EMPAT LAWANG, seputartv.com — Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Empat Lawang dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi yang masih menyisakan tanda tanya. Tahanan tersebut diketahui bernama Rinto, warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang.
Informasi yang dihimpun, Rinto sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian dalam kondisi sehat saat penangkapan. Namun, kabar duka mengejutkan keluarga setelah yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia usai berada dalam tahanan.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Rinto belum diketahui. Peristiwa ini pun memunculkan berbagai asumsi liar di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi kesehatan korban selama berada dalam penahanan, mengingat saat diamankan disebut-sebut tidak mengalami gangguan berarti.
Saat dikonfirmasi, pihak Kasat Tahti Polres Empat Lawang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan awak media. Minimnya keterangan resmi semakin memicu spekulasi publik terkait insiden tersebut.
Di sisi lain, Kanit Satresnarkoba Polres Empat Lawang, Ipda Ardiliasyah, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Rinto meninggal dunia di rumah sakit. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci terkait penyebab kematian maupun kronologi lengkap sebelum korban dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Keluarga korban dikabarkan telah menerima kabar duka tersebut, namun masih menunggu kejelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kematian Rinto.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan pihak kepolisian segera memberikan penjelasan transparan guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(RED)
Penulis: seputar redaksi
-

Pria Di Empat Lawang Tewas Usai Jadi Tersangka Kasus Narkoba
-

Lima Rumah Di Tanjung Sakti Dilalap Dijago Merah, Kerugian Capai Milyaran Rupiah
LAHAT, seputartv.com – Sebuah kebakaran melanda Desa Muara Cawang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat pada hari Senin (14/3/2026) sekitar pukul 12.50 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan lima buah rumah warga yang terbuat dari kayu hangus terbakar, tiga rumah lainnya rusak berat, serta satu unit mobil mengalami kerusakan.
Kronologis kejadian menunjukkan api pertama kali terlihat dari rumah milik Sono (60 tahun), seorang petani yang tinggal di lokasi kejadian. Akibat besarnya nyala api, kebakaran merambat ke rumah-rumah di sekitarnya sebelum akhirnya dapat dipadamkan oleh personel Polri, TNI, bersama warga masyarakat dan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Tanjung Sakti sekitar pukul 13.30 WIB.
Selain Sono, rumah yang hangus terbakar milik Abdul Nasir (60 tahun), Wardi (50 tahun), Tanidi (40 tahun), dan Hansen (35 tahun) – semuanya bekerja sebagai petani. Sedangkan rumah yang rusak berat dimiliki oleh Sutra (40 tahun), Patra (45 tahun), dan Satari (55 tahun), juga merupakan petani di desa yang sama.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah). Diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang berasal dari rumah Sono.
Kapolsek Tanjung Sakti AKP Rizky Pratama, Melalui Kanit Reskrim Aipda Kurniadi memberikan keterangan terkait kejadian.
“Kami telah segera merespons laporan dari warga dan mengerahkan personel untuk membantu pemadaman serta melakukan penyelidikan awal. Saat ini tim khusus telah melakukan pemeriksaan mendalam di TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk membantu proses pemulihan dan pemberian bantuan kepada korban. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” Ujarnya. -

Dugaan Salah Tangkap dan Penganiayaan di Empat Lawang: Kuasa Hukum Desak Izin Visum Segera Diterbitkan
PALEMBANG – Kasus dugaan salah tangkap menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat dan mencoreng citra kepolisian. Kali ini, Jimi Suganda, warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan menjadi korban salah sasaran oleh oknum anggota Polres Empat Lawang.
Tak hanya salah tangkap, Jimi diduga mengalami penganiayaan hingga menderita luka lebam di bagian wajah.
Peristiwa bermula saat Jimi ditangkap pada Minggu (8/3) atas tuduhan perampasan sepeda motor. Namun, kuasa hukum korban, Riski Aprendi, SH, menegaskan bahwa kliennya memiliki alibi yang tidak terbantahkan.
Saat perampasan motor terjadi, Jimi diklaim sedang bekerja membangun gazebo di rumah seorang warga bernama Dodi di Muara Danau.Keberadaan Jimi di lokasi kerja tersebut diperkuat oleh kesaksian rekan kerja dan pemilik rumah.
“Klien kami sedang bekerja, ada saksi-saksinya.Penangkapan ini sangat janggal dan terkesan dipaksakan,” ujar Riski saat memberikan keterangan di Bid Propam Polda Sumatera Selatan.
Riski menyayangkan prosedur penangkapan yang dinilai cacat administrasi karena petugas tidak menunjukkan surat penangkapan. Lebih memprihatinkan, Jimi diduga mengalami intimidasi dan kekerasan fisik di dalam mobil sesaat setelah diamankan.
Menurut pengakuan Jimi, ia dipukul oleh beberapa oknum polisi berambut gondrong.Akibatnya, terdapat luka lebam nyata di kelopak mata korban. Sayangnya, hingga saat ini, pihak Polres Empat Lawang belum memberikan izin bagi korban untuk melakukan Visum et Repertum.
“Kami sangat khawatir. Luka lebam di mata klien kami bisa menghilang seiring berjalannya waktu jika prosedur visum terus dipersulit atau ditunda oleh pihak Polres. Padahal, surat permohonan sudah kami layangkan,” tegas Riski.Langkah hukum tegas diambil tim kuasa hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Bidang Propam Polda Sumatera Selatan. Selain melaporkan dugaan salah tangkap dan penganiayaan, Riski juga mengungkap adanya upaya intimidasi terhadap saksi-saksi yang meringankan kliennya.
”Saksi-saksi kami diintimidasi oleh oknum sebelum kami berangkat ke Polda. Ini jelas upaya menghalangi keadilan,” tambahnya.Menanggapi video klarifikasi dari pihak keluarga korban perampasan motor yang beredar di media sosial, Riski memilih untuk tidak berkomentar banyak. Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap kinerja penyidik. Polisi diduga hanya bergerak berdasarkan pengakuan sepihak tanpa melakukan kroscek lapangan yang mendalam. Penangkapan tanpa surat resmi dan adanya kekerasan menunjukkan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.
Pihak keluarga dan kuasa hukum berharap Kapolda Sumatera Selatan dapat memberikan atensi khusus pada kasus ini agar keadilan bagi Jimi Suganda dapat ditegakkan dan oknum yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku.
-

Jelang Hari Raya, Polres Lahat Dirikan Pos Pam / Pelayanan Ops Ketupat Musi 2026
LAHAT Seputartv.com – Dalam rangka memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, Polres Lahat mendirikan Pos Pengamanan dan Pelayanan (Pos Pam) di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.
Pendirian Pos Pam ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan perayaan Lebaran. Pos Pam tersebut juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Kapolsek Tanjung Sakti menyampaikan bahwa keberadaan Pos Pam Lebaran ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri maupun para pemudik yang melintas di wilayah Tanjung Sakti.
Petugas yang berjaga di Pos Pam akan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pengaturan lalu lintas, patroli keamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Pos Pam sebagai tempat untuk beristirahat sejenak apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.
Dengan adanya Pos Pam Pelayanan Lebaran Tahun 2026 ini, Polsek Lahat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat tetap aman, lancar, dan kondusif selama perayaan Hari Raya Idulfitri.(Reli) -

KPK OTT Bupati Cilacap saat berada di Jawa Tengah
JAKARTA, seputartv.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah.
Dalam operasi senyap itu, penyidik lembaga antirasuah mengamankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hal itu dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
“Benar,” ungkap Fitroh singkat saat dikonfirmasi soal OTT Bupati Cilacap.
Ia belum merinci kasus yang menjerat Bupati Cilacap.
Sebelumnya KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Senin (9/3) malam.
OTT menjaring Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Ada total 13 orang yang ditangkap dalam operasi ini.
KPK menyegel sejumlah ruang kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.(RED)
