Bulan: Maret 2026

  • Polres Empat Lawang Pecat Dua Anggotanya, Kapolres : Tidak Ada Toleransi Bagi Anggota Yang Melanggar !

    Polres Empat Lawang Pecat Dua Anggotanya, Kapolres : Tidak Ada Toleransi Bagi Anggota Yang Melanggar !

    EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang sepertinya tidak main – main dalam menegakan aturan dan disiplin bagi setiap personilnya, hal ini terlihat dari berbagai sangsi mulai dari hukuman administrasi, penundaan kenaikan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat kepada personil yang melakukan pelanggaran.

    Tindakan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran pun kali ini terjadi, dimana Polres Empat Lawang menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personelnya di Lapangan Apel Polres Empat Lawang pada Senin (30/3/2026).

    Terpantau Upacara PTDH dilakukan secara in absensia terhadap dua orang personil Polres Empat Lawang diantaranya yaitu Briptu Langgah Kurniawan, anggota Polsek Muara Pinang dan Briptu Septian Agung Pramono, anggota Polsek Tebing Tinggi.

    Adapun in absensia merupakan pelaksanaan upacara atau penjatuhan keputusan tanpa kehadiran yang bersangkutan. Artinya, kedua personel yang diberhentikan tidak hadir dalam upacara, namun keputusan PTDH tetap sah dan berlaku.

    Upacara dipimpin langsung Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri jajaran pejabat utama serta seluruh personel Polres Empat Lawang.

    Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa institusi Polri tidak memberi ruang bagi anggota yang melakukan pelanggaran dan setiap anggota hendaknya menjujung tinggi setiap aturan yang berlaku di kepolisian dan senantiasa melaksanakan tugas dan kewajibannya selaku anggota Polri.

    “ Saya tegaskan,tidak ada toleransi bagi anggota yang melakukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan,” ucap Kapolres dalam amanatnya dihadapan seluruh anggota Polres Empat Lawang yang mengikuti apel.

    Prosesi berlangsung singkat dan khidmat, ditandai pembacaan keputusan PTDH serta pelepasan atribut dinas sebagai simbol pemberhentian kedua anggota Polres tersebut. (Dik)

  • Remaja Disabilitas Di Lubuklinggau Tewas Tertabrak Kereta

    Remaja Disabilitas Di Lubuklinggau Tewas Tertabrak Kereta



    LUBUKLINGGAU, seputartv com – Insiden tragis terjadi di Kota Lubuklinggau pada Minggu (29/3/2026) sore. Seorang remaja penyandang disabilitas berinisial DK (16) meninggal dunia setelah tertabrak kereta api ekonomi rute Palembang–Lubuklinggau.

    Peristiwa tersebut terjadi di kawasan RT 01, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, kota Lubuklinggau yang tidak jauh dari kediaman korban.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, sebelum kejadian korban terlihat berada di jalur rel sambil bermain ponsel. Diduga kuat korban tidak menyadari kedatangan kereta yang melintas hingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.

    Akibat benturan keras, korban mengalami luka serius dan sempat terseret sejauh ratusan meter dari tempat awal kejadian.

    Kejadian itu sontak membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga yang melihat langsung langsung berteriak histeris, sementara warga lainnya bergegas keluar rumah untuk memberikan pertolongan.

    Warga kemudian melakukan evakuasi terhadap korban, sementara sebagian lainnya menghubungi pihak kepolisian guna penanganan lebih lanjut.

    Salah satu saksi menyebut, peristiwa berlangsung sangat cepat. Ia sempat melihat korban berada di tengah rel sebelum kereta datang melintas.

    Kejadiy begitu cepat, korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ungkapnya warga sekitar, kini jenazah korban di bawa ke rumah sakit Siti Aisyah.

  • Pasca Idul Fitri, Agrowisata Tanjung Sakti Jadi Destinasi Pilihan Wisatawan Lokal

    Pasca Idul Fitri, Agrowisata Tanjung Sakti Jadi Destinasi Pilihan Wisatawan Lokal



    Lahat – Destinasi wisata Agrowisata Tanjung Sakti yang berada di Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, hingga saat ini masih dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah.

    Suasana liburan terasa begitu hidup, dengan ramainya wisatawan yang menikmati keindahan alam serta berbagai fasilitas yang tersedia. Mulai dari aliran sungai yang jernih hingga kolam renang yang menjadi favorit keluarga, semuanya dipenuhi oleh pengunjung yang ingin bersantai dan melepas penat.

    Menariknya, meski jumlah pengunjung terus meningkat, pihak pengelola tetap memastikan kenyamanan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Tim parkir dan keamanan disiagakan di sepanjang jalur menuju lokasi, termasuk area sungai dan kolam renang.

    Dengan pengawasan yang maksimal, para wisatawan dapat menikmati liburan dengan rasa aman dan nyaman. Kehadiran petugas di berbagai titik strategis juga membantu mengatur arus kendaraan serta menjaga ketertiban di area wisata.

    Pihak pengelola Agrowisata Tanjung Sakti mengimbau kepada seluruh pengunjung agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan yang ada demi kenyamanan bersama.

    Dengan suasana alam yang asri, fasilitas yang memadai, serta keamanan yang terjamin, Agrowisata Tanjung Sakti menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

  • Karang Taruna Desa Muara Cawang Dirikan Posko Darurat Untuk Masyarakat Korban Kebakaran

    Karang Taruna Desa Muara Cawang Dirikan Posko Darurat Untuk Masyarakat Korban Kebakaran




    Muara Cawang, seputartv.com – Karang Taruna Desa Muara Cawang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, mendirikan posko darurat bencana kebakaran sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.

    Melalui Posko Karang Taruna tersebut, para anggota turut mengoordinasikan bantuan dan donasi yang datang dari berbagai pihak untuk meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah kebakaran di wilayah MR Cawang, Tanjung Sakti Pumu.

    Segenap anggota Karang Taruna Desa MR Cawang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh penyumbang yang telah memberikan bantuan, baik berupa materi maupun tenaga.

    Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada seluruh Karang Taruna se-Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan Tanjung Sakti Pumi yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk bersama-sama mengumpulkan berbagai bentuk bantuan bagi keluarga yang terdampak langsung bencana tersebut.

    “Semoga segala jerih payah dan bantuan yang telah diberikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujar perwakilan Karang Taruna.

    Dengan adanya posko darurat ini, diharapkan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan mampu membantu meringankan beban korban kebakaran.

  • Rumah Di Lubuklinggau Roboh Akibat Longsor, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah.

    Rumah Di Lubuklinggau Roboh Akibat Longsor, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah.



    Lubuklinggau, seputartv.com – Kesabaran warga RT 05, Kelurahan Senalang, akhirnya pecah. Setelah tiga tahun mengeluhkan saluran pembuangan yang longsor tanpa tindakan, kini dampaknya nyata: rumah warga roboh.
    Rumah milik Pak Ari dan Ibu Ice menjadi korban. Pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat sedang beraktivitas di dapur, bangunan bagian dapur dan ruang tengah tiba-tiba ambruk.

    “Lagi di dapur, tiba-tiba roboh begitu saja,” ungkap ibu ice  dengan suara gemetar.
    Peristiwa ini langsung memicu kemarahan warga. Mereka menilai kejadian tersebut bukan sekadar musibah, melainkan akibat pembiaran yang terlalu lama oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.

    Sejak 2022, warga mengaku sudah berkali-kali mengusulkan agar saluran pembuangan itu dicor dan ditutup. Namun, hingga rumah roboh, tak ada tindakan nyata.

    “Sudah lama kami minta, tapi seperti tidak dianggap. Sekarang rumah warga yang jadi korban,” tegas pak Ari pemilik rumah dengan nada kesal.

    Warga bahkan menilai pemerintah terkesan tutup mata terhadap persoalan yang jelas membahayakan. Saluran yang dibiarkan terbuka dan longsor itu kini menjadi ancaman nyata bagi rumah-rumah lain di sekitarnya.

    Pak Ari dan Ibu Ice kini hanya bisa berharap ada tanggung jawab dari pemerintah. Kerusakan rumah yang mereka alami bukanlah hal kecil, dan mereka membutuhkan bantuan nyata, bukan sekadar janji.

    “Kami minta diperhatikan. Rumah kami sudah hancur,” ujarnya.

    Kemarahan warga semakin memuncak karena hingga saat ini belum ada pernyataan resmi maupun langkah cepat dari Pemerintah Kota Lubuklinggau.
    Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir akan muncul korban berikutnya.