Seputartv – MicrosleepΒ adalah periode tertidur singkat yang berlangsung paling lama 30 detik. Meski hanya sebentar, banyak orang yang mengalamiΒ microsleepΒ di tengah-tengah aktivitas yang penting, misalnya berkendara, sehingga berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri, bahkan orang lain.>
MicrosleepΒ merupakan tanda bahwa tubuh kurang beristirahat. Kondisi ini bisa terjadi pada situasi apapun, misalnya saat menonton tv, membaca buku, serta menghadiri rapat atau seminar.Β MicrosleepΒ juga sering dialami oleh banyak orang saat mengemudi atau mengoperasikan sebuah mesin sehingga konsentrasi menjadi terganggu dan bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Tanda-tandaΒ MicrosleepΒ yang Perlu Diwaspadai dan Bahayanya
Tanda-tanda peringatanΒ microsleepΒ tergantung pada situasi yang dijalani. Secara umum, berikut ini adalah beberapa tanda awalΒ microsleepΒ yang sering terjadi:
β’ Mata terasa berat hingga sulit untuk membuka mata
β’ Menguap berlebihan
β’ Berkedip perlahan-lahan atau terus-menerus agar tetap terjaga
β’ Tidak bisa mengingat kejadian 1β2 menit terakhir atau tidak menyadari sesuatu baru saja terjadi
β’ Sulit memahami informasi yang disampaikan orang lain
β’ Tanpa sengaja kepala tunduk ke depan karena mengantuk
β’ Tersentak bangun dengan gerakan tubuh yang tiba-tiba
Selain itu, berusaha keras untuk tetap terjaga, misalnya dengan membuka jendela mobil atau memutar musik yang energik, juga termasuk tanda bahwa otak sedang mencoba untuk beralih ke keadaan tidur.
JikaΒ microsleepΒ terjadi di rumah saat menonton tv atau membaca buku, kondisi ini mungkin tidak berbahaya. Namun, dalam situasi lain, misalnya berkendara,Β microsleepΒ bisa menyebabkan ancaman bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Faktanya, hampir setiap kecelakaan lalu lintas yang fatal disebabkan oleh pengemudi yang tertidur sejenak atauΒ microsleep.
Selain itu, dalam bidang medis, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien dan tenaga medis sering tertusuk jarum suntik dan mengalami cedera di rumah sakit oleh tenaga medis yang mengantuk atau kelelahan, terutama saat menjalaniΒ shiftΒ malam atau lembur.
Berbagai PenyebabΒ Microsleep
Kurang tidur, kualitas tidur yang buruk, dan kelelahan adalah penyebab utamaΒ microsleep. Ibaratnya, saat Anda βmeminjamβ waktu tidur untuk bersosialisasi, bekerja, atau belajar, otak akan tetap lelah dan mencari waktu untuk tidur. Akibatnya, otak berusaha untuk membuat tubuh tertidur melaluiΒ microsleep.
Meski begitu, kurang tidur bukanlah satu-satunya faktor terjadinyaΒ microsleep. Berikut ini adalah beberapa hal lain yang bisa memicuΒ microsleep:
β’ Minum alkohol
β’ Konsumsi obat yang mendorong rasa kantuk, seperti obat antialergi atau obat tidur
β’ KerjaΒ shiftΒ malamΒ atau sering lembur
Menurut sebuah penelitian, bahkan hanya satu malam mengalami kurang tidur, bisa meningkatkan risiko terjadinyaΒ microsleepΒ di keesokan harinya. Selain itu, orang yang memiliki pola tidur teratur setiap malam lebih mungkin mengalamiΒ microsleepΒ saat kurang tidur.
MicrosleepΒ juga bisa terkait dengan kondisi kesehatan fisik dan mental, seperti:
β’ Gangguan tidur, misalnyaΒ sleep apnea, insomnia, atauΒ narkolepsi
β’ Obesitas
β’ Depresi
β’ Gangguan kecemasan
β’ Bipolar
Tips MenghindariΒ Microsleep
TerjadinyaΒ microsleepΒ adalah tanda yang sangat jelas bahwa tubuh perlu lebih banyak tidur dan istirahat. Mengingat begitu banyak risiko bahaya akibatΒ microsleep, penting untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindariΒ microsleepΒ antara lain:
1. Istirahat bila mengantuk
Langkah pertama untuk mencegahΒ microsleepΒ adalah mengenali tubuh sendiri setiap kali merasa lelah dan berusaha untuk tidak mengelaknya. Bila sedang mengemudi, ingatlah bahwa Anda tidak hanya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga orang lain, bila tetap memaksakan diri.
Carilah tempat aman untuk menepi dan tidurlah sejenak untuk menyegarkan diri. Jangan mengandalkan stimulan, seperti kafein, untuk membuat Anda tetap terjaga. Sebelum berkendara, hindari juga konsumsi obat-obatan yang dapat memicu rasa kantuk dan minuman beralkohol.
2. Hindari berkendara bila kurang tidur
Untuk menghindari risiko bahaya dariΒ microsleep, sebaiknya jangan berkendara atau mengoperasikan mesin bila kurang tidur di malam harinya. Bila memungkinkan, biarlah orang lain yang melakukannya atau atur ulang jadwal perjalanan.
Namun, bila memang tidak memungkinkan, sebaiknya istirahatlah terlebih dahulu. Tidurlah sebentar sekitar 20 menit untuk mengembalikan tenaga. Anda juga bisa mencuci muka, melakukan peregangan ringan, atau berbincang-bincang dengan rekan untuk menghilangkan rasa kantuk.
3. Pastikan tidur cukup dan berkualitas
Tidur yang cukupΒ dan nyenyak sekitar 7β8 jam setiap malam sangatlah penting bagi kesehatan dan keselamatan diri sendiri. Untuk mewujudkannya, praktikkanlahΒ kebersihan tidur yang baik, seperti:
β’ Usahakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.
β’ Mandi air hangat sebelum tidur agar tubuh lebih rileks sehingga mudah mengantuk.
β’ Cobalah dengarkan musik yang menenangkan untuk mendorong rasa kantuk sebelum tidur.
β’ Hindari penggunaan gadget sebelum tidur.
β’ Ciptakan lingkungan kamar tidur yang nyaman dan bersih.
β’ Hindari makanan berat, kafein, nikotin, dan alkohol beberapa jam sebelum waktu tidur.
SelainΒ microsleep, kurang tidur dalam jangka pendek bisa menyebabkan Anda menjadi mudah lupa, lekas marah, terlihat murung, serta sulit fokus terhadap sesuatu. Bila dibiarkan, kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, serta stroke.
Oleh karena itu, janganlah menyepelekan waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. Kurang tidur beberapa jam saja bahkan bisa memicuΒ microsleepΒ di tengah-tengah aktivitas dan berdampak fatal bagi keselamatan diri.
Jika Anda sering susah tidur setiap malam atau sering mengalamiΒ microsleepΒ meski sudah cukup tidur, sebaiknya berkonsultasilah keΒ dokterΒ agar bisa dibantu menentukan penyebabnya dan diberikan penanganan yang sesuai.(RED)