Kategori: Artikel Menarik

  • AKBP Abdul Aziz Septiadi Raih Penghargaan Prestisius Tingkat Nasional di Ajang Leadership Awards 2026

    AKBP Abdul Aziz Septiadi Raih Penghargaan Prestisius Tingkat Nasional di Ajang Leadership Awards 2026

    JAKARTA, seputartv.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.I.K., S.H., M.H., yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Star Iconic Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, serta kepemimpinan visioner yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi institusi kepolisian maupun masyarakat luas.

    Berdasarkan penilaian tim juri Star Iconic Award dari Pusat Training dan Motivasi Polri Thanks Institute Indonesia  yang diperkuat dengan hasil monitoring, digital tracking, pemberitaan media massa, serta masukan dari panelis independen, AKBP Abdul Aziz Septiadi dinilai layak menerima penghargaan “Most Visionary Iconic Professional of the Year Award 2026”. Ajang penghargaan tersebut digelar secara resmi di Ra Suites Simatupang, Jakarta, pada 23 Mei 2026, dengan dihadiri berbagai tokoh nasional, profesional, serta perwakilan lintas sektor.

    Ketua panitia seleksi kelayakan Awards, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., yang juga dikenal sebagai motivator dan penulis buku buku Polri, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan berbasis indikator capaian nyata.

    Dalam keterangannya, ia menyampaikan, “Penghargaan ini diberikan karena berbagai pencapaian yang telah ditorehkan oleh Kapolres Empat Lawang, di antaranya keberhasilan meraih penghargaan peringkat pertama dalam nominasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Kategori Pagu Sedang untuk Semester I Tahun 2025. Selain itu, komitmen dan fokus dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Empat Lawang menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kami.”

    Lebih lanjut, Dr. Ketut menilai bahwa kepemimpinan AKBP Abdul Aziz Septiadi mencerminkan sosok pemimpin yang tidak hanya unggul dalam tata kelola organisasi dan pengelolaan anggaran, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial yang menjadi ancaman serius di tengah masyarakat, khususnya penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Empat Lawang.

    Menurutnya, pendekatan yang dilakukan dalam menjaga keamanan wilayah serta konsistensi membangun pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif serta tersu memberdayakan personel yang ada, menjadi faktor penting yang menjadikan Kapolres Empat Lawang layak menerima penghargaan tersebut.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, AKBP Abdul Aziz Septiadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kerja keras seluruh personel Polres Empat Lawang.

    Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh anggota Polres Empat Lawang yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keamanan, dan memperkuat pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Empat Lawang.”

    Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    Ajang Star Iconic Award sendiri dikenal sebagai salah satu platform penghargaan yang memberikan apresiasi kepada individu maupun institusi yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa di bidangnya masing-masing bukan hanya dari Indonesia namun juga ada dari Malaysia, Singapore, Thailand dan Filipina. 

    Dengan diraihnya penghargaan ini, AKBP Abdul Aziz Septiadi tidak hanya mengharumkan nama Polres Empat Lawang Polda Sumsel, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, serta negara.(Red)

  • Afri Dwi Firdinanda Resmi Jabat Ketua AMKI Empat Lawang

    Afri Dwi Firdinanda Resmi Jabat Ketua AMKI Empat Lawang

    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Afri Dwi Firdinanda atau lebih dikenal dengan panggilan Nanda, resmi di percaya menjabat sebagai ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Empat Lawang.

    Pelantikan Pengurus AMKI Kabupaten / Kota se-Sumatera Selatan dilakukan di Kota Palembang pada beberapa waktu yang lalu, termasuk Pengurus AMKI Kabupaten Empat Lawang.

    Ketua AMKI Kabupaten Empat Lawang Afri Dwi Firdinanda menyebut, pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sumatera Selatan menjadi momentum penting bagi media lokal di Kabupaten Empat Lawang untuk memperkuat kualitas dan daya saing di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat.

    Menurut Afri, keberadaan organisasi media saat ini sangat dibutuhkan sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah memperkuat profesionalisme insan pers daerah khususnya di Kabupaten Empat Lawang.

    ” Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi akan tetapi menjadi ruang bersama bagi media-media lokal untuk saling menguatkan, meningkatkan profesionalisme, dan beradaptasi menghadapi perkembangan zaman,” ujar Afri.

    Ditambahkannya, tantangan media saat ini tidak mudah, terutama di tengah persaingan informasi yang sangat cepat dan deras di media sosial. Karena itu menurutnya, media harus tetap menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik.

    ” Media hari ini dituntut cepat, tapi juga harus tetap akurat dan berintegritas. Itu yang harus terus dijaga. Kehadiran AMKI diharapkan bisa menjadi wadah untuk memperkuat kualitas media dan solidaritas antar pengelola media,” Imbuhnya.

    Lebih lanjut, Afri mengatakan media lokal di Empat Lawang tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi informasi yang terus berubah.

    Media daerah harus mampu berkembang, memperkuat kualitas pemberitaan, dan mampu bersaing tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.

    ” Media lokal di Empat Lawang harus bisa bersaing. Bukan hanya cepat menyampaikan informasi, tapi juga harus mampu menjaga kualitas berita dan kepercayaan masyarakat. Kehadiran AMKI diharapkan bisa menjadi wadah untuk memperkuat kualitas media dan solidaritas antarpengelola media,” jelasnya.

    Afri pun menilai, keberadaan AMKI dapat menjadi ruang bersama bagi media-media di Empat Lawang untuk memperkuat solidaritas, membangun komunikasi antar pengelola media, hingga menciptakan kolaborasi yang sehat dalam dunia pers daerah.

    Ia pun berharap, AMKI mampu menjadi organisasi yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai pihak tanpa meninggalkan independensi pers.

    “Kita ingin AMKI menjadi organisasi yang sehat, aktif, dan benar-benar memberi manfaat bagi insan media. Kolaborasi penting, tapi independensi juga harus tetap dijaga,”  tutupnya.(Red)

  • Lubuk Endap, Destinasi Baru Masyarakat Empat Lawang

    Lubuk Endap, Destinasi Baru Masyarakat Empat Lawang


    SEPUTARTV – wisata lubuk Endap didesa Rantau Tenang Tebing Tinggi Empat Lawang, adalah salah satu destinasi wisata alam yang kini semakin populer .
    wisata ini terkenal dengan pemandangan yang asri , udara yang sejuk serta suasana pedesaan yang tenang , tempat ini sangat cocok untuk kumpul keluarga dan ramai dikunjungi saat akhir pekan .
    wisata ini jadi favorite warga setempat dan sekitaran Tebing Tinggi karena jarak tempat yang tidak terlalu jauh dan suasana yang menyegarkan .
    lubuk endap memiliki air yang jernih dan dingin karena berasal dari air pegunungan sekitarnya , Aliran sungai yang deras namun tenang menambah pesona tersendiri, terutama bagi pengunjung yang datang untuk sekadar menikmati suara gemericik air atau bermain di tepian sungai. Suasana alami yang dikelilingi pepohonan tinggi juga menambah kesejukan tempat ini.
    Di sekitar Sungai lubuk endap ini juga terdapat beberapa tempat berupa pondok untuk sekedar beristirahat dan piknik , tak jarang area ini dipenuhi remaja hingga keluarga yang hanya sekedar untuk berenang dan bersantai . (MGA)

  • Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan

    Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan


    JAKARTA, seputartv.com – Bika ambon adalah kue populer yang dikenal sebagai makanan khas bukan dari Ambon tetapi dari Medan.

    Bika Ambon berwarna cokelat keemasan, dengan tekstur yang kenyal namun lembut. Kue ini dibuat dari kombinasi tepung tapioka, santan, telur, gula, dan tuak. Fermentasi adonan dengan tuak menciptakan tekstur unik kue dengan penampilan seperti sarang lebah.

    Meskipun Bika Ambon telah menjadi simbol ikonik dari kuliner Medan, asal-usulnya masih belum jelas. Beberapa legenda menunjukkan bahwa Bika Ambon dipengaruhi oleh tradisi kuliner Tionghoa atau Ambon, namun kue bika Ambon sudah terkenal setidaknya di awal abad ke-20.

    Legenda mengatakan bahwa kue Bika Ambon dimulai berabad-abad yang lalu, ketika penjelajah Portugis mendarat di pantai Pulau Ambon di kepulauan Maluku pada tahun 1512. Bangsa Portugis membawa bersama mereka tradisi membuat kue. Di antara kuliner yang diperkenalkan di Asia adalah kue yang dibuat dari tepung beras yang disebut bika dan bingka.

    Bika atau bibingka atau bebika dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah (gula jawa). Sementara Bingka terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan, dan gula kelapa .

    Versi kue bika masih dapat ditemukan di beberapa bagian Indonesia, seperti di Sumatera Barat. Variasi kue bika dapat ditemukan di Filipina (bibingka) atau di Goa, India (bibinca).

    Seiring waktu, kue-kue ini mulai diperkenalkan ke kota kota, termasuk Batavia (sekarang Jakarta). Pada tahun 1890-an, versi khusus kue yang dikenal sebagai Bika atau Bebika Ambon telah mendapatkan pengakuan dan popularitas. Kue Bika Ambon ini dibuat dan dijual oleh pembuat kue Tionghoa.

    Namun, sejarah awal Bika Ambon tidak tanpa intrik. Pada tahun 1896, insiden skandal terjadi ketika sebuah keluarga di Kwitang, Batavia jatuh sakit setelah mengonsumsi bika ambon yang dijual di depan pintu mereka oleh seorang wanita bernama Ki Kio Nio (De Locomotief 10–02–1896).


    Bika Ambon di Medan muncul selama masa pendudukan Jepang pada tahun 1943 yang dijual oleh Restoran Tah Tau di Kesawan No 79.

    Bika Ambon cukup terkenal di Jakarta dan pulau Jawa tahun 1950–1960. Bika Ambon adalah kue kesukaan presiden Sukarno, dan disajikan sebagain makanan khas Indonesia saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

    Tidak diketahui kapan Bika Ambon versi Medan muncul. Bika Ambon (versi Medan) menggabungkan telur dan gula ke dalam campuran tepung tapioka dan santan. Yang membedakannya, adalah penggunaan tuak, anggur palem lokal, sebagai agen pengembang, menggantikan ragi tradisional. Keunikan ini menghasilkan kue dengan struktur seperti sarang lebah dan tekstur yang tak tertandingi.

    Semangat kewirausahaan dari pemilik bisnis Tionghoa Indonesia pada tahun 1980-an yang memicu popularitas Bika Ambon di Medan. Kue ini juga tidak terdapat di jalan Ambon, melainkan awalnya dijual oleh dapur home made. Namun tukang roti Tionghoa mulai menawarkan kue ini sebagai oleh oleh khas Medan. Keunikan kue ini menjadikannya warisan kuliner Medan.

    Bika ambon merupakan oleh-oleh khas Medan yang tak boleh lupa untuk dibawa pulang. Selain rasanya yang enak, bika ambon merupakan kue yang cukup tahan lama.
    Bika ambon dapat bertahan selama 3-4 hari meskipun bebas bahan pengawet. Kue ini memiliki tekstur yang lembut, sedikit kenyal dan sangat cocok untuk teh atau kopi pagi.

  • Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak

    Etika Bersosial Media : jadilah penguna Media sosial Yang Bijak




    seputartv.com – Di era digital, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Dari berbagi cerita, mencari informasi, hingga menjalin relasi, media sosial menawarkan kemudahan dan kenyamanan.
    Namun, di balik manfaatnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti penyebaran hoaks, perundungan daring, dan konflik antar individu. Oleh karena itu, memahami etika bermedia sosial menjadi sangat penting.
    Etika bermedia sosial adalah seperangkat norma dan nilai yang mengatur perilaku pengguna dalam berinteraksi di dunia maya. Etika ini membantu menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif bagi semua pihak.
    *Prinsip-Prinsip Etika Bermedia Sosial*

    *Berpikir Sebelum Mengunggah
    Sebelum memposting sesuatu, tanyakan pada diri sendiri:
    Apakah informasi ini benar?
    Apakah postingan ini dapat menyakiti orang lain?
    Apakah konten ini bermanfaat?
    Berpikir sebelum mengunggah adalah langkah awal untuk mencegah konflik dan kesalahpahaman.
    *Menghormati Privasi Orang Lain
    Tidak semua hal tentang orang lain layak untuk dibagikan. Hindari menyebarkan foto, video, atau informasi pribadi tanpa izin, karena hal ini melanggar privasi dan dapat berpotensi melanggar hukum.
    *Menghindari Ujaran Kebencian dan Perundungan
    Media sosial bukan tempat untuk menyebarkan kebencian atau menyerang individu atau kelompok tertentu. Menggunakan kata-kata yang santun dan saling menghormati adalah wujud nyata dari etika bermedia sosial.
    Tidak Menyebarkan Hoaks
    Sebelum membagikan berita atau informasi, pastikan kebenarannya. Cek fakta dari sumber terpercaya untuk menghindari penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan banyak orang.
    *Menghargai Opini yang Berbeda
    Dalam dunia digital yang beragam, perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Menghargai opini orang lain, meskipun tidak sepaham, menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi.
    *Menggunakan Bahasa yang Baik dan Benar
    Hindari penggunaan kata-kata kasar, sindiran, atau sarkasme yang berlebihan. Bahasa yang santun mencerminkan kepribadian kalian dan membantu menjaga suasana kondusif di media sosial.
    Menerapkan etika dalam bermedia sosial memiliki banyak manfaat positif.

    Dengan menciptakan interaksi yang sehat, media sosial dapat menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus informatif. Sikap saling menghormati juga mampu mengurangi risiko konflik dan kesalahpahaman di dunia maya. Selain itu, pengguna yang bijak dan santun akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari komunitas daring, sehingga meningkatkan kredibilitas mereka. Tak kalah penting, etika yang baik dalam bermedia sosial mencerminkan karakter pribadi dan integritas seseorang, yang pada akhirnya memperkuat citra positif di mata orang lain.


    Bermedia sosial adalah hak semua orang, tetapi hak ini harus diimbangi dengan tanggung jawab. Dengan menerapkan etika bermedia sosial, kita dapat menciptakan dunia digital yang lebih baik untuk semua orang. Yuk, mulai sekarang jadilah pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab!(Red)