Bulan: Februari 2026

  • Tragedi Berdarah di Purun Timur: Konflik Utang Berujung Maut

    Tragedi Berdarah di Purun Timur: Konflik Utang Berujung Maut

    PALI, seputartv.com – Pagi yang semestinya berjalan biasa di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), berubah menjadi tragedi berdarah, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang petani, Nurdin (59), tewas setelah mengalami luka bacok serius yang diduga dilakukan oleh anak sambungnya sendiri.

    Perkara ini ditangani jajaran Polres PALI berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/52/II/2026/SPKT/Polres PALI/Polda Sumsel, tertanggal 17 Februari 2026.

    Korban diketahui bernama Nurdin Bin Rajamit, warga Desa Purun Timur. Sementara terduga pelaku berinisial R.H. (29), seorang petani yang juga berdomisili di desa yang sama.

    Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, peristiwa bermula dari persoalan uang hasil penjualan emas dan utang piutang dalam lingkup keluarga.

    Pelaku memanggil kedua orang tuanya dari kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah. Di hadapan istri dan anak pelaku, terjadi pembicaraan mengenai sisa uang sebesar Rp2,4 juta. Dari jumlah itu, Rp1 juta disebut disimpan, sedangkan Rp1,4 juta digunakan untuk menebus sepeda motor yang sebelumnya digadaikan oleh pelaku.

    Ketegangan memuncak ketika pelaku mempertanyakan keberadaan sepeda motor tersebut yang tidak bisa ia gunakan. Dalam suasana yang memanas, korban disebut menggebrak meja dan melontarkan kata-kata keras.

    Situasi yang awalnya berupa percekcokan verbal berubah menjadi kekerasan fatal. Pelaku diduga mengambil sebilah parang dan mengejar korban yang berusaha menghindar. Korban mengalami lima luka bacok di bagian punggung kiri, punggung kanan, leher belakang, telinga kanan, dan kepala sebelah kanan.

    Korban sempat terkapar bersimbah darah sebelum warga datang memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas Simpang Babat. Namun setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia.

    Mendapat laporan adanya pembunuhan, Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi, S.H., M.H. segera melakukan koordinasi. Tersangka yang sempat diamankan di Polsek Penukal Abab langsung dijemput oleh Tim Opsnal Beruang Hitam untuk dibawa ke Mapolres PALI guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

    Dari lokasi kejadian,Polisi mengamankan barang bukti berupa Satu bilah parang bergagang plastik hitam dengan panjang sekitar 50 cm.

    Satu helai kaos warna biru bertuliskan “Palembang” dan “Islamic Solidarity Games”yang diduga dikenakan saat kejadian.

    Motif sementara yang terungkap adalah rasa tidak senang dan kekecewaan pelaku terkait persoalan utang serta pengelolaan uang hasil penjualan emas.

    Tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) KUHP subsidair Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

    Kapolres PALI, Yunar Hotma Parulian Sirait, didampingi Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu.

    “Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Konflik keluarga yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Yunar.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dalam menyelesaikan persoalan pribadi.

    “Hukum tidak boleh dikalahkan oleh emosi. Setiap tindakan kekerasan pasti ada konsekuensi pidana yang berat. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian,”tambahnya.

    Sementara itu, AKP Nasron Junaidi menyatakan bahwa penyidik masih melengkapi berkas perkara dengan memeriksa para saksi serta melakukan pendalaman terhadap motif dan kondisi psikologis tersangka saat kejadian.

    Peristiwa ini menjadi refleksi pahit bahwa persoalan ekonomi dan komunikasi yang buntu dalam keluarga dapat berkembang menjadi tragedi.

    “Kita memastikan proses hukum berjalan tuntas,sementara masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang,”pungkas AKP Nasron.

  • Fokus Cegah Radikalisme, Polda Sumsel Lakukan Kolaborasi Dengan Organisasi Keagamaan

    Fokus Cegah Radikalisme, Polda Sumsel Lakukan Kolaborasi Dengan Organisasi Keagamaan




    PALEMBANG, seputartv.com –Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., M.Si., terus memperkuat sinergi kamtibmas bersama organisasi keagamaan di wilayah Sumatera Selatan. Melalui pendekatan humanis dan kolaboratif, Polda Sumsel membangun komunikasi strategis guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Pada Kamis (19/2/2026), Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., M.Si., melaksanakan lawatan kerja ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan di Kompleks Universitas Muhammadiyah Palembang. Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus pleno menyambut langsung kedatangan rombongan Pejabat Utama Polda Sumsel.

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa tantangan kamtibmas ke depan semakin kompleks. Peredaran narkoba, maraknya judi online, serta pengaruh negatif media digital memerlukan respons kolektif lintas sektoral. Oleh karena itu, Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis dengan tokoh agama dan masyarakat.

    Selain itu, Kapolda Sumsel mengajak Muhammadiyah untuk meningkatkan edukasi kepada generasi muda. Ia mendorong penguatan nilai kebangsaan, literasi digital, serta pencegahan paham radikalisme. Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki peran vital dalam menjaga moralitas bangsa dan membentengi masyarakat dari pengaruh destruktif.

    Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi tersebut. Ia menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dengan Polda Sumsel dalam pembinaan masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah dari ancaman degradasi moral.

    Sebelumnya, Kapolda Sumsel juga melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan KH. Hendra Zainuddin pada Minggu (15/2/2026). Rangkaian kunjungan ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel dalam merangkul seluruh elemen ulama dan tokoh masyarakat guna menciptakan situasi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program komunikasi preventif kepolisian.

    “Kapolda Sumsel ingin menyamakan persepsi dengan para tokoh agama dalam menghadapi isu-isu sosial yang berkembang. Kami membuka ruang kolaborasi konkret, khususnya dalam edukasi pencegahan narkoba dan perjudian daring,” ujar Kombes Pol Nandang.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa seluruh masukan dari para ulama akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut Polda Sumsel. Dengan demikian, pelayanan kepolisian dapat terus ditingkatkan dan selaras dengan harapan masyarakat Sumatera Selatan.

    Melalui sinergi strategis ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjaga kamtibmas secara berkelanjutan. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan organisasi keagamaan diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Sumatera Selatan.

  • Kejati Sumsel OTT Ayah dan Anak DPRD Muara Enim, Terkait Dugaan Gratifikasi Rp 1,6 Milyar

    Kejati Sumsel OTT Ayah dan Anak DPRD Muara Enim, Terkait Dugaan Gratifikasi Rp 1,6 Milyar

    MUARA ENIM, seputartv.com – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di wilayah hukum propinsi Sumatera Selatan, pada Rabu (18/02/2026).

    Operasi Tangkap Tangan kali ini menjerat oknum anggota DPRD Muara Enim berinisial KT dan anaknya RA, terkait dugaan gratifikasi atau penerimaan hadiah dalam Proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana saat konferensi Pers di Aula Media Centre Kejati Sumsel pada Rabu (18/02/2026).

    “Benar, hari ini 18 Februari 2026. Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melakukan OTT di Muara Enim penangkapan terhadap dua orang berinisial KT selaku Anggota DPRD Muara Enim dan RA selaku anak dari KT,” ungkapnya kepada wartawan.

    Menurut Ketut Sumedana, keduanya diduga menerima uang sekitar Rp 1,6 miliar dari pengusaha atau rekanan proyek. 

    “Uang tersebut berkaitan dengan pencairan uang muka kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim. Sehingga kegiatan proyek itu tidak berjalan,” imbuhnya.

    Proyek ini sendiri, bernilai kontrak sekitar Rp 7 miliar. Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap 10 orang saksi, uang Rp 1,6 miliar itu diduga telah digunakan untuk membeli satu unit mobil mewah.

    “Selain menangkap ayah dan anak tersebut, penyidik juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di wilayah Muara Enim, yakni dua rumah milik KT di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6 Desa Muara Lawai, serta satu rumah milik saksi MH di Jalan Pramuka 4 RT 1 RW 7 Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim,”jelasnya.

    Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita satu unit mobil Toyota Alphard warna putih bernomor polisi B 2451 KYR, sejumlah dokumen, handphone, serta surat-surat yang berkaitan dengan perkara tersebut. (Tim)

  • Warga Purun Timur Gempar, Diduga Anak Tiri Habisi Nyawa Bapak Tiri

    Warga Purun Timur Gempar, Diduga Anak Tiri Habisi Nyawa Bapak Tiri



    PALI – Peristiwa berdarah mengguncang warga Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (17/2/2026). Seorang pria lanjut usia, Nurdin (80), meregang nyawa secara tragis diduga akibat serangan senjata tajam yang dilakukan anak tirinya sendiri.

    Insiden tersebut terjadi di Simpang 4 jalan hauling batubara milik PT Energate Prima Indonesia (EPI), wilayah Desa Purun Timur. Lokasi kejadian yang berada di jalur aktivitas kendaraan angkutan batubara itu sontak dipadati warga yang penasaran setelah kabar penikaman menyebar dengan cepat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang. Ia menikah dengan seorang perempuan asal Purun Timur dan kemudian menetap bersama istrinya di sekitar kawasan jalan hauling tersebut. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di kampung halamannya di Harapan Jaya.

    “Korban memang asli warga Harapan Jaya. Informasinya akan dimakamkan di desa kelahirannya,” ujar seorang warga Purun Timur.

    Salah seorang pengendara roda dua yang melintas dan enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui situasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) saat dirinya melintas.
    Ia menuturkan bahwa suasana sudah dalam kondisi ramai ketika ia tiba.

    “Saya melintas di sekitar simpang hauling itu, sudah ramai orang berkumpul. Korban terlihat sudah tergeletak bersimbah darah. Informasinya, pelakunya anak tirinya sendiri. Kami semua kaget, tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi di sini,” ungkapnya dengan nada lirih.

    Dari keterangan awal warga, korban mengalami luka akibat senjata tajam yang diduga dilakukan oleh anak tirinya berinisial R. Motif di balik peristiwa tragis tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti dan masih dalam pendalaman aparat penegak hukum.

    Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa terduga pelaku telah diamankan pihak kepolisian tidak lama setelah kejadian. Aparat juga telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

    Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga berharap pihak kepolisian dapat mengungkap secara terang-benderang motif dan latar belakang kejadian, sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku dan sejumlah saksi guna memastikan kronologi utuh peristiwa berdarah tersebut.

  • Pegawai PT GBS Ditemukan Tewas Di Pondok Dekat Galian,Ini Penjelasan Polisi

    Pegawai PT GBS Ditemukan Tewas Di Pondok Dekat Galian,Ini Penjelasan Polisi

    PALI – Misteri penemuan sesosok mayat pria di sebuah pondok dekat area galian Divisi 1 milik PT Golden Blossom Sumatera (GBS) di Desa Prambatan,Kecamatan Abab,Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya mulai terkuak.

    Korban diketahui bernama Tri Sutrisno alias Gancu bin Malisin (32), warga Dusun III Desa Betung Barat,Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Ia bekerja sebagai petugas cek volume air di PT GBS.

    Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait,S.H.,S.I.K.,M,I.K melalui Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia,S.H membenarkan adanya peristiwa tersebut.

    “Benar, korban bernama Tri Sutrisno. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.Saat ini masih dalam penyelidikan,”jelas AKP Dedy, Senin (16/2/2026) sore.

    Meski belum ada kesimpulan final,dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tersambar petir.

    “Namun dugaan sementara disambar petir,” ungkapnya.

    Sebelumnya, warga Desa Prambatan digegerkan dengan penemuan mayat pria di pondok yang berada tak jauh dari lokasi galian perusahaan tersebut pada Senin (16/2/2026).

    Penemuan itu langsung menjadi perbincangan hangat warga sekitar.
    Video amatir dari lokasi kejadian pun beredar luas dan sampai keredaksi media ini.

    Dalam rekaman tersebut,terlihat sejumlah warga berdiri dengan jarak aman dari pondok tempat korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

    Menurut keterangan warga yang pertama kali mengetahui kejadian itu,korban sudah berada dipondok sejak sore hari sebelumnya.

    “Dari kemarin sore sudah di situ,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

    Yang membuat suasana semakin tegang, ponsel yang diduga milik korban sempat berdering karena ada panggilan masuk. Namun, tidak satu pun warga berani mengangkatnya.

    Mereka memilih menunggu aparat Kepolisian datang ke lokasi. Kekhawatiran akan terseret persoalan hukum membuat warga berhati-hati.

    Saat ini dikabarkan korban sudah dievakuasi dan dibawa ke tim medis untuk dilakukan autopsi.