EMPAT LAWANG, seputartv.com – Aksi bawa keranda jenazah dilakukan oleh para petani yang menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Empat Lawang pada hari ini, kamis (4/12/2025).
Aksi tersebut untuk menuntut Bupati dan DPRD untuk segera mencabut Izin Usaha Perkebunan (IUP) dua perusahaan kelapa sawit raksasa, PT Empat Lawang Agro Perkasa (ELAP) dan PT Karya Kencana Sentosa Tiga(KKST).
Aksi massa yang menggunakan spanduk, pengeras suara, dan enam unit kendaraan bak terbuka ini dikoordinir oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA), Muhammad Ridwan.
Beroperasi Tanpa HGU: Perusahaan perkebunan tersebut diketahui telah beroperasi selama puluhan tahun, namun diduga kuat tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang sah. Ketiadaan HGU menunjukkan aktivitas mereka ilegal dan berpotensi merampas hak-hak masyarakat sekitar.
Tunggakan BPHTB Fantastis: PT ELAP/KKST juga menunggak kewajiban Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada Pemkab Empat Lawang dengan total mencapai Rp42 miliar lebih. BPHTB adalah pajak wajib, dan tunggakan ini merugikan keuangan daerah secara signifikan serta menghambat pembangunan.
”Sudah puluhan tahun beroperasi, mereka tidak memiliki izin yang jelas, tidak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar perkebunan, dan malah menunggak pajak puluhan miliar. Bupati dan DPRD harus berani bertindak tegas mencabut izin mereka!” teriak orator aksi.
Merespons aksi massa, Ketua DPRD Empat Lawang, Darli, S.H., menemui langsung para demonstran. Dalam dialog singkat, Darli berjanji akan segera mengambil langkah konkret.
”Kami akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemda Empat Lawang agar aspirasi petani plasma mendapatkan solusi terbaik. Kami akan menindaklanjuti tuntutan pencabutan izin dan penagihan BPHTB ini,” tegas Darli, Kamis (4/12/2025).
Janji dari pimpinan legislatif ini sedikit meredakan ketegangan. Masyarakat kini menanti realisasi janji Bupati dan DPRD untuk membersihkan Empat Lawang dari praktik korporasi yang merugikan daerah dan menyengsarakan masyarakat kecil.
Hingga berita ini ditayangkan perwakilan demonstrasi masih berdialog Asisten dan Kabag Tapem di kantor Bupati Empat Lawang.(RED)
Penulis: seputar redaksi
-

Bawa Keranda Jenazah, Puluhan Petani Geruduk Kantor Pemkab Empat Lawang, Darli S.H: Kami akan tindaklanjuti tuntutan
-

Diduga Gelapkan 2 Ton Sawit, Karyawan Perkebunan Ditangkap Petugas
MUSI RAWAS, seputartv com – Polsek Megang Sakti bersama Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) berhasil meringkus seorang karyawan perkebunan yang diduga melakukan penggelapan buah kelapa sawit milik PT Evan Lestari. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (2/12/2025).
Tersangka berinisial EF (35), warga Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, yang diketahui merupakan karyawan PT Evan Lestari. EF diduga menggelapkan buah sawit perusahaan di Pos II Keamanan Estate PT Evan Lestari pada Senin (24/10/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.
Akibat aksi tersebut, perusahaan mengalami kehilangan 2,9 ton buah kelapa sawit dengan nilai kerugian sekitar Rp 6.350.000.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Redho Agus Suhendra, S.Tr.K, S.I.K., M.Si, didampingi Kapolsek Megang Sakti AKP Hendri, S.H. dan Kanit Reskrim Ipda Niko Rosbarinto, S.H., M.H., membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, personel Polsek Megang Sakti bersama Satreskrim Polres Musi Rawas berhasil meringkus pelaku penggelapan buah sawit,” ujar Kasat Reskrim.
Penangkapan dilakukan berdasarkan LP/B/185/XI/2022/RES.MURA/SUMSEL tanggal 7 November 2022, setelah personel mendapat informasi dari warga bahwa tersangka berada di rumah persembunyiannya. Kanit Reskrim kemudian berkoordinasi dengan Kasat Reskrim untuk melakukan APP dan penyusunan rencana penangkapan.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati tersangka berada di rumah persembunyiannya. EF langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Musi Rawas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Modus yang dilakukan adalah menggelapkan sebagian buah kelapa sawit saat proses pengiriman ke pabrik PT Sungai Kikim Mandiri di Lahat. Ketika ditimbang di pabrik, jumlah buah sawit berkurang 2,9 ton dari total muatan.
Atas perbuatannya, perusahaan mengalami kerugian dan melaporkan kejadian tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa nota penerima buah dan sebagian buah kelapa sawit.(RTA) -

Beri Kenyamanan Wisatawan, Pemkot Pagaralam Bangun Akses Jalan Ke Wisata Gunung Dempo
PAGARALAM, seputartv.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pariwisata. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata Gunung Dempo. Rabu, (3/12/2025)
Pembangunan infrastruktur ini mencakup peningkatan dua ruas jalan utama, yakni jalan menuju Gunung Dempo sepanjang 8 kilometer dan akses menuju wilayah Janang sepanjang 5,4 kilometer, sehingga total penanganan mencapai 13,4 kilometer.
Langkah ini merupakan bagian dari misi Pemkot Pagar Alam dalam membangun sarana dan prasarana pariwisata yang berkualitas, serta memberikan pelayanan prima yang sesuai dengan ciri khas Kota Pagar Alam sebagai kota wisata yang nyaman dan berdaya tarik tinggi.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pagar Alam, Deny Novi Herly, melalui Plt Kepala Bidang Bina Marga Herwan Kanidi, yang didampingi oleh PPTK Arif Munandar, menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan ini ditujukan untuk mendukung kemudahan wisatawan dan masyarakat dalam menjangkau kawasan wisata unggulan.
“Dengan peningkatan kualitas jalan ini, kita berharap kunjungan wisatawan semakin bertambah dan perekonomian masyarakat sekitar juga ikut berkembang,” ujarnya.
Pembangunan akses jalan ini tidak hanya menambah kenyamanan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Gunung Dempo sebagai ikon pariwisata utama Kota Pagar Alam. Pemkot menargetkan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis agar hasilnya dapat digunakan dalam jangka panjang dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.(RTA)
-

Bacok Petugas Jaga Malam, Pria Di Lubuk Linggau Di Bekuk Petugas
LUBUK LINGGAU, seputartv.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap dan membekuk pelaku tindak pidana penganiayaan berat. Hanya dalam hitungan jam setelah laporan diterima, Tim Khusus “Macan Linggau” berhasil meringkus seorang pemuda yang tega membacok seorang petugas jaga malam di Pasar Impres, Kota Lubuk Linggau, akibat tersinggung teguran.
Kejadian penganiayaan brutal ini berlangsung di Pasar Impres Blok B, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau. Korban diketahui bernama Feri, warga Kelurahan Jawa Kanan, yang saat itu sedang menjalankan tugasnya sebagai petugas jaga malam.
Awal mula insiden terjadi ketika korban, Feri, melihat pelaku berinisial FG (23), warga Kelurahan Lubuk Linggau Ilir, masuk ke area pasar Blok B. Merasa bertanggung jawab atas keamanan area tersebut, korban lantas menegur FG dengan perkataan, “Jangan masuk ke dalam pasar!” sambil memintanya keluar.
Teguran yang dilayangkan korban rupanya memicu amarah dan rasa tidak terima pada diri FG. Pelaku lantas pulang ke rumahnya dan kembali ke lokasi kejadian dengan membawa sebilah parang.
Tanpa basa-basi atau komunikasi apapun, FG langsung menghampiri korban yang sedang duduk santai sambil bermain ponsel di Pasar Impres Blok B. Pelaku segera menyerang korban dengan parang yang dibawanya.
“Korban sempat menghindar dari serangan pertama, namun pelaku terus menyerang secara membabi buta. Ketika pelaku hendak membacok lagi, korban secara refleks menangkis menggunakan tangan kirinya,” jelas pihak Satreskrim.
Akibat tangkisan tersebut, tangan kiri korban, Feri, mengalami luka bacok yang cukup lebar dan parah. Setelah melancarkan aksinya, pelaku FG segera melarikan diri dari tempat kejadian.
Mendapati laporan pengaduan dari keluarga korban, Tim Macan Linggau yang dipimpin oleh Kasat Reskrim segera melakukan serangkaian penyelidikan. Pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengarah pada identitas pelaku, yaitu FG.
Setelah mengantongi identitas, Tim Macan Linggau mulai memburu keberadaan FG. Informasi akurat didapatkan bahwa pelaku sedang bersiap-siap untuk melarikan diri keluar dari Kota Lubuk Linggau.
Tidak ingin kehilangan jejak, Tim Macan Linggau langsung bergerak cepat. Pada hari Selasa, 02 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku FG berhasil diamankan di kediamannya.
Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti penting berupa satu bilah parang yang digunakan FG untuk melukai korban.
Saat ini, pelaku FG bersama barang bukti telah dibawa ke Satreskrim Polres Lubuk Linggau untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana tentang tindak pidana penganiayaan.(RED) -

Bupati Empat Lawang Tinjau Lokasi Dan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Lingge
EMPAT LAWANG, seputartv.com – Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang. Peristiwa yang mengagetkan warga tersebut menghanguskan total 12 rumah.Berdasarkan data yang dihimpun, 4 rumah terbakar habis, 2 rumah rusak berat, dan 6 rumah mengalami rusak ringan, Selasa (02/12/2025).
Saat meninjau lokasi, Bupati Joncik didampingi sejumlah jajaran pemerintah daerah untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan darurat berupa 1,6 ton beras, paket sembako, serta uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk membantu meringankan beban para korban.
Dalam sambutannya, Joncik menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir ketika masyarakat tertimpa musibah.
“Pemerintah hadir di sini supaya bisa merasakan penderitaan warga yang terkena musibah. Ini adalah ujian dunia, dan kita harus saling menguatkan,” ujarnya.
Beliau juga meminta masyarakat untuk tetap tabah dan saling membantu, serta memastikan pihak terkait segera melakukan pendataan kebutuhan lanjutan agar korban dapat memperoleh dukungan maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pemulihan di lokasi dan mengoordinasikan penyaluran bantuan lanjutan bagi para warga terdampak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat padatnya permukiman di sejumlah wilayah.(RED)
