Kategori: Peristiwa

  • Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Nelayan Yang Tenggelam Diperairan Muara Sungsang

    Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Nelayan Yang Tenggelam Diperairan Muara Sungsang

    Banyuasin – Setelah tujuh hari melakukan pencarian terhadap Aditya Wijaya bin H. Amran (21th/Lk) nelayan yang hilang di perairan muara sungsang Kab. Banyuasin, Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan pencarian.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., menjelaskan bahwa dihari ke tujuh ini upaya Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud dan Masyarakat telah dimaksimalkan yaitu dengan memperluas area pencarian hingga radius 51 Nautical Mile serta penyebaran informasi kepada nelayan dan kapal-kapal yang melintas diperairan muara sungsang, namun hingga sore hari ini (24/07) yang merupakan hari terakhir pencarian korban belum juga ditemukan.

    “Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama antara Tim SAR gabungan dan pihak keluarga korban disepakati bahwa Operasi SAR dinyatakan dihentikan dan ditutup” Ungkapnya.

    Sesuai dengan Undang-undang Pencarian dan Pertolongan (SAR) No.29 tahun 2014 pasal 34, Operasi SAR dilaksanakan paling lama tujuh hari, selanjutnya akan dilakukan pemantauan mengingat tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, namun, saat dalam masa pemantauan apabila ada laporan indikasi keberadaan korban, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali ujar Raymond.

    Kendala yang dihadapi oleh Tim SAR Gabungan selama proses pencarian selain luasnya area pencarian juga tidak adanya saksi mata yang melihat langsung bahwa korban benar tenggelam tutup Raymond Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada rabu (16/07) korban bersama satu orang rekannya berangkat melaut mencari ikan di bagan kilung milik H. Hasan Bos dengan menggunakan kapal pompong. Setelah dua hari mencari ikan pada jum’at (18/07) sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba korban tidak ada dikapal, rekan korban berusaha mencari keberadaan korban disekitaran bagan namun tidak ditemukan diduga kuat korban hilang tenggelam (RA)

  • 15 Warga Di Empat Lawang Terjangkit HIV, 1 Diantaranya Balita

    15 Warga Di Empat Lawang Terjangkit HIV, 1 Diantaranya Balita

    EMPAT LAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang kembali merilis data terbaru soal kasus HIV di wilayahnya. Hingga pertengahan 2025 ini, tercatat 15 warga terkonfirmasi mengidap virus HIV.

    Informasi ini disampaikan langsung oleh Kiki Nurhayati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Empat Lawang, pada Selasa (22/7/2025).

    “Untuk tahun ini, kita catat ada 15 kasus. Terdiri dari tujuh laki-laki dan delapan perempuan,” jelas Kiki saat ditemui.
    Yang cukup mengkhawatirkan, sebagian besar pasien masih berada di usia produktif. Mulai dari usia awal 20-an sampai mendekati 50 tahun. Bahkan, satu di antaranya masih balita berusia dua tahun.

    Meski begitu, ada sedikit kabar baik. Dibandingkan tahun lalu yang mencatat 18 kasus, tahun ini ada penurunan tiga kasus. Tapi, penurunan itu belum tentu murni karena perbaikan kondisi.

    “Beberapa pasien ada yang putus kontak. Artinya, kita kehilangan jejak untuk melakukan tindak lanjut. Jadi ya belum tentu benar-benar membaik,” tambah Kiki.

    Kiki menyebut pergaulan bebas atau seks bebas jadi faktor dominan penularan HIV di Empat Lawang. Saat ini, para pasien yang terdata masih rutin menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan yang disediakan.
    Dinkes pun terus mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan seks aman. Karena, pencegahan tetap lebih mudah daripada pengobatan yang harus dijalani seumur hidup. (Red)

  • 20 Hektar Kebon Sawit Di Empat Lawang Dilalap Sijago Merah

    20 Hektar Kebon Sawit Di Empat Lawang Dilalap Sijago Merah

    EMPAT LAWANG – Kebakaran hebat kembali melanda wilayah Sumatera Selatan, kali ini terjadi di kawasan perkebunan sawit milik warga Desa Pancurmas Unit Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada Sabtu (20/7/2025).Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare lahan sawit siap panen, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2,4 miliar.

    Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, kebakaran dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, membuat api cepat menyebar ke area lahan yang kering dan mudah terbakar.“Api menyebar sangat cepat karena angin bertiup kencang dan kondisi lahan yang kering akibat cuaca panas,” ujar Kalaksa.

    BPBD Empat Lawang, Indera Lezi, melalui Kabid RR Harry Pratama, yang memimpin langsung operasi pemadaman di lokasi.Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Empat Lawang bersama jajaran seperti Kabid Kedaruratan, Kabid Pencegahan, dan Kasi Rehabilitasi BPBD, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Namun, akses medan yang curam membuat armada tangki air tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

    Sebagai alternatif, tim menggunakan peralatan manual dan metode pemadaman konvensional untuk memadamkan api. Hingga malam hari, api berhasil dikendalikan meski belum padam sepenuhnya.

    Pihak BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam kondisi musim kemarau panjang yang tengah melanda sejumlah daerah di Sumatera Selatan. (Red)

  • Diduga Selingkuh, Oknum Dokter Gigi Digerebek Suami dan Polisi di Kosan

    Diduga Selingkuh, Oknum Dokter Gigi Digerebek Suami dan Polisi di Kosan

    LUBUKLINGGAU – Apes, itulah yang dialami seorang oknum dokter gigi berinisial FR (46), yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Musi Rawas, digerebek oleh suaminya sendiri bersama aparat kepolisian saat berada di sebuah kamar kos di Jalan Amula Rahayu, Kota Lubuklinggau, Senin (21/7/2025).

    Penggerebekan dilakukan setelah sang suami, SW (46), mencurigai perilaku istrinya yang kerap mengaku dinas luar kota namun sulit dihubungi dalam beberapa waktu terakhir. Kecurigaan tersebut mendorong WS untuk melakukan penelusuran sendiri hingga menemukan keberadaan istrinya di sebuah rumah kos.

    Setelah mengumpulkan bukti dan informasi dari warga sekitar, WS melapor ke Polres Lubuklinggau. Bersama tim kepolisian dan disaksikan warga, penggerebekan dilakukan di lokasi tersebut.

    Benar saja, saat pintu dibuka, FR ditemukan sedang berada di dalam kamar bersama seorang pria berinisial RK (37), yang diduga merupakan selingkuhannya.

    Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Lubuklinggau guna dimintai keterangan lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung.

    Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hubungan keduanya maupun kemungkinan tindak pidana yang menyertainya. Sementara itu, kasus ini telah menyita perhatian masyarakat, terutama karena melibatkan tenaga kesehatan dari instansi pemerintah. (RV)

  • Diduga Pesta Narkoba, Tiga ASN Diamankan

    Diduga Pesta Narkoba, Tiga ASN Diamankan

    LUBUKLINGGAU – Dalam rangka menciptakan kondisi aman dan menekan berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Polres Lubuklinggau bersama unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) menggelar razia gabungan skala besar pada Sabtu malam (19/7/2025).

    Operasi kali ini menyasar sejumlah pelanggaran seperti peredaran narkotika, kepemilikan senjata tajam dan senjata api ilegal, premanisme, prostitusi, judi, serta minuman keras.

    Kegiatan yang berlangsung serentak di berbagai titik di wilayah Kota Lubuklinggau ini dipimpin langsung oleh Wakapolres KOMPOL M. Syamsul Zachri, mewakili Kapolres AKBP Adithia Bagus Arjunadi.

    Apel gabungan digelar di Mapolres Lubuklinggau dan diikuti oleh personel gabungan dari Polres, Polsek jajaran, Subdenpom, serta Sat Pol PP. Setelah apel, tim dibagi menjadi dua regu yang ditugaskan menyisir lokasi-lokasi berbeda.

    Regu pertama melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat hiburan malam di Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan II, yakni beberapa Cafe dan tempat hiburan malam.Dari beberapa lokasi ini aparat tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan atau barang-barang ilegal. Sementara itu, regu kedua menyasar rumah-rumah kost di Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

    Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri membenarkan temuan tersebut. Dalam razia dilokasi ini, petugas mendapatkan tujuh orang yang diduga sedang berpesta narkoba dan minuman keras. Yang mengejutkan, tiga di antaranya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

    “Di salah satu rumah kost, tim kami mengamankan tujuh orang berikut sejumlah barang bukti. Tiga di antaranya merupakan ASN. Saat ini, mereka sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

    Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti kini telah diserahkan ke Sat Res Narkoba Polres Lubuklinggau untuk penyelidikan lebih lanjut.Razia ini menjadi bentuk nyata komitmen aparat penegak hukum di Lubuklinggau dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas segala bentuk penyakit masyarakat tanpa pandang bulu.(RV)