MUSI RAWAS, seputartv com — Bupati Musi Rawas, Hj Ratnawati, resmi melantik sebanyak 3.174 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada Selasa, 23 Desember 2025.
Pelantikan yang digelar secara khidmat tersebut menjadi momen bersejarah bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Para PPPK paruh waktu yang dilantik berasal dari berbagai sektor, mulai dari tenaga pendidikan, kesehatan, hingga teknis administrasi.
Dalam sambutannya, Bupati Hj Ratnawati menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status dan penghargaan atas dedikasi para tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi.
“Ini adalah hasil perjuangan panjang. Saya berharap para PPPK yang dilantik hari ini dapat bekerja lebih profesional, disiplin, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Musi Rawas,” ujar Ratnawati.
Ia juga menekankan bahwa meskipun berstatus paruh waktu, para PPPK tetap dituntut untuk menjaga integritas serta loyalitas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Pelantikan tersebut disambut haru oleh para peserta.
Banyak di antara mereka yang mengaku bersyukur karena akhirnya mendapatkan kepastian status setelah lama menanti.
Dengan dilantiknya 3.174 PPPK paruh waktu ini, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.(RED)
Bulan: Desember 2025
-

Bupati Musi Rawas Hj Ratnawati Lantik 3.174 PPPK Paruh Waktu
-

Pimpin Apel Perdana, Camat Sikap Dalam Tegas Tekankan Pelayanan Prima
EMPAT LAWANG, seputar TV com — Camat Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sarni, S.H., memimpin apel perdana bersama seluruh staf Kantor Camat Sikap Dalam, Senin (22/12/25).
Dalam arahannya, Camat Sarni menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai tanggung jawab utama aparatur pemerintah kecamatan.
Ia mengingatkan seluruh pegawai agar bekerja secara profesional, disiplin, dan responsif dalam memberikan pelayanan administrasi maupun pelayanan publik lainnya.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh karena pelayanan yang tidak maksimal,” tegas Camat Sarni di hadapan peserta apel.
Menurutnya, aparatur kecamatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik, sehingga sikap ramah, cepat, dan tepat sangat dibutuhkan guna menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Camat Sikap Dalam berharap melalui apel perdana ini, seluruh pegawai dapat meningkatkan kinerja, menjaga etos kerja, serta memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat di wilayah Kecamatan Sikap Dalam.
”Saya berharap kepada para staff agar kiranya kalau ada masyarakat yang datang kekantor camat langsung di layani dan jangan sekali-kali lambat dalam pelayanan,” tutupnya.(RED) -

Pemkab Empat Lawang Optimalkan Satu Data Indonesia untuk Tata Kelola Perdagangan
Empat Lawang, seputartv.com — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, menggelar Sosialisasi Optimalisasi Satu Data Indonesia (SDI) Bidang Perdagangan sebagai langkah strategis untuk menata dan menyatukan data perdagangan secara akurat dan terintegrasi, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala desa, lurah, dan camat se-Kabupaten Empat Lawang. Sosialisasi tersebut bertujuan agar data terkait pasar, pedagang, harga barang, serta pelaku usaha kecil tidak lagi berbeda-beda antar wilayah, sehingga dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Haniran, menegaskan bahwa penerapan SDI sejalan dengan Permendag Nomor 5 Tahun 2003, serta kebijakan pemerintah pusat yang kini sepenuhnya mengedepankan sistem digital dan tidak lagi menggunakan mekanisme proposal manual.
“Kami mengapresiasi hadirnya aplikasi Satu Data Indonesia ini karena sangat memudahkan dalam menginput data dan memantau para pelaku usaha. Data yang akurat tentu akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi sektor perdagangan, tetapi juga mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Melalui sistem SDI, data yang dihimpun dari desa menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan barang kebutuhan pokok, serta mengantisipasi lonjakan harga maupun kelangkaan barang di pasar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Empat Lawang, Budi Sumitro, menyampaikan bahwa optimalisasi data lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi prioritas sesuai dengan visi dan misi Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad.
“Sesuai arahan Bupati, seluruh data dari OPD terkait akan dimaksimalkan dan ditargetkan rampung terkumpul paling lambat tanggal 15. Kita bergerak cepat agar data yang tersedia benar-benar siap digunakan untuk pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap melalui sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa data bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan data perdagangan yang terintegrasi dan akuntabel, tata kelola pasar diharapkan semakin tertib, adil, dan berpihak kepada pedagang kecil serta masyarakat luas. (RED) -

Peringati Hari Bela Negara, Bupati Empat Lawang Ajak Masyarakat Untuk Memper-erat Persatuan
EMPAT LAWANG, seputartv.com – Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat cinta tanah air, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Empat Lawang menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara, bertempat di Lapangan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Senin (22/12/2025).
Upacara berlangsung dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhamad, selaku inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Satpol PP, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Hari Bela Negara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui semangat persatuan dan gotong royong.
Dalam amanatnya, Bupati Empat Lawang yang didampingi Wakil Bupati Arifa’i, menyampaikan bahwa bela negara tidak hanya sekadar mengenang sejarah, namun harus dimaknai sebagai sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyinggung sejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tahun 1948 akibat Agresi Militer Belanda II.
Saat itu, ibu kota negara dikuasai Belanda, namun bangsa Indonesia tetap mampu bangkit dan mempertahankan kedaulatan negara melalui persatuan dan semangat juang.
“Ini membuktikan bahwa jika kita bersatu dan serius menjaga persatuan, maka bangsa ini akan selalu mampu bangkit menghadapi segala tantangan,” ujar Joncik.
Menurutnya, semangat bela negara juga tercermin dari kepedulian dan gotong royong, terutama di tengah kondisi saat ini ketika sejumlah daerah seperti Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara tengah dilanda bencana.
“Inilah bentuk nyata bela negara, yaitu saling membantu, bergotong royong, dan bersatu demi menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terus berupaya menanamkan semangat bela negara kepada masyarakat melalui berbagai program, di antaranya pendidikan wawasan kebangsaan, sosialisasi nilai-nilai bela negara, serta pelatihan khusus bagi pelajar seperti Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang mendapatkan pendidikan bela negara di Jakarta melalui Kementerian Pertahanan.
Pada peringatan Hari Bela Negara ini, Bupati Joncik Muhamad juga berharap agar generasi muda Empat Lawang dapat memahami sejarah Republik Indonesia, mengenal tujuan berdirinya bangsa, serta meneladani semangat heroik para pahlawan.
“Cara kita menghormati jasa para pahlawan adalah dengan mengisi kemerdekaan ini melalui pembangunan dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” pungkasnya.
Hari Bela Negara, Empat Lawang, Upacara Bela Negara, Bupati Empat Lawang, Forkopimda Empat Lawang, Nasionalisme, Cinta Tanah Air, NKRI,
Upacara Hari Bela Negara Empat Lawang, Bupati Joncik Muhamad Hari Bela Negara, Pemkab Empat Lawang Bela Negara, Forkopimda Empat Lawang, Nasionalisme di Empat Lawang, Bela Negara 2025, Semangat NKRI Empat Lawang,(RED) -

Truk Terbalik di Jalan Lintas Musi Rawas, Warga Keluhkan Kelalaian Pemerintah
MUSI RAWAS, seputarTV.com — Kondisi memprihatinkan Jalan Lintas Musi Rawas kembali memakan korban. Sebuah mobil truk dilaporkan terbalik di wilayah Desa Semeteh akibat jalan yang rusak parah dan berlubang, menjadi bukti nyata buruknya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur vital masyarakat.
Peristiwa ini terjadi saat truk melintas di jalur yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Aspal yang hancur, lubang menganga, serta permukaan jalan yang tidak rata membuat pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan besar tersebut terguling di badan jalan.
Warga setempat mengaku kerusakan jalan ini bukan baru terjadi. Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kondisi tersebut dibiarkan tanpa perbaikan berarti.
“Kami sudah sering mengeluh, tapi tidak pernah ditanggapi serius. Sekarang sudah ada korban, baru mau bergerak?” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Jalan lintas ini merupakan akses utama penghubung antarwilayah dan jalur penting bagi angkutan barang. Namun ironisnya, pemerintah daerah maupun instansi terkait terkesan tutup mata. Padahal, risiko kecelakaan sudah lama mengintai setiap pengguna jalan.
Kecelakaan truk terbalik ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah yang selama ini gencar berbicara soal pembangunan, namun abai terhadap kebutuhan dasar rakyat: jalan yang layak dan aman.
Masyarakat menilai, pembiaran ini adalah bentuk kelalaian serius. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kecelakaan serupa bahkan lebih fatal akan kembali terjadi.
“Jangan tunggu ada korban jiwa. Kami butuh aksi, bukan janji,” tegas warga lainnya.
Warga Desa Semeteh dan pengguna jalan lintas Musi Rawas mendesak pemerintah daerah, provinsi hingga pusat untuk segera turun tangan memperbaiki jalan rusak tersebut. Mereka menuntut tanggung jawab, bukan sekadar wacana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah terkait rencana perbaikan jalan di lokasi kejadian.(RYN)
