Penulis: seputar redaksi

  • Ungkap Ladang Ganja, Kapolres Empat Lawang Beri Penghargaan kepada Pol PP Desa dan Personel Berprestasi

    Ungkap Ladang Ganja, Kapolres Empat Lawang Beri Penghargaan kepada Pol PP Desa dan Personel Berprestasi

    EMPAT LAWANG, seputartv.com Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., memberikan penghargaan kepada pol PP desa dan personel Polri yang dinilai berprestasi berperan aktif membantu pengungkapan kasus ladang ganja 20 hektar.

    Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk piagam sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam menjalankan tugas. Keputusan ini resmi ditetapkan pada 4 Mei 2026 di Tebing Tinggi.

    Adapun personel yang menerima penghargaan di antaranya IPTU Purnama Mentary Sampe, S.H., M.H., selaku P.S. Kasat Narkoba Polres Empat Lawang, serta AKP Dwi Sapriadi, S.H., yang menjabat sebagai Kapolsek Muara Pinang Polres Empat Lawang.

    Keduanya bersama 102 personel lainnya berhasil mengungkap ladang ganja seluas 20 hektar di Desa Batu Junggul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja siap edar seberat 220 kilogram serta 1 kilogram biji ganja siap semai.

    Atas keberhasilan tersebut, diperkirakan sekitar 2 juta jiwa anak bangsa berhasil diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

    Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Sarmidi, anggota Pol PP Desa Kecamatan Muara Pinang, yang berperan aktif membantu kepolisian dalam proses pengungkapan kasus tersebut bersama empat personel lainnya.

    Kapolres Empat Lawang menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi yang bersangkutan dan seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta dedikasi dalam menjaga kamtibmas, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. (Red)

  • Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi : Kita Profesional dan Kasus ini Jadi Atensi

    Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Wartawan, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi : Kita Profesional dan Kasus ini Jadi Atensi

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Polemik kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap wartawan salahsatu Media Televisi Nasional yang bertugas di Empat lawang berinisial DA, dimana saat ini kasus tersebut sedang dalam proses Penyelidikan oleh pihak Satreskrim Polres Empat Lawang yang penanganannya dinilai terkesan lamban.

    Terkait hal itu, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi angkat bicara. Menurut Abdul Aziz, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

    “Kita telah melakukan beberapa tahapan terkait kasus ini, diantaranya memeriksa pihak pelapor dan terlapor serta mengumpulkan beberapa alat bukti terkait peristiwa ini. Termasuk juga melakukan gelar perkara agar kasus ini menjadi terang benderang, harap rekan-rekan bersabar dan memberikan waktu kepada kita untuk bekerja,” ungkap AKBP Abdul Aziz Septiadi kepada awak media saat Acara Ngopi Bareng Wartawan di Kedai Keruani Polres Empat Lawang pada Kamis malam (29/04/2026).

    Ditambahkannya, kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap wartawan ini merupakan salahsatu kasus yang menjadi perhatiannya dan telah di Atensi ke jajaran khususnya Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Empat Lawang.

    “Yakinlah, kita akan bekerja secara profesional dalam menangani perkara ini dan saya telah intruksikan kejajaran untuk menjadi atensi serta lakukan tahapan-tahapan sesuai dengan prosedur yang ada,” tambah Abdul Aziz.

    Menurutnya lagi, kasus ini kini dalam penanganan pihak Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Empat Lawang.

    “Tentunya dalam penanganan perkara ini, kita akan menghadirkan dan mendengar keterangan para saksi ahli diantaranya yaitu saksi ahli Pidana, saksi ahli Komdigi dan saksi ahli Bahasa, dimana semua saksi ahli tersebut tidak ada di Empat Lawang melainkan di Palembang dan Jakarta. Untuk itu kita butuh waktu dan Penyidik bekerja berdasarkan bukti dan saksi bukan berdasarkan asumsi,” tutupnya. (Red

  • Peringati Hari Buruh 2026, FSP5K-KSPSI Wilayah MLM Gelar Aksi Sosial

    Peringati Hari Buruh 2026, FSP5K-KSPSI Wilayah MLM Gelar Aksi Sosial

    LUBUK LINGGAU, seputartv.com – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, FSP5K-KSPSI wilayah Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara menggelar aksi sosial berupa pembagian nasi kotak kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Taman Olahraga Megang (TOM), Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Jumat (01/05/2026), dengan sasaran para sopir, tukang ojek, ojek online (ojol), serta masyarakat umum yang melintas.

    Aksi sosial ini dihadiri langsung oleh Ketua KSPSI Sumsel, Alwi Harahap, bersama Ketua FSP5K-KSPSI MLM. Turut hadir pula jajaran Polres Lubuk Linggau yang diwakili oleh Kasat Intelkam dan Kapolsek Lubuk Linggau Utara, serta perwakilan buruh dari berbagai perusahaan di wilayah Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara (MLM).

    Dalam sambutannya, Alwi Harahap menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

    “Kami bersyukur dapat melaksanakan aksi sosial ini bersama-sama dalam momentum May Day. Terima kasih juga kepada Polres Lubuk Linggau yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

    Ia juga berharap ke depan para buruh di Indonesia dapat semakin sejahtera dan mendapatkan hak-haknya secara layak dari perusahaan tempat mereka bekerja.

    Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, aksi ini juga menjadi simbol solidaritas buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan di dunia kerja. (Vad)

  • Polemik Penutupan Wisata Gunung Dempo, Gubernur Sumsel Akan Fasilitasi Antara Pemda dan Pihak Terkait 

    Polemik Penutupan Wisata Gunung Dempo, Gubernur Sumsel Akan Fasilitasi Antara Pemda dan Pihak Terkait 

    PAGARALAM, seputartv.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bergerak cepat menyikapi penutupan sementara sejumlah destinasi wisata di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, yang dipicu persoalan regulasi dan perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN VII.

    Langkah konkret dilakukan dengan memfasilitasi koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait guna memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.

    Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi tersebut, termasuk keluhan para pelaku usaha yang terdampak penertiban administrasi.

    “Iya, kemarin saya sudah menerima laporan dari anggota DPRD Sumsel, Oji, mengenai para pedagang di lokasi tersebut yang dimintakan syarat rekomendasi dari pemerintah kota untuk tetap beraktivitas di desa wisata itu,” ujar Herman Deru. 

    Menurutnya, penertiban yang dilakukan berkaitan dengan kelengkapan administrasi, seperti Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) serta izin kesesuaian tata ruang. Namun demikian, Pemprov Sumsel tidak menginginkan proses tersebut menghambat roda perekonomian masyarakat setempat.

    Sebagai solusi, Pemprov Sumsel mengambil peran sebagai mediator untuk menjembatani komunikasi antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan PTPN VII.

    “Saya akan menjembatani, dan mudah-mudahan aktivitas ini tidak sampai terhenti, tetapi terus berjalan. Ini bukan hanya mendukung penertiban, tetapi juga mendukung desa wisata agar menjadi episentrum ekonomi bagi para pengrajin, pramuwisata, dan wisatawan,” katanya.

    Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan Desa Wisata Gunung Dempo sebagai salah satu destinasi unggulan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

    Sementara itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi, mendorong agar persoalan tersebut segera diselesaikan melalui dialog terbuka antara seluruh pihak terkait.

    “Saya berharap Wali Kota dan pimpinan PTPN dapat duduk bersama menyelesaikan masalah ini sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya. 

    Ia menilai, penutupan sementara kawasan desa wisata berpotensi menimbulkan dampak luas, termasuk ancaman kehilangan pekerjaan bagi ratusan karyawan serta meningkatnya angka pengangguran.

    Alfrenzi mengungkapkan, dirinya menerima laporan dari pelaku usaha yang mengeluhkan penutupan tersebut akibat kendala administrasi, meskipun sebelumnya telah berupaya memenuhi persyaratan kerja sama.

    “Saya kira ini persoalan koordinasi dan komunikasi. Oleh karena itu, Pemkot Pagar Alam dan PTPN harus duduk bersama untuk mencari solusi,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa Desa Wisata Gunung Dempo yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Selain mempromosikan pariwisata di Kota Pagar Alam, kawasan Desa Wisata Gunung Dempo telah menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik minat pengunjung. Hal ini tentu berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat, terlebih berbagai usaha wisata telah membuka banyak lapangan kerja bagi warga,” jelasnya.

    Pemprov Sumsel berharap, melalui langkah fasilitasi dan koordinasi tersebut, persoalan penutupan dapat segera diselesaikan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat, sekaligus tetap menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. (Tom)

  • Walikota Pagaralam Hadiri HUT Pemadam Kebakaran Penyelamatan, Satpol PP dan Sat Perlindungan Masyarakat

    Walikota Pagaralam Hadiri HUT Pemadam Kebakaran Penyelamatan, Satpol PP dan Sat Perlindungan Masyarakat

    PAGARALAM, seputartv.com – Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengikuti Upacara yang diselenggarakan oleh Kemendagri dalam rangka memperingati HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107, HUT Satuan Polisi Pamong Praja ke-76, dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakt ke-64, yang dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (30/04/2026).

    Upacara gabungan ini dihadiri oleh Wamendagri, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Kepala Daerah, FKPD, Damkar, Pol PP, dan Satlinmas se Indonesia. Upacara dimulai dengan pengecekan persiapan kepada seluruh peserta upacara oleh Inspektur upacara yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus. 

    Dalam amanatnya Wamendagri menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan momentum untuk menegaskan peran vital Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Mengingat tingkat kepercayaan publik terhadap pemadam kebakaran dan penyelamatan bahkan telah mencapai lebih dari 90 persen. Ini menunjukkan bahwa kinerja mereka dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada tahun 2025, tercatat hampir 20 ribu penanganan kebakaran dan sekitar 122 ribu kegiatan penyelamatan kemanusiaan. Artinya, tugas Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan nyawa.

    Kepada media, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Dalam Negeri yang telah mempercayakan Palembang sebagai tuan rumah peringatan tiga institusi penting yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Satlinmas. (Tom)