Penulis: seputar redaksi

  • Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    PALEMBANG – Kebakaran melanda rumah warga di lorong Keramat, 5 Ulu, Palembang Sabtu pagi 9 Agustus 2025.10 mobil pemadam kebakaran meluncur ke lokasi musibah yang padat dengan rumah warga.

    Belum ada keterangan resmi berapa jumlah rumah yang terbakar dan apakah ada korban luka atau jiwa.

    Sampai berita ini diturunkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pendinginan.Lokasi rumah yang terbakar berada jauh di dalam lorong Keramat di 5 Ulu (laut) atau dekat sungai Musi, sehingga petugas harus menyambung selang agar dapat menjangkau TKP.

    Terpantau warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. (RED)

  • Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    PALEMBANG – Penyitaan uang sebanyak Rp506 milliar yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, terkait dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit oleh salah satu bank milik negara.

    Penyitaan uang tunai pecahan Rp100.000 itu diumumkan saat konferensi pers yang digelar Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Dr. Adhryansah, didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Vanny Yulia Eka Sari.

    Aspidsus menyampaikan bahwa uang Rp506.150.000.000 tersebut menjadi barang bukti dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pinjaman kepada dua perusahaan, yakni PT BSS dan PT SAL.

    Meski uang tersebut telah disita, penyidik Kejati Sumsel belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

    “Hari ini, kami menyita uang tunai Rp506,15 miliar dalam perkara dugaan korupsi pemberian pinjaman bank plat merah kepada PT BSS dan PT SAL,” ujar Adhryansah.

    Selain menyita uang tunai, tim penyidik juga telah memblokir sejumlah aset yang bernilai sekitar Rp400 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan keuangan negara yang mengalami potensi kerugian dalam kasus tersebut.

    “Penyitaan dan pemblokiran ini merupakan bagian dari proses pemulihan kerugian negara yang kami prioritaskan,” terang Adhryansah.

    Menurut estimasi Kejati Sumsel, total kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp1,3 triliun. Dengan adanya penyitaan uang dan pemblokiran aset, nilai penyelamatan keuangan negara diperkirakan mendekati jumlah kerugian tersebut.

    Saat ini, tim penyidik masih mendalami alat bukti yang ada untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum. “Kami akan mengambil langkah hukum lanjutan sesuai kebutuhan penyidikan,” tegasnya. (RED)

  • Batalyon B Pelopor Laksanakan Latihan PHH untuk Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme

    Batalyon B Pelopor Laksanakan Latihan PHH untuk Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme

    LUBUK LINGGAU — Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Batalyon B Pelopor, menggelar latihan rutin Penanggulangan Huru Hara (PHH) di Markas Komando Batalyon B Pelopor, Rabu (6/8/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional serta profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi di lapangan.

    Latihan PHH ini merupakan agenda berkelanjutan yang secara berkala dilaksanakan untuk memastikan personel Brimob tetap siaga dan terlatih dalam penanganan unjuk rasa, kerusuhan massa, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya.Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, SKM., MH., menegaskan pentingnya pelatihan yang berkesinambungan guna menjaga kualitas dan kesiapsiagaan satuan.

    “Latihan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga menjamin keselamatan personel saat bertugas di lapangan. Setiap anggota harus memahami peran, prosedur, dan teknis pengendalian massa dengan tepat,” jelas AKBP Andiyano.Selain aspek taktis dan teknis, latihan juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan daya tahan fisik dan mental personel, yang menjadi modal utama dalam bertugas di medan yang dinamis dan berisiko tinggi.

    Setelah latihan, jajaran Batalyon B Pelopor juga melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi ini meliputi analisa kesiapan personel, koordinasi antar tim, serta penggunaan peralatan taktis PHH.

    “Evaluasi menjadi bagian penting dalam setiap latihan. Dengan itu, kita dapat melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Ini agar latihan ke depan lebih efektif dan efisien,” tambah Komandan Batalyon.

    Dengan adanya latihan ini, Satbrimob Polda Sumsel khususnya Batalyon B Pelopor menunjukkan komitmen tinggi untuk selalu siap siaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas. (RV)

  • Hindari Motor, Truk Pengangkut Telur Ayam Terjun Kejurang

    Hindari Motor, Truk Pengangkut Telur Ayam Terjun Kejurang

    EMPAT LAWANG – Na’as, Truck pengangkut ayam merah dengan muatan sekitar 2.000 ekor ayam terjun ke jurang di jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (5/8/2025) pukul 10.00 WIB.

    Sang sopir, Gunadi, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi ketika ia mencoba menghindari lubang di jalan menanjak.

    “Saya mau nanjak, saya pilih jalan yang bagus karena ada lubang. Tiba-tiba dari atas ada motor datang,” kata Gunadi.

    Akibat menghindari motor, ban truk masuk ke dalam lubang yang menyebabkan kendaraan tidak bisa menanjak.
    Truk BG 8697 EH itu pun mundur secara tak terkendali dan akhirnya jatuh ke jurang.

    Truk tersebut diketahui membawa ayam merah dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menuju Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

    Dalam kecelakaan itu, ratusan ayam mati dan kandang-kandang hancur, dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp120 juta.

    “Walau muatan saya tidak sampai 4 ton, tanjakannya tinggi-tinggi dan jalan rusak. Mobil jadi tidak kuat,” tambah Gunadi yang meski selamat bersama kernetnya, mengaku trauma atas kejadian ini.

    Selain kehilangan banyak ayam, ia juga harus menanggung biaya perbaikan kendaraan dan evakuasi truk dari dasar jurang.

    Kondisi jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo dinilai memprihatinkan oleh warga dan pengemudi yang kerap melintasinya.

    Banyak titik yang amblas dan berlubang, sangat membahayakan pengendara, terlebih saat membawa muatan berat. (RED)

  • Polda Sumsel Gelar Pelatihan dalam Menanggulangi Karhutlah

    Polda Sumsel Gelar Pelatihan dalam Menanggulangi Karhutlah

    Palembang – Menghadapi musim kemarau tahun 2025, Polda Sumsel menggelar pelatihan penanganan Karhutla di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang selama tiga hari, yakni dari Senin 5 – 7 Agustus 2025.

    Pelatihan Karhutla yang dilakukan personel Sumsel dan jajaran melibatkan Manggala Agni dan BPBD Sumsel ini bertujuan sebagai langkah antisipasi, mitigasi hingga penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana Karhutla.

    Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol M Anis Prasetio Santoso SH Sik mengatakan pelatihan penanggulangan Karhutla tahun 2025 yang dilakukan Polda Sumsel berlangsung selama tiga hari yang melibatkan 180 personel dengan 8 orang instruktur.

    “Personel yang terlibat dari Ditsamapta, Brimob, Dit Polairud, Ditreskrimsus ditambah dari personel Polres jajaran Polda Sumsel,” kata Anis kepada wartawan Selasa (5/8/2025).

    Materi pelatihan yang diberikan kata Anis, melatih bagaimana rekan- rekan dikepolisian mulai dari pengisian laporan, pelaksanaan mitigasi Karhutla, penegakan hukum terhadap pelak- pelaku pembakaran hutan dan lahan.

    “Lalu ada juga materi yang akan diberikan dari Manggala Agni dan BPBD bagaimana cara dan teknik memadamkan api saat terjadi karhutla. Manggala Agni dan BPBD juga mengajarkan bagaimana sinergitas dalam pemadaman api saat terjadi karhutla,” tuturnya.

    Personel Polda Sumsel dalam hal ini merupakan Satgas darat mendapatkan tugas dari Gubernur bersama dengan TNI Manggala Agni dan BPBD manakala terjadi karhutla.”Kita masih melihat situasi dilapangan karena saat ini masih kemarau basah. Kalau terpantau ada titik api maka personel yang ikut pelatihan inilah yang akan diterjunkan ke lapangan langsung menghadapi api,” jelasnya.

    Masih dikatakan Anis, selain itu personel juga melakukan mitigasi serta himbauan ke masyarakat untuk tidak membakar lahan apalagi sengaja membuka lahan dengan cara dibakar.

    “Sejauh ini jumlah titik api yang terpantau di Sumsel dari bulan januari hingga Juli 2025 ada 232 titik api. Namun, semuanya masih bisa kita kendalikan titik api yang terpantau titik api berada diluar perusahaan, karena perusahaan punya SOP dalam penanganan Karhutla dilahannya,” tandasnya. (RAS)