Kategori: Peristiwa

  • Akses ditutup, Warga Keluhkan Penutupan Jalan Untuk Acara Hajatan

    Akses ditutup, Warga Keluhkan Penutupan Jalan Untuk Acara Hajatan

    LUBUKLINGGAU – Sebuah acara hajatan yang digelar di Jalan Amula Rahayu, Kelurahan Tanah Priuk, menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, seluruh badan jalan ditutup total oleh tenda (tarub) dan panggung acara sejak hari Minggu (20/7/2025), meskipun acara telah selesai, jalan masih belum dibuka hingga saat ini.

    Penutupan jalan secara total ini menimbulkan gangguan serius bagi pengguna jalan, terutama karena Jalan Amula Rahayu merupakan salah satu jalur alternatif yang cukup vital bagi masyarakat setempat.

    Yang menjadi sorotan, bukan hanya karena lamanya penutupan, tetapi juga karena skala pemasangan tenda dan panggung yang memakan seluruh badan jalan, seolah tidak ada lokasi lain yang tersedia untuk hajatan.

    “Momen hajatan tentu penting, namun harus diimbangi dengan kepedulian terhadap hak pengguna jalan dan ketertiban umum,” ujar salah satu warga yang merasa terganggu.

    Penutupan jalan umum untuk kepentingan pribadi seperti pesta pernikahan semestinya dipertimbangkan secara matang, termasuk mencari alternatif lokasi yang tidak mengganggu fasilitas publik. Gedung pertemuan, balai warga, atau lapangan terbuka bisa menjadi opsi agar acara tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

    Apalagi, penutupan jalan seperti ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan aktivitas warga yang bergantung pada akses tersebut.

    Masyarakat dan pihak penyelenggara acara diimbau untuk bijak dalam merencanakan hajatan, serta berkoordinasi dengan aparat setempat bila memang harus menggunakan jalan umum. Dengan demikian, ketertiban, kenyamanan, dan kerukunan sosial di lingkungan tetap terjaga.

    Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan mendukung, tanpa mengganggu hak-hak warga lainnya. (RA)

  • Puluhan Kades dan Camat Terjaring OTT Dugaan Kasus Pungli

    Puluhan Kades dan Camat Terjaring OTT Dugaan Kasus Pungli

    Palembang – Puluhan kepala desa dan satu camat serta dua staf di kecamatan Pagar Gunung Kabupaten Lahat, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh pihak Kejaksaan Negeri Lahat.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aparat penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai lebih dari Rp 64 juta.Dana itu diduga berasal dari praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan atas permintaan camat kepada para kades dengan berbagai alasan.

    Dari pantauan awak media di Kejati Sumsel, terlihat rombongan kades dan camat tiba digedung Kejati pada pukul 22.17 WIB menggunakan mobil.Para kades terlihat tertunduk saat tiba di kejaksaan Tinggi Sumsel.Saat ini puluhan kades dan camat masih diperiksa oleh tim penyidik Kejari Lahat maupun penyidik Kejati Sumsel.

    Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kejati Sumsel maupun pihak Kejari Lahat.Berdasarkan informasi, Camat inisial EH mengadakan rapat bersama dengan 20 Kades Se Kecamatan Pagar Gunung, diduga terjadi praktik Pungutan Liar (Pungli), diduga dilakukan Camat kepada para Kades, serta diamankan uang sebesar Rp 64 Juta.Uang sejumlah Rp 64 Juta itu, dikumpulkan secara kolektif dari 20 Kades, sehingga baik camat dan para Kades itu, langsung dibawa ke Kejati Sumsel, guna pemeriksaan lebih lanjut.OTT di Lahat, Aspidsus Ungkap Adanya Dugaan Aliran Dana Untuk Oknum Penegak Hukum .

    Aspidsus Kejati Sumsel Dr Andriansyah mengatakan, pada kamis 2025 tim pidsus melakukan OTT karena adanya dugaan aliran dana untuk oknum penegak hukum.”Dalam OTT tersebut telah diamankan 1 orang ASN Kantor Camat Pagar Gunung, 1 orang Ketua Forum APDESI dan 20 kepala desa pada Kecamatan Pagar Gunung. Disisi lain, uang yang diberikan para kades terindikasi dari anggaran dana desa (ADD) yang masuk lingkup keuangan negara,” tegas Aspidsus.

    Ia juga mengingatkan penindakan ini dimaksudkan agar dijadikan pembelajaran agar tidak menanggapi atas permintaan yang mengatasnamakan APH ataupun yang lain.

    “Aparat Penegak Hukum (APH) ataupun yang lain dan harus menggunakan anggaran dana desa sesuai Musrenbangdes, serta segera meminta pendampingan Kajari setempat, melalui program jaga desa, di seksi Intelijen maupun pendampingan hukum oleh bidang perdata dan tata usaha negara agar tata kelola di desa terhindar dari praktik korupsi,” ungkapnya.

    Ia menegaskan, saat ini penyidik masih mendalami dugaan aliran dana kepada oknum penegak hukum, serta akan menelusuri sudah berapa kali praktek seperti ini terjadi. Hal ini harus menjadi perhatian untuk daerah-daerah yang lain. (RA)

  • Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Nelayan Yang Tenggelam Diperairan Muara Sungsang

    Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Nelayan Yang Tenggelam Diperairan Muara Sungsang

    Banyuasin – Setelah tujuh hari melakukan pencarian terhadap Aditya Wijaya bin H. Amran (21th/Lk) nelayan yang hilang di perairan muara sungsang Kab. Banyuasin, Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan pencarian.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., menjelaskan bahwa dihari ke tujuh ini upaya Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud dan Masyarakat telah dimaksimalkan yaitu dengan memperluas area pencarian hingga radius 51 Nautical Mile serta penyebaran informasi kepada nelayan dan kapal-kapal yang melintas diperairan muara sungsang, namun hingga sore hari ini (24/07) yang merupakan hari terakhir pencarian korban belum juga ditemukan.

    “Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama antara Tim SAR gabungan dan pihak keluarga korban disepakati bahwa Operasi SAR dinyatakan dihentikan dan ditutup” Ungkapnya.

    Sesuai dengan Undang-undang Pencarian dan Pertolongan (SAR) No.29 tahun 2014 pasal 34, Operasi SAR dilaksanakan paling lama tujuh hari, selanjutnya akan dilakukan pemantauan mengingat tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, namun, saat dalam masa pemantauan apabila ada laporan indikasi keberadaan korban, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali ujar Raymond.

    Kendala yang dihadapi oleh Tim SAR Gabungan selama proses pencarian selain luasnya area pencarian juga tidak adanya saksi mata yang melihat langsung bahwa korban benar tenggelam tutup Raymond Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada rabu (16/07) korban bersama satu orang rekannya berangkat melaut mencari ikan di bagan kilung milik H. Hasan Bos dengan menggunakan kapal pompong. Setelah dua hari mencari ikan pada jum’at (18/07) sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba korban tidak ada dikapal, rekan korban berusaha mencari keberadaan korban disekitaran bagan namun tidak ditemukan diduga kuat korban hilang tenggelam (RA)

  • 15 Warga Di Empat Lawang Terjangkit HIV, 1 Diantaranya Balita

    15 Warga Di Empat Lawang Terjangkit HIV, 1 Diantaranya Balita

    EMPAT LAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang kembali merilis data terbaru soal kasus HIV di wilayahnya. Hingga pertengahan 2025 ini, tercatat 15 warga terkonfirmasi mengidap virus HIV.

    Informasi ini disampaikan langsung oleh Kiki Nurhayati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Empat Lawang, pada Selasa (22/7/2025).

    “Untuk tahun ini, kita catat ada 15 kasus. Terdiri dari tujuh laki-laki dan delapan perempuan,” jelas Kiki saat ditemui.
    Yang cukup mengkhawatirkan, sebagian besar pasien masih berada di usia produktif. Mulai dari usia awal 20-an sampai mendekati 50 tahun. Bahkan, satu di antaranya masih balita berusia dua tahun.

    Meski begitu, ada sedikit kabar baik. Dibandingkan tahun lalu yang mencatat 18 kasus, tahun ini ada penurunan tiga kasus. Tapi, penurunan itu belum tentu murni karena perbaikan kondisi.

    “Beberapa pasien ada yang putus kontak. Artinya, kita kehilangan jejak untuk melakukan tindak lanjut. Jadi ya belum tentu benar-benar membaik,” tambah Kiki.

    Kiki menyebut pergaulan bebas atau seks bebas jadi faktor dominan penularan HIV di Empat Lawang. Saat ini, para pasien yang terdata masih rutin menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan yang disediakan.
    Dinkes pun terus mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan seks aman. Karena, pencegahan tetap lebih mudah daripada pengobatan yang harus dijalani seumur hidup. (Red)

  • 20 Hektar Kebon Sawit Di Empat Lawang Dilalap Sijago Merah

    20 Hektar Kebon Sawit Di Empat Lawang Dilalap Sijago Merah

    EMPAT LAWANG – Kebakaran hebat kembali melanda wilayah Sumatera Selatan, kali ini terjadi di kawasan perkebunan sawit milik warga Desa Pancurmas Unit Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada Sabtu (20/7/2025).Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare lahan sawit siap panen, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,4 miliar.

    Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, kebakaran dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, membuat api cepat menyebar ke area lahan yang kering dan mudah terbakar.“Api menyebar sangat cepat karena angin bertiup kencang dan kondisi lahan yang kering akibat cuaca panas,” ujar Kalaksa.

    BPBD Empat Lawang, Indera Lezi, melalui Kabid RR Harry Pratama, yang memimpin langsung operasi pemadaman di lokasi.Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Empat Lawang bersama jajaran seperti Kabid Kedaruratan, Kabid Pencegahan, dan Kasi Rehabilitasi BPBD, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Namun, akses medan yang curam membuat armada tangki air tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

    Sebagai alternatif, tim menggunakan peralatan manual dan metode pemadaman konvensional untuk memadamkan api. Hingga malam hari, api berhasil dikendalikan meski belum padam sepenuhnya.

    Pihak BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam kondisi musim kemarau panjang yang tengah melanda sejumlah daerah di Sumatera Selatan. (Red)