MURATARA, seputartv.com – Sebuah bus dilaporkan terbakar hingga hangus di depan Mapolres Musi Rawas Utara, pada Sabtu, 20 Desember 2025, sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi di sekitar lokasi relatif sepi.
Api melalap seluruh badan bus hingga kendaraan tersebut rusak total. Petugas kepolisian yang berada di Mapolres Musi Rawas Utara segera melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan kejadian tersebut. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat diatur untuk memastikan keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun identitas bus yang terbakar. Proses penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui kronologi dan faktor pemicu terjadinya peristiwa tersebut.(RED)
Kategori: Peristiwa
-

Satu Unit Bus Didepan Polres Muratara Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
-

Aksi “Spiderman” Berakhir, Pembobol SD dan Toko di Lubuk Linggau Ditangkap
LUBUK LINGGAU, seputartv.com – Pelarian N (38) akhirnya kandas. Setelah hampir satu tahun masuk daftar target operasi polisi, residivis pencurian dengan pemberatan ini berhasil diringkus Tim Macan Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuk Linggau, Rabu dini hari (17/12/2025).
Pria asal Jalan Nirwana, Kelurahan Jogoboyo tersebut merupakan pelaku pembobolan SD Negeri 58 Lubuk Linggau serta sejumlah lokasi usaha lainnya di wilayah Kota Lubuk Linggau. Dalam aksinya, tersangka beroperasi dengan cara nekat dan terencana.
Peristiwa pencurian di SDN 58 terjadi pada Senin malam, 29 Januari 2024. Memanfaatkan kondisi sekolah yang sepi saat penjaga malam meninggalkan lokasi, tersangka -bak spiderman- memanjat pohon di samping gedung sekolah, masuk melalui atap, lalu merusak plafon ruang guru. Aksi tersebut menyebabkan ruang penyimpanan diacak-acak dan sejumlah barang raib.
Akibat perbuatannya, pihak sekolah kehilangan satu unit laptop Acer Aspire E1, dua unit laptop Lenovo, serta uang tunai kotak amal sebesar Rp300 ribu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Kejadian baru diketahui keesokan harinya saat saksi melihat plafon ruangan dalam kondisi hancur.
Pelaku akhirnya dibekuk saat Tim Macan Linggau menggelar patroli hunting di wilayah rawan kriminalitas, Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kasat Reskrim AKP M. Kurniawan Azwar bersama Kanit Pidum Ipda Suwarno memimpin langsung patroli tersebut. Gerak-gerik mencurigakan seorang pria menarik perhatian petugas, dan setelah dicocokkan, ciri-cirinya identik dengan target operasi. Tersangka langsung disergap tanpa perlawanan.
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa N merupakan pemain lama. Selain membobol SDN 58, tersangka mengaku pernah mencuri di toko bangunan di Simpang Periuk, sebuah toko yang berada tepat di depan Mapolres Lubuk Linggau, serta sebuah apotek di kawasan Pasar Satelit.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui Kasat Reskrim AKP M. Kurniawan Azwar menegaskan, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
“Saat ini tersangka sudah diamankan. Kami masih mendalami kemungkinan TKP lain dan jaringan penadah barang hasil kejahatan,” tegas Kasat Reskrim.
Pengungkapan kasus ini menegaskan komitmen Polres Lubuk Linggau dalam memberantas kejahatan, khususnya aksi kriminal yang menyasar fasilitas pendidikan dan pelaku usaha. (RED) -

Satu Tersangka Baru Pembunuhan Janda Di Empat Lawang Berakhir Di Muratara
EMPAT LAWANG, – seputartv com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Empat Lawang kembali berhasil mengungkap kasus pembunuhan janda di Lorong Pompa, Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi mengamankan tersangka terbaru bernama Ardi (19), warga Lorong Pompa.
Ardi ditangkap oleh tim gabungan Opsnal Satreskrim Polres Empat Lawang saat bersembunyi di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara). Dari hasil penyelidikan, Ardi diketahui memiliki peran sebagai pengawas situasi sekitar lokasi kejadian saat aksi pembunuhan terjadi.
Kasat Reskrim Polres Empat Lawang Iptu Adam Rahman, didampingi Kanit Pidsus Iptu Andin Riyanto, dalam keterangan pers menjelaskan bahwa setelah dilakukan interogasi mendalam, tersangka Ardi mengakui keterlibatannya dalam tindak pidana pembunuhan terhadap korban Dardiah (45).
“Pelaku Ardi mengakui ikut serta dalam pembunuhan tersebut dengan peran mengawasi keadaan sekitar. Ia juga mengaku menerima bagian uang sebesar Rp100 ribu dari pelaku utama, Nudi, yang merupakan dalang utama dalam kasus ini,” ungkap Iptu Adam Rahman.
Diketahui, uang tersebut merupakan bagian dari hasil penjualan emas milik korban yang diambil dari rumah korban setelah kejadian. Sementara itu, Nudi disebut sebagai aktor utama yang merencanakan dan menjalankan aksi pembunuhan tersebut.
Dalam rilis tersebut, Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya masih memburu dua pelaku lainnya yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan. Dua pelaku lain yang masih buron akan terus kami kejar,” tegasnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.
Polres Empat Lawang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan turut membantu aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para DPO, demi terciptanya rasa aman dan keadilan bagi korban serta keluarga.(RDP) -

Siapa Menikmati Subsidi LPG? Harga Gas di Senalang Tembus Rp40 Ribu
Lubuklinggau, seputartv.com — Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram bersubsidi kembali menghantam masyarakat kecil. Kali ini terjadi di Kecamatan Linggau Utara II, Kelurahan Senalang, Kota Lubuklinggau. Gas melon yang seharusnya mudah diakses warga miskin justru sulit ditemukan di pangkalan resmi, sementara di tingkat pengecer harganya melambung liar hingga Rp40 ribu per tabung.
Kondisi ini menimbulkan kemarahan dan kekecewaan warga. Subsidi yang digelontorkan negara dengan dana triliunan rupiah justru tidak dirasakan oleh rakyat kecil yang menjadi sasaran utama program. Warga mempertanyakan ke mana perginya pasokan LPG bersubsidi dan siapa yang sebenarnya menikmati subsidi tersebut.
“Di pangkalan selalu habis, tapi anehnya di eceran ada, cuma harganya sangat mahal. Kalau begini, subsidi ini untuk rakyat atau untuk pemilik pangkalan?” ujar seorang warga Senalang dengan nada geram.
Situasi ini menguatkan dugaan adanya permainan distribusi di tingkat pangkalan. LPG 3 kg yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) diduga dialihkan ke pengecer demi keuntungan pribadi. Ironisnya, Pertamina dan pemerintah daerah dinilai tidak tegas dalam menindak pangkalan-pangkalan nakal yang merampas hak masyarakat kecil.
Kelangkaan yang terus berulang menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan. Masyarakat menilai, selama tidak ada sanksi tegas dan transparan, praktik penyelewengan subsidi akan terus terjadi, sementara rakyat dipaksa membeli gas dengan harga mencekik.
Warga mendesak Pertamina, pemerintah kota, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan, melakukan audit distribusi, membuka data pangkalan secara transparan, dan mencabut izin pangkalan yang terbukti bermain. Jika tidak, maka negara patut dipertanyakan keberpihakannya terhadap rakyat kecil.
Subsidi seharusnya menjadi penopang kehidupan masyarakat bawah, bukan menjadi ladang bisnis oknum tertentu. Ketika pemerintah dan Pertamina gagal bersikap tegas, maka yang dikorbankan adalah dapur rakyat kecil yang kian sulit mengepul. (RED)
-

Tak Kunjung Di Perbaiki Pemerintah, Warga Dan Sopir Truk Di Musi Rawas Kompak Perbaiki Jalan Rusak
MUSI RAWAS, seputartv.com — Kondisi memprihatinkan terjadi di Jalan Lintas Musi Rawas menuju Sekayu. Jalan nasional yang menjadi urat nadi perekonomian warga ini rusak parah dan dipenuhi lubang-lubang dalam, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.
Kesal karena tak kunjung diperbaiki, para sopir truk angkutan bersama warga setempat terpaksa bergotong royong menambal jalan menggunakan alat seadanya serta sisa-sisa material yang ada di pinggir jalan. Aksi swadaya ini dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi hampir setiap hari.
Menurut warga, kerusakan jalan sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Namun berbagai keluhan dan permintaan perbaikan yang disampaikan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi Sumatera Selatan seolah tak mendapat respons.
“Setiap hari ada truk yang rusak, terguling, bahkan hampir menelan korban jiwa. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata,” keluh salah seorang warga.
Lubang-lubang jalan yang sangat dalam membuat pengendara, khususnya sopir truk angkutan barang, harus ekstra hati-hati. Tak sedikit kendaraan yang terjebak lubang hingga mengalami kecelakaan dan kerusakan berat.
Masyarakat mendesak Bupati Musi Rawas dan Gubernur Sumatera Selatan untuk segera turun tangan dan memperbaiki jalan tersebut. Warga menilai pembiaran berkepanjangan ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan jalan Lintas Musi Rawas–Sekayu yang rusak parah tersebut.(RYN)
