EMPAT LAWANG, seputartv.com – Unit Reskrim Polres Empat Lawang melalui Kanit Pidum IPDA Marwan Syarif, S.H. dan tim Opsnal berhasil mengamankan seorang pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Ulu Musi.
Pelaku yang diamankan berinisial R (26), warga Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Ruanda merupakan salah satu dari tiga pelaku dalam kasus curas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana, yang terjadi pada Kamis, 21 April 2022 di bawah Jembatan Pohon Desa Padang Tepong.
Kasus ini berawal dari laporan korban Yon Kuswoyo 53 tahun, seorang pedagang asal Desa Lubuk Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Saat itu korban tengah menunggu jemuran dan menata buah nanas untuk dijual, ketika tiba-tiba dipanggil oleh para pelaku dari atas jembatan. Korban yang tidak menghiraukan panggilan tersebut kemudian didatangi oleh tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam.
Tanpa banyak bicara, pelaku berinisial L bersama R (DPO yang kini ditangkap) dan satu pelaku lain bernama Lepi alias Ciw (telah meninggal dunia) langsung melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap korban. Akibat serangan tersebut, korban terjatuh dan berusaha menyelamatkan diri hingga ke atas jembatan. Namun para pelaku kembali mengejar dan memukul korban hingga terjatuh ke dalam siring.
Tidak berhenti di situ, sebelum korban berhasil melarikan diri dengan mobilnya, ketiga pelaku memaksa mengambil uang tunai Rp1.800.000, satu unit handphone OPPO A3S warna ungu, serta kalung emas milik korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lebam di pipi kiri, rahang kanan, dan pinggang belakang, serta kerugian materi sekitar Rp6.000.000.
Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ulu Musi Polres Empat Lawang, yang kemudian terdaftar dengan LP/B/5/IV/2022/SPKT.SEK ULU MUSI/POLRES EMPAT LAWANG/POLDA SUMSEL.
Setelah menjalani proses penyelidikan dan penegakan hukum, salah satu pelaku (L) telah lebih dahulu menjalani hukuman. Sedangkan (R) sempat buron selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya ditangkap.
Penangkapan terhadap (R) dilakukan setelah Plh. Kasat Reskrim Polres Empat Lawang IPTU Riyanto, S.E., M.M. menerima informasi dari warga bahwa DPO tersebut berada di rumahnya di Desa Batu Lintang Kecamatan Ulu Musi.
Bertindak cepat, tim yang dipimpin Kanit Pidum IPDA Marwan Syarif, S.H. bersama anggota Opsnal langsung melakukan penyergapan pada Sabtu, 8 November 2025 pukul 04.00 WIB. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Polres Empat Lawang untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi bukti keseriusan Polres Empat Lawang dalam menindak tegas pelaku kejahatan jalanan dan memastikan rasa aman bagi masyarakat. Pihak kepolisian juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi sehingga proses penangkapan berjalan lancar.(RED)
Kategori: Berita terbaru
-

Buron Tiga Tahun, Pelaku Pencurian Keok ditangan Polisi
-

Empat Lawang Raih Penghargaan Tingkat Nasional, Inovasi “Jemput bola” jadi prestasi bergengsi
JAKARTA, seputartv.com – Penghargaan bergengsi kembali di dapat oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Kali ini, Penghargaan diberikan khusus untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Tak tanggung – tanggung, Penghargaan yang diraih kali ini merupakan prestasi bergengsi di tingkat nasional.
Atas prestasi ini, Kabupaten Empat Lawang dianugerahi Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 dari tvOne untuk kategori Innovation for Public Service – Inovasi Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan.
Penghargaan ini diberikan untuk Kabupaten Empat Lawang karena telah berhasil mengimplementasikan dua program inovatif yang fokus pada pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat desa dan daerah terpencil yakni, AJPP (Antar Jemput Pasien Prioritas) dan Program RSUD “Jemput Bola,”.
Keterbatasan akses, biaya mahal, dan jarak yang jauh sering menjadi kendala utama bagi masyarakat desa di Empat Lawang untuk berobat ke rumah sakit.
Namun, tembok penghalang ini kini dirobohkan oleh RSUD Empat Lawang melalui inovasi humanis mereka: Program Jemput Bola “Amanah” (Amankan Pasien Prioritas).
Inovasi yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang ini lahir dari empati mendalam terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat desa, di mana jarak dan biaya seringkali menjadi penghalang utama dalam memperoleh hak atas kesehatan.
“Inovasi ini adalah wujud nyata dari tekad kuat kami untuk memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat desa yang terhalang mengakses layanan kesehatan berkualitas,” ujar Joncik Muhammad Bupati Empat Lawang.
“Kini, kami hadirkan dokter spesialis, perawat, dan seluruh layanan kesehatan langsung ke hadapan masyarakat, mulai dari kawasan kota hingga pelosok desa, melayani setiap warga dari bayi hingga lansia.” Imbuhnya.
Melalui program RSUD Jemput Bola, layanan kesehatan setara rumah sakit, termasuk konsultasi dokter spesialis, kini secara aktif mendatangi masyarakat di lokasi terpencil. Hal ini memastikan bahwa kebutuhan medis yang kompleks dapat terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi menuju pusat kota.
Selain itu lanjut Joncik, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mempersembahkan penghargaan ini sebagai buah kerja keras dan kolaborasi yang solid.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah, masyarakat Empat Lawang yang terus mendukung program pemerintah, dan semua pihak yang bergerak bersama,” tutup bupati 2 periode ini.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Kabupaten Empat Lawang untuk terus melangkah maju mewujudkan visi Empat Lawang MADANI (Makmur, Aman, Damai, Agamis, Nasionalis, Indah) melalui pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(RED)
-

Bupati Empat Lawang Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 dari tvOne
Satu-satunya Kepala Daerah di Pulau Sumatera yang Dianugerahi “Innovation for Public Service” dan Disandingkan dengan Kepala Daerah Populer Nasional
JAKARTA, seputartv.com — Malam penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 yang digelar oleh tvOne menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam acara bergengsi yang diselenggarakan di Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., secara resmi menerima penghargaan Innovation for Public Service dalam sub-kategori Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melahirkan inovasi kesehatan berbasis empati, yakni program AJPP (Antar Jemput Pasien Prioritas) dan RSUD Jemput Bola, yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa terpencil tanpa hambatan jarak maupun biaya.
Melalui inovasi tersebut, dokter spesialis dari RSUD Empat Lawang kini turun langsung memberikan pelayanan medis di Puskesmas kecamatan, termasuk pemeriksaan gratis untuk pasien anak, ibu hamil, lansia, hingga tindakan bedah ringan. Program ini tidak hanya menghadirkan akses kesehatan merata, atau untuk Menghancurkan tembok penghalang layanan kesehatan bagi rakyat kecil tetapi juga menegaskan nilai kemanusiaan dan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat kecil.
Yang membanggakan, Dr. H. Joncik Muhammad menjadi satu-satunya bupati/wali kota dari Pulau Sumatera yang menerima penghargaan tersebut tahun ini. Lebih istimewa lagi, nama Empat Lawang disandingkan dengan sejumlah kepala daerah dan provinsi besar yang dikenal inovatif di tingkat nasional.
Diantaranya :
1. Pemprov DKI Jakarta
2. Pemprov Jawa Tengah
3. Pemprov Jawa Timur
4. Pemprov Kepulauan Riau
5. Pemprov Bali
6. Pemprov Sulawesi Selatan
7. Pemkab Malinau
8. Pemkab Empat Lawang
9. Pemkab Subang
10. Pemkab Kolaka
11. Pemkab Tanggamus
12. Pemkab Sidrap
13. Pemkab Berau
14. Pemkot Malang
15. Pemkot Jayapura
Dengan pencapaian tersebut, Kabupaten Empat Lawang kini resmi sejajar dengan daerah-daerah berprestasi tinggi di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus lahir dari daerah besar, tetapi dari komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bukti bahwa pelayanan publik berbasis empati bisa menjadi inovasi yang berdampak luas. Kami tidak hanya ingin membangun rumah sakit, tapi juga membangun kesadaran dan keadilan dalam akses kesehatan. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak di Empat Lawang,” ujar Bupati Joncik Muhammad usai menerima penghargaan.
Inovasi Jemput Bola RSUD Empat Lawang juga menjadi representasi nyata visi pembangunan Empat Lawang MADANI (Makmur, Aman, Damai, Agamis, Nasionalis, dan Indah), dengan menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama masyarakat yang produktif dan sejahtera.
“Saya persembahkan penghargaan ini untuk masyarakat Empat Lawang, tenaga kesehatan, dan seluruh ASN yang terus bekerja dengan hati. Dari daerah kecil di Sumatera, kita bisa menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik mampu menembus panggung nasional,” tutupnya.
⸻
Acara: Inovasi Membangun Negeri 2025
Penyelenggara: tvOne
Kategori: Innovation for Public Service – Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan
Penerima: Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M. (Bupati Empat Lawang)
Tempat: Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan
Tanggal: Jumat, 7 November 2025 -

DPD PAN Empat Lawang Gelar Musda Serentak se-Sumsel: “PAN Terdepan Bantu Rakyat”
EMPAT LAWANG, seputartv.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Empat Lawang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serentak se-Sumatera Selatan dengan tema “PAN Terdepan Bantu Rakyat”, pada Sabtu (8/11).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Kito, Kabupaten Empat Lawang, dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Empat Lawang, Darli, yang juga merupakan salah satu kader senior PAN di daerah tersebut.
Musda secara resmi dibuka melalui pertemuan virtual (Zoom Meeting) oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPW PAN Sumatera Selatan, Joncik Muhammad, serta seluruh kader dan pengurus PAN dari berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya peran kader PAN untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat dan membantu rakyat, bukan sekadar menjadikan hal itu sebagai slogan.
“Kader PAN harus turun langsung dan menjadi solusi bagi masyarakat. Jangan hanya menjadikan bantuan kepada rakyat sebagai semboyan, tapi wujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Zulkifli dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Empat Lawang, Darli, menyampaikan bahwa program prioritas DPD ke depan akan selaras dengan arahan Ketua Umum PAN, terutama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Program prioritas kami adalah sesuai dengan arahan Ketum PAN, bahwa setiap kepentingan rakyat akan kami serap dan jadikan masukan dalam penyusunan program prioritas. Kami ingin PAN benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Darli.
Dalam Musda tersebut, juga dibahas rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN yang menetapkan kembali Darli sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Empat Lawang pada periode berikutnya. Setelah Dewan Pengurus melemparkan pertanyaan terkait penetapan tersebut kepada seluruh peserta Musda, secara aklamasi seluruh peserta menyatakan sepakat untuk kembali mempercayakan kepemimpinan DPD PAN kepada Darli.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda sidang pleno yang membahas berbagai program kerja serta strategi partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan peran PAN di tingkat daerah.
Musda ini diharapkan dapat mempererat solidaritas antar-kader dan memperkuat komitmen PAN untuk terus hadir sebagai partai yang berpihak pada kepentingan rakyat. (RED/ADV)
-

Sukseskan PEDA KTNA Empat Lawang, Joncik Muhammad: Ini bentuk Komitmen Menuju Pertanian Modern Berbasis Teknologi
EMPAT LAWANG, seputar tv.com – Ajang bergengsi SE Sumatera Selatan, Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) di adakan di Empat Lawang tahun ini. Kegiatan ini dikhususkan bagi para petani dan nelayan dan turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumsel, Irjen Andi Rian yang turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.
Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad menyampaikan bahwa PEDA KTNA bukan sekadar ajang rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan bertukar pengetahuan antarpetani dan nelayan se-Sumatera Selatan.
“PEDA KTNA ini menjadi wadah berbagi ilmu, inovasi, dan teknologi antarpetani serta nelayan. Tahun ini kita mengangkat tema Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan, karena swasembada pangan adalah simbol kemandirian dan ketahanan nasional,” katanya kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, transformasi teknologi merupakan kunci utama modernisasi sektor pertanian di era industri sekarang. Ia menegaskan, sektor pertanian telah menjadi salah satu fokus utama dalam visi Empat Lawang Madani.
Kata Joncik Kabupaten Empat Lawang kini telah mencapai surplus benih melalui program Mandiri Benih Tanaman Pangan. Kabupaten ini bahkan menjadi penerima bantuan benih terbesar di Sumatera Selatan dengan cakupan lahan mencapai 233 hektare dan 11 kelompok penangkar aktif di lima kecamatan.
“Pada tahun 2024, produksi benih padi unggul kita mencapai 684 ton, dan terus berlanjut secara swadaya hingga tahun 2025. Empat Lawang siap menjadi sentra produksi benih unggul di Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Selain itu, Joncik juga menegaskan pentingnya peran KTNA sebagai wadah strategis yang mempersatukan petani, nelayan, dan pelaku agribisnis.
“KTNA adalah lokomotif inovasi, wadah komunikasi dan kolaborasi yang memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, seraya berharap agar PEDA KTNA menjadi momentum kebangkitan pertanian berbasis teknologi menuju Empat Lawang Madani.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya menilai pelaksanaan PEDA KTNA di Empat Lawang merupakan kehormatan besar sekaligus pembuktian bahwa daerah ini memiliki potensi pertanian yang luar biasa.
“Ini bukan hanya marwah bagi Kabupaten Empat Lawang, tapi juga kehormatan bagi seluruh petani Sumatera Selatan. Petani Empat Lawang kini bukan hanya petani tradisional, tapi petani modern yang berjiwa entrepreneur*,ujar Deru.
Ia mencontohkan, salah satu komoditas unggulan Empat Lawang adalah durian yang memiliki keanekaragaman varietas serta kualitas unggul di tingkat provinsi.
Herman Deru juga menegaskan bahwa KTNA adalah mitra strategis pemerintah yang memiliki pemikiran brilian dan sumber daya manusia unggul di sektor pertanian. Namun, menurutnya, dukungan pemerintah tetap menjadi faktor penting untuk mendorong peran KTNA agar lebih maksimal.
“Saya mengajak seluruh bupati dan wali kota di Sumsel untuk bersama menggandeng potensi besar yang dimiliki KTNA. Ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wadah pengembangan ilmu dan peningkatan kapasitas petani-nelayan melalui pelatihan dan kursus,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PEDA KTNA di Empat Lawang diharapkan mampu melahirkan petani dan nelayan modern yang tangguh, berdaya saing, dan menjadi penggerak utama kemandirian pangan di Sumatera Selatan.(RED)
