LUBUKLINGGAU – Gelaran Road to Lubuk Linggau Fight Club (LFC) 5.0 yang dihelat di Taman Olahraga Megang (TOM), Kota Lubuklinggau, Sabtu (27/6) malam, menyajikan pertunjukan tinju yang memukau.
Salah satu sorotan utama jatuh pada sosok petinju asal Kabupaten Empat Lawang, Efriyansyah. Prajurit Dua (Prada) dari Yonif TP 952/Imam Bulqin, Bengkalis, Riau ini sukses membuktikan tajinya di kelas Main Event 66 kg. Berhadapan dengan Ilham dari Pertina Muratara, Efri sapaan akrabnya, tampil dominan sejak bel ronde pertama dibunyikan.
Efri, yang berada di sudut biru, tampil agresif sejak awal pertandingan. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkannya tak mampu diredam oleh lawannya. Alhasil, pertandingan berakhir singkat di ronde pertama setelah wasit memutuskan kemenangan TKO (Technical Knock Out) untuk Efriyansyah akibat beberapa pukulan telak yang mendarat tepat sasaran.
Kemenangan ini mencatatkan rekor impresif bagi putra daerah asal Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang tersebut. Menariknya, ini merupakan kemenangan kedua Efri di tanah Lubuklinggau, dan dalam kedua kesempatan tersebut, ia selalu mengakhiri laga dengan TKO di ronde pertama.
Ditemui usai pertandingan, Efri membagikan rahasia di balik performa primanya. Ia mengaku tidak membiarkan kesibukannya sebagai prajurit menghalangi porsi latihannya. Dulu sebelum menjadi prajurit, ia bekerja di Gym sebagai pelatih.
“Saya rutin latihan saat di barak, latihan di gym juga serta sasana. Fokus utama saya memang melatih kekuatan untuk persiapan event ini,” ujar Efri dengan penuh semangat.
Bagi dunia tinju, sosok Efri bukanlah pemain baru. Ia memiliki rekam jejak yang solid dengan berbagai kemenangan di ajang tinju di Palembang, Lubuklinggau, hingga Riau. Pasca kemenangan ini, ia mengaku akan langsung melakukan persiapan untuk menatap LFC vol. 5 serta berbagai kejuaraan tinju berikutnya.
Keberhasilan Efri di ring tinju tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pendukungnya, yakni dari Bank Sumsel Babel Cabang Tebing Tinggi, Hero Gym Empat Lawang, KONI Kabupaten Empat Lawang dan Yonif TP 952/Imam Bulqin.
Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Empat Lawang dan semakin mengukuhkan posisi Efriyansyah sebagai salah satu atlet tinju yang patut diperhitungkan di kancah regional. (eno)
foto: Prajurit Muda Asal Empat Lawang Menang TKO di Ronde Pertama
Kategori: Olahraga
-

Catatkan Rekor Impresif, Prajurit Muda Asal Empat Lawang Menang TKO di Ronde Pertama
-

Kramayudha Tiga Berlian, Klub Bola Asal Palembang Yang Pernah Menjadi Raksasa Di Asia
Seputar tv.com – Jauh Sebelum Sriwijaya FC menjadi klub sepak bola yang merajai Liga Indonesia. Palembang pernah mempunyai satu klub raksasa yang tidak hanya merajai Liga Lokal GALATAMA (Nama Liga Sepak Bola Indonesia Kala Itu).
Krama Yudha Tiga Berlian atau sering disebut pada era keemasannya dengan sebutan (KTB) ini mempunyai prestasi yang belum mampu digeser oleh semua klub sepak bola Indonesia manapun. Yakni, juara tiga Liga Champion Asia pada tahun 1980an.
KTB bukan sekedar nama klub sepak bola. Melainkan, legenda hidup dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Klub ini adalah simbol kejayaan era Galatama yang sempat merajai panggung nasional hingga Asia.
Berikut adalah profil dan deskripsi singkat mengenai klub raksasa asal Palembang tersebut:
- Identitas dan Asal-Usul Nama Resmi: Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Asal: Palembang, Sumatera Selatan. Didirikan dan didukung penuh oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (distributor Mitsubishi di Indonesia). Era Kejayaan: Pertengahan hingga akhir tahun 1980-an.
- Sang Raja Galatama KTB adalah tim yang sangat ditakuti di kompetisi Galatama (Liga Sepak Bola Utama). Mereka dikenal memiliki manajemen yang sangat profesional dan finansial yang stabil pada masanya. Prestasi domestiknya meliputi: Juara Galatama: Beruntun pada musim 1985 dan 1986-1987. Juara Piala Liga: Memenangkan trofi pada tahun 1987, 1988, dan 1989.
- Prestasi Internasional yang Belum Tertandingi Salah satu catatan emas yang paling membanggakan bagi sepak bola Indonesia adalah ketika KTB berhasil meraih peringkat ketiga di Kejuaraan Klub Asia 1985-1986 (sekarang bernama AFC Champions League). Hingga saat ini, belum ada klub Indonesia lain yang mampu menyamai atau melampaui pencapaian menjadi tim terbaik ketiga di level tertinggi kompetisi antarklub Asia tersebut.
- Gudang Pemain Bintang Klub ini dikenal dihuni oleh deretan pemain legendaris yang juga menjadi tulang punggung Timnas Indonesia. Beberapa nama besarnya antara lain: Rully Nere: Sang jenderal lapangan tengah. Herry Kiswanto: Bek tangguh dan kapten karismatik. Ricky Yacobi: Penyerang tajam yang melegenda. Hermansyah: Penjaga gawang lelegendaris.
- Akhir Perjalanan Sayangnya, seiring dengan redupnya kompetisi Galatama dan keputusan manajemen untuk membubarkan tim pada tahun 1991, Krama Yudha Tiga Berlian resmi mengundurkan diri dari kancah sepak bola nasional.
Meskipun telah tiada, namanya tetap harum sebagai standar profesionalisme klub di Indonesia.
Catatan Sejarah: KTB adalah bukti bahwa dengan manajemen yang sehat dan pembinaan yang serius, klub Indonesia pernah mampu berbicara banyak di level Benua Asia.(Red)
-

Tampil Di One Pride MMA 89, Firghter Asal Sekayu Optimis Raih Kemenangan Telak
MUSI BANYUASIN, seputartv.com – Petarung asal Sekayu, Sumatera Selatan, Eka Darmawansyah dipastikan akan tampil dalam ajang One Pride MMA 89 Hystrike yang digelar pada 11 April 2026. Dalam laga tersebut, Eka akan menghadapi petarung dari Bali, Porhens Pareda.
Pertandingan ini akan berlangsung dalam format Hystrike, yaitu pertarungan stand-up fight yang mengandalkan teknik pukul, tendang, dan elbow, tanpa permainan ground seperti pada MMA pada umumnya.
Eka Darmawansyah yang saat ini menjalani latihan intensif di Warrior MMA Palembang menyatakan dirinya siap memberikan penampilan terbaik. Ia bahkan menargetkan kemenangan cepat dalam laga tersebut.
“Saya sudah siap untuk pertandingan ini. Target saya jelas, menang K.O di ronde pertama,” tegas Eka dengan penuh percaya diri menjelang pertarungan.
Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh pelatihnya, Predy. Menurutnya, persiapan Eka untuk menghadapi pertandingan Hystrike kali ini sudah sangat matang.
“Persiapan Eka sudah maksimal. Kondisi fisik, teknik, dan mentalnya sangat siap. Kami optimistis dia bisa meraih kemenangan,” ujar Predy.
Penampilan Eka di panggung nasional ini mendapat perhatian besar dari masyarakat Sumatera Selatan. Antusiasme dukungan terus mengalir, mengingat jarang sekali petarung asal Sumatera Selatan tampil di ajang pertarungan nasional seperti One Pride.
Bagi warga Sumatera Selatan, kehadiran Eka Darmawansyah di arena One Pride MMA 89 Hystrike menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus harapan baru bagi perkembangan olahraga bela diri di daerah tersebut.
Dukungan pun terus mengalir agar Eka mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di kancah nasional dengan meraih kemenangan meyakinkan atas lawannya dari Bali.
-

Petinju dari Lubuklinggau Tumbangkan petinju Asal Jawa Barat di Event Phonix Combat Sports Volume 2
LUBUKLINGGAU, seputartv.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Warrior Lubuklinggau.
Petinju bernama Sultan, yang turun di kelas 54 kg amatir, sukses meraih kemenangan gemilang dengan Technical Knock Out (TKO) di ronde pertama pada ajang Phoenix Combat Sports Volume 2.
Menghadapi petinju asal Jawa Barat, Muhammad Yuga, Sultan tampil tanpa gentar sejak bel pertama dibunyikan. Dengan gaya bertarung agresif, Sultan langsung mengambil inisiatif serangan dan terus menekan lawannya.
Kombinasi pukulan cepat dan akurat beberapa kali mendarat telak, membuat Yuga kesulitan mengembangkan permainan.
Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Sultan akhirnya memaksa wasit mengambil keputusan tegas.
Demi keselamatan petinju Jawa Barat tersebut, pertandingan dihentikan dan Sultan dinyatakan menang TKO di ronde pertama.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan bukti bahwa anak-anak muda daerah mampu bersaing dan berprestasi di level nasional jika dibina dengan serius dan disiplin.
Warrior Lubuklinggau kembali menunjukkan perannya sebagai wadah pembinaan atlet bela diri yang konsisten melahirkan petarung tangguh.
Prestasi Sultan diharapkan menjadi sumber motivasi bagi generasi muda Lubuklinggau dan Sumatera Selatan untuk menjauhi hal-hal negatif serta menyalurkan energi melalui olahraga dan prestasi.
Dengan kerja keras, latihan disiplin, dan mental juara, mimpi untuk mengharumkan nama daerah bukanlah hal yang mustahil.
Warrior Lubuklinggau sekali lagi membuktikan:
dari daerah, lahir petarung berprestasi untuk Indonesia. -

Federasi Savate Sumsel Resmi Diterima sebagai Anggota Penuh KONI Sumsel
PALEMBANG, seputartv.com — Cabang olahraga Savate resmi menambah deretan organisasi olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan. Pada Kamis, 11 Desember 2025, Federasi Savate Sumsel secara resmi diterima sebagai Anggota Penuh KONI Sumsel dalam agenda rapat resmi yang digelar di Palembang.
Keputusan tersebut disambut hangat oleh jajaran pengurus Federasi Savate Sumsel. Penerimaan ini disebut sebagai langkah besar dalam pengembangan olahraga beladiri asal Prancis tersebut di wilayah Sumatera Selatan.
Ketua Federasi Savate Sumsel menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan KONI Sumsel. “Alhamdulillah, hari ini Federasi Savate Sumsel telah diterima sebagai anggota penuh KONI. Ini menjadi momentum penting untuk memperluas pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi Savate di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Dengan diterimanya Savate sebagai anggota penuh, cabang olahraga ini kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan pembinaan, program peningkatan kualitas atlet, hingga kesempatan berpartisipasi dalam ajang multi event resmi yang berada di bawah naungan KONI.
KONI Sumsel berharap hadirnya Savate dapat memberi warna baru dan turut berkontribusi dalam pencapaian prestasi olahraga daerah. Savate sendiri terus berkembang di Indonesia dan mulai diminati generasi muda berkat karakteristiknya yang memadukan teknik tinju dan tendangan khas Eropa.
Penerimaan ini menandai langkah awal bagi Federasi Savate Sumsel untuk memperluas sosialisasi, meningkatkan kualitas pelatih dan atlet, serta mempersiapkan diri untuk berbagai event kompetitif baik di tingkat regional maupun nasional.
