Kategori: Artikel Menarik

  • Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak

    Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak




    seputartv.com – Di era digital, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari berbagi cerita, mencari informasi, hingga menjalin relasi, media sosial menawarkan kemudahan dan kenyamanan.
    Namun, di balik manfaatnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti penyebaran hoaks, perundungan daring, dan konflik antar individu. Oleh karena itu, memahami etika bermedia sosial menjadi sangat penting.
    Etika bermedia sosial adalah seperangkat norma dan nilai yang mengatur perilaku pengguna dalam berinteraksi di dunia maya. Etika ini membantu menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif bagi semua pihak.
    *Prinsip-Prinsip Etika Bermedia Sosial*

    *Berpikir Sebelum Mengunggah
    Sebelum memposting sesuatu, tanyakan pada diri sendiri:
    Apakah informasi ini benar?
    Apakah postingan ini dapat menyakiti orang lain?
    Apakah konten ini bermanfaat?
    Berpikir sebelum mengunggah adalah langkah awal untuk mencegah konflik dan kesalahpahaman.
    *Menghormati Privasi Orang Lain
    Tidak semua hal tentang orang lain layak untuk dibagikan. Hindari menyebarkan foto, video, atau informasi pribadi tanpa izin, karena hal ini melanggar privasi dan dapat berpotensi melanggar hukum.
    *Menghindari Ujaran Kebencian dan Perundungan
    Media sosial bukan tempat untuk menyebarkan kebencian atau menyerang individu atau kelompok tertentu. Menggunakan kata-kata yang santun dan saling menghormati adalah wujud nyata dari etika bermedia sosial.
    Tidak Menyebarkan Hoaks
    Sebelum membagikan berita atau informasi, pastikan kebenarannya. Cek fakta dari sumber terpercaya untuk menghindari penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak orang.
    *Menghargai Opini yang Berbeda
    Dalam dunia digital yang beragam, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Menghargai opini orang lain, meskipun tidak sepaham, menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi.
    *Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar
    Hindari penggunaan kata-kata kasar, sindiran, atau sarkasme yang berlebihan. Bahasa yang santun mencerminkan kepribadian kalian dan membantu menjaga suasana kondusif di media sosial.
    Menerapkan etika dalam bermedia sosial memiliki banyak manfaat positif.

    Dengan menciptakan interaksi yang sehat, media sosial dapat menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus informatif. Sikap saling menghormati juga mampu mengurangi risiko konflik dan kesalahpahaman di dunia maya. Selain itu, pengguna yang bijak dan santun akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari komunitas daring, sehingga meningkatkan kredibilitas mereka. Tak kalah penting, etika yang baik dalam bermedia sosial mencerminkan karakter pribadi dan integritas seseorang, yang pada akhirnya memperkuat citra positif di mata orang lain.


    Bermedia sosial adalah hak semua orang, tetapi hak ini harus diimbangi dengan tanggung jawab. Dengan menerapkan etika bermedia sosial, kita dapat menciptakan dunia digital yang lebih baik untuk semua orang. Yuk, mulai sekarang jadilah pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab!(Red)

  • Inilah Faktor Yang Membuat Harga Plastik Naik

    Inilah Faktor Yang Membuat Harga Plastik Naik



    Seputartv.com – Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pelaku industri di Indonesia, seiring meningkatnya tekanan biaya produksi akibat gejolak energi global. Lonjakan ini tidak hanya dirasakan oleh industri besar, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga konsumen.

    Plastik merupakan material yang digunakan secara luas, mulai dari kemasan makanan hingga kebutuhan manufaktur. Oleh karena itu, perubahan harga plastik turut memengaruhi rantai pasok dan harga berbagai produk di pasar.

    Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor global, terutama gangguan distribusi energi dunia yang berdampak pada bahan baku industri petrokimia. Faktor utama yang mendorong kenaikan harga plastik adalah eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi rute utama perdagangan minyak dunia.

    Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab kenaikan harga plastik, dampaknya terhadap berbagai sektor, serta proyeksi ke depan.

    Plastik merupakan material sintetis yang dihasilkan melalui proses industri petrokimia berbasis minyak bumi. Dalam rantai produksinya, minyak mentah diolah menjadi berbagai turunan, salah satunya adalah nafta (naphtha) yang menjadi bahan baku utama.

    Nafta kemudian diproses untuk menghasilkan senyawa dasar seperti etilena dan propilena. Senyawa ini menjadi fondasi utama dalam pembuatan berbagai jenis plastik,
    seperti:
    Polyethylene (PE)
    Polypropylene (PP)
    Polystyrene (PS)
    Ketergantungan pada nafta membuat harga plastik sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dan energi global. Ketika harga minyak naik atau distribusi energi terganggu, biaya produksi plastik turut meningkat.(Red)

  • Mengenal Naniura “Sashimi” Masyarakat Batak

    Mengenal Naniura “Sashimi” Masyarakat Batak


    Seputartv.com – Salah satu makanan khas Batak biasa masyarkatnya sebut Naniura.
    Kuliner ini merupkan daging ikan segar yang tidak dimasak, seperti halnya sashimi, ikan mentah di Jepang. Bedanya, naniura disantap dengan bumbu rempah khas Batak.

    Naniura merupakan makanan khas Batak yang diresepkan oleh orang-orang pesisir Danau Toba. Sejarah Singkat Naniura Pada zaman Raja-raja Batak di Tapanuli, naniura menjadi makanan istimewa yang dihidangkan khusus untuk menjamu para raja. Hanya koki dan juru masak kerajaan yang boleh membuat naniura, sehingga kuliner ini terasa elit.

    Seiring perkembangan zaman semua orang ingin mencicipi makanan tersebut. Hal ini karena, rasanya yang unik, khas, dengan bumbu asli Batak, seperti andaliman. Kemudian, naniura dikenal luas oleh wisatawan domestik hingga wisatawan asing.

    Bahkan saat berkunjung ke daerah Sumatera Utara, naniura merupakan salah satu masakan yang dicari.

    Bahan Naniura Bagi orang yang pernah menyantap naniura akan memahami kelezatan kuliner ini. Naniura tidak sepopuler arsik karena tidak selalu dijual di lapo (warung nasi) Batak atau terdapat di arisan-arisan keluarga. Biasanya, naniura disajikan pada acara Bona Taon para marga Batak atau khusus pada acara keluarga.

    Bahan Naniura adalah ikan ihan atau ikan endemik Danau Toba. Namun karena ikan ihan semakin sulit diperoleh maka sebagai gantinya menggunakan ikan jenis lain, seperti ikan mas, gabus, atau mujair. Daging ikan segar dilumuri dengan bumbu dan unte ungga (asam Batak), kemudian ditambah andaliman, cabai merah, jeruk, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, kacang tanah, kunyit, bunga rias (batang kecombrang) yang telah dihaluskan dan digongseng terlebih dahulu Manfaat Andaliman kerap disebut sebagai merica Batak karena menjadi bumbu kunci pada masakan Batak Toba.

    Beberapa makanan khas Batak menggunakan andaliman sebagai penyedapnya, seperti arsik ikan mas, naniura, saksang, dan mie gomak. Andaliman adalah rempah khas Batak yang mempunyai sifat sensorik. Andaliman atau zanthoxylum acanthopodium banyak ditemukan secara liar di daerah Sumatera Utara. Rempah ini tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1.100 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Buah andaliman berbentuk butiran kecil dan bergerombol mirip merica atau lada.

    Rempah ini memiliki aroma yng harum seperti jeruk. Saat digigit, andaliman memiliki rasa sedikit segar seperti jeruk, pedas, dan meninggalkan sensasi getir, kebas di lidah, dan kelu. Karena memiliki aroma dan rasa yang kuat, penggunaan andaliman sebagai bumbu masakan harus dengan takaran yang tepat. Jika terlalu banyak akan merusak cita rasa masakan itu sendiri. Umumnya, andaliman hanya digunakan sebagai penyedap. Andaliman juga berfungsi sebagai bahan pengawet alami. Masakan berbahan ikan dan daging dapat bertahan beberapa hari tanpa menimbulkan bau.

  • Mengenal Lebih Dalam  Sejarah Tebing Tinggi (Empat Lawang), Wilayah Kecil Yang Pernah Menjadi Penerapan Sistem Majunya Peradaban Luar.

    Mengenal Lebih Dalam  Sejarah Tebing Tinggi (Empat Lawang), Wilayah Kecil Yang Pernah Menjadi Penerapan Sistem Majunya Peradaban Luar.



    SEPUTARTV – Seperti yang kita ketahui. Kecamatan Tebing Tinggi adalah Ibu Kota dan Pusat pemerintahan Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

    Namun, selain dikenal masyarakat Sumsel sebagai salah satu wilayah penghasil kopi dan durian terbaik.  Ternyata, ada sejarah dan fakta unik Tentang wilayah ini di era kolonial hingga pasca Kemerdekaan.

    Fakta uniknya. Wilayah kecil ini telah berganti status administratif setidaknya sebanyak Empat Kali dari abad ke abad.

    Dirangkum dari laman resmi WIKIPEDIA dan beberapa artikel yang berhasil mencatat sejarah wilayah ini. Menyebutkan, sebelum berstatus bagian dari Kabupaten Lahat dan Menjadi Pusat Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang setelah dilakukannya pemekaran (2007). Tebing Tinggi dulunya merupakan wilayah yang sangat penting di era Hindia Belanda hingga penjajahan Jepang.

    Bahkan, begitu pentingnya wilayah ini diubah statusnya menjadi Onderafdeeling atau Pusat Keresidenan Sumatera Selatan (sekitar 1870 – 1900). Dimana, Tebing Tinggi dinilai sebagai wilayah administratif yang strategis dan sangat penting untuk ekonomi, terutama menjaga keamanan dari para pemberontak sekitar (Pagar Alam, Pasemah, dan perbatasan Bengkulu).

    Namun, status itu akhirnya berganti setelah pemerintah Belanda menetapkan Keresidenan menjadi satu wilayah yaitu Sumatera. Hingga akhirnya Tebingtinggi diubah menjadi wilayah Kewedanaan. Yang dimana wilayah ini dipimpin oleh seorang Wedana.

    Wedana sendiri statusnya setingkat dibawah Bupati dan setingkat diatas camat. Dimana Wedana berperan sebagai pembantu Bupati dan mengatur atau memimpin seluruh Camat. Kewedanaan pun tetap bertahan hingga memasuki era penjajahan Jepang sampai agresi militer Belanda pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

    Barulah status Kewedanaan dihapus pasca perjuangan mempertahankan kemerdekaan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan alasan efisiensi administratif. Dan Tebingtinggi berubah lagi statusnya menjadi bagian dari Kabupaten Lahat dan dikendalikan sebagai Kecamatan.

    Hingga tahun 2007. Tebing tinggi diubah lagi statusnya sebagai Ibukota Kabupaten Empat Lawang sekaligus menjadi pusat pemerintahan sampai saat ini.

    Generasi Muda Empat Lawang. Yuk, mulai mengenal sejarah tentang tempat asal kalian. Dibalik indahnya alam Kabupaten Empat Lawang. Ternyata ada sebagian wilayahnya (Tebing Tinggi) dulu menjadi tempat penerapan sistem nilai – nilai sosial dari budaya lokal dan majunya sebuah peradaban dari luar. Hingga menjadi saksi bagaimana rumitnya perjalanan menuju negara satu kesatuan negara Republik Indonesia.(Red)

  • Buat Kamu Yang Hobi Mager, Nih Manfaat Produktif Fisik Bagi Kesehatan Kamu

    Buat Kamu Yang Hobi Mager, Nih Manfaat Produktif Fisik Bagi Kesehatan Kamu

    seputartv.com – Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 37,4% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas kurang melakukan aktivitas fisik, sedangkan 62,6% cukup beraktivitas fisik.

    Masih dari hasil survei yang sama, terdapat empat alasan utama masyarakat Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik secara memadai. Sebanyak 48,7% menyatakan tidak ada waktu, 32,6% mengaku malas, 19,5% menyebut sudah lanjut usia, dan 9,8% merasa tidak memiliki rekan beraktivitas.

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa perilaku hidup aktif belum sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

    Mengapa aktivitas fisik penting?

    Aktivitas fisik tidak terbatas pada olahraga formal seperti berlari atau bersepeda, tetapi mencakup setiap bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi di atas kondisi istirahat.

    Pedoman global WHO merekomendasikan agar orang dewasa berusia 18–64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150–300 menit per minggu, sementara anak dan remaja dianjurkan aktif secara fisik minimal 60 menit per hari. Aktivitas rutin terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas (WHO, 2020).

    Rekomendasi Aksi Praktis untuk Masyarakat

    Rendahnya tingkat aktivitas fisik dapat diatasi dengan strategi realistis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sisihkan waktu khusus untuk bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ke warung, bersepeda ringan, atau menggunakan tangga dapat membantu meningkatkan kebugaran tanpa memerlukan peralatan mahal.

    Kedua, libatkan keluarga, teman atau bergabung dengan komunitas. Saat ini terdapat banyak kelompok komunitas yang bergabung misalnya melalui WhatsApp Grup (WAG) dan melakukan aktivitas menarik bersama. Dukungan sosial terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi aktivitas.

    Ketiga, buat aktivitas fisik menjadi menyenangkan. Prinsip enjoyable movement” membantu seseorang mempertahankan rutinitas. Bisa dimulai dari hobi seperti menari, yoga, atau permainan outdoor ringan.

    Kesehatan bukan hanya urusan medis, melainkan hasil dari kebiasaan hidup yang terpelihara. Kesehatan dapat diperoleh dengan cara yang mudah, murah dan sederhana. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten —berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar melakukan peregangan di sela pekerjaan,  masyarakat dapat membangun budaya hidup aktif. Dari langkah kecil itulah harapan besar muncul: Indonesia yang lebih sehat dan lebih bugar.

    Terakhir, rutinlah memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan untuk deteksi dini penyakit. Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis.


    Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 37,4% penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke atas kurang melakukan aktivitas fisik, sedangkan 62,6% cukup beraktivitas fisik.

    Masih dari hasil survei yang sama, terdapat empat alasan utama masyarakat Indonesia tidak melakukan aktivitas fisik secara memadai. Sebanyak 48,7% menyatakan tidak ada waktu, 32,6% mengaku malas, 19,5% menyebut sudah lanjut usia, dan 9,8% merasa tidak memiliki rekan beraktivitas.

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa perilaku hidup aktif belum sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

    Mengapa aktivitas fisik penting?

    Aktivitas fisik tidak terbatas pada olahraga formal seperti berlari atau bersepeda, tetapi mencakup setiap bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi di atas kondisi istirahat.

    Pedoman global WHO merekomendasikan agar orang dewasa berusia 18–64 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150–300 menit per minggu, sementara anak dan remaja dianjurkan aktif secara fisik minimal 60 menit per hari. Aktivitas rutin terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas (WHO, 2020).

    Rekomendasi Aksi Praktis untuk Masyarakat

    Rendahnya tingkat aktivitas fisik dapat diatasi dengan strategi realistis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, sisihkan waktu khusus untuk bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ke warung, bersepeda ringan, atau menggunakan tangga dapat membantu meningkatkan kebugaran tanpa memerlukan peralatan mahal.

    Kedua, libatkan keluarga, teman atau bergabung dengan komunitas. Saat ini terdapat banyak kelompok komunitas yang bergabung misalnya melalui WhatsApp Grup (WAG) dan melakukan aktivitas menarik bersama. Dukungan sosial terbukti menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi aktivitas.

    Ketiga, buat aktivitas fisik menjadi menyenangkan. Prinsip enjoyable movement” membantu seseorang mempertahankan rutinitas. Bisa dimulai dari hobi seperti menari, yoga, atau permainan outdoor ringan.

    Kesehatan bukan hanya urusan medis, melainkan hasil dari kebiasaan hidup yang terpelihara. Kesehatan dapat diperoleh dengan cara yang mudah, murah dan sederhana. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten —berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar melakukan peregangan di sela pekerjaan,  masyarakat dapat membangun budaya hidup aktif. Dari langkah kecil itulah harapan besar muncul: Indonesia yang lebih sehat dan lebih bugar.

    Terakhir, rutinlah memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan untuk deteksi dini penyakit. Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis.(MGA)