Kategori: Peristiwa

  • Dinas Satpol PP Lakukan Penertiban Area Pasar Pulo Mas, Pegiat UMKM dan PKL Pasrah

    Dinas Satpol PP Lakukan Penertiban Area Pasar Pulo Mas, Pegiat UMKM dan PKL Pasrah

    EMPAT LAWANG – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Empat Lawang melakukan Penertiban di Pasar Pulo Mas, Tebing Tinggi, Empat Lawang, Selasa (17/9/2025).

    Kegiatan ini juga bekerjasama dengan anggota Babinsa dan Polri untuk pengamanan dan juga Dishub.

    Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Empat Lawang, MGS Ahmad Nawawi mengatakan, Penertiban akan dilakukan dalam 3 hari.

    “Kegiatan Ini akan kita lakukan tiga hari kedepan,” ungkapnya.

    Kegiatan ini bertujuan untuk mendisiplinkan para pelaku usaha yang menyalahi aturan. Dengan tujuan menciptakan lingkungan yang tertib dan sejahtera bagi PKL dan UMKM.

    Lanjut Ahmad Nawawi, untuk penertiban pada hari pertama ini, satpol pp dan juga pihak terkait yang menyisir area pinggiran jalan di pasar pulo mas berlangsung kondusif.

    “Untuk hari pertama kita fokuskan menertibkan area trotoar. Guna menjamin hak pejalan kaki agar tidak terganggu,” lanjutnya

    Sebelumnya para pelaku usaha sudah diberi imbauan dan juga surat peringatan. Serta edukasi mengenai aturan yang terkandung dalam Peraturan Daerah (PERDA) sebagai acuan.

    Beberapa pedagang yang sudah 3 kali mendapatkan teguran dan tidak mengindahkan surat peringatan tersebut terpaksa di tertibkan. Satpol pp pun mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembongkaran bangunan terhadap pegiat usaha yang menyalahi aturan. (RJF)

  • Sumur Minyak Ilegal Meledak, 2 Tewas 3 Sekarat

    Sumur Minyak Ilegal Meledak, 2 Tewas 3 Sekarat

    MUSI BANYUASIN – Sumur Minyak Illegal Kembali Terbakar, 2 Tewas 3 Sekarat Muba, Sumur minyak Illegal di Wilayah Hum Polsek Bayung Lincir Polres Musi Banyuasin (Muba) kembali meledak. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (9/9) sekitar pukul 17.45 Wub sore.

    Atas peristiwa tersebut 5 orang korban, 2 meninggal dunia salah satunya mantan Kepala Desa dan 3 lainnya Sekarat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bayung Lincir, Muba.Korban tewas berinisial R dan N sama warga Desa Beruge Kecamatan Babat Toman dan yang sekarat masih dirawat dirumah sakit inisial R, S dan P.Kapolres Muba. AKBP Good Sinaga ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa tim dari Polsek sedang menangani dan masih cek dilapangan, ujarnya.

    Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang menjelaskan tentang peristiwa tersebut,

    ” Menurut info dari Kapolsek bayung lincir tidak ada korban jiwa ya, 5 korban mengalami luka bakar, sudah ditangani dan dilakukan penyelidikan oleh Polres Muba dan Polsek Bayung Lincir ya,”Jelas Perwira Polisi 3 Melati tersebut.

    Terkait tidak ada respon baik dari Kapolsek maupun Kanitreskrim Polsek Bayung Lincir, Kombespol Nandang juga menjelaskan “mohon dimaklumi karena Kapolsek dan Kanitreskrim sedang menangani di lapangan ya, pak,”ujarnya.

    “Saran saya coba dikonfirmasi ke pak kapolres Muba ya memastikan infonya tsb

    “tutup Kombespol Nandang.Sementara, Kapolres Muba. AKBP Good Sinaga ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa tim dari Polsek sedang menangani dan masih cek dilapangan, tutupnya.

    Untuk diketahui bahwa maraknya aktivitas Illegal Drilling dan illegal Refenery menjamur di Wilayah Hukum Polsek Keluang, Polsek Sungai Lilin dan Polsek Bayung Lincir. (RSM)

  • Diduga Tak Kuat Menahan Masalah Pribadi, Seorang Warga Binaan Nekat Gantung Diri Di Sel Tahanan

    Diduga Tak Kuat Menahan Masalah Pribadi, Seorang Warga Binaan Nekat Gantung Diri Di Sel Tahanan

    EMPAT LAWANG — Seorang warga binaan ditemukan tewas gantung diri di dalam sel tahanannya di Lapas Kelas llB Empat Lawang, pada Selasa, 9 September 2025.

    Korban, yang diidentifikasi sebagai Dendi Saputra (25), ditemukan tak bernyawa di sel Blok B2. Dendi merupakan narapidana kasus percobaan pembunuhan berencana yang telah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, dan ironisnya, ia baru menjalani masa hukuman sekitar 9 bulan.

    Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Herman Akhiri, sekitar pukul 06.00 WIB, ia mendapat telepon dari petugas lapas yang melaporkan adanya warga binaan tewas gantung diri.

    “Mendapat informasi tersebut, kami langsung memerintahkan tim Piket Reskrim dan Piket SPK untuk segera mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) di Lapas Tebing Tinggi,” jelas Herman.

    Setibanya di lokasi, tim kepolisian langsung melakukan evakuasi jenazah. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Dendi dibawa ke RSUD Empat Lawang untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pihak Polsek Tebing Tinggi juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Empat Lawang untuk penyelidikan mendalam.

    Kepala Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Lamarta Surbakti, memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kejadian. Ia mendapatkan informasi tersebut sekitar pukul 05.45 WIB. Dendi, yang dikenal sebagai warga binaan yang cukup aktif dan bahkan sempat bermain voli, masih terlihat mengobrol dengan rekan-rekan satu selnya.

    Namun, setelah semua temannya tertidur, Dendi diduga melakukan tindakan nekat tersebut.
    Saat pihak lapas menyarankan untuk dilakukan visum, keluarga korban tidak bersedia dikarenakan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Secara fisik tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tubuhnya bersih, dan hal ini murni karena bunuh diri,” kata Lamarta.

    Meskipun demikian, Lamarta Surbakti mengakui bahwa insiden ini merupakan kelalaian dalam hal pengamanan. Ia menyimpulkan bahwa pengawasan yang ada masih perlu ditingkatkan.

    Sebagai langkah antisipasi, pihak lapas berjanji akan memperketat pengamanan dan pemantauan terhadap seluruh warga binaan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

    Di balik kasus hukum yang menjeratnya, Dendi Saputra ternyata menyimpan beban berat. Hukuman penjara 9 tahun akibat kasus percobaan pembunuhan berencana bukan satu-satunya masalah yang ia hadapi.

    Selama menjalani masa tahanan yang baru berjalan 9 bulan, ia juga diceraikan oleh istrinya. Diduga kuat, tekanan batin akibat masalah hukum dan perceraian ini menjadi pemicu utama Dendi mengakhiri hidupnya. (RED)

  • Demi Lunasi BPJS, H. Joncik Muhammad Hapus Anggaran Mobil Dinasnya

    Demi Lunasi BPJS, H. Joncik Muhammad Hapus Anggaran Mobil Dinasnya

    EMPAT LAWANG – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya.

    Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah. Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan.

    “yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yang lain, kita focus perbaikan insfrastruktur jalan dan layanan Kesehatan seperti pembayaran BPJS. kalau untuk berkegiatan aku pakai mobil pribadi dak apo-apo” ungkap Bupati Joncik yang juga Ketua DPW Pan Sumsel ini.

    Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat menilai kebijakan tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan seorang pemimpin kepada kebutuhan dasar rakyat. Sementara pihak rumah sakit dan tenaga medis menyebut tambahan anggaran akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan pasien.

    Meski begitu, sejumlah pengamat menilai kebijakan ini juga menjadi tantangan baru bagi pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pengelolaan anggaran kesehatan berjalan transparan dan tepat sasaran. Mereka mengingatkan agar semangat pro rakyat tersebut tetap konsisten diwujudkan di berbagai sektor pelayanan publik.

    Dengan kebijakan ini, Joncik Muhammad memberi pesan kuat bahwa kepemimpinan bukanlah soal fasilitas, melainkan tentang keberanian membuat keputusan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Keputusan berani tersebut menjadi inspirasi, bahwa seorang pemimpin sejati tidak diukur dari mobil dinas yang digunakannya, tetapi dari seberapa besar ia menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. (RED)

  • Diduga Menganiaya, Oknum Kepsek Salahsatu SD di Siulak Mukai Kerinci di Laporkan Ke Polisi

    Diduga Menganiaya, Oknum Kepsek Salahsatu SD di Siulak Mukai Kerinci di Laporkan Ke Polisi

    KERINCI – Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Jambi dilaporkan ke Polisi, lantaran diduga telah melakukan penganiayaan.

    Pelaku penganiayaan ini diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah berinisial SW (40) terhadap seorang perempuan  parubaya berinisial R (60) pensiunan guru agama yang merupakan warga Desa Mulai Mudik Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Jambi pada beberapa waktu yang lalu.

    Peristiwa ini terungkap, ketika korban melaporkan kejadian yang menimpanya kepada aparat Kepolisian Sektor Gunung Kerinci pada Rabu (03/09/2025).

    Selanjutnya, korban mendatangi Puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan terkait luka dan memar yang dialami korban.

    Selain melakukan pengobatan, korban pun melakukan Visum di puskesmas tersebut yang diperkuat dengan surat dari Kepolisian Sektor Gunung Kerinci dengan nomor 19/IX/Res.1.6./2025/Reskrim yang ditujukan kepada Kepala Puskesmas setempat untuk dilakukan Visum et refertum terdapat korban.

    Menurut anak korban berinisial AHP, ia akan menempuh jalur hukum terkait peristiwa yang dialami oleh ibunya.

    ” saya tidak rela, setetes darah yang keluar dari tubuh ibu yang telah melahirkan saya akibat peristiwa ini maka mereka musti bertanggungjawab dan harus mendapat hukuman atas perbuatannya, ” ucap AHP geram.

    Kepada tim seputartv.com ia menyampaikan, kondisi ibunya mengalami luka pada bagian hidung serta mengeluarkan darah dan mengalami memar pada beberapa bagian tubuhnya.

    Sementara, saat ini dirinya masih berada diluar kota dalam rangka menjalankan tugas kedinasan dan dalam beberapa hari ini ia akan segera pulang ke Kerinci.

    ” Saat ini saya belum bisa pulang ke Kerinci namun pihak pengacara telah saya utus untuk mendampingi ibu saya dalam mengawal proses hukum ini agar berjalan secara profesional dan berkeadilan, ” jelasnya.

    AHP pun menyayangkan sikap dan perbuatan yang telah dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah tersebut, menurutnya selaku Kepala Sekolah dan tenaga pendidik seyogyanya  mengedepankan etika dan perbuatan yang mengayomi serta suri tauladan bagi siapa saja bukan malah sebaliknya.

    Sementara itu, beberapa warga pun menyayangkan kejadian ini. Menurut salahsatu warga setempat berinisial P, korban R sehari – harinya cukup dihormati dan disegani oleh warga sekitar.

    ” Beliau orang yang baik dan disegani serta dihormati di daerah ini, kami pun menyesalkan mengapa peristiwa ini terjadi, ” ungkap P kepada tim seputartv.com.