Penulis: seputar redaksi

  • Isu Joncik Muhammad Gelar Open House Di Hotel Mewah, Ternyata Hoax !

    Isu Joncik Muhammad Gelar Open House Di Hotel Mewah, Ternyata Hoax !

    PALEMBANG, seputar.tv com – Percaturan politik di Sumatera Selatan mulai memanas, gerak-gerik para tokoh politik kini menjadi radar pengamatan lawan-lawan politik tak terkecuali bagi salah satu tokoh kuat dari Partai Amanat Nasional (PAN) Joncik Muhammad.

    ​Baru-baru ini, beredar pemberitaan di beberapa media daring yang menyebut Ketua DPW PAN Sumsel sekaligus Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., SH., MM., MH., menggelar acara open house mewah di salahsatu Hotel mewah di kota Palembang. 

    Namun, tudingan tersebut langsung di bantah oleh  Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Empat Lawang.

    ​Dalam Siaran Pers Nomor: 650/57 KOMINFO-SP/2026, pihak Diskominfo menegaskan bahwa kehadiran Bupati beserta jajaran di Hotel Arista murni hanya sebagai tempat transit sementara. 

    Dimana saat itu Bupati beserta rombongan yang terdiri dari sebagian besar pejabat Pemkab Empat Lawang beserta keluarga akan menghadiri silaturahmi dengan Gubernur Sumatera Selatan dalam rangka Idul Fitri, sehingga suasana Hotel terlihat ramai bukan, acara open house sebagaimana yang diberitakan.

    Plt Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Empat Lawang Budi Sumitro SB kepada Media ini menjelaskan bahwa, tidak ada kegiatan open house yang dilaksanakan di salahsatu Hotel mewah di Kota Palembang dan berita itu menyesatkan alias Hoak.

    ” Tidak ada itu open house, memang saat itu Bapak Bupati dan rombongan sebagian besar pejabat Pemkab Empat Lawang termasuk saya beristirahat di hotel tersebut dalam rangka persiapan kunjungan silaturahmi ke Bapak Gubernur Sumatera Selatan dalam moment hari Idul Fitri, ” ungkap Budi kepada Media seputartv.com.

    ​Munculnya isu miring ini, justru mengindikasikan bahwa posisi Joncik Muhammad dalam bursa kepemimpinan Sumsel kian diperhitungkan. Di tengah dinamika politik pasca-masa jabatan Gubernur Herman Deru, masyarakat mulai melirik wajah-wajah baru dengan rekam jejak yang mumpuni.

    ” Dengan gencarnya isu miring seperti ini, mengindikasikan bahwa Joncik Muhammad saat ini telah diperhitungkan dalam kancah perpolitikan tingkat propinsi dan hal ini wajar dimana di dinamika mesin politik saat ini khususnya di Sumsel telah mulai dipanaskan, ” Terang  Budiman  salahsatu pengamat politik Sumsel.

    Diketahui saat ini Joncik Muhammad merupakan Ketua DPW PAN Sumsel, Ketua MW KAHMI Sumsel, Ketua KAGAMA Sumsel dan beberapa jabatan penting lainnya, mengindikasikan betapa kuat pengaruh Joncik Muhammad di Pilgub Sumsel mendatang.(Adh)

  • Tahanan Narkoba Meninggal Dunia, Kapolres Empat Lawang : Meninggal Di Rumah Sakit

    Tahanan Narkoba Meninggal Dunia, Kapolres Empat Lawang : Meninggal Di Rumah Sakit

    EMPAT LAWANG – Seorang tahanan Kasus Narkoba Polres Empat Lawang Sumatera Selatan Berinisial R warga Desa Pagar Jati Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan, di kabarkan meninggal Dunia.

    Kepada Media ini, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menjelaskan, bermula tahanan berinisial R mengalami sakit selanjutnya oleh petugas yang berjaga dalam hal ini pihak Tahti Polres Empat Lawang melakukan upaya pertolongan dengan cara membawa tahanan tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Empat Lawang dan sempat mendapat perawatan medis, namun saat dalam perawatan di Rumah Sakit Tahanan R meninggal Dunia.

    “Ketika petugas Jaga mengetahui kondisi tahanan mengalami sakit, petugas mengambil inisiatif dengan cara membawa tahanan tersebut ke Rumah Sakit. Sempat mendapat perawatan medis, namun allah berkehendak lain tahanan tersebut meninggal dunia saat dalam perawatan,” ungkap AKBP Abdul Aziz Septiadi kepada Media Ini pada Jumat (20/03/2026).

    Ditambahkannya, pihak keluarga R telah bertemu dan menerima dengan ihklas atas peristiwa ini bahkan selaku pimpinan di Polres Empat Lawang pihaknya ikut berduka cita atas meninggalnya R dan melakukan kunjungan silaturahmi serta memberikan bantuan tali asih kepada keluarga R.

    “Alhamdullilah pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kepergian R, kita juga ikut merasakan duka yang mendalam. setelah serah terima dengan pihak keluarga, almarhum telah di kebumikan sore tadi oleh pihak keluarganya,” Terang Kapolres. (Red)

  • Pria Di Empat Lawang Tewas Usai Jadi Tersangka Kasus Narkoba

    Pria Di Empat Lawang Tewas Usai Jadi Tersangka Kasus Narkoba



    EMPAT LAWANG, seputartv.com — Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Empat Lawang dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi yang masih menyisakan tanda tanya. Tahanan tersebut diketahui bernama Rinto, warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang.

    Informasi yang dihimpun, Rinto sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian dalam kondisi sehat saat penangkapan. Namun, kabar duka mengejutkan keluarga setelah yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia usai berada dalam tahanan.

    Hingga kini, penyebab pasti kematian Rinto belum diketahui. Peristiwa ini pun memunculkan berbagai asumsi liar di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi kesehatan korban selama berada dalam penahanan, mengingat saat diamankan disebut-sebut tidak mengalami gangguan berarti.

    Saat dikonfirmasi, pihak Kasat Tahti Polres Empat Lawang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan awak media. Minimnya keterangan resmi semakin memicu spekulasi publik terkait insiden tersebut.

    Di sisi lain, Kanit Satresnarkoba Polres Empat Lawang, Ipda Ardiliasyah, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Rinto meninggal dunia di rumah sakit. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci terkait penyebab kematian maupun kronologi lengkap sebelum korban dilarikan ke fasilitas kesehatan.

    Keluarga korban dikabarkan telah menerima kabar duka tersebut, namun masih menunggu kejelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kematian Rinto.

    Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan pihak kepolisian segera memberikan penjelasan transparan guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(RED)

  • Lima Rumah Di Tanjung Sakti Dilalap Dijago Merah, Kerugian Capai Milyaran Rupiah

    Lima Rumah Di Tanjung Sakti Dilalap Dijago Merah, Kerugian Capai Milyaran Rupiah




    LAHAT, seputartv.com – Sebuah kebakaran melanda Desa Muara Cawang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat pada hari Senin (14/3/2026) sekitar pukul 12.50 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan lima buah rumah warga yang terbuat dari kayu hangus terbakar, tiga rumah lainnya rusak berat, serta satu unit mobil mengalami kerusakan.

    Kronologis kejadian menunjukkan api pertama kali terlihat dari rumah milik Sono (60 tahun), seorang petani yang tinggal di lokasi kejadian. Akibat besarnya nyala api, kebakaran merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sebelum akhirnya dapat dipadamkan oleh personel Polri, TNI, bersama warga masyarakat dan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Tanjung Sakti sekitar pukul 13.30 WIB.

    Selain Sono, rumah yang hangus terbakar milik Abdul Nasir (60 tahun), Wardi (50 tahun), Tanidi (40 tahun), dan Hansen (35 tahun) – semuanya bekerja sebagai petani. Sedangkan rumah yang rusak berat dimiliki oleh Sutra (40 tahun), Patra (45 tahun), dan Satari (55 tahun), juga merupakan petani di desa yang sama.

    Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah). Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang berasal dari rumah Sono.


    Kapolsek Tanjung Sakti AKP Rizky Pratama, Melalui Kanit Reskrim Aipda Kurniadi memberikan keterangan terkait kejadian.

    “Kami telah segera merespons laporan dari warga dan mengerahkan personel untuk membantu pemadaman serta melakukan penyelidikan awal. Saat ini tim khusus telah melakukan pemeriksaan mendalam di TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk membantu proses pemulihan dan pemberian bantuan kepada korban. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” Ujarnya.

  • Dugaan Salah Tangkap dan Penganiayaan di Empat Lawang: Kuasa Hukum Desak Izin Visum Segera Diterbitkan

    Dugaan Salah Tangkap dan Penganiayaan di Empat Lawang: Kuasa Hukum Desak Izin Visum Segera Diterbitkan

    PALEMBANG – Kasus dugaan salah tangkap menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat dan mencoreng citra kepolisian. Kali ini, Jimi Suganda, warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan menjadi korban salah sasaran oleh oknum anggota Polres Empat Lawang.

    Tak hanya salah tangkap, Jimi diduga mengalami penganiayaan hingga menderita luka lebam di bagian wajah.

    Peristiwa bermula saat Jimi ditangkap pada Minggu (8/3) atas tuduhan perampasan sepeda motor. Namun, kuasa hukum korban, Riski Aprendi, SH, menegaskan bahwa kliennya memiliki alibi yang tidak terbantahkan.

    Saat perampasan motor terjadi, Jimi diklaim sedang bekerja membangun gazebo di rumah seorang warga bernama Dodi di Muara Danau.

    Keberadaan Jimi di lokasi kerja tersebut diperkuat oleh kesaksian rekan kerja dan pemilik rumah.
    “Klien kami sedang bekerja, ada saksi-saksinya.

    Penangkapan ini sangat janggal dan terkesan dipaksakan,” ujar Riski saat memberikan keterangan di Bid Propam Polda Sumatera Selatan.

    Riski menyayangkan prosedur penangkapan yang dinilai cacat administrasi karena petugas tidak menunjukkan surat penangkapan. Lebih memprihatinkan, Jimi diduga mengalami intimidasi dan kekerasan fisik di dalam mobil sesaat setelah diamankan.


    Menurut pengakuan Jimi, ia dipukul oleh beberapa oknum polisi berambut gondrong.

    Akibatnya, terdapat luka lebam nyata di kelopak mata korban. Sayangnya, hingga saat ini, pihak Polres Empat Lawang belum memberikan izin bagi korban untuk melakukan Visum et Repertum.


    “Kami sangat khawatir. Luka lebam di mata klien kami bisa menghilang seiring berjalannya waktu jika prosedur visum terus dipersulit atau ditunda oleh pihak Polres. Padahal, surat permohonan sudah kami layangkan,” tegas Riski.

    ​Langkah hukum tegas diambil tim kuasa hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Bidang Propam Polda Sumatera Selatan. Selain melaporkan dugaan salah tangkap dan penganiayaan, Riski juga mengungkap adanya upaya intimidasi terhadap saksi-saksi yang meringankan kliennya.
    ​”Saksi-saksi kami diintimidasi oleh oknum sebelum kami berangkat ke Polda. Ini jelas upaya menghalangi keadilan,” tambahnya.

    ​Menanggapi video klarifikasi dari pihak keluarga korban perampasan motor yang beredar di media sosial, Riski memilih untuk tidak berkomentar banyak. Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap kinerja penyidik. Polisi diduga hanya bergerak berdasarkan pengakuan sepihak tanpa melakukan kroscek lapangan yang mendalam. Penangkapan tanpa surat resmi dan adanya kekerasan menunjukkan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.

    ​Pihak keluarga dan kuasa hukum berharap Kapolda Sumatera Selatan dapat memberikan atensi khusus pada kasus ini agar keadilan bagi Jimi Suganda dapat ditegakkan dan oknum yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.