Kategori: Peristiwa

  • Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Di Komplek GBE Tebing Tinggi

    Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Di Komplek GBE Tebing Tinggi

    EMPAT LAWANG – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 80 Tahun. Warga Komplek Perumahan Graha Bumi Emas (GBE) Mekar Jaya 3A Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang menggelar berbagai kegiatan.

    Berbagai lomba dilaksanakan mulai dari makan kerupuk, Kelereng dalam botol, futsal dan berbagai lomba lainnya.

    Hengki Tomasila selaku Ketua Panitia Acara menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI yang ke 80 Tahun dan kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dan sumbangsi dari seluruh warga Komplek Perumahan.

    “Alhamdulillah berkat kerjasama dan kekompakan warga, acara ini dapat terselenggara dengan semangat kemerdekaan. Ini menjadi momentum menjalin silaturahmi antar warga” ungkap Hengki di sela acara. (RED)

  • Wanita Muda Tewas Gantung Diri Dirumah Pacar

    Wanita Muda Tewas Gantung Diri Dirumah Pacar

    OKI – Peristiwa tragis terjadi di Desa Air Rumbai, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 12.45 WIB.

    Seorang wanita berinisial M (21), warga Desa Kebun Sahang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di rumah pacarnya.

    Kapolsek Pangkalan Lampam, IPTU Andi Andry, SH, bersama Kanit Reskrim IPDA Darmulis, SH, dan anggota Polsek Pangkalan Lampam, langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.Setibanya di rumah tersebut, petugas mendapati korban sudah tergeletak di lantai di bagian belakang rumah.Sebelumnya, warga setempat telah menurunkan korban dari posisi gantung diri. Tali yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.

    Korban saat ditemukan mengenakan sweater abu-abu dan rok abu-abu. Dari hidung korban terlihat mengeluarkan darah, dan kondisi korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Pangkalan Lampam untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

    Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Pangkalan Lampam, IPTU Andi Andry, SH, mengatakan bahwa motif dari tindakan korban masih dalam penyelidikan.

    “Kasus ini masih kami dalami untuk mengetahui latar belakang dan penyebab korban nekat melakukan gantung diri,” ujar IPTU Andi Andry. (RES)

  • Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    PALEMBANG – Kebakaran melanda rumah warga di lorong Keramat, 5 Ulu, Palembang Sabtu pagi 9 Agustus 2025.10 mobil pemadam kebakaran meluncur ke lokasi musibah yang padat dengan rumah warga.

    Belum ada keterangan resmi berapa jumlah rumah yang terbakar dan apakah ada korban luka atau jiwa.

    Sampai berita ini diturunkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pendinginan.Lokasi rumah yang terbakar berada jauh di dalam lorong Keramat di 5 Ulu (laut) atau dekat sungai Musi, sehingga petugas harus menyambung selang agar dapat menjangkau TKP.

    Terpantau warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. (RED)

  • Batalyon B Pelopor Laksanakan Latihan PHH untuk Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme

    Batalyon B Pelopor Laksanakan Latihan PHH untuk Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme

    LUBUK LINGGAU — Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Batalyon B Pelopor, menggelar latihan rutin Penanggulangan Huru Hara (PHH) di Markas Komando Batalyon B Pelopor, Rabu (6/8/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional serta profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi di lapangan.

    Latihan PHH ini merupakan agenda berkelanjutan yang secara berkala dilaksanakan untuk memastikan personel Brimob tetap siaga dan terlatih dalam penanganan unjuk rasa, kerusuhan massa, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya.Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, SKM., MH., menegaskan pentingnya pelatihan yang berkesinambungan guna menjaga kualitas dan kesiapsiagaan satuan.

    “Latihan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga menjamin keselamatan personel saat bertugas di lapangan. Setiap anggota harus memahami peran, prosedur, dan teknis pengendalian massa dengan tepat,” jelas AKBP Andiyano.Selain aspek taktis dan teknis, latihan juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan daya tahan fisik dan mental personel, yang menjadi modal utama dalam bertugas di medan yang dinamis dan berisiko tinggi.

    Setelah latihan, jajaran Batalyon B Pelopor juga melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi ini meliputi analisa kesiapan personel, koordinasi antar tim, serta penggunaan peralatan taktis PHH.

    “Evaluasi menjadi bagian penting dalam setiap latihan. Dengan itu, kita dapat melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Ini agar latihan ke depan lebih efektif dan efisien,” tambah Komandan Batalyon.

    Dengan adanya latihan ini, Satbrimob Polda Sumsel khususnya Batalyon B Pelopor menunjukkan komitmen tinggi untuk selalu siap siaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas. (RV)

  • Hindari Motor, Truk Pengangkut Telur Ayam Terjun Kejurang

    Hindari Motor, Truk Pengangkut Telur Ayam Terjun Kejurang

    EMPAT LAWANG – Na’as, Truck pengangkut ayam merah dengan muatan sekitar 2.000 ekor ayam terjun ke jurang di jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (5/8/2025) pukul 10.00 WIB.

    Sang sopir, Gunadi, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi ketika ia mencoba menghindari lubang di jalan menanjak.

    “Saya mau nanjak, saya pilih jalan yang bagus karena ada lubang. Tiba-tiba dari atas ada motor datang,” kata Gunadi.

    Akibat menghindari motor, ban truk masuk ke dalam lubang yang menyebabkan kendaraan tidak bisa menanjak.
    Truk BG 8697 EH itu pun mundur secara tak terkendali dan akhirnya jatuh ke jurang.

    Truk tersebut diketahui membawa ayam merah dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menuju Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

    Dalam kecelakaan itu, ratusan ayam mati dan kandang-kandang hancur, dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp120 juta.

    “Walau muatan saya tidak sampai 4 ton, tanjakannya tinggi-tinggi dan jalan rusak. Mobil jadi tidak kuat,” tambah Gunadi yang meski selamat bersama kernetnya, mengaku trauma atas kejadian ini.

    Selain kehilangan banyak ayam, ia juga harus menanggung biaya perbaikan kendaraan dan evakuasi truk dari dasar jurang.

    Kondisi jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo dinilai memprihatinkan oleh warga dan pengemudi yang kerap melintasinya.

    Banyak titik yang amblas dan berlubang, sangat membahayakan pengendara, terlebih saat membawa muatan berat. (RED)