Satu-satunya Kepala Daerah di Pulau Sumatera yang Dianugerahi “Innovation for Public Service” dan Disandingkan dengan Kepala Daerah Populer Nasional
JAKARTA, seputartv.com — Malam penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 yang digelar oleh tvOne menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam acara bergengsi yang diselenggarakan di Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., secara resmi menerima penghargaan Innovation for Public Service dalam sub-kategori Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melahirkan inovasi kesehatan berbasis empati, yakni program AJPP (Antar Jemput Pasien Prioritas) dan RSUD Jemput Bola, yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa terpencil tanpa hambatan jarak maupun biaya.
Melalui inovasi tersebut, dokter spesialis dari RSUD Empat Lawang kini turun langsung memberikan pelayanan medis di Puskesmas kecamatan, termasuk pemeriksaan gratis untuk pasien anak, ibu hamil, lansia, hingga tindakan bedah ringan. Program ini tidak hanya menghadirkan akses kesehatan merata, atau untuk Menghancurkan tembok penghalang layanan kesehatan bagi rakyat kecil tetapi juga menegaskan nilai kemanusiaan dan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat kecil.
Yang membanggakan, Dr. H. Joncik Muhammad menjadi satu-satunya bupati/wali kota dari Pulau Sumatera yang menerima penghargaan tersebut tahun ini. Lebih istimewa lagi, nama Empat Lawang disandingkan dengan sejumlah kepala daerah dan provinsi besar yang dikenal inovatif di tingkat nasional.
Diantaranya :
1. Pemprov DKI Jakarta
2. Pemprov Jawa Tengah
3. Pemprov Jawa Timur
4. Pemprov Kepulauan Riau
5. Pemprov Bali
6. Pemprov Sulawesi Selatan
7. Pemkab Malinau
8. Pemkab Empat Lawang
9. Pemkab Subang
10. Pemkab Kolaka
11. Pemkab Tanggamus
12. Pemkab Sidrap
13. Pemkab Berau
14. Pemkot Malang
15. Pemkot Jayapura
Dengan pencapaian tersebut, Kabupaten Empat Lawang kini resmi sejajar dengan daerah-daerah berprestasi tinggi di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus lahir dari daerah besar, tetapi dari komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bukti bahwa pelayanan publik berbasis empati bisa menjadi inovasi yang berdampak luas. Kami tidak hanya ingin membangun rumah sakit, tapi juga membangun kesadaran dan keadilan dalam akses kesehatan. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak di Empat Lawang,” ujar Bupati Joncik Muhammad usai menerima penghargaan.
Inovasi Jemput Bola RSUD Empat Lawang juga menjadi representasi nyata visi pembangunan Empat Lawang MADANI (Makmur, Aman, Damai, Agamis, Nasionalis, dan Indah), dengan menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama masyarakat yang produktif dan sejahtera.
“Saya persembahkan penghargaan ini untuk masyarakat Empat Lawang, tenaga kesehatan, dan seluruh ASN yang terus bekerja dengan hati. Dari daerah kecil di Sumatera, kita bisa menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik mampu menembus panggung nasional,” tutupnya.
⸻
Acara: Inovasi Membangun Negeri 2025
Penyelenggara: tvOne
Kategori: Innovation for Public Service – Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan
Penerima: Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M. (Bupati Empat Lawang)
Tempat: Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan
Tanggal: Jumat, 7 November 2025
Kategori: Peristiwa
-

Bupati Empat Lawang Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 dari tvOne
-

Sukseskan PEDA KTNA Empat Lawang, Joncik Muhammad: Ini bentuk Komitmen Menuju Pertanian Modern Berbasis Teknologi
EMPAT LAWANG, seputar tv.com – Ajang bergengsi SE Sumatera Selatan, Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) di adakan di Empat Lawang tahun ini. Kegiatan ini dikhususkan bagi para petani dan nelayan dan turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumsel, Irjen Andi Rian yang turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.
Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad menyampaikan bahwa PEDA KTNA bukan sekadar ajang rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan bertukar pengetahuan antarpetani dan nelayan se-Sumatera Selatan.
“PEDA KTNA ini menjadi wadah berbagi ilmu, inovasi, dan teknologi antarpetani serta nelayan. Tahun ini kita mengangkat tema Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan, karena swasembada pangan adalah simbol kemandirian dan ketahanan nasional,” katanya kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, transformasi teknologi merupakan kunci utama modernisasi sektor pertanian di era industri sekarang. Ia menegaskan, sektor pertanian telah menjadi salah satu fokus utama dalam visi Empat Lawang Madani.
Kata Joncik Kabupaten Empat Lawang kini telah mencapai surplus benih melalui program Mandiri Benih Tanaman Pangan. Kabupaten ini bahkan menjadi penerima bantuan benih terbesar di Sumatera Selatan dengan cakupan lahan mencapai 233 hektare dan 11 kelompok penangkar aktif di lima kecamatan.
“Pada tahun 2024, produksi benih padi unggul kita mencapai 684 ton, dan terus berlanjut secara swadaya hingga tahun 2025. Empat Lawang siap menjadi sentra produksi benih unggul di Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Selain itu, Joncik juga menegaskan pentingnya peran KTNA sebagai wadah strategis yang mempersatukan petani, nelayan, dan pelaku agribisnis.
“KTNA adalah lokomotif inovasi, wadah komunikasi dan kolaborasi yang memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, seraya berharap agar PEDA KTNA menjadi momentum kebangkitan pertanian berbasis teknologi menuju Empat Lawang Madani.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya menilai pelaksanaan PEDA KTNA di Empat Lawang merupakan kehormatan besar sekaligus pembuktian bahwa daerah ini memiliki potensi pertanian yang luar biasa.
“Ini bukan hanya marwah bagi Kabupaten Empat Lawang, tapi juga kehormatan bagi seluruh petani Sumatera Selatan. Petani Empat Lawang kini bukan hanya petani tradisional, tapi petani modern yang berjiwa entrepreneur*,ujar Deru.
Ia mencontohkan, salah satu komoditas unggulan Empat Lawang adalah durian yang memiliki keanekaragaman varietas serta kualitas unggul di tingkat provinsi.
Herman Deru juga menegaskan bahwa KTNA adalah mitra strategis pemerintah yang memiliki pemikiran brilian dan sumber daya manusia unggul di sektor pertanian. Namun, menurutnya, dukungan pemerintah tetap menjadi faktor penting untuk mendorong peran KTNA agar lebih maksimal.
“Saya mengajak seluruh bupati dan wali kota di Sumsel untuk bersama menggandeng potensi besar yang dimiliki KTNA. Ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wadah pengembangan ilmu dan peningkatan kapasitas petani-nelayan melalui pelatihan dan kursus,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PEDA KTNA di Empat Lawang diharapkan mampu melahirkan petani dan nelayan modern yang tangguh, berdaya saing, dan menjadi penggerak utama kemandirian pangan di Sumatera Selatan.(RED)
-

Turunkan Konflik Hingga 60%, Joncik Muhammad Raih Penghargaan Prestisius di CNN Indonesia Award
JAKARTA, seputartv.com – Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.Bupati Empat Lawang, Dr. H. JoncikMuhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., dianugerahi penghargaan prestisius kategori “Excellence inRural Public Order Empowerment” pada malam puncak CNN Indonesia Awards 2025.
Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah seremoni mewah di Grand Ballroom The Ritz-CarltonJakarta, Mega Kuningan, yang dihadiri oleh sejumlah petinggi negara, Bapak Zulkifli Hasansebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Bapak Tito Karnavian sebagai Menteri DalamNegeri, Bapak Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, Bapak Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Edsebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Bapak Saifullah Yusuf sebagai MenteriSosial. Di lembaga penegak hukum terdapat Bapak ST. Burhanuddin sebagai Jaksa AgungRepublik Indonesia dan Bapak Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian RepublikIndonesia. Selain itu, hadir pula Bapak Sultan Baktian Najamudin sebagai Ketua DewanPerwakilan Daerah (DPD) dan Bapak Utut Adianto sebagai Ketua Komisi I DPR RI (mewakili Ibu
Puan).
Terdapat pula perwakilan dari TNI, di mana Bapak Panglima TNI diwakili oleh Kapuspen,dan Bapak Sjafris Samsuddin diwakili oleh Bapak Frega (Kepala Biro Informasi PertahananSekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan). Terakhir, ada Bapak Pramono Anung yangmenjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, serta Keluarga Bpk. M. Hatta: Ibu Meutia, Ibu Gemala &Ibu Halida.
Inovasi Revolusioner: Program POL PP DesaAnugerah ini menjadi pengakuan tertinggi atas keberhasilan dan dampak transformatif dariprogram inovatif yang digagas oleh Bupati Joncik Muhammad: POL PP Desa (Polisi PamongPraja Desa).
Program ini dinilai revolusioner karena tidak hanya fokus pada penegakan aturan, tetapi jugapada pemberdayaan sosial dan kemanusiaan. Inti dari inovasi ini adalah mengubah wajahkeamanan desa dengan cara memberdayakan mantan pelaku premanisme di wilayah tersebut.
“Kita tidak bisa membangun Empat Lawang dengan ketakutan. Kita bangun dengan keberanian,cinta, dan kepercayaan bahwa setiap manusia bisa berubah. Mereka bukan musuh, merekaadalah anak bangsa yang kembali pulang untuk menjaga rumahnya,” ujar Bupati Joncik
Muhammad dalam wawancara usai menerima penghargaan.
Dari “Zero to Hero”: Menurunkan Konflik Hingga 60%
Melalui POL PP Desa, para mantan pelaku premanisme dan sumber keresahan sosial berhasilditransformasi menjadi kader-kader keamanan dan ketertiban desa (Kamtibmas) yang terlatihdan beretika. Mereka dibina secara berkelanjutan di 147 desa, diberikan pelatihan disiplin, etika,
dan penanaman nilai-nilai Pancasila.
Hasilnya sangat signifikan:
– Angka konflik sosial dan pelanggaran ketertiban umum di Kabupaten Empat Lawang menurun
hingga 60%.
– Rasa aman dan kebersamaan warga desa meningkat drastis.
Transformasi ini mengubah citra Kabupaten Empat Lawang—yang dahulu dikenal denganjulukan “Texas-nya Sumatera Selatan” karena tingkat kerawanan sosialnya—menjadi daerahyang dikenal sebagai MADANI (Makmur, Aman, Damai, Agamis, Nasional, dan Indah).
Inspirasi Nasional Berbasis Empati
CNN Indonesia secara khusus menyoroti Empat Lawang sebagai contoh nyata kepemimpinanvisioner di daerah pedesaan yang mampu mengubah potensi konflik menjadi kekuatan sosial.
Pendekatan yang dilakukan adalah melalui empati, pendidikan moral, dan kemanusiaan alih-alih
kekerasan.
Keberhasilan program ini telah menjadi model yang diinspirasi oleh sejumlah pemerintahkabupaten/kota lain di Indonesia yang ingin mereplikasi pola pemberdayaan Pol PP Desa yanghumanis dan efektif.
“Kita tidak sekadar menegakkan ketertiban, tetapi menumbuhkan harga diri masyarakat desa.Itulah makna sejati dari pembangunan yang berkeadilan,” tegas Bupati Joncik Muhammad.
CNN Indonesia Awards 2025 mengusung tema “Kolaborasi & Harmoni Menggapai Asta Citauntuk Negeri,” dan penghargaan kepada Bupati Joncik Muhammad menjadi bukti bahwa daripelosok Sumatera Selatan, kilau perubahan nyata dapat menerangi dan menginspirasi seluruh
Indonesia.(RED) -

Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel AKBP Andiyano Ikuti PKN2, Gagas Proyek Perubahan & Membuat Forum Kolaborasi BRONIS OBOR
MURATARA, seputartv.com – Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel AKBP Andiyano, SKM, MH, Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2 Tahun 2025 Di Bandung, Jawa Barat.
Dalam pelatihan tersebut, Andiyano menggagas Proyek Perubahan dengan membuat Forum Kolaborasi Lintas Sektoral BRONIS OBOR (Brimob Humanis & Kolaboratif).
“Saya ikutnya di Pusdikmin Polri, Bandung Jawa Barat, Kemarin” Ujarnya saat di wawancarai redaksi seputartv.com via pesan singkat, Kamis 30/10/2025.
Hal ini dilakukan dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas)
Ia juga menambahkan bahwa dirinya ingin forum ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta media dalam menghadapi berbagai potensi konflik sosial maupun aksi unjuk rasa yang berpotensi mengganggu kepentingan umum, terutama penutupan jalan negara atau jalan nasional.Andiyano melanjutkan, bahwa pembentukan forum ini bukan hanya untuk memperkuat silaturahmi antar-stakeholder, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun sistem deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial di wilayah Muratara.
“Forum ini penting bagi kita semua. Selain mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah kajian dan telaah bersama dalam membahas konflik-konflik sosial, khususnya aksi unjuk rasa yang sering kali berpotensi menutup jalan negara atau jalan nasional. Dengan forum ini, kita dapat melakukan pencegahan sejak dini serta mempercepat pelaporan terhadap setiap dinamika Kamtibmas di lapangan,” ujar AKBP Andiyano., S.K.M., M.H..
Beliau juga menambahkan bahwa semangat “BRONIS OBOR” (Brimob Humanis Kolaboratif) mencerminkan komitmen Brimob untuk hadir secara humanis, bekerja sama dengan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga kedamaian dan stabilitas wilayah.
“Kedepannya, forum Kolaborasi Lintas Sektoral ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi seluruh pihak untuk saling berbagi informasi, melakukan analisis situasi, serta menyusun langkah-langkah taktis dalam menyelesaikan permasalahan sosial secara cepat, tepat, dan humanis,” Tutupnya.(RED) -

Hidayat Muhammad Terjun Langsung Perbaiki Jalan Poros Yang Rusak
SEPUTARTV.COM,EMPAT LAWANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang dua periode dari Partai Demokrat, Hidayat Muhammad, SH Harus kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Ia secara langsung memimpin upaya perbaikan jalan rusak di sekitar Jembatan Jalan Poros Empat Lawang dengan mengunakan dana pribadi.
Tindakan cepat ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat melintasi jalur vital tersebut.
Hidayat Muhammad mengerahkan alat berat untuk melakukan penimbunan dan perataan jalan-jalan yang berlubang parah. Kerusakan di jalan poros ini sering dikeluhkan masyarakat karena dapat memicu kecelakaan dan memperlambat arus lalu lintas.
”Jalan yang nyaman itu hak masyarakat. Kami tidak bisa menunggu terus, jadi inisiatif ini kami lakukan agar masyarakat bisa melintas dengan aman. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai wakil rakyat,” ujar Hidayat Muhammad.
Kepedulian Hidayat Muhammad tidak hanya terbatas pada perbaikan infrastruktur. Ia dikenal luas sebagai sosok yang ringan tangan dan sangat dermawan dalam membantu masyarakat yang kesusahan. Kedermawanannya terbukti dari komitmennya dalam bidang pendidikan.
Hidayat Muhammad diketahui memiliki ratusan anak angkat yang saat ini sedang menimba ilmu di berbagai universitas. Ia dengan ikhlas menanggung seluruh biaya pendidikan mereka. Mulai dari biaya sewa rumah hingga pembayaran uang semester, semua diberikan tanpa pamrih.
Tujuan utamanya jelas: memastikan mahasiswa-mahasiswa Empat Lawang dapat mengenyam ilmu setinggi-tingginya demi masa depan yang lebih baik.
Bagi Hidayat Muhammad, investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia Empat Lawang. Aksi nyata di lapangan dan di bidang sosial ini menjadikan Hidayat Muhammad sebagai figur politisi yang benar-benar dekat dengan rakyat.(RTS)
