Warga Keluhkan Sulitnya Cetak KTP di Empat Lawang, Petugas: Blanko Habis



EMPAT LAWANG, seputartv.com – Keluhan terhadap kualitas pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Empat Lawang kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah warga mengaku kesulitan mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui jalur resmi dengan alasan klasik yang terus berulang: blangko habis.

Salah satu warga yang menyampaikan aduan pada Senin (09/02/2026) menuturkan bahwa setiap kali hendak mencetak KTP, petugas kerap menyampaikan alasan kehabisan blangko. Kondisi tersebut dinilai sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.

“Kami setiap mau cetak KTP selalu dibilang blangko habis. Seolah-olah memang sulit sekali mengurus KTP lewat jalur resmi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, warga tersebut juga mengeluhkan sulitnya mengakses antrean online yang seharusnya menjadi solusi pelayanan tertib dan transparan. Alih-alih mempermudah, sistem tersebut justru dinilai menyulitkan masyarakat.

Di tengah sulitnya pelayanan resmi, muncul dugaan serius terkait adanya jalur tidak resmi yang justru berjalan lebih cepat. Warga menyebut praktik percaloan masih marak dan diduga mampu memuluskan proses pencetakan KTP dalam waktu singkat.

“Ada yang bilang kalau lewat calo, KTP bisa langsung jadi. Ada juga yang bilang harus pakai bekingan orang kuat. Biayanya bervariasi, ada yang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” bebernya.

Kondisi ini menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Warga yang berupaya patuh pada prosedur resmi justru merasa dipersulit, sementara jalur belakang diduga berjalan tanpa hambatan.

Masyarakat pun berharap adanya evaluasi serius dan peningkatan kualitas pelayanan di Disdukcapil Empat Lawang agar praktik-praktik yang merugikan publik tidak terus berulang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Empat Lawang saat dikonfirmasi terkait keluhan blangko KTP yang sering habis, hanya menyampaikan keterangan singkat.

“Siap lagi ado di kantor,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait dugaan praktik percaloan yang disampaikan oleh warga.

Komentar

Tinggalkan komentar