Diduga Menganiaya, Oknum Kepsek Salahsatu SD di Siulak Mukai Kerinci di Laporkan Ke Polisi

KERINCI – Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Jambi dilaporkan ke Polisi, lantaran diduga telah melakukan penganiayaan.

Pelaku penganiayaan ini diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah berinisial SW (40) terhadap seorang perempuan  parubaya berinisial R (60) pensiunan guru agama yang merupakan warga Desa Mulai Mudik Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Jambi pada beberapa waktu yang lalu.

Peristiwa ini terungkap, ketika korban melaporkan kejadian yang menimpanya kepada aparat Kepolisian Sektor Gunung Kerinci pada Rabu (03/09/2025).

Selanjutnya, korban mendatangi Puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan terkait luka dan memar yang dialami korban.

Selain melakukan pengobatan, korban pun melakukan Visum di puskesmas tersebut yang diperkuat dengan surat dari Kepolisian Sektor Gunung Kerinci dengan nomor 19/IX/Res.1.6./2025/Reskrim yang ditujukan kepada Kepala Puskesmas setempat untuk dilakukan Visum et refertum terdapat korban.

Menurut anak korban berinisial AHP, ia akan menempuh jalur hukum terkait peristiwa yang dialami oleh ibunya.

” saya tidak rela, setetes darah yang keluar dari tubuh ibu yang telah melahirkan saya akibat peristiwa ini maka mereka musti bertanggungjawab dan harus mendapat hukuman atas perbuatannya, ” ucap AHP geram.

Kepada tim seputartv.com ia menyampaikan, kondisi ibunya mengalami luka pada bagian hidung serta mengeluarkan darah dan mengalami memar pada beberapa bagian tubuhnya.

Sementara, saat ini dirinya masih berada diluar kota dalam rangka menjalankan tugas kedinasan dan dalam beberapa hari ini ia akan segera pulang ke Kerinci.

” Saat ini saya belum bisa pulang ke Kerinci namun pihak pengacara telah saya utus untuk mendampingi ibu saya dalam mengawal proses hukum ini agar berjalan secara profesional dan berkeadilan, ” jelasnya.

AHP pun menyayangkan sikap dan perbuatan yang telah dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah tersebut, menurutnya selaku Kepala Sekolah dan tenaga pendidik seyogyanya  mengedepankan etika dan perbuatan yang mengayomi serta suri tauladan bagi siapa saja bukan malah sebaliknya.

Sementara itu, beberapa warga pun menyayangkan kejadian ini. Menurut salahsatu warga setempat berinisial P, korban R sehari – harinya cukup dihormati dan disegani oleh warga sekitar.

” Beliau orang yang baik dan disegani serta dihormati di daerah ini, kami pun menyesalkan mengapa peristiwa ini terjadi, ” ungkap P kepada tim seputartv.com.

Komentar

Tinggalkan komentar