Penulis: seputar redaksi

  • Seorang Kakek Di Palembang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

    Seorang Kakek Di Palembang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

    PALEMBANG – Sebuah Aksi sadis terjadi di Kota Palembang. Seorang pria lanjut usia menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa yang terekam kamera CCTV ini terjadi pada Kamis malam 10 Juli 2025, sekitar pukul 22.38 WIB di Jalan Residen Nadjamudin, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang.

    Korban diketahui bernama Idham Aziz (66), yang saat itu sedang duduk di teras rumahnya. Dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, tampak dua pelaku datang menggunakan sepeda motor.

    Salah seorang pelaku turun, mendekati korban, dan menyiramkan cairan dari botol yang diduga kuat berisi air keras ke arah wajah korban.

    Peristiwa tersebut membuat geger warga dan memicu kecaman netizen setelah akun Instagram @oypalembang mengunggah video kejadian dengan narasi “Kakek disiram air keras oleh orang tak dikenal”.

    Korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan mengalami luka bakar serius di bagian wajah dan leher. Pihak keluarga menyatakan bahwa kejadian ini bukan kali pertama. Menantu korban, Ibnu Richard Hidayat (29), yang juga pelapor, mengaku rumah mereka sebelumnya sudah pernah diteror.

    “Ini sudah yang kedua kalinya. Pertama rumah sempat mau dibakar orang tak dikenal. Sekarang bapak saya disiram air keras,” ujar Ibnu saat ditemui di Palembang, Jumat (11/7/2025).

    Ibnu menceritakan, sebelum penyiraman terjadi, pelaku sempat datang dengan modus menanyakan teknis pembuatan Kir dan menyebut nama dirinya. Setelah berpura-pura pergi mengambil berkas, keduanya kembali dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban.

    “Waktu itu saya di dalam rumah. Pelaku menanyakan saya ke bapak. Lalu tiba-tiba bapak disiram air keras, dan pelaku langsung kabur,” jelasnya.

    Kasus ini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Petugas SPKT, AKP Sutioso, membenarkan adanya laporan tersebut dan mengatakan saat ini proses penyelidikan tengah berjalan. (Red)

  • Hantam Truck Cargo Di Musi Rawas, Satu Orang Alami Luka – Luka

    Hantam Truck Cargo Di Musi Rawas, Satu Orang Alami Luka – Luka

    MUSIRAWAS – Insiden kecalakaan lalulintas yang melibatkan 2 kendaraan roda empat (Mobil) kembali terjadi di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumsel.

    Peristiwa tersebut terjadi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di depan Kantor Camat TPK atau di Desa Muara Kati Baru 1 Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Musi Rawas pada Minggu (13/7/2025) sore. 

    Kecelakaan tersebut melibatkan 2 kendaraan roda empat yakni jenis Toyota Inovasi warna hitam dengan nopol BG 1693 LG dan lawannya mobil truk cargo warna putih dengan nopol B 9578 FXT.

    Kejadian tersebut viral di media sosial (Medsos) setelah di upload beberapa akun, dan sempat membuat warga heboh hingga berlarian ke jalan untuk m lihat peristiwa tersebut.

    Belum diketahui pasti, penyebab, kronologis maupun identitas para korban. Namun, berdasarkan informasi di lapangan, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

    Disampaikan Guntur salah seorang warga setempat mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wib di Jalinsum tepatnya di depan Kantor Camat TPK di Desa Muara Kati Baru 1 Kecamatan TPK, Musi Rawas. 

    “Benar, kejadiannya sore tadi. Lokasi kejadiannya di Jalinsum di depan Kantor Camat TPK di Desa Muara Kati Baru 1 Kecamatan TPK,” kata Guntur saat dikonfirmasi.

    Dalam insiden tersebut, tak ada korban jiwa. Namun salah satu penumpang kendaraan Toyota Inovasi dikabarkan mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


    “Tidak ada korban meninggal, tapi ada 1 orang yang luka-luka, sudah dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.


    Saat dimintai keterangan kronologis kejadian, Guntur mengaku tak mengetahuinya secara pasti. Hanya saja, mobil Inovasi tersebut melaju dari arah Muara Beliti menuju ke Empat Lawang.

    Sedangkan mobil truk cargo melaju dari arah berlawanan atau dari Empat Lawang menuju ke Muara Beliti. 


    “Kurang tahu pasti kronologisnya kejadiannya, tapi kendaraan itu melaju dari arah yang berlawanan,” jelasnya. 

    Lebih lanjut Guntur menjelaskan, akibat kejadian tersebut, mobil Toyota Inovasi mengalami rusak berat dibagian depannya, begitu juga dengan mobil truk cargo.


    “Mobil Inova itu rusak dibagian depannya yang ringsek, kalau yang truk cargo juga rusak dibagian depan. Tapi tidak begitu parah kerusakannya,” pungkasnya. (Red)

  • Lenyap, Kursi Jembatan Ampera Ramai Di Viralkan Warganet

    Lenyap, Kursi Jembatan Ampera Ramai Di Viralkan Warganet

    PALEMBANG – ikon kebanggaan Kota Palembang, Sumatera Selatan kembali jadi viral. Bukan karena keindahan dan suasana hangatnya, namun viralnya ikon Kota Palembang ini menjadi bahan sarkas oleh para warga net.

    Sarkas tersebut menyinggung soal kursi wisata yang seharusnya mempercantik area pedestrian justru lenyap satu persatu, digondol maling.

    Tak main-main, yang diambil bukan paku atau baut, tapi kursi utuh untuk duduk-duduk santai!

    Entah karena terlalu “bagus”, terlalu “nyaman”, atau memang dianggap hak milik bersama rakyat, beberapa kursi yang sebelumnya menghiasi trotoar kawasan wisata itu kini tinggal bayangan.

    Yang tersisa kini hanyalah potongan semen yang tercongkel dan mur-mur berkarat yang nyaris tak berguna, jejak kecil dari fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat, untuk kenyamanan rakyat, tapi entah mengapa juga diambil kembali oleh rakyat sendiri.

    Tak ada kehebohan, tak ada pengamanan khusus, bahkan tak ada tanda-tanda kejar-kejaran dengan maling. Warga sekitar pun santai saja, seolah ini kejadian musiman yang datang tanpa perlu disorot.

    “Sudah biasa, Kak!” ujar seorang pedagang kaki lima, ketika ditanya soal hilangnya kursi.

    Ia pun menambahkan dengan nada sarkas dan senyum kecut, “Kalau bagus dikit, ya dibawa orang. Mungkin buat pajangan di teras rumah, atau jadi bangku jualan pecel lele.”

    Pernyataan yang terdengar seperti lelucon itu sebenarnya menyimpan realitas pahit: di kota ini, kursi publik bisa lenyap tanpa jejak, dan tak satu pun merasa perlu heran.

    Setelah ramai di media sosial dan sempat viral karena “ampera kini tanpa kursi”, barulah pemerintah kota dan petugas terkait mengecek ke lapangan.


    Terlambat? Tentu saja. Kursi yang sudah lenyap tak mungkin kembali dengan investigasi tanpa CCTV.

    Jembatan Ampera sudah berkali-kali dipoles, dipercantik, ditata ulang. Tapi apa gunanya infrastruktur kalau mental pengunjung (atau oknum warga) masih lebih cepat mengambil daripada menikmati?
    Mirisnya, kasus ini bukan yang pertama.
    Tahun-tahun sebelumnya, pot bunga, lampu taman, hingga besi pagar pernah jadi korban serupa. (Red)

  • Diduga Memeras, Oknum LSM Empat Lawang Ditangkap Polisi

    Diduga Memeras, Oknum LSM Empat Lawang Ditangkap Polisi

    EMPAT LAWANG – Dua Oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Aldiwan Haira Putra, seorang Kordinator Sekretariat Bawaslu (Korsek) Kabupaten Empat Lawang, ditangkap personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Empat Lawang.
     
    Kedua pelaku itu, berinisial DF dan DV yang mengaku sebagai Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Grib jaya. Dua oknum LSM tersebut tertangkap basah oleh anggota Polres Empat Lawang saat diduga melakukan pemerasan uang Korsek Bawaslu senilai Rp.250 Juta rupiah. Rabu, (09/07/2025).
     
    Penangkapan tersebut berlangsung dramatis di Jalan poros, Kecamatan Tebing Tinggi sekitar RSUD Empat Lawang. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di pimpin langsung oleh, Kasatreskrim Polres Empat Lawang Iptu Adam Rahman, S.Tr.K, Berhasil mengamankan Oknum Ormas berinisial DF dan DV Sekitar pukul 16.40 WIB.
     
    “Dua pelaku pemerasan sudah berhasil kita amankan dengan OTT beserta barang bukti tas berisikan uang dan satu unit mobil” kata Kasatreskrim Polres Empat Lawang, Iptu Adam Rahman, S.Tr.K
     
    Informasi yang di himpun, kronologis kejadian dua orang oknum ormas tersebut, untuk mengambil uang keamanan senilai Rp. 250juta. Atas perintah Oknum Ormas Berinisial ZK.
     
    “Salah seorang sempat melarikan diri dan melawan petugas dengan cara menabrak petugas, namun berhasil kita amankan”, terangnya.  (Red)