Kategori: Peristiwa

  • Damkar Empat Lawang Evakuasi Sarang Tawon Raksasa Di Puskesmas Muara Saling

    Damkar Empat Lawang Evakuasi Sarang Tawon Raksasa Di Puskesmas Muara Saling

    EMPAT LAWANG – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Empat Lawang kembali membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam situasi darurat. 

    Kali ini bukan api yang mereka hadapi, melainkan sarang tawon berukuran besar yang bersarang di lingkungan Puskesmas Muara Saling.


    Laporan mengenai keberadaan sarang tawon tersebut pertama kali muncul melalui unggahan di media sosial Bupati Empat Lawang, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak Damkar. Respon cepat pun langsung dilakukan.


    “Pegawai selalu was-was karena sarangnya sudah cukup besar dan sangat berisiko,” ungkap Ali Usman, salah seorang anggota Damkar.


    Di bawah komando Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Empat Lawang, Evi Ferilina Susanti, tim segera bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan khusus. Proses evakuasi berjalan aman, tanpa korban maupun kerusakan fasilitas. (RED)

  • Diduga Proyek Fiktif, Mantan Kadis Perkimtan Palembang Diperiksa Kejari

    Diduga Proyek Fiktif, Mantan Kadis Perkimtan Palembang Diperiksa Kejari

    PALEMBANG – Kasus tindak korupsi di Dinas Perumahan Rakyat terus berlanjut. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, kali ini memeriksa Mantan Kadis PPK Bidang Waskim dan Kabid di bidang Waskim Perkimtan Palembang.

    Diketahui pemeriksaan dilakukan pada Kamis (26/9) dengan waktu yang berbeda-beda ketiganya diperiksa sebagai saksi. Dengan dicecar sebanyak 30-40 pertanyaan.

    Kasubsi Kasi Inteljen Kejari Palembang, Fahri Aditya membenarkan adanya pemeriksaan ini. Dia mengatakan selain 3 pegawai negeri yang diperiksa itu ada dua orang lainnya yang diperiksa sebagai saksi.

    “Ya benar, kemarin Kamis (25/9) ada lima saksi yang diperiksa, terkait dugaan korupsi di Dinas Perkimtan Palembang,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

    Fahri mengungkapkan kelima saksi yang diperiksa yakni inisial F merupakan PPK di bidang Waskim, D merupakan pihak swasta, AR merupakan mantan Kepala Dinas Perkim, DV merupakan Kabid di bidang Waskim dan IV merupakan pihak Swasta.

    “Untuk F diperiksa dimulai dari pukul 10.00-16.43 WIB, D diperiksa dimulai dari pukul 10.00-16.21 WIB, AR diperiksa dimulai dari pukul 11.00-20.00 WIB, DV diperiksa dimulai dari pukul 10.00-18.00 WIB dan IV diperiksa dimulai dari pukul 10.00-15.50 WIB,” ungkapnya.

    Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Sumatera Selatan, menegaskan ketua RT yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) Kota Palembang tidak akan menjadi tersangka. Mereka hanya sebagai saksi.

    “Ya untuk isu yang sempat beredar di masyarakat mengenai kemungkinan penetapan RT sebagai tersangka, saya tegaskan informasi tersebut tidak benar. RT hanya kami mintai keterangan terkait ada atau tidaknya pekerjaan di lingkungan mereka,” kata Kejari Palembang Hutamrin kepada wartawan Kamis (25/9/2025).

    Hutamrin menegaskan puluhan ketua RT yang diperiksa itu tidak bertanggung jawab atas proyek yang dikerjakan Dinas Perkimtan.

    “Saya tegaskan agar warga tidak perlu khawatir, karena status RT dalam kasus ini sebatas saksi, bukan pihak yang diselidiki,” ungkapnya. (RED)

  • Seorang Pria Di Musi Rawas Tewas Tenggelam Saat Mencari Ikan

    Seorang Pria Di Musi Rawas Tewas Tenggelam Saat Mencari Ikan

    MUSI RAWAS – Setelah dilakukan pencarian sejak kemarin, Saidin Ali (41) warga RT 05 Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi berhasil ditemukan, Jumat (26/9/2025) pagi sekira pukul 06.30 WIB.


    Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dengan jarak sekitar 10 meter dari titik dia dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Musi Kecamatan Muara Lakitan. 


    Sungai Musi adalah salah satu sungai terpanjang dan terbesar di Pulau Sumatra, Indonesia. Sungai ini membentang sepanjang kurang lebih 750 km, membelah Provinsi Sumatera Selatan dari barat ke timur, dan bermuara ke Selat Bangka.


    Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan saat dikonfirmasi mengatakan jenazah korban langsung dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan secara fisik di Puskesmas Muara Lakitan.


    “Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Pihak keluarga juga menolak untuk visum dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” kata Kapolsek. 


    Dikatakan Kapolsek, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka di RT.05 Kelurahan Muara Lakitan Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas untuk dikebumikan. 


    Sementara itu, Kepala Unit Basarnas Lubuklinggau, Ivan juga membenarkan, bahwa korban tenggelam di Sungai Musi telah ditemukan. Untuk itu, proses pencarian pun dihentikan. 


    “Benar pagi tadi korban sudah ditemukan oleh tim, maka pencarian pun dihentikan dan tim pun kembali ke satuan masing-masing,” katanya. 


    Dijelaskannya, kronologis penemuan korban bermula saat tim melanjutkan pencarian di pagi hari dengan cara membuat ombak menggunakan perahu karet di sekitar lokasi korban tenggelam. 


    Setelah kurang lebih 1 jam, membuat ombak. Kemudian, jenazah korban tiba-tiba naik ke permukaan.


    Tim yang mengetahui itupun langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. 


    “Lokasi penemuan juga tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) korban tenggelam, hanya sekitar 10 meter,” jelasnya.


    Lebih lanjut Ivan menjelaskan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke rumah duka untuk dilakukan proses selanjutnya.


    “Korban sudah dievakuasi ke rumah duka dan sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan,” pungkasnya.


    Sebelumnya, Saidina Ali dikabarkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Musi pada Kamis (25/9/2025) pagi tepatnya sekira pukul 06.30 Wib, saat korban mencari ikan di Sungai Musi dengan cara menjaring.


    Kejadian tersebut bermula saat korban sedang mencari ikan di Sungai Musi pada Rabu (24/9/2025) sekira pukul 22.00 Wib. Korban mencari ikan menggunakan perahu dengan alat jaring.


    Kemudian pada Kamis (25/9/2025) sekira pukul 06.00 Wib, pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwa ditemukan perahu yang digunakan korban Saidin Ali untuk mencari ikan. Sedangkan korban tidak ada di atas perahu.(RED)

  • Kakek Lansia Di Empat Lawang Jadi Korban Perampokan Sadis

    Kakek Lansia Di Empat Lawang Jadi Korban Perampokan Sadis

    EMPAT LAWANG – Seorang kakek bernama Samsudin menjadi korban perampokan disertai penganiayaan di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

    Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (25/9/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB, dan langsung menghebohkan masyarakat setelah rekamannya beredar di media sosial.

    Informasi yang dihimpun, sebelum peristiwa terjadi, seorang pria asing sempat datang ke rumah korban dengan alasan meminta minum.

    Tidak lama kemudian, empat orang lain menyusul dan langsung menyerang Samsudin yang saat itu sendirian di rumah.

    “Korban dipukuli menggunakan kayu, lalu tangan dan kakinya diikat. Setelah itu, para pelaku melarikan diri ke arah Kantor Lurah,” ungkap Hendri, salah satu keluarga korban.

    Warga sekitar yang baru pulang dari kebun menemukan Samsudin dalam keadaan tak berdaya dengan kondisi terikat. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Tebing Tinggi untuk mendapat perawatan medis.

    Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, tampak sebuah mobil pikap putih yang membawa satu unit sepeda motor, diikuti kendaraan roda dua lain, melintas menuju arah Kantor Lurah tidak lama setelah kejadian.

    Menurut keluarga, Samsudin baru saja menjual rumahnya di kawasan Jalan Lintas Sumatera dekat SPBU Talang Banyu.Diduga informasi ini diketahui pelaku hingga nekat melancarkan aksinya.

    Kerugian materi belum bisa dipastikan karena korban masih dalam kondisi trauma.

    “Sementara baru diketahui satu unit handphone hilang. Untuk uang dan barang berharga lain, masih dicek kembali,” jelas Hendri.

    Saat ini, aparat Polres Empat Lawang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku.(RED)

  • Bersama Starlink, Pemkab Empat  Lawang Akan Atasi Blankspot

    Bersama Starlink, Pemkab Empat Lawang Akan Atasi Blankspot

    Empat Lawang, 25/9/2025 – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) terus berupaya mengatasi persoalan daerah blankspot internet yang selama ini menjadi kendala akses informasi masyarakat. Bertempat di Aula HGR Tebing Tinggi, Diskominfo menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pemetaan Daerah Blankspot Internet dengan menggandeng penyedia layanan satelit Starlink besutan raksasa teknologi Elon Musk.

    Kepala Diskominfo Empat Lawang, H. M. Azhari, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dengan Starlink menjadi terobosan penting bagi daerah.

    “Beberapa tahun ini sudah ada beberapa Tower Baru namun ternyata masih ada beberapa yang belum terjangkau jaringan internet, Starlink adalah solusi nyata untuk membuka keterisolasian digital di desa-desa blankspot. Dengan sistem satelit orbit rendah, akses internet bisa menjangkau wilayah yang sulit dijangkau fiber optik maupun BTS konvensional. Langkah ini juga diproyeksikan menghemat biaya hingga miliaran rupiah jika dibandingkan dengan menggunakan fiber optik,” ujar Azhari.

    Dukungan juga datang dari unsur legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, H. Mulyono, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini.

    “Selaku banggar kaki menghitung dengan starlink akan menghemat anggaran dan manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat, DPRD siap mendukung kebijakan yang mampu mempercepat konektivitas digital di Empat Lawang, termasuk menjadikan Starlink sebagai salah satu alternatif utama,” katanya.

    Sementara itu, perwakilan Starlink, Paul Hutajulu, menjelaskan bahwa pihaknya siap membantu Pemkab Empat Lawang melalui skema kerja sama dengan koperasi.

    “Kami melihat potensi besar di Empat Lawang. Starlink tidak hanya bisa hadir sebagai penyedia internet, tetapi juga dapat dikelola sebagai unit usaha, seperti Koperasi Merah Putih, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelas Paul.

    Acara ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa dari wilayah blankspot, pengurus Koperasi Merah Putih, serta tamu undangan lainnya. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dilakukan pemetaan wilayah blankspot untuk memudahkan integrasi data dan rencana penyediaan layanan internet ke depan.

    Langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi percepatan transformasi digital di Kabupaten Empat Lawang, sekaligus mendukung visi pemerintah daerah mewujudkan masyarakat yang melek digital, terhubung, dan berdaya saing. (RED)