Bulan: April 2026

  • Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan

    Asal – Usul Kue Bika Ambon, Sampai Jadi Makanan Khas Medan


    JAKARTA, seputartv.com – Bika ambon adalah kue populer yang dikenal sebagai makanan khas bukan dari Ambon tetapi dari Medan.

    Bika Ambon berwarna cokelat keemasan, dengan tekstur yang kenyal namun lembut. Kue ini dibuat dari kombinasi tepung tapioka, santan, telur, gula, dan tuak. Fermentasi adonan dengan tuak menciptakan tekstur unik kue dengan penampilan seperti sarang lebah.

    Meskipun Bika Ambon telah menjadi simbol ikonik dari kuliner Medan, asal-usulnya masih belum jelas. Beberapa legenda menunjukkan bahwa Bika Ambon dipengaruhi oleh tradisi kuliner Tionghoa atau Ambon, namun kue bika Ambon sudah terkenal setidaknya di awal abad ke-20.

    Legenda mengatakan bahwa kue Bika Ambon dimulai berabad-abad yang lalu, ketika penjelajah Portugis mendarat di pantai Pulau Ambon di kepulauan Maluku pada tahun 1512. Bangsa Portugis membawa bersama mereka tradisi membuat kue. Di antara kuliner yang diperkenalkan di Asia adalah kue yang dibuat dari tepung beras yang disebut bika dan bingka.

    Bika atau bibingka atau bebika dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah (gula jawa). Sementara Bingka terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan, dan gula kelapa .

    Versi kue bika masih dapat ditemukan di beberapa bagian Indonesia, seperti di Sumatera Barat. Variasi kue bika dapat ditemukan di Filipina (bibingka) atau di Goa, India (bibinca).

    Seiring waktu, kue-kue ini mulai diperkenalkan ke kota kota, termasuk Batavia (sekarang Jakarta). Pada tahun 1890-an, versi khusus kue yang dikenal sebagai Bika atau Bebika Ambon telah mendapatkan pengakuan dan popularitas. Kue Bika Ambon ini dibuat dan dijual oleh pembuat kue Tionghoa.

    Namun, sejarah awal Bika Ambon tidak tanpa intrik. Pada tahun 1896, insiden skandal terjadi ketika sebuah keluarga di Kwitang, Batavia jatuh sakit setelah mengonsumsi bika ambon yang dijual di depan pintu mereka oleh seorang wanita bernama Ki Kio Nio (De Locomotief 10–02–1896).


    Bika Ambon di Medan muncul selama masa pendudukan Jepang pada tahun 1943 yang dijual oleh Restoran Tah Tau di Kesawan No 79.

    Bika Ambon cukup terkenal di Jakarta dan pulau Jawa tahun 1950–1960. Bika Ambon adalah kue kesukaan presiden Sukarno, dan disajikan sebagain makanan khas Indonesia saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

    Tidak diketahui kapan Bika Ambon versi Medan muncul. Bika Ambon (versi Medan) menggabungkan telur dan gula ke dalam campuran tepung tapioka dan santan. Yang membedakannya, adalah penggunaan tuak, anggur palem lokal, sebagai agen pengembang, menggantikan ragi tradisional. Keunikan ini menghasilkan kue dengan struktur seperti sarang lebah dan tekstur yang tak tertandingi.

    Semangat kewirausahaan dari pemilik bisnis Tionghoa Indonesia pada tahun 1980-an yang memicu popularitas Bika Ambon di Medan. Kue ini juga tidak terdapat di jalan Ambon, melainkan awalnya dijual oleh dapur home made. Namun tukang roti Tionghoa mulai menawarkan kue ini sebagai oleh oleh khas Medan. Keunikan kue ini menjadikannya warisan kuliner Medan.

    Bika ambon merupakan oleh-oleh khas Medan yang tak boleh lupa untuk dibawa pulang. Selain rasanya yang enak, bika ambon merupakan kue yang cukup tahan lama.
    Bika ambon dapat bertahan selama 3-4 hari meskipun bebas bahan pengawet. Kue ini memiliki tekstur yang lembut, sedikit kenyal dan sangat cocok untuk teh atau kopi pagi.

  • Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    JAKARTAseputartv.com – Resmi, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pertamina.

    Kenaikan harga terjadi pada beberapa produk BBM non subsidi, dengan lonjakan yang cukup signifikan, terutama pada jenis diesel dan bensin beroktan tinggi.

    Seperti Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter atau naik dari yang sebelumnya Rp13.100 per liter, sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.

    “PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar,” mengutip pengumuman Pertamina, Senin (20/4/2026).

    Beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, diataranya : Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertalite dan Solar subsidi.

    Berikut harga BBM Pertamina Per 20 April 2026 untuk beberapa wilayah di Indonesia : 

    DKI Jakarta :

    Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)

    Solar Subsidi:6.800 per liter (tetap)

    Pertamax: Rp12.300 per liter liter (tetap)

    Pertamax Turbo:Rp19.400 per liter (naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter)

    Pertamax Green 95:Rp 12.900 per liter (tetap)

    Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter)

    Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.500 per liter)

    Aceh :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sabang :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.550

    Pertamax Turbo: –

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.150

    Pertamina Dex: –

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.450

    Sumatera Utara :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Kepulauan Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Batam :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.750

    Pertamax Turbo: Rp 18.450

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.450

    Pertamina Dex: Rp 22.700

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.650

    Jambi :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bengkulu :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Selatan :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bangka Belitung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Lampung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: Rp 12.900

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Bali & Nusa Tenggara Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Nusa Tenggara Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Kalimantan & Sulawesi (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600-12.900

    Pertamax Turbo: Rp 19.850-20.250

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150-24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.450-24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500-12.800

    Maluku & Papua (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500(Dikutip dari Situs Resmi Pertamina dan CNBC Indonesia / Red)

  • Siap Tampil, Petinju Muda Asal Lubuklinggau Optimis Di Main Event Bogor Boxing Champions,

    Siap Tampil, Petinju Muda Asal Lubuklinggau Optimis Di Main Event Bogor Boxing Champions,



    LUBUKLINGGAU, seputartv.com – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga tinju. Petinju muda berbakat asal Lubuklinggau, Muhammad Sultan Aqta Salammudin, dipastikan akan tampil dalam laga bergengsi perebutan sabuk Bogor Boxing Champions yang digelar pada 2 Mei 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor.

    Menariknya, Sultan akan tampil sebagai main event, sebuah posisi prestisius yang menjadi sorotan utama dalam ajang tersebut. Ia dijadwalkan menghadapi petinju tuan rumah, Rama, yang tentu akan mendapat dukungan penuh dari publik Bogor.

    Petinju yang berasal dari sasana Warrior Lubuklinggau ini bukan tanpa alasan dipercaya mengisi partai puncak. Sultan datang dengan rekor sempurna, mencatatkan 07 kemenangan tanpa kekalahan sepanjang kariernya. Catatan impresif ini menjadi bukti kualitas sekaligus ancaman serius bagi lawannya di atas ring.

    Dengan gaya bertarung agresif dan mental yang kuat, Sultan diyakini mampu memberikan perlawanan sengit bahkan berpeluang besar membawa pulang sabuk juara ke tanah kelahirannya.

    Dukungan masyarakat Lubuklinggau pun terus mengalir, berharap Sultan dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi sang petinju, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga tinju di Lubuklinggau.

    Semua mata kini tertuju pada GOR Pajajaran, menanti aksi sang petarung muda yang siap mengukir sejarah baru.
    “Dari Lubuklinggau untuk Indonesia, saatnya tunjukkan kelas di atas ring.”(Yan)

  • Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Rawas, Pencarian Hari Kedua Terus Digencarkan

    Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Rawas, Pencarian Hari Kedua Terus Digencarkan

    MURATARA, seputartv.com – Peristiwa hilangnya seorang bocah di aliran Sungai Rawas mengundang perhatian warga. Anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Arsa dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya.

    Insiden tersebut terjadi di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban tengah bermain air bersama tiga rekannya. Namun derasnya arus sungai secara tiba-tiba menyeret tubuh korban hingga menghilang dari permukaan.

    Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh teman-temannya, tetapi kondisi arus yang kuat membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

    Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan korban. Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat bekerja maksimal di lapangan.

    Pencarian terus  dilakukan bersama tim gabungan.berharap korban dapat segera ditemukan,
    Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, aparat desa, relawan, hingga masyarakat setempat. Tim dibagi menjadi beberapa unit untuk memperluas area pencarian.

    Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan perahu karet sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik kejadian. Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat serta penyebaran informasi kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

    Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika kondisi arus sedang tinggi.

    Hingga kini, korban masih dalam pencarian dan tim SAR terus melanjutkan operasi dengan harapan segera menemukan korban.

  • Ratusan Peserta Antusias Ikuti Lomba Makan Pempek di Lippo Plaza Lubuklinggau, 22 Finalis Melaju ke Babak Penentuan

    Ratusan Peserta Antusias Ikuti Lomba Makan Pempek di Lippo Plaza Lubuklinggau, 22 Finalis Melaju ke Babak Penentuan

    LUBUKLINGGAU, seputartv.com – Ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan antusias mengikuti lomba makan pempek yang digelar di Lippo Plaza Lubuklinggau, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 yang berlangsung selama 17–19 April 2026.

    Ketua Aspenku Sumsel Yus Elisa atau yang akrab disapa Bunda Rayya  mengatakan lomba makan pempek tersebut diikuti ratusan peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 peserta berhasil lolos ke babak final yang akan digelar pada hari berikutnya.

    “Peserta yang ikut ini luar biasa antusias, datang dari berbagai daerah di Sumsel. Dari ratusan peserta, kita seleksi menjadi 22 finalis yang akan bertanding lagi besok untuk memperebutkan juara satu, dua, dan tiga,” kata Bunda Rayya saat diwawancarai di lokasi kegiatan. Jumat.

    Ia menjelaskan, aturan lomba cukup sederhana namun menantang. Setiap peserta diberikan delapan buah pempek yang harus dihabiskan dalam waktu secepat mungkin, lengkap dengan kuah cuko.

    “Aturannya, satu orang dikasih delapan pempek dan harus dihabiskan secepat mungkin. Yang menang adalah yang paling cepat menghabiskan pempek beserta cukonya. Setelah selesai, peserta harus langsung berdiri dan menunjukkan bahwa tidak ada lagi sisa pempek di mulutnya,” ungkapnya.

    Menurut Bunda Rayya, kemampuan para peserta cukup mengejutkan. Bahkan, dalam babak penyisihan terdapat peserta yang mampu menghabiskan delapan pempek hanya dalam waktu 12 detik.

    “Ini di luar ekspektasi kami. Ada peserta yang bisa menghabiskan delapan pempek dalam 12 detik, itu luar biasa,” jelasnya.

    Salah satu peserta, Rian (24), mengaku tertarik mengikuti lomba tersebut karena ingin merasakan pengalaman unik sekaligus menguji kemampuan diri.

    “Seru sekali, ini pertama kali saya ikut lomba makan pempek. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, apalagi harus cepat dan tetap rapi. Tadi sempat kewalahan juga dengan cukonya,” ujar Rian.

    Peserta lainnya, Siti (21), mengatakan lomba tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah.

    “Selain lomba, kita juga bisa kenal teman-teman dari daerah lain. Suasananya meriah dan menyenangkan,” katanya.

    Bunda Rayya menambahkan, penyelenggaraan Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 merupakan langkah nyata dalam mengangkat potensi kuliner lokal agar semakin dikenal luas.

    “Kegiatan ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang identitas budaya kita. Kuliner adalah bagian dari warisan yang harus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak manajemen Lippo Plaza Lubuklinggau, termasuk kolaborasi dengan Mall Director Lippo Plaza Lubuklinggau, Richard Chandra, yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Lebih lanjut, Bunda Rayya menegaskan bahwa Aspenku Sumsel terus berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

    “Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Melalui festival ini, mereka punya kesempatan memperluas jaringan, meningkatkan kualitas produk, dan menarik minat pasar yang lebih luas,” kata dia.

    Selain lomba makan pempek, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti lomba vlog, cooking class, serta bazar kuliner khas Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dirancang untuk menarik minat generasi muda agar lebih aktif mengenal dan mempromosikan kuliner daerah.

    “Anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial. Maka kita libatkan mereka melalui lomba vlog agar mereka ikut mempromosikan kuliner khas daerah dengan cara yang kreatif dan kekinian,” tambahnya.

    Ia berharap Festival Kuliner Lemak Nian dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata kuliner di Lubuklinggau.

    “Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi ikon kuliner daerah. Dari Lubuklinggau, kita perkenalkan kekayaan rasa Sumatera Selatan ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Bunda Rayya.

    Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang edukatif dan menghibur, Festival Kuliner Lemak Nian Jilid 3 diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat serta momentum penting dalam memperkuat eksistensi UMKM dan melestarikan warisan kuliner daerah.(Red)