Kategori: Pemerintahan

  • Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad Hadiri Musrenbang RKPD Prov Sumsel Tahun 2027

    Bupati Empat Lawang H.Joncik Muhammad Hadiri Musrenbang RKPD Prov Sumsel Tahun 2027

    PALEMBANG – Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2027 yang diselenggarakan di Griya Agung Palembang, Selasa (14/4/2026).

    Kehadiran Bupati Empat Lawang ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi Empat Lawang Madani, dimana Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. 

    Seperti diketahui saat ini, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berkomitmen untuk terus bergerak maju dengan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat menuju Empat Lawang Madani.

    Dengan harapan melalui Musrenbang RKPD ini, berbagai usulan dari Kabupaten Empat Lawang dapat terakomodir dalam rencana pembangunan Provinsi sumatera Selatan dan dengan sinergi yang kuat, Empat Lawang akan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing kedepannya (Red)

  • Pembangunan Jembatan Air Lawai Lahat Resmi Dimulai, Target 5 Bulan Rampung

    Pembangunan Jembatan Air Lawai Lahat Resmi Dimulai, Target 5 Bulan Rampung

    LAHAT – Jembatan Air Lawai yang ambruk beberapa waktu lalu berlokasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Kini resmi dimulai bangun kembali.

    Pembangunan kembali jembatan Air Lawai tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama secara langsung oleh Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru di lokasi jembatan itu. Jumat (10/04) pagi.

    Pembangunan kembali jembatan air laut B dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama MK- PT. DKonsindo CM & Kontrraktor EPC PT Sang Bima Ratu.

    Selain Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru yang dihadiri Ketua DPRD Sumsel beserta Anggota DPRD Sumsel Dapil 7, Wakil Bupati Lahat Widiah Ningsih SH MH dan Ketua TPPJAL Leman C.

    Tampak pula Asisten 1 Pemprov Sumsel, Staf ahli Bupati Muara Enim, Sekda Lahat, Forkompinda Lahat, Wakapolres Lahat, Anggota DPRD Lahat, Ketua BPPJN Sumsel dan Kepala OPD Lahat, Kapolsek Merapi dan Danramil Merapi serta para Kepala Desa Se-Merapi Area.

    Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Fyet melaporkan pihak TPPJAL telah melaksanakan persiapan teknis dan administrasi semaksimal mungkin.

    “Kami telah cari Manajemen Kontruksi (MK) lalu tender dimenangkan PT Sang Bima Ratu. Semuanya kami kerjakan sesuai dengan motto Pak Leman. Yakni Kalau bisa detik ini, kerjakanlah sekarang dan kenapa harus dikerjakan nanti,” tegas Fredy.

    Sementara itu, Wabup ketika menyampaikan sambutan, menerangkan bahwa usia jembatan air Lawai ini memang sudah tua dan ditambah lagi adanya peristiwa ambruk beberapa waktu lalu. Maka sudah semestinya harus dibangun.

    “Dan kita menginginkan jembatan ini cepat diselesaikan sesuai dengan jadwal dan anggaran yang telah disiapkan pihak TPPJAL bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta,” jelasnya.

    Wabup juga berharap Semoga pembangunan sesuai dengan standar ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Sehingga tidak ada lagi masalah kedepannya.

    “Laporan dari pihak TPPJAL, dana yang dipakai sekitar 18 Milyar rupiah dengan waktu pekerjaan lebih kurang 4 hingga 5 bulan,” beber Wabup.

    Sementara itu Gubernur Sumsel mengungkapkan, mutu pembuatan jembatan ini standar sesuai ketentuan dan dengan harapan tepat waktu pekerjaan yang telah ditentukan dan bisa segera dapat dilalui.

    “Selain jembatan, ruas jalan lintas Lahat Muara Enim kurang lebih 40 KM saat ini sudah terlihat berlubang. Kami minta nanti ke pihak Pemerintah Pusat secara khusus jalannya jangan bergelumbang,” tambah Gubernur.

    Dilanjutkan Gubernur, pembangunan jembatan ini suatu kesempatan yang baik untuk masyarakat Sumsel khususnya Lahat. Dan, pekerjaan ini butuh pengertian baik pengguna jalan arus lalu lintas sedikit terhambat.

    “Minta kepada kontraktor untuk pasang rambu rambu dengan jelas agar pengendara tidak terjebak macet,” tegas Gubernur.

    Pembangunan jembatan ini, terang Gubernur, tidak sumber APBN dan APBD, nah diluar itu sebagai kekuatan bersama para pelaku usaha bahwa setiap perusahaan ada kewajiban CSR berupa perhatian terhadap kebutuhan masyarakat jalan dan lainnya.

    “Kami ucapakan terima kasih kepada para pengusaha yang telah gotong royong mengumpulkan dana pembangunan jembatan ini,” ujar Gubernur.

    Dirinya mengapresiasi Pemkab Lahat dan para pengusaha batubara telah melaksanakan pembangunan jembatan ini.

    “Bismillahirrahmanirrahim pembangunan jembatan Air Lawai B yang diselenggarakan pembangunan oleh para pengusaha dan diawasi oleh pihak Dinas PU dengan ini dimulai,” ucap Gubernur saat peletakan Batu Pertama pembangunan jembatan. (Red)

  • Panas! Disebut “Bupati Paok”, Bursah Zarnubi : Tebat Adalah Solusi Bukan Bahan Sindiran Politik

    Panas! Disebut “Bupati Paok”, Bursah Zarnubi : Tebat Adalah Solusi Bukan Bahan Sindiran Politik

    LAHAT – Suasana politik di Kabupaten Lahat memanas setelah pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Harlin Kurniawansyah, dalam kegiatan reses tahap II dapil VI tahun sidang 2026, Jumat (10/4). Dalam forum tersebut, ia menyebut Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dengan istilah “Bupati Paok” (kolam), yang langsung menyulut perhatian dan reaksi publik.

    Tak tinggal diam, Bursah Zarnubi merespons dengan nada tegas. Ia menyayangkan pernyataan yang dinilai bernuansa merendahkan program strategis daerah yang justru tengah digencarkan untuk kepentingan masyarakat luas.

    “Saya tidak tahu apa maksudnya disebut seperti itu. Tapi yang jelas, program tebat ini bukan bahan sindiran. Ini program serius, hasil kajian, dan punya tujuan besar untuk rakyat,” tegasnya.

    Bursah menekankan bahwa pengembangan tebat bukan sekadar proyek biasa, melainkan langkah konkret untuk mengangkat potensi lokal yang selama ini terbengkalai. Ia bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai ironi, karena daerah yang kaya sumber daya justru masih bergantung pada pasokan ikan dari luar.

    “Potensi kita besar, tapi belum dimaksimalkan. Masa kita terus bergantung pada daerah lain seperti Lubuklinggau? Ini yang sedang kita benahi,” ujarnya.

    Lebih jauh, Bursah menegaskan bahwa program tebat memiliki dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat bawah.

    Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kearifan lokal yang selama ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lahat.
    Di tengah polemik ini, Bursah mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak terjebak dalam narasi yang melemahkan pembangunan.

    Ia justru mengajak semua pihak, termasuk legislatif, untuk menunjukkan sikap konstruktif.
    “Kalau ingin kritik, silakan. Tapi jangan sampai merendahkan program yang jelas-jelas untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya lagi.

    Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, turut memperkuat pernyataan dengan menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.

    “Ini bukan sekadar program daerah. Pengembangan pangan hewani seperti ikan juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), jadi jelas arahnya,” ujarnya.

    Di tengah ketegangan ini, masyarakat berharap polemik tidak berujung konflik berkepanjangan. Justru, momentum ini diharapkan menjadi tamparan bagi para elit politik untuk lebih fokus pada kerja nyata dibanding retorika yang memicu kontroversi.

    Dengan potensi alam yang melimpah, Pemerintah Kabupaten Lahat optimistis program tebat mampu menjadi tulang punggung ekonomi baru—asal tidak terus dijadikan bahan sindiran politik yang kontraproduktif. (Red)

  • Demi Ketahanan Pangan, Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan Ke Bulog  Untuk Bangun  Gudang Beras

    Demi Ketahanan Pangan, Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan Ke Bulog  Untuk Bangun  Gudang Beras

    PALEMBANG, seputartv.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad

    Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan ke Bulog untuk Bangun Gudang Beras

    Palembang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad

    Pada Kam, 9 Apr 2026, 12.49, Irawan . irawan@detik.com menulis:
    Pemkab Empat Lawang Hibahkan Lahan ke Bulog untuk Bangun Gudang Beras

    Palembang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menghibahkan sebagian lahan di Jalan Poros kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang penyimpanan beras. Hibah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan logistik saat kondisi darurat.

    Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Hotel Aryaduta Palembang pada Kamis (9/4). Dalam acara tersebut, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, usai penandatanganan kesepakatan.

    Joncik Muhammad mengatakan bahwa pembangunan gudang Bulog di wilayahnya merupakan aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran gudang tersebut akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini memang yang kami perjuangkan selama ini. Kami ingin Kabupaten Empat Lawang memiliki gudang Bulog sendiri demi kesejahteraan masyarakat,” katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).

    Menurutnya, keberadaan gudang Bulog akan sangat penting terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan distribusi pangan. Dengan adanya fasilitas penyimpanan di daerah sendiri, pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.

    “Kalau terjadi insiden atau kondisi darurat, kita sudah punya stok di daerah sendiri. Ini penting sebagai langkah pertolongan pertama untuk masyarakat,” ungkapnya.

    Joncik juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan tersebut. Bahkan, berapa luas lahan yang dibutuhkan Bulog pihaknya akan siap membantu menghibahkan lahan

    “Kami Pemkab Empat Lawang siap menghibahkan lahan berapapun yang dibutuhkan Bulog untuk membangun gudang beras nanti,”jelasnya.

    Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihaknya. Ia menyebut hibah lahan ini sebagai bentuk dukungan konkret dalam memperkuat infrastruktur pangan nasional di daerah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang. Dengan sinergi ini, Bulog mendapatkan lahan strategis di jalan poros kabupaten untuk pembangunan gudang,” katanya.

    Ia memaparkan bahwa setelah proses hibah selesai, tahap berikutnya adalah pengajuan pertimbangan teknis kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selanjutnya, proyek akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait, termasuk dengan kementerian koordinator bidang pangan.

    “Setelah ini kami akan meminta pertimbangan teknis dari Menteri Pertanian, lalu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan Menko bidang pangan. Setelah itu pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

    Sudarsono menargetkan pembangunan gudang tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Kami targetkan Desember 2026 gudang Bulog di Kabupaten Empat Lawang sudah selesai dibangun,” pungkasnya.

    Foto:
    1.Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Ihsan, menerima langsung dokumen hibah dari Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad

  • Isu Mobil Dinas Rp 3,5 M Kembali Mencuat, Kuasa Hukum : Tendensius dan Menyesatkan

    Isu Mobil Dinas Rp 3,5 M Kembali Mencuat, Kuasa Hukum : Tendensius dan Menyesatkan

    EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui kuasa hukumnya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan dugaan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk pembelian mobil dinas baru senilai Rp3,5 miliar oleh Bupati Joncik Muhammad.

    Advokat Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rizki A. Saputra, S.H., M.H., menyesalkan pemberitaan yang dinilainya tendensius, politis, dan tidak didukung data lengkap. Ia menegaskan bahwa tidak ada realisasi pembelian mobil dinas tersebut.

    “Rencana pengadaan itu telah dibatalkan jauh-jauh hari. Anggaran yang semula dialokasikan untuk kendaraan dinas dialihkan untuk pembayaran kewajiban kepada BPJS Kesehatan,” ujar Rizki dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, 4 April 2026.

    Sebagai langkah prioritas, Pemkab Empat Lawang telah mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan masyarakat. Kebijakan ini disebut berdampak langsung pada kembalinya akses layanan kesehatan bagi ribuan warga yang sebelumnya terkendala tunggakan.

    “Langkah ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan kepentingan publik di atas fasilitas pemerintahan,” tegas Rizki.

    Lebih lanjut, Rizki menyebut bahwa Bupati Joncik Muhammad dalam kesehariannya tidak menggunakan fasilitas kendaraan dinas baru, melainkan tetap menggunakan kendaraan pribadi sebagai bentuk efisiensi belanja daerah, harusnya menjadi contoh Kepala Daerah lain.

    “Bahkan belum genap 100 hari masa kerja, Bupati Joncik Muhammad, telah melakukan berbagai terobosan strategis yang menegaskan keberpihakannya kepada masyarakat. Sejumlah capaian tersebut mendapat apresiasi dari media nasional, pelaksanaan agenda Pertemuan Daerah (PEDA) XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Selatan, serta langkah konkret pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.”

    Pihaknya menghimbau kepada pengamat dan lembaga terkait untuk mengedepankan verifikasi data yang akurat sebelum menyampaikan pernyataan ke publik. Pemkab Empat Lawang memastikan tetap berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Tutup Rizki. (Red)