kebun,” ujarnya, Rabu (24/6/2026)

    Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian pinggang atas dan paha atas sebelah kanan. Luka itu diduga akibat cakaran beruang.

    “Anggota Polsek Muara Kelingi sudah mengecek kondisi korban dan mendatangi TKP. Saat ini kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait keberadaan satwa liar yang menyerang korban,” katanya.

    Kita juga mengimbau kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan kebun dan hutan agar meningkatkan kewaspadaan,” sambungnya.

    Sementara itu, Kepala Dusun V Desa Air Beliti Misno Atmoko mengatakan korban ke kebun untuk menyemprot lahan. Saat di kebun, korban berpapasan dengan seekor beruang.

    “Korban mau ke kebun untuk nyemprot lahan. Memang jarak kebun dengan permukiman warga cukup jauh. Pas di kebun dia ketemu beruang dan langsung diserang,” katanya.

    Saat itu korban pergi seorang diri, sambil membawa tangki semprot di punggungnya.

    Setelah diserang, korban berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya didengar warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi. Korban kemudian dibantu warga dibawa ke Puskesmas Tuah Negri,” ujarnya.

    Meski mengalami luka cukup serius akibat cakaran beruang, Misno mengungkapkan kondisi korban dalam keadaan sadar. Setelah mendapatkan perawatan medis, akhirnya diperbolehkan pulang.

    “Pas di tolong itu beruangnya sudah kabur. Saat ini pihak kepolisian sudah di TKP penyerangan beruang tersebut,” imbuhnya(Red)

  • Kenangan Bupati Di Masa Sulit Saat Ingin Meraih Mimpi, Dijadikan Bahan Bakar Sekolah Rakyat Rampung Sesuai Target

    Kenangan Bupati Di Masa Sulit Saat Ingin Meraih Mimpi, Dijadikan Bahan Bakar Sekolah Rakyat Rampung Sesuai Target



    EMPAT LAWANG, Seputartv.com – Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, turun langsung meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di kawasan Pucak Are, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (23/06/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Joncik didampingi sejumlah pejabat terkait dan berkeliling meninjau setiap bagian bangunan untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target.

    Diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat tahap II hanya dibangun di tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp243 miliar itu saat ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 73 persen.

    “Alhamdulillah, hari ini saya melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat. Progresnya sudah mencapai 73 persen dan Insya Allah pada Agustus mendatang pembangunannya rampung,” kata Joncik.

    Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang seluruh pembiayaannya menjadi tanggung jawab negara.

    “Sekolah Rakyat ini hadir untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Mereka yang tidak mampu menjadi tanggung jawab negara. Saya senang melihat perkembangan pembangunan ini. Insya Allah anak-anak Empat Lawang yang dulu mengalami keterbatasan seperti saya, dapat terangkat derajatnya melalui pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    Joncik juga mengungkapkan bahwa akses menuju lokasi pembangunan telah lebih dahulu disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui pembangunan dan pengaspalan jalan, sehingga saat ini kendaraan dan alat berat dapat dengan mudah menjangkau lokasi proyek.

    Ia berharap, kehadiran Sekolah Rakyat nantinya dapat menjadi pintu bagi generasi muda Empat Lawang untuk memperoleh pendidikan yang layak dan menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

    Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang optimistis Sekolah Rakyat tersebut dapat segera beroperasi dan menjadi salah satu pusat pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.