Kategori: Ekonomi

  • Pagaralam Siap Perkenalkan Kopi Liberika(Kopi Nanggke) Ke Pasar Intenasianal, Melalui CV. GUMAY SAKTI.

    Pagaralam Siap Perkenalkan Kopi Liberika(Kopi Nanggke) Ke Pasar Intenasianal, Melalui CV. GUMAY SAKTI.

    PAGARALAM, seputartv.com – Langkah ekspor kopi yang dilakukan oleh CV. Gumay Sakti menjadi angin segar bagi dunia pertanian di Pagar Alam.15.januari.2026.

    Perusahaan tersebut menyiapkan ekspor kopi Liberika (kopi Nangka) ke Malaysia, sekaligus terus memasarkan kopi Robusta sebagai komoditas unggulan daerah.

    Direktur CV. Gumay Sakti, Muhammad Ryan Irfanza Gumay, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pengiriman tahap awal ini menjadi langkah pembuka. Jika pengiriman berjalan sukses, pihak pembeli dari Malaysia akan melakukan survei langsung ke Pagar Alam dan direncanakan menjalin kontrak kerja sama dalam skala besar.

    Ekspor kopi Liberika ini menjadi gebrakan penting, mengingat jenis kopi tersebut masih kurang populer dibanding Robusta dan Arabika. Padahal, Liberika memiliki cita rasa khas dengan aroma unik yang berpotensi menembus pasar internasional.

    Jika kontrak besar terealisasi, ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis perkebunan kopi di Pagar Alam, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan.

    Langkah ekspor kopi yang dilakukan oleh CV. Gumay Sakti menjadi angin segar bagi dunia pertanian di Pagar Alam.

    Perusahaan tersebut menyiapkan ekspor kopi Liberika (kopi Nangka) ke Malaysia, sekaligus terus memasarkan kopi Robusta sebagai komoditas unggulan daerah.

    Direktur CV. Gumay Sakti, Muhammad Ryan Irfanza Gumay, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pengiriman tahap awal ini menjadi langkah pembuka. Jika pengiriman berjalan sukses, pihak pembeli dari Malaysia akan melakukan survei langsung ke Pagar Alam dan direncanakan menjalin kontrak kerja sama dalam skala besar.

    Ekspor kopi Liberika ini menjadi gebrakan penting, mengingat jenis kopi tersebut masih kurang populer dibanding Robusta dan Arabika. Padahal, Liberika memiliki cita rasa khas dengan aroma unik yang berpotensi menembus pasar internasional.

    Harapannya, dengan terbukanya pasar ekspor:
    Nilai jual kopi petani meningkat
    Harga kopi di tingkat petani lebih stabil
    Petani kopi Pagar Alam bisa mengikuti harga pasar dunia
    Produksi dan kualitas kopi semakin ditingkatkan
    Jika kontrak besar terealisasi, ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis perkebunan kopi di Pagar Alam, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan.

  • Tim Gabungan Kabupaten  PALI Monitoring Harga dan Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadan

    Tim Gabungan Kabupaten  PALI Monitoring Harga dan Ketersediaan Bapokting Jelang Ramadan



    PALI, seputartv.com – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H, jajaran Polres PALI bersama unsur Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten PALI melaksanakan kegiatan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terhadap harga serta ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Impres Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (12/2/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut melibatkan Unit Pidsus Satreskrim Polres PALI mewakili Kapolres PALI, unsur Kejaksaan Negeri PALI, Pemerintah Kabupaten PALI, Disperindag, Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polsek Talang Ubi, tokoh masyarakat, serta insan pers. Monitoring dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.

    Dari hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok masih dalam kondisi relatif stabil dan stok tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp12.000 per kilogram. Gula pasir kemasan dijual Rp17.500 per kilogram, sementara gula curah Rp16.500 per kilogram.

    Untuk komoditas daging, harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berada di kisaran Rp37.000 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp29.000 per kilogram.

    Pada komoditas cabai, cabe merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp43.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Namun cabe rawit merah naik dari Rp78.000 menjadi Rp81.000 per kilogram dan cabe rawit hijau meningkat dari Rp46.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah Rp38.000 per kilogram dan bawang putih Rp34.000 per kilogram.

    Minyak goreng kemasan dijual Rp19.000 per liter dan minyak goreng curah Rp14.500 per liter. Tepung terigu Rp12.500 per kilogram, garam beryodium Rp13.000 per kilogram, serta LPG subsidi 3 kilogram Rp20.000 per tabung. Secara umum distribusi bahan pokok terpantau lancar hingga kegiatan selesai pukul 11.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif.

    Panit Intelkam Polsek Talang Ubi AIPDA Ronaldo dalam kesempatan tersebut juga mengimbau para pedagang sembako untuk menjaga ketersediaan barang serta tidak menaikkan harga secara tidak wajar menjelang Ramadan, guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

    Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa kegiatan monitoring bapokting akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan terpadu antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

    “Polres PALI bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok penting. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik, stok tersedia, dan tidak ada praktik penimbunan maupun spekulasi harga,”tegas Kapolres PALI.

    Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga bahan pokok di pasaran.

    “Dengan sinergi semua pihak, stabilitas pangan dan keamanan ekonomi masyarakat di Kabupaten PALI diharapkan tetap terjaga,”pungkasnya.(RAK)

  • Dewan Kopi Indonesia Sumsel Beri Penghargaan Kepada Bupati Empat Lawang: Penggerak Kopi Berkualitas

    Dewan Kopi Indonesia Sumsel Beri Penghargaan Kepada Bupati Empat Lawang: Penggerak Kopi Berkualitas



    EMPAT LAWANG, seputartv.com – Perhatian serius Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad terhadap pengembangan kopi lokal akhirnya berbuah manis. Ia dinobatkan sebagai Penggerak dan Pelopor Kopi Berkualitas oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) Sumatera Selatan, berkat kontribusinya dalam menggerakkan ekonomi petani kopi dan meningkatkan mutu hasil produksi daerah.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Kopi Indonesia Sumatera Selatan, M. Zain Ismed, dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Bupati Empat Lawang, pada Rabu (29/10/2025).

    Acara penyerahan penghargaan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i, Kepala Dinas Pertanian Hendra Lezi, sejumlah kepala dinas terkait, pimpinan PT Kendi Arindo Empat Lawang, serta perwakilan petani kopi dari berbagai kecamatan.

    Dalam sambutannya, M. Zain Ismed menjelaskan bahwa Kabupaten Empat Lawang merupakan salah satu daerah dengan potensi kopi terbesar di Sumatera Selatan. Ia menyebut, daerah ini memiliki luas kebun kopi mencapai 62.126 hektare, menempati posisi kedua setelah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) yang memiliki 89.050 hektare.

    “Dari data tahun 2024, perputaran ekonomi dari komoditas kopi di Kabupaten Empat Lawang mencapai Rp3,5 triliun. Nilai yang sangat besar ini menunjukkan betapa kuatnya kontribusi sektor kopi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Zain Ismed.

    Ia menambahkan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Bupati Joncik Muhammad yang dinilai mampu menggerakkan sektor pertanian dan memberdayakan petani kopi secara berkelanjutan.

    “Bupati Joncik telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam membangun dan menggerakkan sektor kopi di Empat Lawang. Upaya beliau dalam mendukung petani, membangun kemitraan, dan menjaga kualitas produksi menjadi alasan utama Dewan Kopi Sumsel memberikan penghargaan ini,” ujarnya.

    Berkat kerja sama Dinas Pertanian dengan PT Kendi Arindo dan Dewa Kopi Sumsel, terus berupaya meningkatkan kapasitas petani diperkuat melalui pelatihan budidaya berstandar Good Agriculture Practice (GAP) serta pengembangan keterampilan dalam pengelolaan pascapanen

    Sementara itu, Yondi, selaku Kepala Standarisasi PT Kendi Arindo Empat Lawang, juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Bupati. Ia menilai bahwa momentum ini menjadi awal baru untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Empat Lawang.

    “Semoga penghargaan ini menjadi langkah awal agar para petani di Kabupaten Empat Lawang semakin maju dan mampu meningkatkan produksinya. Jika kita memberi bantuan finansial, mungkin hanya bertahan beberapa hari, tetapi jika kita memberikan ilmu yang bermanfaat, insyaallah akan diwariskan sampai ke generasi-generasi berikutnya,” tutur Yondi.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Joncik Muhammad menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Kopi Indonesia atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor kopi di Empat Lawang merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para petani.

    “Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Empat Lawang, terutama para petani kopi. Kami akan terus berkomitmen mengembangkan kopi Empat Lawang agar semakin dikenal dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati Joncik.

    Dengan penghargaan tersebut, Kabupaten Empat Lawang semakin menegaskan diri sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Selatan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, dan kesejahteraan petani demi kemajuan ekonomi masyarakat.(RDP)

  • Gaji Cepat Habis? Begini Cara Sederhana Mengatur Uang agar Tetap Aman hingga Akhir Bulan

    Gaji Cepat Habis? Begini Cara Sederhana Mengatur Uang agar Tetap Aman hingga Akhir Bulan



    SEPUTARTV.COM – Kamu pernah merasa gaji baru turun, tapi seminggu kemudian sudah entah ke mana?
    Padahal belum sempat beli hal penting, tapi saldo e-wallet sudah menipis. Tenang, kamu tidak sendirian.
    Hampir semua orang pernah melewati fase itu — fase di mana uang terasa cepat sekali menguap.

    Menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024, lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia belum memiliki perencanaan keuangan pribadi yang teratur. Artinya, banyak orang yang bekerja keras tapi belum tahu cara mengelola penghasilan dengan bijak.


    Mulai dari Hal Sederhana

    Kabar baiknya, mengatur keuangan itu sebenarnya tidak harus ribet.
    Tidak perlu jadi ahli ekonomi, cukup mulai dari satu kebiasaan kecil: sadar setiap kali uang keluar.

    Coba mulai dari hal simpel: catat pengeluaran harian, meski cuma beli kopi Rp15 ribu.
    Pisahkan uang untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
    Dan yang paling penting — jangan terlalu keras sama diri sendiri.

    Menurut pakar keuangan pribadi, kunci stabilitas finansial bukan pada besarnya gaji, tapi pada kedisiplinan dan kesadaran setiap kali mengeluarkan uang.


    Nikmati Hidup, Tapi Tetap Bijak

    Hidup itu bukan cuma soal menabung, tapi juga menikmati hasil kerja kerasmu.
    Triknya adalah seimbang: tahu kapan hemat, kapan boleh “treat yourself” tanpa rasa bersalah.

    Orang sukses dalam keuangan bukan yang paling banyak uangnya, tapi yang paling tenang hidupnya.
    Mereka tahu arah uangnya ke mana, tidak panik setiap akhir bulan, dan bisa tidur nyenyak karena punya tabungan darurat.


    Konsisten Adalah Kunci

    Ingat, keuangan yang sehat itu bukan tentang siapa yang paling cepat kaya, tapi siapa yang paling sabar dan konsisten.
    Sedikit demi sedikit, asal rutin, hasilnya bisa luar biasa.

    Seperti menanam pohon — nggak langsung berbuah, tapi kalau dirawat, suatu hari kamu bisa berteduh di bawah rindangnya.

    Jadi mulai hari ini, jangan nunggu nanti.
    Ambil langkah kecil: simpan Rp10 ribu sehari, buat catatan pengeluaran, atau sekadar stop belanja impulsif.
    Karena di dunia finansial, yang menang bukan yang paling cepat, tapi yang paling tahan lama.

    Mengatur uang bukan sekadar soal angka, tapi tentang membangun kebiasaan yang membuat hidup lebih tenang.
    Tidak ada kata terlambat untuk mulai — cukup satu langkah kecil hari ini, demi dompet yang aman dan pikiran yang damai esok hari. (RED)

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional,Pemkab Empat Lawang Dan Korem 044 /GAPO Buka 11 Hektar Sawah Baru

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional,Pemkab Empat Lawang Dan Korem 044 /GAPO Buka 11 Hektar Sawah Baru

    SEPUTARTV.COM, EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Komando Resort Militer (KOREM) 044/Garuda Dempo (GAPO) menggelar kegiatan Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah pada Kamis (23 Oktober 2025) pukul 09:40 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Desa Sleman Ilir, Kecamatan Muara Pinang, ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional di sektor beras.

    Dalam kegiatan yang dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimda, termasuk Bupati Empat Lawang Dr. Joncik Muhammad, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Taufik Satria Nugraha, dan Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Azis Setiadi, secara serentak dilakukan penanaman padi perdana di lahan sawah baru. ​Luas sawah yang dibuka dalam program cetak sawah dengan dukungan Kodim 0405/Lahat ini mencapai 11 hektar.

    Acara ini turut dimeriahkan dengan sambutan secara daring (online) dari Gubernur Sumatera Selatan dan Danrem 044/GAPO, serta mendengarkan arahan dari Wakil Menteri Pertanian.

    ​Puncak acara ditandai dengan penyerahan bibit padi secara simbolis, dukungan alat pertanian, dan komitmen pendampingan untuk mempercepat realisasi swasembada pangan.

    ​Bupati Joncik Muhammad bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah lain turut serta menanam padi secara serentak sebagai simbol dimulainya pemanfaatan lahan sawah baru ini. Kegiatan ini selesai pada pukul 11:30 WIB dalam keadaan aman dan tertib.(RED)