Kategori: Ekonomi

  • Sejak Mei 2026, Inflasi Bulanan Sumsel Naik Drastis

    Sejak Mei 2026, Inflasi Bulanan Sumsel Naik Drastis

    PALEMBANG, seputartv.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026.

    Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Selasa, mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan April 2026 yang mengalami deflasi 0,04 persen.

    Dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil sebesar 0,44 persen.

    Namun, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya itu menjadi penyumbang deflasi dengan andil sebesar 0,06 persen. Hal itu dipicu salah satunya karena adanya penurunan harga emas pada periode tersebut.

    “Untuk komoditas utama penyumbang inflasi Mei 2026, yaitu cabai merah, bawang merah, tomat, cabai rawit dan mentimun,“ katanya.

    BPS juga mencatat untuk inflasi tahunan (year on year/yoy) di Sumsel mengalami inflasi sebesar 2,61 persen. Angka itu mengalami kenaikan jika dibandingkan periode April 2026 sebesar 1,63 persen.

    Dari sebelas kelompok pengeluaran, rata-rata mengalami kenaikan dengan kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 0,99 persen.

    Disusul, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,04 persen.

  • Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    Pertamina Resmi Naikan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 18 april 2026

    JAKARTAseputartv.com – Resmi, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pertamina.

    Kenaikan harga terjadi pada beberapa produk BBM non subsidi, dengan lonjakan yang cukup signifikan, terutama pada jenis diesel dan bensin beroktan tinggi.

    Seperti Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter atau naik dari yang sebelumnya Rp13.100 per liter, sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter.

    “PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar,” mengutip pengumuman Pertamina, Senin (20/4/2026).

    Beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, diataranya : Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertalite dan Solar subsidi.

    Berikut harga BBM Pertamina Per 20 April 2026 untuk beberapa wilayah di Indonesia : 

    DKI Jakarta :

    Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)

    Solar Subsidi:6.800 per liter (tetap)

    Pertamax: Rp12.300 per liter liter (tetap)

    Pertamax Turbo:Rp19.400 per liter (naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter)

    Pertamax Green 95:Rp 12.900 per liter (tetap)

    Dexlite: Rp23.600 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter)

    Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (naik dari sebelumnya Rp14.500 per liter)

    Aceh :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sabang :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.550

    Pertamax Turbo: –

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.150

    Pertamina Dex: –

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.450

    Sumatera Utara :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Kepulauan Riau :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.900

    Pertamax Turbo: Rp 20.250

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.800

    Batam :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 11.750

    Pertamax Turbo: Rp 18.450

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 22.450

    Pertamina Dex: Rp 22.700

    Pertamax (Pertashop): Rp 11.650

    Jambi :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bengkulu :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Sumatera Selatan :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Bangka Belitung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Lampung :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: Rp 12.900

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Bali & Nusa Tenggara Barat :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.300

    Pertamax Turbo: Rp 19.400

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 23.600

    Pertamina Dex: Rp 23.900

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.200

    Nusa Tenggara Timur :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamax Turbo: Rp 19.850

    Pertamax Green: –

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamina Dex: Rp 24.450

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500

    Kalimantan & Sulawesi (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600-12.900

    Pertamax Turbo: Rp 19.850-20.250

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150-24.650

    Pertamina Dex: Rp 24.450-24.950

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500-12.800

    Maluku & Papua (umumnya) :

    Pertalite: Rp 10.000

    Pertamax: Rp 12.600

    Pertamina Bio Solar: Rp 6.800

    Dexlite: Rp 24.150

    Pertamax (Pertashop): Rp 12.500(Dikutip dari Situs Resmi Pertamina dan CNBC Indonesia / Red)

  • Pagaralam Siap Perkenalkan Kopi Liberika(Kopi Nanggke) Ke Pasar Intenasianal, Melalui CV. GUMAY SAKTI.

    Pagaralam Siap Perkenalkan Kopi Liberika(Kopi Nanggke) Ke Pasar Intenasianal, Melalui CV. GUMAY SAKTI.

    PAGARALAM, seputartv.com – Langkah ekspor kopi yang dilakukan oleh CV. Gumay Sakti menjadi angin segar bagi dunia pertanian di Pagar Alam.15.januari.2026.

    Perusahaan tersebut menyiapkan ekspor kopi Liberika (kopi Nangka) ke Malaysia, sekaligus terus memasarkan kopi Robusta sebagai komoditas unggulan daerah.

    Direktur CV. Gumay Sakti, Muhammad Ryan Irfanza Gumay, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pengiriman tahap awal ini menjadi langkah pembuka. Jika pengiriman berjalan sukses, pihak pembeli dari Malaysia akan melakukan survei langsung ke Pagar Alam dan direncanakan menjalin kontrak kerja sama dalam skala besar.

    Ekspor kopi Liberika ini menjadi gebrakan penting, mengingat jenis kopi tersebut masih kurang populer dibanding Robusta dan Arabika. Padahal, Liberika memiliki cita rasa khas dengan aroma unik yang berpotensi menembus pasar internasional.

    Jika kontrak besar terealisasi, ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis perkebunan kopi di Pagar Alam, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan.

    Langkah ekspor kopi yang dilakukan oleh CV. Gumay Sakti menjadi angin segar bagi dunia pertanian di Pagar Alam.

    Perusahaan tersebut menyiapkan ekspor kopi Liberika (kopi Nangka) ke Malaysia, sekaligus terus memasarkan kopi Robusta sebagai komoditas unggulan daerah.

    Direktur CV. Gumay Sakti, Muhammad Ryan Irfanza Gumay, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pengiriman tahap awal ini menjadi langkah pembuka. Jika pengiriman berjalan sukses, pihak pembeli dari Malaysia akan melakukan survei langsung ke Pagar Alam dan direncanakan menjalin kontrak kerja sama dalam skala besar.

    Ekspor kopi Liberika ini menjadi gebrakan penting, mengingat jenis kopi tersebut masih kurang populer dibanding Robusta dan Arabika. Padahal, Liberika memiliki cita rasa khas dengan aroma unik yang berpotensi menembus pasar internasional.

    Harapannya, dengan terbukanya pasar ekspor:
    Nilai jual kopi petani meningkat
    Harga kopi di tingkat petani lebih stabil
    Petani kopi Pagar Alam bisa mengikuti harga pasar dunia
    Produksi dan kualitas kopi semakin ditingkatkan
    Jika kontrak besar terealisasi, ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis perkebunan kopi di Pagar Alam, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan.

  • Tim Gabungan Kabupaten  PALI Monitoring Harga dan Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadan

    Tim Gabungan Kabupaten  PALI Monitoring Harga dan Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadan



    PALI, seputartv.com – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H, jajaran Polres PALI bersama unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten PALI melaksanakan kegiatan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap harga serta ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Impres Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (12/2/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut melibatkan Unit Pidsus Satreskrim Polres PALI mewakili Kapolres PALI, unsur Kejaksaan Negeri PALI, Pemerintah Kabupaten PALI, Disperindag, Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polsek Talang Ubi, tokoh masyarakat, serta insan pers. Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.

    Dari hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok masih dalam kondisi relatif stabil dan stok tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp12.000 per kilogram. Gula pasir kemasan dijual Rp17.500 per kilogram, sementara gula curah Rp16.500 per kilogram.

    Untuk komoditas daging, harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berada di kisaran Rp37.000 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp29.000 per kilogram.

    Pada komoditas cabai, cabe merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp43.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Namun cabe rawit merah naik dari Rp78.000 menjadi Rp81.000 per kilogram dan cabe rawit hijau meningkat dari Rp46.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah Rp38.000 per kilogram dan bawang putih Rp34.000 per kilogram.

    Minyak goreng kemasan dijual Rp19.000 per liter dan minyak goreng curah Rp14.500 per liter. Tepung terigu Rp12.500 per kilogram, garam beryodium Rp13.000 per kilogram, serta LPG subsidi 3 kilogram Rp20.000 per tabung. Secara umum distribusi bahan pokok terpantau lancar hingga kegiatan selesai pukul 11.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif.

    Panit Intelkam Polsek Talang Ubi AIPDA Ronaldo dalam kesempatan tersebut juga mengimbau para pedagang sembako untuk menjaga ketersediaan barang serta tidak menaikkan harga secara tidak wajar menjelang Ramadan, guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

    Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa kegiatan monitoring bapokting akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan terpadu antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

    “Polres PALI bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok penting. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik, stok tersedia, dan tidak ada praktik penimbunan maupun spekulasi harga,”tegas Kapolres PALI.

    Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga bahan pokok di pasaran.

    “Dengan sinergi semua pihak, stabilitas pangan dan keamanan ekonomi masyarakat di Kabupaten PALI diharapkan tetap terjaga,”pungkasnya.(RAK)

  • Dewan Kopi Indonesia Sumsel Beri Penghargaan Kepada Bupati Empat Lawang: Penggerak Kopi Berkualitas

    Dewan Kopi Indonesia Sumsel Beri Penghargaan Kepada Bupati Empat Lawang: Penggerak Kopi Berkualitas



    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Perhatian serius Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad terhadap pengembangan kopi lokal akhirnya berbuah manis. Ia dinobatkan sebagai Penggerak dan Pelopor Kopi Berkualitas oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) Sumatera Selatan, berkat kontribusinya dalam menggerakkan ekonomi petani kopi dan meningkatkan mutu hasil produksi daerah.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Kopi Indonesia Sumatera Selatan, M. Zain Ismed, dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Bupati Empat Lawang, pada Rabu (29/10/2025).

    Acara penyerahan penghargaan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i, Kepala Dinas Pertanian Hendra Lezi, sejumlah kepala dinas terkait, pimpinan PT Kendi Arindo Empat Lawang, serta perwakilan petani kopi dari berbagai kecamatan.

    Dalam sambutannya, M. Zain Ismed menjelaskan bahwa Kabupaten Empat Lawang merupakan salah satu daerah dengan potensi kopi terbesar di Sumatera Selatan. Ia menyebut, daerah ini memiliki luas kebun kopi mencapai 62.126 hektare, menempati posisi kedua setelah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) yang memiliki 89.050 hektare.

    “Dari data tahun 2024, perputaran ekonomi dari komoditas kopi di Kabupaten Empat Lawang mencapai Rp3,5 triliun. Nilai yang sangat besar ini menunjukkan betapa kuatnya kontribusi sektor kopi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Zain Ismed.

    Ia menambahkan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Bupati Joncik Muhammad yang dinilai mampu menggerakkan sektor pertanian dan memberdayakan petani kopi secara berkelanjutan.

    “Bupati Joncik telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam membangun dan menggerakkan sektor kopi di Empat Lawang. Upaya beliau dalam mendukung petani, membangun kemitraan, dan menjaga kualitas produksi menjadi alasan utama Dewan Kopi Sumsel memberikan penghargaan ini,” ujarnya.

    Berkat kerja sama Dinas Pertanian dengan PT Kendi Arindo dan Dewa Kopi Sumsel, terus berupaya meningkatkan kapasitas petani diperkuat melalui pelatihan budidaya berstandar Good Agriculture Practice (GAP) serta pengembangan keterampilan dalam pengelolaan pascapanen

    Sementara itu, Yondi, selaku Kepala Standarisasi PT Kendi Arindo Empat Lawang, juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Bupati. Ia menilai bahwa momentum ini menjadi awal baru untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Empat Lawang.

    “Semoga penghargaan ini menjadi langkah awal agar para petani di Kabupaten Empat Lawang semakin maju dan mampu meningkatkan produksinya. Jika kita memberi bantuan finansial, mungkin hanya bertahan beberapa hari, tetapi jika kita memberikan ilmu yang bermanfaat, insyaallah akan diwariskan sampai ke generasi-generasi berikutnya,” tutur Yondi.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Joncik Muhammad menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Kopi Indonesia atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor kopi di Empat Lawang merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para petani.

    “Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Empat Lawang, terutama para petani kopi. Kami akan terus berkomitmen mengembangkan kopi Empat Lawang agar semakin dikenal dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati Joncik.

    Dengan penghargaan tersebut, Kabupaten Empat Lawang semakin menegaskan diri sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan petani demi kemajuan ekonomi masyarakat.(RDP)