LAHAT, seputartv.com – Tiga terpidana dalam perkara pencurian sawit di Kabupaten Empat Lawang dipastikan telah bebas pada akhir tahun 2025. Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat menjatuhkan putusan pidana selama 3 bulan 10 hari, jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan 2 tahun 6 bulan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Penasihat hukum ketiga terpidana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim PN Lahat yang telah memeriksa dan memutus perkara tersebut. Menurutnya, hakim telah berpegang teguh pada tujuan hukum, yakni kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan, serta menerapkan prinsip hukum progresif dalam menjatuhkan putusan.
“Kami menilai Majelis Hakim sangat cermat dan objektif. Putusan ini mencerminkan rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat,” ujar penasihat hukum dalam keterangannya.
Lebih lanjut, pihak penasihat hukum menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan para terpidana tidak semata-mata dilatarbelakangi unsur kesengajaan kriminal, melainkan juga merupakan gambaran kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Empat Lawang yang masih sangat rendah. Menurutnya, keberadaan perusahaan-perusahaan besar di wilayah tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak nyata berupa lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Perkara ini adalah bentuk protes sosial. Seharusnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Empat Lawang dapat membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kasus serupa bukan hanya sekali terjadi. Terdapat banyak laporan lain yang dilayangkan oleh perusahaan yang sama terhadap warga sekitar, yang menurutnya menandakan adanya masalah serius dan struktural di Kabupaten Empat Lawang.
Meski demikian, penasihat hukum menegaskan pihaknya tidak membenarkan tindakan para terpidana. Namun, ia mengimbau agar penyelesaian masalah tidak semata-mata berorientasi pada pemidanaan untuk memberikan efek jera.
“Jika solusi yang diambil hanya memenjarakan masyarakat, maka ke depan akan selalu muncul ‘Riki, Alijai, dan Gilang’ yang lain. Yang perlu dibenahi adalah taraf kehidupan masyarakat agar lebih layak,” tegasnya.
Dengan putusan 3 bulan 10 hari tersebut, ketiga terpidana diketahui telah menjalani masa hukuman dan dinyatakan bebas sebelum pergantian tahun 2025.
Kategori: Berita terbaru
-

Vonis Ringan Kasus Sawit di Empat Lawang, Penasihat Hukum Apresiasi Putusan Hakim
-

Tingkatkan Kewaspadaan, Polres PALI Perkuat Mitigasi Banjir di Wilayah Bantaran
PALI, seputartv.com — Kepolisian Resor Penukal Abab Lematang Ilir (Polres PALI) memastikan kondisi debit air Sungai Lematang di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mulai menunjukkan tren penurunan.
Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi kenaikan debit air masih dapat terjadi sewaktu-waktu akibat faktor cuaca.
Pemantauan dilakukan melalui patroli dan monitoring lapangan oleh jajaran Polsek Tanah Abang pada Sabtu pagi (17/1/2026), menyasar desa-desa yang berada di sepanjang bantaran Sungai Lematang.
Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data faktual terkait ketinggian air sekaligus memastikan kondisi keamanan dan keselamatan warga.
Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., mengatakan hasil pengecekan menunjukkan lima desa sempat terdampak luapan air, yakni Desa Curup, Sukaraja, Tanah Abang Selatan, Tanjung Dalam, dan Modong. Ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 120 sentimeter, dengan kondisi terkini air mulai berangsur surut di seluruh titik pantauan.
“Secara umum debit air Sungai Lematang pagi ini terpantau menurun. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil, dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal,” ujar AKP Arzuan, Sabtu pagi.
AKP Arzuan juga menyampaikan arahan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem.
“Kapolres PALI menegaskan agar seluruh jajaran tidak menurunkan kewaspadaan meskipun kondisi debit air mulai surut. Monitoring harus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari langkah mitigasi dan perlindungan masyarakat di wilayah rawan banjir,”kata AKP Arzuan.
Berdasarkan data kepolisian, terdapat 11 desa di Kecamatan Tanah Abang yang berada di kawasan bantaran sungai dan berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Namun demikian, karakteristik rumah warga yang mayoritas berbentuk rumah panggung dinilai mampu mengurangi risiko kerusakan akibat genangan.
Polres PALI memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait terus dilakukan, seiring upaya pemantauan kondisi sungai dan penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca.
“Hingga patroli berakhir,situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Abang terpantau aman dan kondusif,Kita akan terus memperbarui informasi kepada publik sesuai perkembangan situasi di lapangan,”pungkasnya.(RAK) -

Antisipasi Banjir, Polsek Talang Ubi Intensif Pantau Debit Air Di Kawasan Beracung
PALI, seputartv.com – Mengantisipasi potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan, Polsek Talang Ubi melakukan pemantauan intensif debit dan kedalaman air di kawasan Beracung, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (17/1/2026).
Hasil monitoring di lapangan menunjukkan kondisi debit aliran sungai masih berada dalam batas normal dan belum berdampak pada pemukiman warga.
Meski demikian,kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tren kenaikan volume air seiring tingginya intensitas hujan.
Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.
“Debit air memang terpantau mulai naik, namun saat ini masih normal. Kami memastikan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap perkembangan bisa segera diantisipasi,”ujarnya.
Ia menyampaikan arahan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran serta peran aktif masyarakat.
“Bapak Kapolres PALI menginstruksikan agar personel terus melakukan monitoring di titik rawan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor apabila terjadi kenaikan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir,”kata AKP Ardiansyah.
Pemantauan berlangsung aman dan kondusif.
Ia pun menambahkan,kedepan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder yang terkait.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,demi menjaga stabilitas kamtibmas dan keselamatan warga di wilayah PALI,”pungkasnya.(RAK) -

Hanyut Disungai, Seorang Balita Di Pali Ditemukan Meninggal Dunia
PALI, seputartv.com – Warga Dusun VII Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah anak laki-laki di bawah Jembatan Sungai Lematang, Jumat (16/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Rafael Mahendra bin Yudi Ertika, balita berusia 3 tahun 6 bulan, warga Dusun III Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.
Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H. menjelaskan, jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi mengapung di bawah jembatan Sungai Lematang oleh warga setempat.“Begitu menerima informasi dari Kepala Desa Pandan, kami bersama personel Polsek Tanah Abang langsung mendatangi TKP. Di lokasi benar ditemukan seorang anak laki-laki telah meninggal dunia,” ujar AKP Arzuan.
Jenazah kemudian dievakuasi dengan bantuan warga dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Tanah Abang untuk pemeriksaan awal. Setelah itu, pihak keluarga menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Desa Muara Lawai guna proses pemakaman.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban dilaporkan hanyut pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB saat bermain dan mandi di pinggiran Sungai Lematang bersama temannya yang masih berusia 4 tahun, tidak jauh dari rumah korban.
Pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan warga setempat sebelum akhirnya korban ditemukan tiga hari kemudian di wilayah Kecamatan Tanah Abang.
Ciri-ciri terakhir korban saat ditemukan mengenakan kaos merah bertuliskan “Mixue” dan celana pendek merah bertuliskan “Mixue”.Mewakili Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Atas nama pribadi dan institusi Polri, Bapak Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap AKP Arzuan.
Kapolres PALI juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anak, terutama di lingkungan yang berisiko seperti sungai,” tambahnya.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, serta tidak menuntut pihak mana pun. Surat pernyataan resmi telah dibuat dan ditandatangani oleh keluarga.
“Kita memastikan seluruh prosedur Kepolisian telah dilaksanakan, mulai dari pendatanganan TKP, pencatatan saksi, evakuasi jenazah, hingga pelaporan kepada pimpinan,”pungkas AKP Arzuan.(RAK)
-

Bupati Sidak Rsud Empat Lawang, Ada Apa!!!
Empat Lawang, seputartv.com – Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang pada tengah malam.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, optimal, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam sidak tersebut, Bupati Empat Lawang didampingi oleh Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Empat Lawang serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Empat Lawang.
Kehadiran rombongan disambut oleh jajaran manajemen RSUD Empat Lawang beserta para tenaga kesehatan yang sedang bertugas.
Pada kesempatan itu, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad memberikan arahan dan bimbingan kepada para petugas rumah sakit agar senantiasa mengutamakan pelayanan yang humanis, profesional, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan pasien.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor vital yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.
Tidak hanya memberikan arahan, Bupati juga meninjau langsung kondisi rumah sakit dengan mengecek satu per satu pasien yang sedang menjalani perawatan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan para pasien benar-benar mendapatkan pelayanan medis yang layak, nyaman, dan penuh perhatian dari tenaga kesehatan.
Dalam kunjungannya, Bupati Empat Lawang mengapresiasi kinerja Direktur RSUD Empat Lawang beserta seluruh tenaga medis dan nonmedis yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, meskipun di jam malam.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur dan seluruh petugas RSUD Empat Lawang yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tugas yang saudara-saudara emban ini adalah tugas yang sangat mulia. Semoga setiap pengabdian yang dilakukan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ungkap Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad.
Lebih lanjut, Bupati menghimbau agar seluruh jajaran RSUD Empat Lawang terus menjaga disiplin, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat rasa empati kepada para pasien dan keluarga pasien.
“Saya berharap rumah sakit kebanggaan masyarakat Empat Lawang ini dapat terus berbenah dan meningkatkan mutu layanan dari waktu ke waktu,” ucapnya. (RED)
