Video Diduga Aksi Bullying Pelajar Di Muratara viral, Wakil Kesiswaan: Berawal Dari Saling Ejek



MURATARA, seputartv.com — Sebuah potongan rekaman video yang diduga menunjukkan aksi perundungan antar pelajar kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Dalam video yang beredar di media sosial pada Minggu (07/12/2025), terlihat seorang remaja yang diduga pelajar SMP mendapat perlakuan kekerasan fisik dari remaja lainnya. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat tidak melakukan perlawanan saat terjadi aksi pemukulan. Beberapa orang lain tampak berada di lokasi kejadian, dan upaya melerai disebut baru dilakukan setelah peristiwa itu berlangsung.

Diketahui, salah satu pelajar yang berada di dalam video tersebut merupakan pelajar dari SMPN 1 Muara Rupit.

Wakil Kesiswaan SMPN 1 Muara Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel, Hasan Azhari buka suara terkait aksi kekerasan yang melibatkan siswinya.

Sebelumnya viral dikabarkan aksi perundungan, namun kata Hasan Azhari aksi kekerasan itu merupakan perkelahian antar siswi.

Kejadiannya melibatkan siswi SMPN 1 Muara Rupit melawan siswi SMPN 2 Muara Rupit.

Dalam video tersebut, nampak seorang siswi menggunakan kaos olahraga bertuliskan SMPN 2 Muara Rupit dipukuli bertubi-tubi oleh remaja putri berkaos hitam yang ternyata pelajar SMPN 1 Muara Rupit.

“Ya itu pelajar sekolah kita (SMPN 1 Muara Rupit),” kata Hasan saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).

Menurut Hasan peristiwa itu terjadi di luar lingkungan sekolah pada hari Sabtu 6 Desember 2025 sekira pukul 15.00 Wib.

Namun, Azhari menyampaikan bila peristiwa itu bukan perundungan, melainkan perkelahian dan video yang beredar telah terpotong.

Kalau dilihat dalam video memang  bullying (Perundungan). Tapi kronologi kejadian itu berawal dari saling ejek di Hp,” ungkapnya.

Puncaknya mereka bertemu dan berujung dengan perkelahian, namun motif utamanya perkelahian itu belum diketahui karena satu pelajar merupakan pelajar SMPN 2.

“Motif utama kita tidak tahu karena siswi yang satunya anak SMPN 2  Rupit, yang bertiga SMPN 1 Rupit. Mereka sama-sama warga Kelurahan Muara Rupit,” ungkapnya.

Kemudian untuk tindak lanjutnya, pelajar SMP N 1 Muara Rupit yang terlibat peristiwa itu akan dipanggil orang tuanya, mengingat kejadiannya di luar jam sekolah.

“Karena kejadiannya di luar jam sekolah dan tidak berpakaian sekolah. Dan untuk saat siswi itu tetap sekolah,” ujarnya.

Hasan menegaskan saat ini masalah tersebut sudah ditangani oleh pemerintah setempat baik Lurah, Camat hingga pihak kepolisian.

“Sekarang kasus ini sudah ditangani Lurah, Camat dan pihak kepolisian,” ungkapnya.(RED),

Komentar

Tinggalkan komentar