Kategori: Peristiwa

  • Engga Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Pagar Jati

    Engga Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Pagar Jati

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 11 November 2025 di Desa Pagar Jati, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, menghanguskan 15 unit rumah milik warga. Insiden tersebut menyisakan duka dan kerugian besar bagi masyarakat yang terdampak.

    Sebagai bentuk kepedulian, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil 7, M. Oktafiansya, S.T., M.M. atau yang akrab disapa Engga, melakukan kunjungan langsung kepada para korban pada Jumat, 21 November 2025. Dalam kesempatan itu, Engga menyalurkan bantuan berupa 15 unit tenda, selimut, paket sembako, hingga uang santunan untuk membantu meringankan beban warga.

    “Kehadiran kami di sini sebagai wujud empati sekaligus dukungan bagi masyarakat Desa Pagar Jati, terutama dalam masa pemulihan pasca-musibah,” ujar Engga.

    Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi dukungan material, tetapi juga dapat menguatkan mental warga yang sedang menjalani masa pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Camat Lintang Kanan, Kepala Desa Pagar Jati, serta Anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang. (RED)

  • Pelajar 19 Tahun Di Prabumulih Tewas Tersambar Kereta Api

    Pelajar 19 Tahun Di Prabumulih Tewas Tersambar Kereta Api



    PRABUMULIH, seputartv.com – Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar di Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    NA (19) harus tewas usai tertabrak kereta api di perlintasan Prabujaya Km 323, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

    Dari informasi yang didapat, korban berdiri tepat di tengah jalur rel sambil membuka kedua tangan. Lalu, kereta api menghantam tubuhnya dari belakang.

    Kereta Barapati dengan nomor loko CC2041113 dan nomor KA 3120 itu melaju kencang menuju arah Muara Enim-Kertapati. Benturan keras membuat korban mengalami luka fatal, di mana kedua kakinya putus dan bagian kepala mengalami cedera berat hingga meninggal di lokasi.

    Petugas Polsuska PJKA bernama Hendi (30) membenarkan terjadinya insiden tersebut.

    “Ya benar, ada seorang pelajar tertabrak Kereta Barapati dengan nomor loko CC2041113 dan nomor KA 3120, yang dikemudikan masinis Candragunawan bersama asisten Dima,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/11/2025).

    Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan.

    “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan memastikan tidak terdapat kelalaian dari pihak masinis. Kasus ini tetap kami proses sesuai prosedur,” ujarnya.

    Jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas medis untuk pemeriksaan lanjutan. Aparat kembali mengingatkan masyarakat agar menjauhi jalur rel karena potensi bahaya yang sangat tinggi.(RED)

  • Bahas Intimidasi Oknum LSM Terkait Dana BOS, PGRI Lubuk Linggau Lakukan Audiensi ke Polres

    Bahas Intimidasi Oknum LSM Terkait Dana BOS, PGRI Lubuk Linggau Lakukan Audiensi ke Polres



    LUBUK LINGGAU, seputartv.com – Untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang tengah meresahkan dunia pendidikan, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Lubuk Linggau menggelar audiensi strategis dengan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lubuk Linggau.
    Pertemuan berlangsung di Ruang Gelar Satreskrim pada Selasa (18/11/2025).

    Audiensi ini digelar menyusul meningkatnya keluhan guru serta kepala sekolah terkait tekanan dan intimidasi dari pihak eksternal yang mengganggu proses pendidikan.

    Keluhan PGRI: Intimidasi hingga Tekanan Pengelolaan Dana BOS

    Rombongan PGRI dipimpin oleh Ketua PGRI Al Rasyid, didampingi Wakil Ketua Bukri Afriaziz, serta 15 anggota pengurus lainnya. Kedatangan mereka diterima oleh jajaran Polres Lubuk Linggau, antara lain:

    KBO Reskrim – Iptu Suroso

    KBO Binmas – Iptu Darsi Afran

    Kanit Pidum – IPDA Suwarno

    Kanit Pidsus – Ipda Dodi R

    Kanit Tipidkor – Ipda Surisman

    Kanit PPA – IPDA Kopran Maryadi


    Dalam penyampaiannya, Ketua PGRI Al Rasyid menegaskan bahwa sejumlah guru dan kepala sekolah merasa tertekan akibat tindakan oknum tertentu. Beberapa poin keresahan yang disampaikan meliputi:

    1. Intimidasi:
    Adanya laporan intimidasi dan pemerasan terhadap sekolah oleh oknum LSM.


    2. Tekanan Dana BOS:
    Beberapa oknum LSM bahkan diduga bekerja sama dengan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menekan sekolah terkait penggunaan Dana BOS.


    3. Penanganan Siswa Bermasalah:
    PGRI meminta arahan resmi dari pihak kepolisian mengenai prosedur penanganan siswa yang memiliki permasalahan di lingkungan sekolah.


    Al Rasyid menuturkan bahwa tekanan eksternal ini tidak hanya mengganggu proses administrasi sekolah, tetapi juga mempengaruhi kenyamanan para guru dalam menjalankan tugasnya.

    Respons Polres: Laporkan Setiap Bentuk Intimidasi

    Menanggapi keluhan tersebut, KBO Reskrim Iptu Suroso memberikan arahan tegas bahwa Polres Lubuk Linggau akan berada di garis depan untuk melindungi guru dan sekolah dari tindakan intimidasi.

    “Kami tegaskan, tidak boleh ada guru atau kepala sekolah yang merasa takut. Jika ada tindakan intimidasi atau pemerasan, laporkan segera. Kami siap memproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Iptu Suroso.


    Ia juga menyampaikan dua poin penting:

    1. Kumpulkan Bukti

    Sekolah diminta mendokumentasikan setiap tindakan intimidasi, seperti rekaman percakapan, chat, atau identitas pelaku. Bukti ini sangat penting untuk proses hukum.

    2. Transparansi Dana BOS

    Pihak sekolah diimbau tetap berpegang pada Juknis BOS dan menerapkan transparansi dalam setiap pengelolaan dana, sehingga tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh oknum luar.

    Polres Tegaskan Komitmen Lindungi Dunia Pendidikan

    Melalui audiensi ini, Polres Lubuk Linggau menegaskan komitmennya dalam melindungi tenaga pendidik dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman, kondusif, serta bebas dari intervensi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    PGRI juga mengapresiasi ruang dialog terbuka yang diberikan oleh Polres sebagai langkah penting dalam menuntaskan permasalahan yang mereka hadapi.(RED)

  • Diduga Penyakit Kambuh, Wanita Di Musirawas Ditemukan Meninggal Di Saluran Irigasi

    Diduga Penyakit Kambuh, Wanita Di Musirawas Ditemukan Meninggal Di Saluran Irigasi



    MUSI RAWAS, seputartv.com -Tim Indentifikasi Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura), bersama Polsek Muara Beliti serta Pemerintah Desa Tanah Periuk dan warga langsung meluncur kelokasi kejadian lantaran adanya informasi musibah penemuan sesosok jenazah disaluran irigasi Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (17/11/2025)

    Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), personel langsung melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi sekaligus evakuasi jenazah bersama warga disaluran irigasi Desa Tanah Periuk.

    Diketahui identitas jenazah yakni, Marsida (61), Warga Dusun III, Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura

    Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Redho Agus Suhendra, S.Tr.K, SIK, M.Si, didampingi, Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya SE, MM, dan Ipda Novra Robialda SIP, MH serta Iptu Jumar Bolivar, saat dikonfirmasi, Senin (17/11/2025).

    “Benar, terjadi musibah, penemuan jenazah diirigasi Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, dengan identitas jenazah, Marsida warga Dusun III, Desa Tanah Periuk,” kata Kasat Reskrim didampingi Kapolsek Muara Beliti

    Kasat Reskrim menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, bermula sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (17/11/2025), korban pergi mandi ke siring irigasi yang terletak sekitar 15 meter di depan rumah korban.

    Sekitar pukul 17.00 WIB, telah didapat informasi dari Kades Tanah Periuk, M.Nasir melaporkan adanya penemuan jenazah seorang perempuan yang tersangkut di saluran irigasi dan setelah periksa warga mayat perempuan tersebut dapat dikenali yaitu, Marsida yang merupakan warga Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti.

    Sekitar pukul 17.15 WIB, jenazah korban dievakuasi oleh warga ke rumah duka di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti. Lalu, sekitar pukul 17.15 WIB, setelah menerima informasi tersebut memerintahkan, Ipda Novra Robialda SIP, MH, dan Tim Indentifikasi Satreskrim Polres Mura bersama, Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya dan Ipda Novra Robialda serta Iptu Jumar Bolivar, menuju ke TKP penemuan jenazah dan melakukan olah TKP.

    Dan, hasil pemeriksaan petugas serta didampingi Tim Medis Bidan desa setempat, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan fisik dan jarak TKP penemuan mayat ke lokasi korban mandi sejauh sekitar lebih kurang 500 meter.

    Selain itu dari keterangan saksi (keluarga korban), korban tinggal sendirian di rumahnya setelah suami korban meninggal dunia, sedangkan anak korban tinggal dibelakang rumah  korban.

    Dan, korban memang mengidap penyakit Diabetis dan Hipertensi, sekitar pukul 16.00 WIB, saksi bertemu dengan korban yang pergi mandi. Sebelum kejadian tidak ada keluhan menderita sakit atau penyakit korban kumat.

    “Namun, dugaan sementara korban tenggelam di saluran irigasi diduga akibat penyakit yang diderita korban kambuh saat Mandi. Dan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Visum Et Revertum dan Autopsi terhadap jenazah dan telah menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut dan membuat surat pernyataan penolakan,” ucapnya

    Sementara itu, Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, menghimbau kiranya kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di irigasi maupun sungai.

    “Apalagi terkhusus masyarakat yang mempunyai lantar belangkang penyakit akan lebih baik tidak melakukan aktivitas sendiri, namun ada warga lain atau keluarga, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa dengan cepat ditanggulangi,” akhirnya.(RED)

  • Sempat Gegerkan warga Dan Dapat Perawatan, Bayi Yang Ditemukan Warga Terbungkus Kresek Dinyatakan Meninggal Dunia

    Sempat Gegerkan warga Dan Dapat Perawatan, Bayi Yang Ditemukan Warga Terbungkus Kresek Dinyatakan Meninggal Dunia

    MUSI BANYUASIN, seputartv.com – Warga Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel dibuat gempar dengan penemuan bayi yang terbungkus kantong kresek. Senin pagi (17/11/2025), sekitar pukul 08.30 WIB.

    Bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu, pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja pengangkut pasir bernama Sahak  (43).

    Dari pengakuan Sahak, saat tengah mengangkut pasir, ia mendengar suara kecil mirip suara anak anjing dari arah tumpukan barang yang berada di belakang ruko. Karena suara tersebut makin lama terdengar aneh, ia pun berinisiatif untuk mendatangi sumber suara yang setelah di cek ternyata seorang bayi terbungkus kantong kresek.

    “Awalnya saya kira itu suara anak anjing, karena kecil sekali dan terdengar dua kali. Tapi lama-lama saya merasa aneh, jadi saya coba cari sumber suaranya,” ujar Sahak.

    Mendapati hal itu, Sahak langsung memanggil warga. Hingga akhirnya bayi tersebut langsung dibawa ke NICU RSUD Sungai Lilin untuk mendapatkan perawatan.

    NICU atau Neonatal Intensive Care Unit, yaitu unit perawatan intensif khusus di rumah sakit yang ditujukan untuk bayi baru lahir yang membutuhkan penanganan medis khusus.

    Namun malang, setelah mendapat perawatan kurang lebih 8 jam. Pihak RSUD menyatakan bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia, Senin (17/11/2025) pukul 16.04 WIB.


    Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Sungai Lilin, dr. Iis Martilopa, M.K.M, menjelaskan bahwa kondisi bayi saat tiba sudah sangat memprihatikan kondisinya

    “Ketika datang, bayi dalam kondisi kritis. Dari pemeriksaan, kami temukan luka pada bagian perut ada tiga lubang dan kondisinya sangat lemah dan mengalami hipotermia,”kata Iis, Selasa (18/11/2025).

    Bayi tersebut langsung mendapat penanganan intensif di ruang NICU. Tim medis berupaya menstabilkan kondisi bayi.

    Namun upaya tersebut tidak berhasil mengatasi kondisi bayi yang terus memburuk.

    “Kami sudah melakukan penanganan maksimal di ruang NICU, tetapi kondisinya tidak stabil sejak awal. Pada pukul 16.04 WIB, bayi dinyatakan meninggal dunia,”ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa jenazah bayi kini berada di ruang jenazah RSUD Sungai Lilin untuk proses lebih lanjut.

    “Kami sudah serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut dan jenazah masih di Kamar RSUD Sungai Lilin,” tutupnya.(RED)