Kategori: Peristiwa

  • Pria di Lubuklinggau Tewas Dibacok, Usai Ngopi Bersama Pelaku

    Pria di Lubuklinggau Tewas Dibacok, Usai Ngopi Bersama Pelaku



    LUBUKLINGGAU – Warga RT 03 Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, digemparkan dengan penemuan seorang pria tewas bersimbah darah, Sabtu (24/1/2025).

    Peristiwa itu terjadi tak lama setelah warga selesai mengikuti prosesi pemakaman salah seorang tokoh masyarakat. Korban diketahui bernama Suhar Efendi (53), ditemukan tergeletak di depan rumah terduga pelaku Supriyadi (30).

    Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui Kasat Reskrim AKP M. Kurniawan Azwar membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut.

    “Benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Supriyadi (30) terhadap korban Suhar Efendi (53),” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

    Kapolres Lubuklinggau bersama Kasat Reskrim, Kapolsek Lubuklinggau Utara I Iptu Sumardi Candra, serta personel dari Polres dan Polsek setempat turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengamanan.

    Diketahui, ayah korban meninggal dunia pada Jumat (23/1) sore dan dimakamkan pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Namun saat prosesi pengantaran jenazah, korban tidak ikut ke pemakaman dan diketahui berada bersama terduga pelaku Supriyadi alias Nanang.

    Warga mengungkapkan, sebelum kejadian korban dan pelaku sempat minum kopi bersama. Namun isi percakapan dan motif pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

    Akibat kejadian itu, korban mengalami delapan luka bacok di beberapa bagian tubuh, seperti leher, tangan, jari, dan bagian tubuh lainnya hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

    “Untuk terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Lubuklinggau Utara I guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Kurniawan.

    Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian, dan masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi disampaikan.

  • Pasca Insiden Dugaan Pelecehan Oknum Kepala Kantor Pos, Korban Alami Trauma

    Pasca Insiden Dugaan Pelecehan Oknum Kepala Kantor Pos, Korban Alami Trauma



    PAGARALAM, seputartv.com – Sejak adanya peristiwa dugaan pelecehan terhadap dirinya, korban berinisial RA (23) kini mengalami trauma.

    Dimana sejak insiden tersebut terjadi,  sehari – harinya korban kerab berdiam diri dan menyendiri dikamar bahkan sedikit menghindar dari sahabat dan kerabatnya.

    Hal ini sampaikan oleh paman korban saat tim media ini menyambangi kediamannya, pada Rabu (28/01/2026).

    ” Kami binggung pak, keponakan kami kini menjadi pendiam dan banyak menghabiskan waktunya di kamar. Dulu ia tidak seperti ini, orangnya cerita dan suka berbaur apalagi jika berada tengah dilingkungan keluarga,” ungkap Wahyu paman korban di kediamannya.

    Paman korban pun melanjutkan, sejak adanya peristiwa dugaan pelecehan yang dilakukan oknum  kepala Kantor Pos Kota Pagaralam terhadap keponakannya tersebut mengalami perubahan yang sangat signifikan.

    “Dulu ia tidak seperti itu, dia gadis periang dan suka diajak bicara. Tapi sejak kejadian itu, ia kerab menyendiri dikamar dan terkadang menangis tanpa mengeluarkan air mata dan kami sangat khawatir atas trauma yang dialaminya,” jelas paman korban dengan raut muka sedih.

    Pihak keluarga pun rencananya dalam waktu dekat ini akan membawa korban ke psikiater untuk dilakukan pemeriksaan, mereka khawatir dengan adanya peristiwa dugaan pelecehan tersebut kejiwaan korban akan mengalami gangguan mental.

    Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, korban RA diduga mengalami perbuatan tak senonoh yang telah di lakukan oleh oknum kepala Kantor Pos Kota Pagaralam berinisial UB di kantornya.

    Dimana saat itu korban sedang menunaikan kewajibanya sebagai pegawai kantor pos yakni dengan menjalankan perintah dari atasannya, membuka ruang brankas untuk mengambil sesuatu.

    Saat korban membuka kunci brankas itulah diduga pelaku melancarkan aksinya dengan cara mendatangi korban dari arah belakang sembari berupaya melecehkan korban, namun korban sempat menghindar.

    Bukannya berhenti melakukan aksinya, pelaku pun dengan nekat mendorong korban hingga masuk kedalam ruang brankas dan disanalah akhirnya pelaku kembali melancarkan aksinya.

    Setelah berupaya berontak akhirnya korban dapat melarikan diri lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada pihak keluarga dan selanjutnya melaporkan perbuatan pelaku ke Mapolres Pagaralam. (Tim)

  • Diduga Lecehkan Bawahan, Oknum Kepala Kantor Pos Di Polisikan

    Diduga Lecehkan Bawahan, Oknum Kepala Kantor Pos Di Polisikan



    PAGAR ALAM,Seputartv.com – Diduga  berbuat tak senonoh terhadap bawahannya, seorang oknum kepala kantor pos di Kota Pagar Alam Berinisial UB dilaporkan ke pihak berwajib atas perbuatannya.

    Kasus ini mencuat setelah korban melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya saat berada di tempat kerja ke Mapolres Pagaralam pada pada Senin (08/12/2025).

    Kepada tim seputartv.com korban berinisial RA (23) mengungkapkan, peristiwa tersebut telah terjadi beberapa kali dalam kurun waktu tertentu. Korban yang merupakan pegawai kantor Pos Kota Pagaralam ini mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh terhadap dirinya sebagai seorang perempuan dan dinilai telah melecehkan dirinya.

    “Selama ini saya berusaha menghindar dari upaya pelaku melecehkan saya, karena saya baru empat bulan bekerja disana.namun akibat perbuatan tersebut berulang bahkan telah menjurus kearah pemaksaan akhirnya saya kabur dan melaporkan perbuatan tak senonohnya ke polisi”, ungkap RA sembari meneteskan air mata.

    Korban pun menuturkan, selama ini ia diam karena merasa takut sebab pelaku merupakan atasannya.

    Namun pada puncak kejadian, dimana saat itu ia dipanggil pelaku dan memerintahkan membuka brankas dan mengambil sesuatu.

    Saat itulah pelaku tiba – tiba menghampirinya dari belakang dan berusaha melecehkannya, korban pun sempat menghindar menjauh namun pelaku tetap berusaha bahkan mendorong korban ke dalam ruang brangkas dan disanalah pelaku berupaya memaksa korban.

    Sesaat setelah berjibaku melepaskan diri dari dekapan pelaku, korban pun akhirnya berhasil kabur dan mengadu ke pihak keluarga atas peristiwa yang telah ia alami dan selanjutnya melapor ke Mapolres Kota Pagaralam.

    Kasus ini, kini dalam penanganan pihak Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Pagaralam.

    ” Ya benar kita telah menerima laporan dari korban dan kini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman”, ungkap Kanit PPA Polres  Pagar Alam IPDA Joni Firmansyah saat di konfirmasi via pesan WhatsApp pada Selasa (27/01/2026).

  • Terkait 33 Orang Terjaring Positif Narkoba, Kepala BNNK Empat Lawang: Sebagian Diajukan Rehabilitasi

    Terkait 33 Orang Terjaring Positif Narkoba, Kepala BNNK Empat Lawang: Sebagian Diajukan Rehabilitasi



    EMPAT LAWANG, seputartv.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empat Lawang hanya menerima 10 orang untuk menjalani rehabilitasi dari total 33 orang yang dinyatakan positif narkoba hasil penggerebekan oleh Satresnarkoba Polres Empat Lawang. Fakta ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya terkait 23 orang lainnya yang tidak menjalani asesmen di BNN.

    Kepala BNN Empat Lawang, Andi Kurniawan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa permohonan asesmen ke BNN hanya diajukan untuk 10 orang oleh pihakSatresnarkoba Empat Lawang.

    “Yang dimohonkan asesmen ke kami hanya 10 orang,” jelas Andi Kurniawan, Selasa (28/01/2026).

    Ia menerangkan, proses asesmen tersebut dilakukan oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang terdiri dari unsur BNNK Empat Lawang, BNN Provinsi Sumatera Selatan, Kasat Resnarkoba Polres Empat Lawang, Kejaksaan Negeri, serta tenaga medis (dokter).

    Dari hasil rapat dan kesimpulan Tim TAT, 10 orang tersebut direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan selama 12 kali pertemuan.

    Sementara itu, terkait 23 orang lainnya, Andi menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, mereka dikirim ke LLKM (Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat) Karunia Insani di Lubuk Linggau untuk menjalani asesmen.

    “Untuk yang 23 itu informasinya dikirim ke LLKM di Lubuk Linggau, ” tegasnya.(Red)

  • Tangkap lepas Diduga Bayar Belasan Juta, Kasat: Itu Tidak Benar

    Tangkap lepas Diduga Bayar Belasan Juta, Kasat: Itu Tidak Benar

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Pasca-penggerebekan 83 orang di sebuah Cafe remang – remang yang ada di Tebing Tinggi (21/1 lalu. Isu tak sedap mencuat  perihal transaksi kebebasan dari 33 orang yang positif narkoba, alias diduga terjadi praktik “pembebasan berbayar” berkedok rehabilitasi.

    Informasi dari berbagai sumber mengungkap label harga yang bervariasi untuk menghindari jerat hukum:

    Ditemui di ruangannya, Kasatnarkoba Polres Empat Lawang, Purnama Mentary Sampe, membantah tudingan tersebut dan menyatakan 33 orang telah disalurkan ke pusat rehabilitasi (BBNK dan IPWL).

    “Isu yang beredar itu tidak benar, oleh karena yang kami tangkap sebanyak 33 orang yang positif gunakan narkoba semuanya diserahkan ke BNN dan IPWL. Kami tidak menerima apa-apa,” kata Purnama Mentary Sampe, Senin (26/1/2026).

    Kasatnarkoba tidak membantah adanya transkasi uang sebab IPWL merupakan badan swasta yang mengenakan tarif untuk rehabilitasi penguna narkoba. Dan semua yang dilakukan adalah bagian dari proses attachment tiga pilar yakni, Polres, BNN Empat Lawang, dan Rumah Rehab Swasta.

    “Untuk isu yang mencuat itu sudah biasa terjadi. Namun, masyarakat bisa mengkonfirmasi langsung ke Polres, BNN dan Rumah Rehab Swasta bila tidak ada yang namanya pembebasan berbayar seperti yang di isukan,” ucap Kasat.