Kategori: Berita terbaru

  • Bobol ATM Ratusan Juta, Karyawan Ini Keok Dibekuk Petugas

    Bobol ATM Ratusan Juta, Karyawan Ini Keok Dibekuk Petugas

    PALEMBANG – Aksi nekat seorang karyawan perusahaan pengelola ATM berakhir di tangan polisi. Unit 2 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan membekuk R (27), karyawan PT. Bringin Gigantara, setelah membobol brankas ATM RSUD Kayu Agung dan menggondol uang tunai sebesar Rp425,4 juta. Pelaku dibekuk di Jakarta usai berusaha menghilangkan jejak.

    Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku memanfaatkan akses kunci brankas yang dimilikinya untuk membuka mesin ATM, menguras uang di dalamnya, lalu merusak CCTV dan mengambil DVR.

    “Pelaku ini memanfaatkan posisinya sebagai karyawan untuk melakukan aksi pencurian. Setelah berhasil, ia berusaha menghilangkan bukti dengan merusak sistem pengawasan,” ungkap Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun, Minggu (10/8/2025).

    Setelah penyelidikan intensif, Sabtu (9/8/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, tim Jatanras mendapatkan informasi keberadaan pelaku di sebuah kos di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat. Dipimpin KOMPOL Robert Perdamean Sihombing, AKP Herry Yusman, dan IPDA Irwan, petugas bergerak cepat membekuk pelaku tanpa perlawanan.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi keberhasilan tim.

    “Ini bukti kesigapan Ditreskrimum Polda Sumsel dalam menindak pelaku kejahatan. Kami mengingatkan seluruh pengelola ATM untuk memperketat pengawasan terhadap karyawan yang memiliki akses langsung ke mesin ATM,

    ” tegasnya.Pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolda Sumsel untuk proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum dan melengkapi berkas perkara. (RAS)

  • Wanita Muda Tewas Gantung Diri Dirumah Pacar

    Wanita Muda Tewas Gantung Diri Dirumah Pacar

    OKI – Peristiwa tragis terjadi di Desa Air Rumbai, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 12.45 WIB.

    Seorang wanita berinisial M (21), warga Desa Kebun Sahang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di rumah pacarnya.

    Kapolsek Pangkalan Lampam, IPTU Andi Andry, SH, bersama Kanit Reskrim IPDA Darmulis, SH, dan anggota Polsek Pangkalan Lampam, langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.Setibanya di rumah tersebut, petugas mendapati korban sudah tergeletak di lantai di bagian belakang rumah.Sebelumnya, warga setempat telah menurunkan korban dari posisi gantung diri. Tali yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.

    Korban saat ditemukan mengenakan sweater abu-abu dan rok abu-abu. Dari hidung korban terlihat mengeluarkan darah, dan kondisi korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Pangkalan Lampam untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

    Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Pangkalan Lampam, IPTU Andi Andry, SH, mengatakan bahwa motif dari tindakan korban masih dalam penyelidikan.

    “Kasus ini masih kami dalami untuk mengetahui latar belakang dan penyebab korban nekat melakukan gantung diri,” ujar IPTU Andi Andry. (RES)

  • Gelut Berujung Maut, Bocah SD Tusuk Pelajar MTS Hingga Tewas.

    Gelut Berujung Maut, Bocah SD Tusuk Pelajar MTS Hingga Tewas.

    MURATARA – Sebuah peristiwa na’as dialami pelajar kelas 2 MTs berinisial RI (13) yang harus tewas lantaran ditusuk oleh seorang bocah siswa kelas 4 sekolah dasar berinisial JN (9) di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel).

    Korban diduga tewas usai lehernya ditusuk gunting oleh pelaku anak. Penusukan itu terjadi di pinggir jalan dekat rumah pelaku anak di Dusun II, Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara, Sumatera Selatan, Jumat (8/8/2025) pukul 12.10 WIB. JN pun kini sudah diamankan petugas.

    Kasat Reskrim Polres Muratara Iptu Nasirin mengatakan peristiwa berawal dari perkelahian antara korban dan pelaku. Namun, polisi masih menyelidiki penyebab perkelahian mereka.

    “Untuk penyebab perkelahian itu masih didalami. seperti anak-anak pada umumnya sehingga emosi. Tapi kalau dendam itu tidak,” katanya, Sabtu (9/8/2025).

    Saat perkelahian tersebut, kata dia, pelaku mengeluarkan gunting dari kantong celananya dan menusuk leher sebelah kiri korban hingga terluka parah.

    “Dari hasil pemeriksaan, memang kebisaan pelaku selalu membawa gunting di kantongnya. Jadi dia bawa gunting itu bukan pas di hari kejadian, tapi sebelum kejadian juga sudah sering dibawanya,” jelasnya.

    Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Pauh untuk mendapat pertolongan medis. Namun sekitar pukul 13.15 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Puskesmas Pauh.

    “Korban tewas akibat luka tusuk pada bagian leher sebelah kirinya,” ungkapnya.

    Pihak kepolisian beserta perangkat desa langsung menjemput pelaku dari rumahnya menuju ke Mapolres Muratara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    “Pelaku sudah diamankan di tempat yang aman. Namun proses tetap berjalan sambil menunggu dari pihak Bapas dan Dinsos. Meskipun begitu, kita tetap menganut pengadilan anak karena pelaku berusia di bawah 12 tahun,” jelasnya. (RED)

  • Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    Kebakaran di Lorong Kramat, 10 Damkar Diterjunkan

    PALEMBANG – Kebakaran melanda rumah warga di lorong Keramat, 5 Ulu, Palembang Sabtu pagi 9 Agustus 2025.10 mobil pemadam kebakaran meluncur ke lokasi musibah yang padat dengan rumah warga.

    Belum ada keterangan resmi berapa jumlah rumah yang terbakar dan apakah ada korban luka atau jiwa.

    Sampai berita ini diturunkan petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pendinginan.Lokasi rumah yang terbakar berada jauh di dalam lorong Keramat di 5 Ulu (laut) atau dekat sungai Musi, sehingga petugas harus menyambung selang agar dapat menjangkau TKP.

    Terpantau warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. (RED)

  • Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    Kejati Sumsel Sita Ratusan Milliar Uang Dugaan Korupsi Kredit Bank

    PALEMBANG – Penyitaan uang sebanyak Rp506 milliar yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, terkait dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit oleh salah satu bank milik negara.

    Penyitaan uang tunai pecahan Rp100.000 itu diumumkan saat konferensi pers yang digelar Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Dr. Adhryansah, didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Vanny Yulia Eka Sari.

    Aspidsus menyampaikan bahwa uang Rp506.150.000.000 tersebut menjadi barang bukti dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pinjaman kepada dua perusahaan, yakni PT BSS dan PT SAL.

    Meski uang tersebut telah disita, penyidik Kejati Sumsel belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

    “Hari ini, kami menyita uang tunai Rp506,15 miliar dalam perkara dugaan korupsi pemberian pinjaman bank plat merah kepada PT BSS dan PT SAL,” ujar Adhryansah.

    Selain menyita uang tunai, tim penyidik juga telah memblokir sejumlah aset yang bernilai sekitar Rp400 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyelamatan keuangan negara yang mengalami potensi kerugian dalam kasus tersebut.

    “Penyitaan dan pemblokiran ini merupakan bagian dari proses pemulihan kerugian negara yang kami prioritaskan,” terang Adhryansah.

    Menurut estimasi Kejati Sumsel, total kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp1,3 triliun. Dengan adanya penyitaan uang dan pemblokiran aset, nilai penyelamatan keuangan negara diperkirakan mendekati jumlah kerugian tersebut.

    Saat ini, tim penyidik masih mendalami alat bukti yang ada untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum. “Kami akan mengambil langkah hukum lanjutan sesuai kebutuhan penyidikan,” tegasnya. (RED)