SEPUTARTV.COM, Empat Lawang – aSetelah melalui tahapan beberapa agenda kepimpinan strategi yang terdiri atas materi smart governance, manajemen digital, kepemimpinan digital, kemimpinan kewirausahaan, organisasi pembelajar, isu strategi, strategi marketing dan public private partnership dan didukung materi lainnya.
Akhirnya tanggal 28 Oktober 2025 Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXI Tahun 2025 yang diadakan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sumatera Selatan dibawah pimpinan Prof. DR H.M. Edwar Juliartha, S.Sos., MM berakhir sudah dengan ditutup oleh wakil Gubernur Sumatera Selatan H Cik Ujang.
PKN tahap ini diikuti juga peserta dari Empat Lawang. Dalam implementasinya selama 8 minggu peserta mengusung proyek perubahan sesuai tugas pokok dan fungsi lembaga atau dinas peserta.
Pauzan Khoiri, AP., MM, Sekretaris Daerah kabupaten Empat Lawang mengusung judul “Implementasi SIAK berbasis GIS Dalam Manajemen Data Toponimi Untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi di Kabupaten Empat Lawang.” Hj Evi Ferilina Susanti, SE., MM, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengambil judul “Tranformasi Pencegahan Kebakaran Melalui Integritas dan Koloborasi Sistem Pencegahan Kebakaran Berbasis Edukasi Komunitas Andalan Menuju Kabupaten Empat Lawang Madani jilid 2,” disingkat SIPEKA.
Sementara Noperman Subhi, S.IP., M.Si Kepala Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang mengangkat “BAPANG ELMA BANG TAPA (Bank Pangan Empat Lawang Madani Membangun Kemantapan Pangan di Empat Lawang.” Sertifikat tanda kelulusan mereka diserah langsung oleh H Cik Ujang, Wakil Gubernur Sumatera Selatan didampingi perwakilan dari LAN RI dan Kepada Badan BPSDM.
Pengumuman kelulusan dan peserta terbaik ikut disaksi oleh kepala daerah melalui organisasi Perangkat Daerah yang menangani pegawai daerah yang dihadi langsung dan pejabat di BPSDMD maupun undangan lainnya. Selesainya ujian dan telah mendapatkan sertifikat tidak berarti selesai begitu saja, BPSDM Sumatera Selatan berkewajiban memantai program tersebut kedepannya, khususnya sampai jangka pendek (1 tahun).
Dengan dukungan dari stakeholder dan masyarakat yang bersentuhan secara langsung atau tidak langsung dengan ketahanan pangan atau pihak manapun yang terkait dengan program BAPANG ELMA BANG TAPA berharap secepatnya mewujudkannya. Mereka bertiga mengucapkan terima kasih kepada H Joncik Muhammad yang telah merekomendasikan untuk mengikuti PKN II dan berkenan menjadi tempat konsultasi demi lancarnya implementasi proyek perubahan.
Terima kasihpun disampai kepada Arifai SH, baik sebagai wakil bupati Empat Lawang maupun mentor. Kedepan mereka berharap kedepan banyak pejabat Eselon II yang dapat mengikuti PKN II, apalagi jika berani melalui jalur mandiri.(RTA)
Penulis: seputar redaksi
-

Gaji Cepat Habis? Begini Cara Sederhana Mengatur Uang agar Tetap Aman hingga Akhir Bulan
SEPUTARTV.COM – Kamu pernah merasa gaji baru turun, tapi seminggu kemudian sudah entah ke mana?
Padahal belum sempat beli hal penting, tapi saldo e-wallet sudah menipis. Tenang, kamu tidak sendirian.
Hampir semua orang pernah melewati fase itu — fase di mana uang terasa cepat sekali menguap.
Menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia belum memiliki perencanaan keuangan pribadi yang teratur. Artinya, banyak orang yang bekerja keras tapi belum tahu cara mengelola penghasilan dengan bijak.
Mulai dari Hal Sederhana
Kabar baiknya, mengatur keuangan itu sebenarnya tidak harus ribet.
Tidak perlu jadi ahli ekonomi, cukup mulai dari satu kebiasaan kecil: sadar setiap kali uang keluar.Coba mulai dari hal simpel: catat pengeluaran harian, meski cuma beli kopi Rp15 ribu.
Pisahkan uang untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Dan yang paling penting — jangan terlalu keras sama diri sendiri.
Menurut pakar keuangan pribadi, kunci stabilitas finansial bukan pada besarnya gaji, tapi pada kedisiplinan dan kesadaran setiap kali mengeluarkan uang.
Nikmati Hidup, Tapi Tetap Bijak
Hidup itu bukan cuma soal menabung, tapi juga menikmati hasil kerja kerasmu.
Triknya adalah seimbang: tahu kapan hemat, kapan boleh “treat yourself” tanpa rasa bersalah.
Orang sukses dalam keuangan bukan yang paling banyak uangnya, tapi yang paling tenang hidupnya.
Mereka tahu arah uangnya ke mana, tidak panik setiap akhir bulan, dan bisa tidur nyenyak karena punya tabungan darurat.
Konsisten Adalah Kunci
Ingat, keuangan yang sehat itu bukan tentang siapa yang paling cepat kaya, tapi siapa yang paling sabar dan konsisten.
Sedikit demi sedikit, asal rutin, hasilnya bisa luar biasa.
Seperti menanam pohon — nggak langsung berbuah, tapi kalau dirawat, suatu hari kamu bisa berteduh di bawah rindangnya.
Jadi mulai hari ini, jangan nunggu nanti.
Ambil langkah kecil: simpan Rp10 ribu sehari, buat catatan pengeluaran, atau sekadar stop belanja impulsif.
Karena di dunia finansial, yang menang bukan yang paling cepat, tapi yang paling tahan lama.Mengatur uang bukan sekadar soal angka, tapi tentang membangun kebiasaan yang membuat hidup lebih tenang.
Tidak ada kata terlambat untuk mulai — cukup satu langkah kecil hari ini, demi dompet yang aman dan pikiran yang damai esok hari. (RED)




